Anda di halaman 1dari 8

METODE PENELITIAN

DAN STATISTIKA LANJUT

“SUKU BANYAK (POLINOMIAL)”

OLEH:
BELLA MONICA WOWOR
NIM: 19202109001

UNIVERSITAS SAMRATULANGI MANADO


FAKULTAS PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2019
PENGERTIAN DAN NILAI SUKU BANYAK (POLINOMIAL)

Pendahuluan

Di page ini anda akan mempelajari tentang Sukubanyak atau Polinomial


(“Polynomial”  dalam bahasa inggris). Saya akan membagi materi sukubanyak menjadi 5
subbab. Perlu diketahui bahwa yang akan saya berikan adalah materi yang sudah saya
ringkas. Jadi mungkin akan ada beberapa teori-teori tertentu yang tidak lengkap. Saya hanya
akan menunjukkan inti dari materi sukubanyak ini. Selamat belajar. Diharapkan setelah
teman-teman mencermati betul ringkasan materi yang saya akan berikat dibawah, teman-
teman dapat mengetes pemahaman dengan mencoba mengerjakan Latihan Soal.

Menurut wikipedia, Sukubanyak adalah pernyataan matematika yang melibatkan jumlahan


perkalian pangkat dalam satu atau lebih variabel dengan koefisien. Sukubanyak dalam x yang
berderajat n, dengan n bilangan cacah dan a n ≠ 0, dituliskan dalam bentuk anxn  + an-1xn-1 + an-
n-2 0
2x  + a1x  .. + a . Jika dinyatakan dalam bentuk fungsi maka penulisanya adalah : P(x)

= anxn  + an-1xn-1 + an-2xn-2 + a1x  .. + a0 

1. Nilai Sukubanyak dan Operasi Antar Sukubanyak

Nilai Sukubanyak
Apabila sukubanyak dinyatakan dengan fungsi f(x), dan x diganti dengan bilangan h, maka
bentuk f(h) adalah nilai sukubanyak tersebut untuk x=h.

Contoh soal :
Diberi sukubanyak f(x) = 3x2+2x+1, maka nilai f(2) adalah ?

Jawab : 
f(x) = 3x2+2x+1, jika x=2, maka kita substitusikan 2 ke dalam setiap variabel x.
f(2) = 3(2)2+2(2)+1= 3.4 + 2.2 + 1 = 12 + 4 + 1= 17

Operasi Antar Sukubanyak


Operasi antar sukubanyak adalah penambahan, pengurangan, atau perkalian sukubanyak
dengan menjumlahkan,mengurangkan, atau mengalikan suku-suku sejenis dari setidaknya
dua sukubanyak. Materi ini tentu tidak terlalu sulit karena kita telah mempelajari
penambahan,pengurangan, dan perkalian aljabar (operasi aljabar) ketika kita menduduki
bangku SMP. Misalnya,  4x2 dan 3x2 apabila dilakukan penjumlahan maka menjadi 7x2 dan
kalau perkurangan menjadi x2. Jika dilakukan perkalian, maka menjadi 12x4, dengan
derajatnya 4.
Contoh soal :

Diberi dua sukubanyak f(x)= 3x2+2x+2 dan g(x)= 5x2+7x+1,


tentukan: 
a. f(x) + g(x)
Jawab :
f(x) + g(x) = (3x2+2x+2) + (2x2+7x+1) = 5x2+9x+3

b. f(x) – g(x)
Jawab : f(x) – g(x) = (3x2+2x+2) – (2x2+7x+1) = 3x2+2x+2-2x2-7x-1 = x2-5x+1

c. f(x) × g(x)
Jawab : f(x) × g(x) = (3x2+2x+2) × (2x2+7x+1) = 6x4+25x3+21x2+16x+2

2.  Pembagian Sukubanyak


Pembagian sukubanyak dapat diumpamakan seperti pembagian bilangan bulat, seperti 9:2= 4
sisa 1 atau dapat ditulis dengan 9=2 x 4 + 1. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut : yang
dibagi = pembagi x hasil bagi + sisa pembagian, atau dapat dinotasikan sebagai berikut

P(x) = Q(x) × H(x) + S(x)

Pembagian sukubanyak akan saya bagi menjadi tiga, yaitu:


a. Pembagian Sukubanyak P(x) dengan x-h
b. Pembagian Sukubanyak P(x) dengan (ax-b)
c. Pembagian Sukubanyak P(x) dengan ax2+bx+c

