Anda di halaman 1dari 16

Nama : Dhani Achmad Oktovianto

NIM : P07134018 095

Kelas : 2B

Mata Kuliah : Analisis Makanan dan Minuman

Dosen : Nur Habibah, S.Si., M.Sc

Pada jurnal analisis zat pemanis buatan pada minuman jajan yang dijual di Pasar Tradisional
Kota Manado yakni analisis pemanis buatan siklamat.Jurnal yang saya dapatkan digunakan Analisis
Kuantitatif Kadar Siklamat Metode Kurva KalibrasiSpektrofotometri UV dengan panjang gelombang
314 nm. Namun metode analisis standar dari SNI [SNI 01-2893-1992] dapat dilakukandengan metode
kromatografi lapis tipis, di mana siklamat akan memberikan warna putih dengan perak nitrat di bawah
sinar ultra violet.

Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu analisis kualitatif dari suatu sampel yang ingin
dideteksi dengan memisahkan komponen- komponen sampel berdasarkan perbedaankepolaran. Adapun
prinsip dari Kromatografi lapis tipis adalah teknik ini biasanya menggunakan fase diam dari bentuk plat
silika dan fase geraknyadisesuaikan dengan jenis sampel yang ingin dipisahkan. Sedangkan
Spektrofotometer merupakan peralatan untuk mengukur besarnya absorbansi yang dilakukanoleh bahan,
zat, atau senyawa kimia. Pada pengukuran di daerah UV dipakai cuvet kwarsaatau plexiglass, sedangkan
cuvet dari kaca tidak dapat dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Adapun prinsip
Spektrofotometer yakni Spektrum elektromagnetik dibagi dalam beberapa daerah cahaya. Suatu daerah
akan diabsorbsi oleh atom atau molekul dan panjang gelombang cahaya yang diabsorbsi dapat
menunjukan struktur senyawa yang diteliti. Adapun kelebihan dari metode Kromatografi Lapis Tipis :

1
1. KLT lebih banyak digunakan untuk tujuan analisis.
2. Identifikasi pemisahan komponen dapat dilakukan dengan pereaksi warna, fluoresensi, atau
dengan radiasi menggunakan sinar ultraviolet.
3. Perlakuan dapat dengan elusi secara mekanik (ascending), menurun (descending), atau dengan
cara elusi 2 dimensi.
4. Ketepatan penentuan kadar akan lebih baik karena komponen yang akan ditentukan merupakan
bercak yang tidak bergerak.
5. Hanya membutuhkan sedikit pelarut.
6. Biaya yang dibutuhkan terjangkau.
7. Jumlah perlengkapan sedikit.Preparasi sample yang mudah
8. Berfungsi untuk memisahkan senyawa hidrofobik (lipid dan hidrokarbon) yang dengan metode
kertas tidak bias

Sedangkan kelemahan dari metode Kromatografi Lapis Tipis :


1. Butuh ketekunan dan kesabaran yang ekstra untuk mendapatkan bercak/noda yang diharapkan.
2. Butuh sistem trial and eror untuk menentukan sistem eluen yang cocok.
3. Memerlukan waktu yang cukup lama jika dilakukan secara tidak tekun

Kelebihan Spektrofotometer UV
Metode ini memberikan cara sederhana untuk menetapkan kuantitas zat yang sangat kecil.
Selain itu, hasil yang diperoleh cukup akurat, dimana angka yang terbaca langsung dicatat oleh
detector dan tercetak dalam bentuk angka digital ataupun grafik yang sudah diregresikan

Sedangkan kekurangan Spektrofotometer UV


1. Absorbsi dipengaruhi oleh pH larutan, suhu dan adanya zat pengganggu dan kebersihan dari
kuvet
2. Hanya dapat dipakai pada daerah ultra violet yang panjang gelombang >185 nm
3. Pemakaian hanya pada gugus fungsional yang mengandung elektron valensi dengan energy
eksitasi rendah
4. Sinar yang dipakai harus monokromatis

1
JURNAL

ANALISIS ZAT PEMANIS BUATAN PADA MINUMAN JAJANAN


YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA MANADO

NURAIN A. HADJU
080315005

Dosen Pembimbing:

