Anda di halaman 1dari 8

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 Ds = Bakteri salmonella
- Pasien mengatakan jika sehabis thypi Defisit Nutrisi
makan langsung muntah > 5x/
hari
- Pasien mengatakan tidak nafsu Makanan dan
makan minuman
- Pasien mengatakan makan apa
saja tidak dapat masuk, meski
makanan halus sekalipun, seperti Berkembang biak di
bubur usus
Do =
A. BB ideal (TB-100) – 10%
(160-100) – 10% = 54Kg Nyeri perut

BB sebelum sakit – BB saat ini


BB sebelum sakit Maroreksia mual
60 – 50 x 100% = 10 x 100% muntah
60 60
= 10%
B. HB = 13,9 Defisit nutrisi
Leukosit = 7.600
Trombosit = 266.000
LED = 16
C. Membran mukosa pucat
Pasien tampak lemas
Pasien terlihat mual muntah
>5x/hari
BB sebelum sakit 60kg
BB saat sakit 50 kg
Pasien tampak gelisah
Konjungtifa anemis
D. Pasien mengalami penurunan
10%
Diit rendah serat tinggi kalori

Ds = Bakteri salmonella Hipertermi


- Pasien mengatakan jika demam thypi
hari ke 3
Do =
- Pasien tampak gelisah Sirkulasi darah
- Pasien mengalami keringat
dingin
- Suhu tubuh 37,9 C Metabolisme

Hipertermi
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
SESUAI PRIORITAS

TGL &
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN PARAF
JAM
1 30 09 2019 Defisit nutrisi b.d ketidak mampuan mencerna makanan d.d
BB 10% dan mual, muntah >5x/ hari

2 Hipertermi b.d poses penyakit d.d suhu tubuh 37,9 C


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
30 09 Defisit nutrisi b.d ketidak mampuan Kebutuhan nutrisi 1. Observasi 1. Membantu mengkaji pasien
2019 mencerna makanan d.d pasien teratasi setelah - Observasi kuantitas dan 2. Makan sedikit tapi sering dapat
BB 10% dan mual, muntah >5x/ dilakukan tindakan kualitas makan merangsang nafsu makan dan
hari keperawatan selama - Kaji nutrisi ABCD meminimalisir mual
3x24 jam 2. Nursing treadment Meningkatkan selera makan dan
KH = status nutrisi - Mengajarkan pasien makan intake makan
1. Asupan gizi (5) dengan porsi sedikit tapi 3. Semakin tinggi tingkat
2. Energi (5) sering pemahaman pasien, semakin
3. Nafsu makan - Menyajikan makan yang mudah memberikan tindakan
(5) mudah di cerna dan dalam keperawatan
4. Makan satu keadaan hangat 4. Diet sesuai dengan kebutuhan
porsi habis 3. Edukasi pasien
- Memberikan HE tentang
Skala outcome = manfaat penemuan nutrisi
1. sangat menyimpang bagi tubuh
dari rentang normal 4. Kolaborasi
2. banyak menyimpang - Kolaborasi dengan ahli gizi
dari rentang normal untuk menentukan diet yang
3. cukup menyimpang tepat bagi pasien
dari rentang normal
4. sedikit menyimpang
dari rentang normal
5. tidak menyimpang
dari rentang normal
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
30 09 Hipertermi b.d poses penyakit d.d Setelah dilakukan 1. Observasi 1. mengetahui keadaan umum
2019 suhu tubuh 37,9 C tindakan keperawatan - Moitor ttv pasien
selama 3x24 jam - Monitor dan laporkan adanya Mengetahui tanda dan gejala
diharapkan pasien tanda dan gejala dari hipertermia
mampu hipertermi 2. Membantu mempermudah
KH : 2. Nursing treatment penguapan panas
1. Suhu tubuh - Anjurkan pasien memakai Mempercepat penurunan
menurun (5) pakaian tipis
produksi panas
2. Memodifikasi - Beri kompres hangat di
lingkungan sekitar beberapa bagian tubuh (dahi, Mencegah terjadinya deheidrasi
untuk mengontrol ubun-ubun) sewaktu panas
suhu tubuh (5) - Pasien disarankan untuk 3. Meningkatkan pengetahuan dan
banyak minum pemahaman dari pasien dan
3. Edukasi keluarga
- Berikan HE pada pasien dan 4. Membantu dalam penurunan
keluarga mengenai panas
Skala outcome : pengertian, penanganan dan
1. Sangat terganggu terapi yang akan diberikan
2. Banyak terganggu pada pasien hipertermi
3. Cukup terganggu 4. Kolaborasi
4. Sedikit terganggu - Kolaborasi dengan
5. Tidak terganggu termakologi tentang
pemberian obat
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN
1 30-09- - Observasi keadaan umum pasien + kaji
2019 nutrsi ABCD
11.05 R/ - pasien mual, muntah >5x / hari
- pasien terlihat lemas dan pucat

