Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Manfaat ASI
sudah sangat umum diketahui oleh masayarakat luas. ASI merupakan makanan terlengkap bagi
bayi. ASI memiliki nutrisi yang memiliki kandungan lemak dan kalori yang sangat tinggi serta
sejumlah micronutrient yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan lengkap dalam ASI
dapat mencegah penyakit, membantu proses penyembuhan serta dapat meningkatkan kekebalan
tubuh bayi. Karena itu jumlah ASI yang di hasilkan oleh ibu harus diperhatikan. Karna terdapat
obat obatan yang dapat mempengaruhi jumlah produksi dari ASI.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, obat merupakan salah satu penunjang sarana
kesehatan. Segala macam penyakit tidak dapat lepas begitu saja tanpa keberadaan obat.
Keamanan obat harus dibuktikan berdasarkan hasil percobaan terhadap hewan sewaktu registrasi
untuk mendapatkan izin peredaran. Dengan penggunaan obat kita harus mengikuti
aturan – aturan tertentu karena obat yang digunakan dalam jumlah yang berlebihan dapat
meracuni sedangkan racun yang digunakan dalam jumlah sedikit justru dapat menjadi obat bagi
tubuh kita.
Selain itu obat yang sudah sering dipergunakan adalah uterotonika. Penggunaan obat
selama kehamilan bertanggung jawab atas gangguan perkembangan yang pada kala nya timbul
pada bayi dan anak kecil sampai usia 5 tahun. Obat – obat uterotonika tidak pernah lepas dari
segala masalah kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan.Masalah kehamilan dan
persalinan merupakan masalah yang riskan karena sangat erat dengan keselamatan
jiwa seseorang sehingga ironis sekali apabila terjadi kesalahan walau hanya sedikit saja.
Dalam hal ini yang perlu diketahui adalah mengenai definisi obat, komposisi, indikasi,
kontaindikasi, dosis, efek samping, farmakologi, farmakoterapi.