1. Ir. Thelma D.J. Tuju,MSi


2. Ir. Maya M. Ludong,MS
3. Ir. Tineke M. Langi,MSi

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
2012

1
Substance Analysis Sweetener Beverages Snacks On Sale
At The Traditional Market in Manado

Nurain A. Hadju 1), Thelma D.J. Tuju 2), Maya M. Ludong 2), Tineke M. Langi 2)
1
) Mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian
Universitas SamRatulangi
2)
Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian
Universitas SamRatulangi

ABSTRACT

Drinks snacks is one product with a sweet taste that can be found, one in the traditional market town of
Manado. In the manufacturing procces, manufacturers often use artificial sweeteners to replace natural
sweeteners in order to lower production costs. Artificial sweeteners are the most widely used is the cyclamate
and saccharin. In some studies it was found that the use of artificial sweeteners that do not qualify will cause
carcinogenic diseases. This study aims to analyze the levels of artificial sweeteners as food additives in
beverages snacks sold in the traditional market town of Manado. The study uses survey. The samples used were
snacks beverages like cendol ice, teler ice, coconut ice, and syrup ice sold in six traditional market town of
Manado. This location is chosen according to the overall market located in the market town of Manado Perum
Paniki, Paal 2, Tuminting, Bersehati, Karombasan, and Bahu. Sampling as many as 16 samples in which
samples cendol ice, teler ice 4 samples, coconut ice 1 sample, and syrup ice 2 samples. Conducted a qualitative
analysis of samples for the presence of cyclamate and saccharin in content of the sample followed by a
quantitative analysis to measure the level of artificial sweeteners contained in the sample. The results showed
that in 16 samples of drinks snacks that are six traditional market town of Manado, containing no artificial
sweeteners saccharin and two samples of syrup containing artificial sweetener cyclamate. Samples containing
cyclamate syrup is red syrup and yellow syrup. Cyclamate levels found in red syrup of 931.98 mg / kg and
yellow syrup of 848.65 mg / kg. According to the ISO limit of safe consumption of cyclamate in similar syrup is
500 mg / kg, so it can be concluded that cyclamate levels have exceeded the allowed thresholdvalue.

Keywords: Snacks drinks, artificial sweeteners, cyclamate, syrup ice

ABSTRAK

Minuman jajanan merupakan salah satu produk dengan rasa manis yang bisa dijumpai, salah satunya di
pasar tradisional kota Manado. Dalam proses pembuatannya, produsen seringkali menggunakan pemanis buatan
untuk mengganti pemanis alami agar menekan biaya produksi. Pemanis buatan yang paling banyak digunakan
adalah siklamat dan sakarin. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa penggunaan pemanis buatan yang
tidak memenuhi syarat akan menimbulkan penyakit yang bersifat karsinogen. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kadar pemanis buatan sebagai bahan tambahan pangan dalam minuman jajanan yang dijual di
pasar tradisional kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel yang digunakan adalah
minuman jajanan seperti es cendol, es teler, es kelapa muda dan es sirup yang dijual di enam pasar tradisional
kota Manado. Lokasi ini dipilih sesuai keseluruhan pasar yang terdapat di kota Manado yaitu pasar Perum
Paniki, Paal 2, Tuminting, Bersehati, Karombasan, dan Bahu. Pengambilan sampel sebanyak 16 sampel dimana
es cendol 9 sampel, es teler 4 sampel, es kelapa muda 1 sampel dan es sirup 2 sampel. Analisis sampel
dilakukan secara kualitatif untuk melihat adanya kandungan siklamat dan sakarin pada sampel kemudian
dilanjutkan dengan analisis kuantitatif untuk mengukur kadar pemanis buatan yang terkandung dalam sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 16 sampel minuman jajanan yang berada di enam pasar tradisional
kota Manado, tidak ada yang mengandung pemanis buatan sakarin dan dua sampel es sirup mengandung
pemanis buatan siklamat. Sampel es sirup yang mengandung siklamat yaitu es sirup merah dan es sirup kuning.
Kadar siklamat yang terdapat dalam es sirup merah sebesar 931,98 mg/kg dan es sirup kuning sebesar 848,65
mg/kg. Menurut SNI batas konsumsi siklamat yang aman pada sejenis es sirup adalah 500mg/kg, jadi dapat
diambil kesimpulan bahwa kadar siklamat telah melebihi nilai ambang batas yang diizinkan.

