Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2

BANK dan LEMBAGA KEUANGAN NON BANK


Marita Hardiyanti
022347067

1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang menentukan bunga kredit dalam
manajemen kredit ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip syariah menurut UU perbankan?
3. Sebutkan faktor-fakor yang menjadi penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan
PBI No.13/1/PBI/2011?
4. Sebutkan dan jelaskan mengapa kesehatan bank perlu dijaga, berdasarkan konsep
Bank Indonesia?
5. Dalam manajemen Bank Umum ada istilah asset-liability management (ALM),
sebutkan dan jelaskan dua pendekatan dalam ALM?
Jawab :

1. faktor-faktor apa saja yang menentukan bunga kredit dalam manajemen kredit :
a. Total Biaya Dana (Cost of Fund).
Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana
simpanan baik dalam bentuk simpanan giro, tabungan maupun deposito.Total
biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk
memperoleh dana yang diinginkan. Total biaya dana ini harus dikurangi
dengan cadangan wajib atau Reserve Requrement (RR) yang telah ditetapkan
oleh pemerintah.
b. Biaya Operasi
Dalam melakukan kegiatan setiap bank membutuhkan berbagai sarana dan
prasarana baik berupa manusia maupun alat. Penggunaan sarana dan prasarana
ini memerlukan sejumlah biaya yang harus ditanggung bank sebagai biaya
operasi.
c. Cadangan Risiko Kredit
Merupakan cadangan terhadap macetnya kredit yang akan diberikan, hal ini
disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu risiko tidak
terbayar.
d. Laba yang diinginkan
Setiap kali melakukan transaksi bank selalu ingin memperoleh laba yang
maksimal. Penentuan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan penting,
mengingat penentuan besarnya laba sangat memengaruhi besarnya bunga
kredit.
e. Pajak
Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang
memberikaan fasilitas kredit kepada nasabahnya.
2. prinsip syariah menurut UU perbankan : aturan perjanjian berdasarkan hukum islam
antara Bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana atau pembiayaan kegiatan usaha
atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah antara lain pembiayaan
berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan penyertaan
modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan
(murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa
pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang
disewa dari pihal bank oleh pihal lain (ijarah wa iqtina).
3. faktor-fakor yang menjadi penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan PBI
No.13/1/PBI/2011 :
a. Profil Risiko (Risk Profile)Berdasarkan PBI No. 13/1/PBI/2011 bank
melakukan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan
manajemen risiko dalam kegiatan operasional terhadap delapan risiko, yakni
risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum,
risiko stratejik, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Penelitian ini mengukur
tiga risiko pada faktor risk profilemenggunakan rasio Non Performing
Loan(NPL) untuk mengukur risiko kredit, rasio Interest Rate Risk(IRR) untuk
mengukur risiko pasar, dan rasio
b. Good Corporate Governance(GCG)Penilain pelaksanakan GCG bank
mempertimbangkan faktor-faktor penilaian GCG secara komprehensif dan
terstruktur, mencakup governance structur, governance process, dan
governance outcome.
c. Rentabilitas (earning)Penilaian earningbank milik pemerintah pusat
menggunakan parameter diantaranya adalah:
 Return On Aset (ROA)
 Net Interest Margin(NIM)
d. Permodalan (capital)Rasio Capital Adequency Ratio(CAR) dapat digunakan
untuk mengukurkecukupan modal yang dimiliki bank dan pemenuhan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
4. Kesehatan bank perlu dijaga, berdasarkan konsep Bank Indonesia agar bank dapat
menjalankan fungsinya dengan baik. Bank yang sehat adalah :
a. dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat
b. dapat menjalankan fungsi intermediasi
c. dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran
d. dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya,
terutama kebijakan moneter
Untuk menjalankan fungsinya dengan baik bank harus :
o mempunyai modal yang cukup
o menjaga kualitas asetnya dengan baik
o dikelola dengan baik dan dioperasikan berdasarkan prinsip kehati-
hatian
o menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya
o memelihara likuiditasnya sehingga dapat memenuhi kewajibannya
setiap saat
5. Asset / Liability Management adalah serangkaian tindakan dan prosedur yang
dirancang untuk mengontrol posisi keuangan. Isu-isu keamanan dan kesehatan
merupakan bagian penting dari definisi ini. Namun, Koperasi Kredit mengakui
perlunya pendapatan yang konsisten untuk membantu pertumbuhan dan pelayanan,
seimbang dengan faktor lain. Dengan demikian tujuan dari ALMA adalah untuk
menjaga kesehatan bank yang dapat diukur dengan CAMEL serta melakukan
antisipasi terhadap perubahan eksternal yang berkaitan dengan inflasi dan tingkat
suku bunga serta perubahan atas nilai tukar mata uang (M Ali 2004) selain itu ALMA
dimaksudkan agar bank memperoleh net income yang optimal bagi bank dengan
pengendalian yang tepat atas aktiva dan passive bank diharapkan bank dapat
memperoleh pendapatan dari kegiatannya tersebut.
Menurut tingkat kepekaannya ALM dibagi menjadi dua jenis, yaitu
a. rate sensitive asset-liabilities. Asset yang digolongkan sebaga rate sensitive
asset (RSA) adalah semua asst, termasuk asset dengan bunga tetap (fixed rate),
yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau asset
dengan bunga mengambang yang harus diperbaharui setiap 1, 3 atau 6 bulan.
b. fixed rate asset dan fixed rate liability adalah semua asset dan liabilitas yang
mempunyai jatuh tempo atau dapat diperbaharui tingkat bunganya lebih daru 6
bulan dan tidak termasuk dalam golongan RSA dan RSL.

Anda mungkin juga menyukai