Anda di halaman 1dari 23

 

 
B.
 
Perumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan  permasalahan yang akan dibahas
pada tulisan ini yaitu: 1.
 
Bagaimana sistem penambangan batubara bawah tanah metode room and pillar methods ? 2.
Penerapan metode room and pillar methds oleh perusahaan tambang  batu bara bawah tanah PT
NAL Sawah Lunto?
C.
 
Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah 1.
 
Menjelaskan tentang sistem penambangan batubara bawah tanah metode room and pillar
methods ? 2.
 
Bagaimana penerapan metode room and pillar methods oleh  perusahaan tambang batu bara
bawah tanah PT NAL Sawah Lunto?
 
 
BAB II PEMBAHASAN A.
 
METODE PENAMBANGAN `
 Room and pillar 
 merupakan suatu sistem penambangan bawah tanah untuk endapan batubara, dengan bentuk
blok-blok persegi. Seluruh
block 
 batubaranya dibuat jalan (batubara yang digali =
room
 selebar 10 m) dan
 pillar 
 (sebagai  penyangga selebar 30×30 m) menggunakan kombinasi
continuous miner 
 (CM),
roof bolter 
, dan
 shuttle catr 
. Metode ini paling-paling hanya mengambil 30-40% dari total batubara yang ada. Oleh karena
itu, untuk menaikkan produksi, setelah semua
block 
 tersebut di tambang, ketika kembali ke jalan utama dekat
 shaft 
, pilar-pilar yang ditinggalkan di kikis sedikit (proses ini namanya
retreat mining 
). Selama proses ini, tidak ada operator yang boleh berada di bawah atap batuan semuanya
dikendalikan oleh
remote
 dari jauh. Metode
room and pillar 
 lebih tepat digunakan pada material bahan galian sedimen yang cenderung tersebar dengan
ketebalan merata dengan lapisan yang cenderung datar (
 flat 
) dan dengan ketebalan sekitar 1 sampai dengan 4 meter. Contoh bahan galian yang relatif lebih
cocok menggunakan metode
room and  pillar 
 seperti tembaga, gipsum, kapur, batubara.
Gambar 1. Metode Room and Pillar
 
 
Ciri-ciri dari metode
room and pillar
ini, antara lain :
 
1. Produktivitas rendah 2. Investasi alat kecil 3. Rasio penambangan (
mining recovery
) sekitar 60 - 70 % 4. Lebih fleksibel terhadap gangguan operasi, geologi dan peralatan 5. Karena
meninggalkan batubara dalam jumlah besar maka berpotensi terjadi swabakar 6. Hanya dapat
diaplikasikan pada ketebalan lapisan 1 - 4 m 7. Potensi
 subsidence
 kecil Ada beberapa klasifikasi dari metode Room ad pillar yang umum, yaitu : 1.
Classic Room and Pillar Method 
 Metode ini merupakan metode yang sering ditemukan pada bahan galian maupun batubara yang
cadangannya cenderung tersebar mendatar (
 flat 
) dan dengan ketebalan yang memungkinkan. Kelebihan metode
classic room and pillar method adalah s
etelah permuka kerja penambangan dibuat, dapat segera memulai penambangan batubara,
sehingga tidak memerlukan waktu yang panjang untuk persiapan penambangan  batubara.
Sedangkan kekurangan
classic room and pillar method adalah recovery
 sedikit, hanya berkisar 40 - 60% bila tanpa mengekstraksi pilar. 2.
 Post Room and Pillar Method 
 Dengan inklinasi candangan yang mencapai 20°-55°, metode yang digunakan umumnya ialah
 post room and pillar method 
. Efektivitas pengambilan cadangan bisa lebih besar disebabkan pengambilan cadangan
dilakukan dengan mengikuti arah dan ruang cadangan sehingga kemungkinan tertinggalnya
bahan galian yang ditambang semakin kecil. Kelebihan metode
 post room and pillar method adalah recovery
 lebih  besar disebabkan pengambilan cadangan dilakukan dengan mengikuti arah dan
 
 
ruang cadangan sehingga kemungkinan tertinggalnya bahan galian yang ditambang semakin
kecil. Sedangkan kerugian metode
 post room and pillar method adalah
kemungkinan terjadinya subsiden lebih besar bila tidak diikuti dengan  penambahan penyangga
buatan 3.
Step Room and Pillar Method 
 Metode
 step room and pillar
cocok diterapkan pada cadangn dengan inkliasi 15-30 dengan ketebalan lapisan cadangan antara
2-5 meter.
Step room and  pillar 
 merupakan metode yang digunakan dirancang untuk memudahkan peralatan  beropersi didalam
cadangan (
ore deposit 
),
 stope
 dirancang berjenjang akan tetapi terdapat jalan yang menghubungkan antar step atau jenjang.
Kelebiahan metode
 step room and pillar method adalah
 pengangkutan di dalam permuka kerja hampir tidak memerlukan tenaga penggerak karena dapat
berjalan sendiri, misalnya melalui jalan penghubung. Kerugian metode
 step room and pillar method adalah
memerlukannya tenaga kerja yang banyak untuk membawa masuk peralatan, sehingga volume
produksi tergantung dari banyaknya alat mekanis yang tersedia Peralatan yang biasa digunakan
untuk metode
room and pillar
antara lain : 1.
 
· Alat pemotong lapisan batubara bawah tanah disebut
continuous miner 
. Contohnya alat pemotong lapisan batubara antara lain;
 shearer dan  plow (plough).
 2.
 