Kata kunci: Minuman jajanan, pemanis buatan, siklamat, es sirup.


PENDAHULUAN Bahan dan Alat
Pemanis buatan merupakan bahan Bahan yang digunakan dalam
tambahan pangan yang dapat penelitian ini yaitu sampel minuman
menyebabkan rasa manis pada pangan, jajanan es cendol, es teler, es kelapa muda,
tetapi tidak memiliki nilai gizi. Bahan es sirup, larutan asam klorida HCL 10%,
pemanis ini adalah hasil buatan manusia, larutan barium klorida BaCl2 10%, larutan
oleh karena itu bahan tersebut tidak nitrit NaNO2, asam asetat, etil asetat,
diproses secara alamiah. Pemanis buatan natrium hirdoksida 10N, sikloheksan,
yang telah dikenal dan banyak digunakan asam sulfat 30%, 1% klor bebas, larutan
adalah sakarin dan siklamat Pedagang baku natrium siklamat, asam sulfat pekat,
kecil dan industri rumahan seringkali 25 mL NaOH 0,5 N, aquades.
menggunakan pemanis buatan karena Alat-alat yang digunakan yaitu
dapat menghemat biaya produksi timbangan analitik, pipet volume, tabung
(Cahyadi,2008). reaksi, gelas ukur, labu erlenmeyer, corong
Minuman jajanan dipasar tradisional pisah, hotplate, water-bath dan
merupakan industri skala kecil yang spektrofotometer UV.
biasanya kurang memperhatikan sanitasi
dan keamanan pangan. Minuman jajanan Metode Penelitian
seperti es cendol, es teler, es kelapa muda Penelitian ini menggunakan metode
dan es sirup yang rasanya enak, manis, survei. Pengambilan sampel dilakukan
segar dan penampilannya yang menarik, sesuai dengan adanya jumlah produk
menjadikan produk ini banyak disukai oleh minuman jajanan yang tersedia di seluruh
masyarakat. Minuman jajanan menjadi pasar tradisional Manado. Analisis sampel
salah satu contoh produk yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif
mencampurkan pemanis buatan. Dalam di laboratorium, selanjutnya pembahasan
produk ini, takarannya harus sesuai dengan dilakukan secara deskriptif.
syarat yang berlaku menurut Standar
Nasional Indonesia. Pemanis buatan yang Prosedur Penelitian
tidak sesuai syarat pemakaian dalam Pengambilan dan Pengumpulan Data
minuman jajanan menjadi salah satu Langkah awal dalam penelitian ini
masalah keamanan pangan. adalah menyiapkan kuisioner yang berisi
Tujuan penelitian ini adalah untuk pertanyaan tentang penggunaan pemanis
menganalisis kadar pemanis buatan buatan kepada penjual minuman di pasar
sebagai bahan tambahan pangan dalam tradisional kota Manado. Selanjutnya
minuman jajanan yang dijual di pasar berdasarkan kuisioner yang ada, dilakukan
tradisional kota Manado. wawancara pada setiap responden yakni
penjual minuman jajanan sesuai lokasi
METODOLOGI PENELITIAN pemilihan yang sudah ditetapkan yaitu
Tempat dan Waktu Penelitian enam pasar tradisional yang ada di kota
Lokasi pengambilan sampel dilakukan Manado. Data yang diperoleh disajikan
di pasar tradisional Kota Manado yaitu dalam bentuk Tabelaris dan dijelaskan
pasar Perum Paniki, Paal 2, Tuminting, secara deskriptif.
Bersehati, Karombasan dan Bahu.
Selanjutnya, analisis sampel dilakukan di Pengambilan dan Analisis Sampel
Laboratorium Analisis Pangan Jurusan Pengambilan sampel dilakukan
Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian berdasarkan hasil survei peneliti pada
Unsrat dan Laboratorium Pangan BBPOM semua penjual minuman yang ada/tersedia
Manado, selama kurang lebih 2 bulan sesuai dengan jumlah pasar tradisional
terhitung dari bulan September-Oktober yang ada di kota Manado (semua penjual
2012. minuman diambil/dijadikansebagai
sampel karena jumlah yang ada