1 11.15 - Memasang infus + cek alergi obat


R/ - Pasien terlihat merintih saat dipasang infus
- Pasien tidak memiliki alergi obat

1 11.30 - Injeksi obat ( ondan, anitidine,


santagesik)
R/ - pasien tampak agak tenang
2 11.40
- Ttv pasien
TD = 130 / 80 S = 37,9 C
N = 88 RR = 18x/menit
Pasien tampak berkeringat dingin
2 11.45
- Memberikan kompres hangat
R/ - pasien tampak tenang dan merasa lebih
baik
1 12.00
- Mengajarkan pasien makan porsi sedikit
tapi sering
R/ - pasien tampak patuh, dan makan habis 4
sendok
2 13.00
- Menganjurkan pasien banyak minum
R/ - pasien menurut untuk banyak minum
2 13.10
- Menyarankan pasien agar memakai
pakayan yang tipis
R/ - keluarga pasien membantu mengganti
pakayain
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN
1 1-10-2019 - Observasi keadaan umum
21.00 R/ - mual, muntah berkurang

1 23.00 - Injeksi obat (ondansentron, ranitidine,


santagesik)
R/ - pasien tampak lebih segar

2 05.00 - Ttv pasien


TD : 130/90 S : 36,8 C
N : 84x/menit RR : 20x/menit

2 05.20 - Menganjurkan pasien untuk kompres


hangat bila panas kembali tinggi

2 05.45 - Observasi keadaan umum


R/ - pasien sudah tidak mengalmi
mual/muntah

2-10-2019 - Menganjurkan pasien untuk makan 1


1 20.20 porsi habis
R/ - pasien sudah makan 1 porsi habis

1 21.10 - Injeksi obat (ceftriaxone)


R/ - pasien sudah bisa beraktivitas dan pasien
tampak sehat

2 05.00 - Ttv pasien


TD : 130/90 S : 36,6 C
N : 86x/menit RR : 21x/menit
EVALUASI

MASALAH
TANGGAL/
KEPERAWATAN/ CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
PUKUL
KOLABORATIF
30-09-2019 Defisit nutrisi b.d S:
13.00 ketidak mampuan - Pasien mengatakan jika sehabis
mencerna makanan makan muntah
d.d - Pasien mengatakan tidak nafsu
BB 10% dan makan. Dan tidak mampu
mual, muntah >5x/ mencerna makana apapun
hari O:- Pasien terlihat lemas, pucat
- Membran mukosa kering
- Pasien tampak gelisah
- BB 10 %
TD : 130/80 S : 37,9 C
N : 88 x/menit RR : 18 x/ menit
A : - Masalah belum teratasi
P : - Melanjutkan intervensi

30-09-2019 Hipertermi b.d poses S : - Pasien mengatakan jika demam sudah


13.00 penyakit d.d suhu H-3
tubuh 37,9 C O : - Suhu tubuh diatas normal 37,9 C
- Pasien tampak gelisah
- Pasien mengalami keringat dingin
A : - Masalah belum teatasi
P : - Lanjutkan intervensi

1-10-2019 Defisit nutrisi b.d S : - Pasien mengatakan muntahnya


06.00 ketidak mampuan bekurang, namun terkadang masih
mencerna makanan mual
d.d
BB 10% dan O : - Pasien tampak segar
mual, muntah >5x/ - Pasien mampu menghabiskan
hari makan 1 porsi habis
- S : 36,6 C , TD : 130/90, N :
84x/mnt , RR : 20x/menit
A : - Masalah sudah teratasi
P : - Intervensi dihentikan

1-10-2019 Hipertermi b.d poses S : Pasien mengatakan sudah tidak demam


06.00 penyakit d.d suhu lagi
tubuh 37,9 C O : - Suhu tubuh normal
- Pasien tidak terlihat berkeringat
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

2-10-2019 Defisit nutrisi b.d S : Pasien mengatakan sudah tidak mual


ketidak mampuan dan muntah
mencerna makanan O : - Pasien terlihat segar bugar
d.d - Pasien terlihat sudah biasa
BB 10% dan - Beraktivitas tanpa di bantu
mual, muntah >5x/ - TD : 130/90
hari N : 86x/menit
S : 36,6
RR : 21x/menit
A : Masalah teratasi
P : Intervensi di hentikan