3.  Teorema Sisa


Konsep teorema sisa mirip dengan konsep pembagian Sukubanyak. Untuk teorema sisa
sendiri ada 3, yaitu teorema sisa untuk pembagi berbentuk (x-h), pembagi berbentuk   (ax-b),
dan pembagi berbentuk (x-h1)(x-h2). Berikut adalah tiga teorema sisa:

 Teorema 1: Jika sukubanyak P(x) berderajat n dibagi (x-h), maka sisa pembagianya
adalah S=P(h).
 Teorema 2: Jika sukubanyak P(x) berderajat n dibagi (ax-b), maka sisa pembagianya

adalah  .
 Teorema 3: Jika sukubanyak P(x) berderajat n dibagi (x-h1)(x-h2), maka sisa

pembagianya adalah   
4. Teorema Faktor
Untuk dapat memahami teorema faktor, kita terlebih dahulu harus memahami teorema sisa
(saya jelaskan di subbab sebelumnya). Diberikan sukubanyak berikut ini

P(x) = (x-1)(x2+1) = x3-x2+x-1

Perlu anda ketahui dua hal: 1) (x-1) adalah faktor dari P(x). 2) P(1) = 0 atau sisa = 0.

Dari dua hal diatas, dapat kita simpulkan teorema faktor:

Suatu sukubanyak P(x) memiliki faktor yaitu (x-h) jika dan hanya jika P(h) = 0 atau
sisanya = 0.

Pembuktian :

 Kita ketahui dari pembagian sukubanyak bahwa P(x) = Q(x) . H(x) + S(x)
 Dari teorema sisa kita pelajari bahwa P(x) = (x-h).H(x) + S, dengan S = P(h). Kita
ketahui bahwa teorema faktor berlaku jika dan hanya jika P(h) atau sisa = 0.

P(x) = (x-h).H(x) + S

Karena P(h) = 0, maka

P(x) = (x-h).H(x)

Ini menunjukkan bahwa (x-h) adalah faktor dari P(x), jika dan hanya jika P(h) = 0
5.  Persamaan Sukubanyak
Di awal materi kita telah mengenal bentuk umum sukubanyak yaitu:

anxn  + an-1xn-1 + an-2xn-2 + a1x  .. + a0 = 0

an ≠ 0

Penentuan nilai x dari persamaan diatas dikenal sebagai akar-akar persamaan sukubanyak.
Penentuan nilai x dapat dilakukan dengan cara skema Horner. Persamaan sukubanyak
berkaitan dengan teorema faktor yaitu:

Suatu sukubanyak P(x) memiliki faktor yaitu (x-h) jika dan hanya jika P(h) = 0 atau
sisanya = 0.

Menentukan Akar-akar Rasional Bulat Persamaan Sukubanyak


1. Pengertian Akar-akar Rasional
 Apabila diketahui sebuah persamaan sukubanyak:

axn  + axn-1 + axn-2 + ax  .. + b = 0

Maka akar rasional dari persamaan di atas adalah  

Sebagai contoh, apabila diketahui persamaan sukubanyak 6x3 + 5x3 – 3x – 2 = 0

Maka, akar rasional yang mungkin adalah faktor dari b/faktor dari a, yaitu ±1, ±2, ±1/2, ±1/3,
±1/6, ±2/3

2. Menentukan Akar-akar Rasional Persamaan Sukubanyak P(x) = 0


Berikut ini, adalah langkah-langkah sederhana yang bermanfaat dalam menentukan akar-akar
rasional dari persamaan sukubanyak P(x) = 0

Langkah 1. Hitunglah, apakah hasil penjumlahan dari koefisien-koefisien P(x) = 0?

 Bila ya, maka x=1 adalah akar dari P(x) = 0 atau (x-1) adalah faktor dari P(x)=0.
 Bila tidak, lanjutkan ke langkah 2.

Langkah 2. Periksa apakah penjumlahan dari koefisien variabel berpangkat genap sama
dengan jumlah dari koefisien variabel berpangkat ganjil?
 Bila ya, maka x=-1 merupakan akar dari P(x) = 0.
 Bila tidak, lanjutkan ke langkah 3.

Langkah 3. Tentukan akar-akar atau faktor-faktor dengan cara coba-coba.

Jumlah dan Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Sukubanyak