2
disetiap pasar sakarin dan
hanya sedikit). siklamat. Sampel 15cmx15cm, Analisis
Mengingat yang positif kemudian
penelitian ini mengandung ditambahkan 10 ml Kuantitatif Kadar
bersifat siklamat secara larutan HCL 10%. Siklamat
deskriptif kuantitatif Ditambahkan 10 ml Metode Kurva
sehingga tidak dilakukan analisis larutanBaCl2 Kalibrasi
menggunakan untuk penetapan 10%, dibiarkan 30 Spektrofotome
data statistik kadar secara menit. Disaring tri UV
dan metode spektrofotometri di menggunakan (Cahyadi,
pengambilan Laboratorium. kertas whatman 2006)
sampel secara berukuran LarutanUji
spesifik, tetapi Pengolahan dan 15cmx15cm. Dipipet
sesuai dengan Analisis Data Ditambahkan sejumlah 50
keadaan yang Data NaNO2 10%10 ml mL sampel,
sebenarnya. kualitatif dan dilakukan diruang dimasukkan
Pengambilan kuantitatif yang asam. Dipanaskan kedalam corong
sampel diperoleh dari hasil diatas hotplate atau pisah pertama,
minuman penelitian penangas air pada ditambahkan
dilakukan di laboratorium diolah suhu sekitar 125- 2,5 mL asam
enam pasar dan hasilnya 130. Hasil yang asetat pekat.
tradisional yang dibahas mengacu didapat sekitar 20- Setelah dingin,
dianggap pada SNI 01-6993- 30 menit setelah ditambahkan 50
mewakili 2004 tentang dipanaskan adalah mL etil asetat,
semua pasar Bahan Tambahan endapan putih dikocok selama
tradisional kota Pangan Pemanis berarti sampel 2 menit.
Manado. Buatan. Data mengandungsiklam Dipisahkan
Peneliti tersebut disajikan at. lapisan etil
mengambil dalam bentuk esetat dan
sampel dengan Tabelaris yang ambil 40 mL,
cara membeli dijelaskan/dibahas bagian yang
sampel seperti secara deskriptif. jernih,
halnya pembeli kemudian
lainnya. Enam Prosedur Analisis dimasukkan
pasartersebut Analisis kedalam corong
adalah pasar Kualitatif pisah ke-II.
Perum Paniki, Siklamat Dikocok 3 kali
Paal 2, Metode dengan 15 mL
Tuminting, Pengendapan air,
Bersehati, (SNI 01-2893- dikumpulkan
Karombasan, 1992) Ditimbang lapisan air,
dan Bahu. sebanyak 100 ml dimasukkan
Sampel sampel pada labu kedalam corong
minuman erlenmeyer. pisah ke-
jajanan ini Ditambahkan III,ditambahkan
selanjutnya aquades sampai 1mLnatriumhid
dianalisis tanda. roksida10N,5m
secara kualitatif Disaring L sikloheksan
untuk melihat dengan kertas dan dikocok
ada tidaknya whatman selama1menit.
kandungan berukuran Dipisahkan
pemanis buatan
3
lapisan dibuang, n n ke dalam labu
lapisansikl tentuukur 50
air dan oheksandit S mL yang
dimasu ambahkan t berbeda,
kkan ke 25 mL air, o ditambahkan
dalam dikocok k air sampai
corong dipisahkan Diti tanda dan
pisahke dandiambil mbang diperlakukan
-IV, l sejumlah sama seperti
ditamba a 50 mg larutan uji,
hkan2,5 p natrium mulai dari baku
mLasa i siklamat, tersebut
msulfat s kemudian dimasukkan ke
30%,5 a dimasukka dalam corong
mL n n kedalam kemudian,
siklohe labu 50 mL ditambahkan 1
ksan, 5 b dan mL natrium
mLlarut a dilarutkan hidroksida 10
anhipok w dengan air N, 5 mL
lorit a sampai sikloheksan dan
yang h tanda. dikocok selama
mengan . Larutan Baku 1 menit.
dung Dip Dipisahkan
