Anda di halaman 1dari 4

TUGAS RESUME

“IMPLIKASI PENGGABUNGAN BISNIS”


“Disajikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Laporan Keuangan”
(Dosen : Nurasik, Drs., MM.)

NAMA : FIRDA GUSTI AYU


KELAS : AKUNTANSI 4/A2
NIM : 182010300127

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS BISNIS HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2020
RESUME “IMPLIKASI PENGGABUNGAN BISNIS”

Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin mendorong pemilik/manajemen


perusahaan untuk mengembangkan usaha atau bisnisnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Salah satu caranya adalah dengan penggabungan usaha. Masalah penggabungan usaha
selalu menarik perhatian karena banyak aspek dan kepentingan yang terkait. Dengan
penggabungan beberapa usaha, diharapkan perusahaan-perusahaan itu dapat meningkatkan pangsa
pasar dari aktivitas operasional yang ada dan sebagainya. Penggabungan beberapa usaha juga
dianggap sebagai wacana untuk mencapai tujuan dan kepentingan usaha yang memberikan
pertumbuhan yang relatif cepat atau memenangkan pangsa pasar baru sehingga lebih menarik
dibandingkan pengembangan usaha secara normal.

Pengembangan perusahaan terus dilakukan oleh manajer perusahaan dalam rangka


menghadapi persaingan dan kelangsungan usahanya. Pengembangan usaha ini dapat dilakukan
melalui restrukturisasi perusahaan.

Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-
merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu
perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger
berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di
perusahaan yang baru. Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan
oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan
identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan
yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi.

Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham


atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada.

Alasan-alasan Perusahaan Melakukan Merger dan Akuisisi

Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun akuisisi,
yaitu :
1. Pertumbuhan atau diversifikasi

Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun
diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko
adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka
perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.

2. Sinergi

Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale).
Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang
lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas
ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan
tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.

3. Meningkatkan dana

Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dapat
memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri
dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya
pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya
dana dengan biaya rendah.

4. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi

Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada
manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan
manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.

5. Pertimbangan pajak

Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian
pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan
perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini
perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan
mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger
tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi
kesejahteraan pemilik.

6. Meningkatkan likuiditas pemilik

Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika
perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh
sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.

7. Melindungi diri dari pengambilalihan

Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat.
Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang,
karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh
bidding firm yang berminat.

Faktor-faktor Keberhasilan dan Kegagalan Merger dan Akuisisi

Keberhasilan atau kegagalan suatu merger dan akuisisi sangat bergantung pada
ketepatan analisis dan penelitian yang menyeluruh terhadap faktor-faktor penyelaras atau
kompatibilitas antara organisasi yang akan bergabung. Hitt (2002) mengemukakan beberapa
konsep penting yang mengarah pada keberhasilan atau kegagalan dalam merger dan akuisisi
diantaranya uji tuntas pembiayaan, sumber-sumber daya komplementer, akuisisi bersahabat/tidak
bersahabat, penciptan sinergi pembelajaran organisasional dan fokus pada bisnis inti.

KESIMPULAN

Pada dasarnya penggabungan usaha merupakan bentuk penggabungan satu perusahaan


dengan perusahaan lain dalam rangka menghadapi persaingan dan kelangsungannya. Bentuk
penggabungan usaha yang sering dilakukan dalam dua dekade terakhir ini adalah merger dan
akuisisi di mana strategi ini dipandang sebagai salah satu cara untuk mencapai beberapa tujuan
yang lebih bersifat ekonomis dan jangka panjang, jadi dari penggabungan usaha Terdapat dua
perspektif utama mengapa perusahaan melakukan penggabungan yaitu untuk memaksimalkan
nilai pasar yang dimiliki oleh pemegang saham yang ada dan kesejahteraan manajemennya .