· Alat gali isi hasil peledakan bawah tanah adalah
 Load-Haul-Dump (LHD)
,
over shot loader 
, slusher (scrapper) dan sebagainya. 3.
 
· Alat angkut digunakan truck berdimensi kecil, belt conveyor, chain conveyor, lori-lokomotif (
train
) dan lain-lain. Cara penambangan
room and pillar
mengandalkan endapan batubara yang tidak diambil sebagai penyangga dan endapan batubara
yang diambil sebagai
room
. Pada metode ini penambangan batubara sudah dilakukan sejak pada saat  pembuatan lubang
maju. Selanjutnya lubang maju tersebut dibesarkan menjadi
 
 
ruangan
 – 
ruangan dengan meninggalkan batubara sebagai tiang penyangga. Besar  bentuk dan ruangan
sebagai akibat pengambilan batubaranya harus diusahakan agar penyangga yang dipakai cukup
memadai kuat mempertahankan ruangan tersebut tetap aman sampai saatnya dilakukan
pengambilan penyangga yang sebenarnya yaitu tiang penyangga batubara (
coal pillar 
). Metode ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam besaran jumlah  batubara yang dapat
diambil dari suatu cadangan batubara karena tidak semua tiang penyangga batubara dapat
diambil secara ekonomis maupun teknik. Dari seluruh total cadangan terukur batubara yang
dapat diambil dengan cara  penambangan metode
 Room and Pillar 
 ini paling besar lebih kurang 60 - 70% saja. Hal ini disebabkan banyak batubara tertinggal
sebagi tiang-tiang pengaman yang tidak dapat diambil. Metode penambangan ini terdiri dari
metode penambangan batubara yang hanya melalui penggalian maju terowongan, dan metode
penambangan secara  berurutan terhadap
 pillar 
 batubara yang diblok tadi, mulai dari yang terdalam, apabila jaringan terowongan yang digali
tersebut telah mencapai batas maksimum  blok penambangan. Keunggulan dari metode
penambangan
room and pillar
adalah : 1. Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas dibanding
dengan sistem lorong panjang yang dimekanisasi. 2. Hingga batas-batas tertentu, dapat
menyesuaikan terhadap variasi kemiringan (kecuali lapisan yang sangat curam), tebal tipisnya
lapisan batubara, keberadaan  patahan serta sifat dan kondisi lantai dan atap. 3. Mampu
menambang blok yang tersisa oleh penambang sistem lorong  panjang, misalnya karena adanya
patahan. 4. Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan  perlindungan
permukaan (seperti perlindungan bangunan terhadap penurunan  permukaan tanah). 5. Cukup
efektif untuk menaikkan
recovery
 sedapatnya, pada blok yang tidak cocok ditambang semua, misalnya penambangan bagian
dangkal di bawah dasar laut.
 
 
 
Sedangkan kerugian dari metode ini adalah : 1.
 Recovery
 penambangan batubara yang sangat buruk (± 60% - 70%). 2. Bila dibandingkan dengan metode
penambangan batubara sistem
long wall 
,  banyak terjadi kecelakaan, seperti atap ambruk. 3. Ada batas maksimum penambangan bagian
dalam, yang antara lain disebabkan oleh peningkatan tekanan bumi (batasnya sekitar 500 m di
bawah  permukaan bumi). 4. Karena banyak batubara yang disisakan, akan meninggalkan
masalah dari segi keamanan untuk penerapan di lapisan batubara yang mudah mengalami
terbakar.
b.Sistem Ventilasi
dua sistem ventilasi yang digunakan pada tambang batubara bawah tanah ini yaitu ventilasi
sistem tiup dan isap. Ventilasi sistem tiup adalah metode ventilasi yang membangkitkan tekanan
di portal udara masuk yang lebih tinggi (tekanan positif) dari pada tekanan atmosfir untuk meiup
masuk udara kedlam tambang bawah tanah.apabila ipas angin utama dijalankan denga metode
ini, gas metan akan terperangkap di dalam gob atau diding batubara, sehingga seandainya kipas
angin berhenti beroperasi ada bahaya gas tersebut mengalir kdalam lorong atau lokasi kerja
dalam waktu bersaaan. kabalikan dari sistem tiup, maka pada sisitem isap, kipas anging
ditempatka pada portal udara buang, membangkitkan tekana lebih rendah (tekanan negatif)
daripada tekanan atmosfir, untuk menghisap keluar udara dari dalam tanbang bawah tanah.
karena tidak ada klemahan seperti sistem ventilasi tiup yang dtulis diatas maka saat ini di
tambang batubara menggunkan metde ini. 1.
 
Debu dan Gas tambang bawah tanah Terdapat beberapa macam gas pengotor dalam udara
tambang bawah tanah. Gas-gas ini berasal baik dari proses-proses yang terjadi dalam tambang
maupun berasal dari batuan ataupun bahan galiannya. Gas-gas pengotor yang terdapat dalam
tambang bawah tanah tersebut, ada yang bersifat gas racun, yakni; gas yang bereaksi dengan
darah dan dapat
Related Papers
Istilah-istilah Dalam Pertambangan Batubara
By Arief S Pratama

 Download

  Bookmark

KAMUS TAMBANG.pdf
By Naufal Annabil

 Download

  Bookmark

KAMUS ISTILAH TAMBANG


By Juliansyah Putra

 Download

  Bookmark

7 MORE
Share this paper

edward patric
University of Notre Dame
Share
Report Work

 About
 Blog
 People
 Papers
 Job Board
 Advertise

  We're Hiring!

  Help Center

 Terms
 Privacy
 Copyright
 Academia ©2017