Anda di halaman 1dari 1

Anatomi Spine dan Medula Spinalis

Medula spinaslis/spinal cord seperti halnya semua sistem pusat lainnya dari CNS (centra
nervus system), dimana SC merupakan media input ke struktur otak lainnya, sperti informasi
sensoris dari berbagai bagian tubuh dengan sebuah unit proses informasi dan juga merupakan
output dari otak ke berbagai bagian tubuh. Spina cord lebih pendek daripada kanalis vertebrae
dan korespondensi antara keduanya ( SC dan vertebrae ), sehingga harus diingat ketika
mengekstrapolasi gejala neural berdasarkan deskripsi lesi yang ada, yang biasanya dapat
berhubungan ke segmen vertebralnya tetapi tidak dengan segmen spinal cordnya.

Traktus sensorik asenden umumnya melalui struktur yang berhubungan dengan


telenchepalon atau dienchepalon, tetapi persilangan jaras tidak terjadi pada tingkat yang sama.
Input proprioseptif/taktil dari satu sisi tubuh menyeberang ke sisi lain pada tingkat batang otak,
sedangkan input nyeri/suhu melintas pada tingkat tulang belakang. Disfungsi sensorik ini penting
dalam menentukan lokasi lesi spinal dan sindrom terkait seperti sindrom brown-sequard (spinal
hemisection).

Jaras kortikospinal yang turun sebagian besar bersilangan pada tingkat bulbus medulla
oblongata pada red nucleus di bagian mesenccphalon berproyeksi kuntralateral. Pemeriksaan
refleks menunjukkan keadaan rangsangan jalur tulang belakang tertentu (motor neuron dan
interneuron) pada segmen yang berbeda dan asimetri keduanya, hal tersebut dapat membantu
dalam menentukan lokalisasi lesi spinal.

Pada orang dewasa, medulla spinalis lebih pendek daripada colunma vertebralis, medulla
spinalis terbcntang dari craniocervical junction hingga setingkat diskus intervertebralis lumbalis
I dan ll (Ll-L2). Segmen neural tube (medulla spinalis primitif) bersesuaian dengan columna
vertebralis hanya pada usia 3 minggu masa gestasi, setelah itu perkembangan tulang belakang
lebih progresif dibandingkan medulla spinalisnya.