1% ( ipet larutan lapisan air dan
klorbeb A baku dimasukkan ke
asdan ) masing- dalam corong
dikocok selama masing 1 pisah ke-II,
2 T mL; 2 mL; ditambahkan
menit. a 4 mL; 6 2,5 mL asam
Lapisan h mL; 8 mL sulfat 30%,5
siklohe a dimasukka
ksan akan p mL sikloheksan, 5 lapisan bawah, pada
berwar mL larutan natrium lapisan sikloheksan
na L
hipoklorit yang ditambahkan 25 mL air
kuning a
mengandung 1% dikocok, dipisahkan
kehijau r
klor bebas dan dan diambil bagian
an, u
dikocok selama 2 bawah.(B)
bila t
menit. Lapisan Larutan Blanko
tidak a
sikloheksan akan Dipipet 50 mL
berwarn n
berwarna kuning air, dimasukkan ke
a kehijauan, bila dalam corong pisah
ditamba B
tidak berwarna pertama, ditambahkan
hkan a
ditambahkan lagi 2,5 mL asam sulfat
lagi k
natrium hipoklorit pekat, setelah dingin,
larutan u
lebih kurang dari 5 ditambahkan 50 mL etil
natrium mL. Lapisan air asetat, dikocok selama
L
hipoklo dibuang, lapisan 2 menit. Dipisahkan
a
rit lebih sikloheksan dicuci lapisan etil asetat dan
r
kurang dengan 25 mL ambil 40 mL, bagian
u
5mL. NaOH 0,5 dan yang jernih, kemudian
t
Lapisan dikocok selama 1 dimasukkan kedalam
a
air menit. Dibuang corong pisah ke-
4
II.Dikocok 3 10 mL sebagai Analisis Bila terbentuk
kali dengan faktor Kualitatif warna hijau
15 mL air, pengencerannya, Sakarin flouresense
dikumpulkan sampai tanda Metode berarti sampel
lapisan air, dengan Ekstraksi positif
dimasukkan sikloheksan. Uji Warna mengandung
kedalam corong Cara Penetapan (SNI 01- sakarin.
pisah ke-II, Masing-masing 2893-
ditambahkan larutan A, B, 1994) HASIL DAN
natrium Cdiukur Dia PEMBAHASAN
hidroksida 10 menggunakan
samkan Hasil Survei Minuman
N, 5 mL spektrofotometer contoh Jajanan
sikloheksan dan sampel Hasil survei
dikocok selama pada
sebanyak dan tanya
1 menit. 100 ml jawab
Dipisahkan dengan berdasarkan
lapisan air dan HCL, lalu kuisioner pada
dimasukkan ekstrak 1 14 penjual di
kedalam corong kali 25 ml enam pasar
pisah ke-IV, eter. tradisional kota
ditambahkan 25 Setelah Manado adalah
mL asam sulfat larutan sebagai berikut.
30%, 5 mL terpisah, - Gambaran Umum
sikloheksan, 5 diuapkan Pasar Tradisional
mL larutan eter dalam Terdapat
hipoklorit yang tabung berbagai pasar
mengandung reaksi di tradisional yang
1% klor bebas udara tersebar dikota
dan dikocok terbuka.Dit Manado,dan
selama 2 menit. ambahkan1 yang paling
Lapisan 0tetesH2SO ramai dipadati
sikloheksan 4dan pengunjung
akan berwarna 40 mg adalah pasar
kuning resorsinol. Bersehati dan
kehijauan, bila Dipanaskan Karombasan.
tidak berwarna perlahan- Selain kedua
ditambahkan lahan pasar ini,
lagi larutan dengan api terdapat juga
hipoklorit lebih kecil pasar kecil
kurang 5 mL. sampai lainnya seperti
Dibuang berubah pasar Paal 2,
lapisan bawah, menjadi Tuminting,
pada lapisan warna hijau Bahu dan
sikloheksan kotor. Perum Paniki.
ditambahkan 25 Didinginka Dari adanya
mL air, n, hasil survei,
dikocok, tambahkan keenam pasar
dipisahkan, dan 10 ml air ini terutama
diambil lapisan suling dan keadaan dipasar
bagian bawah, larutan Karombasan
dimasukkan NaOH 10% dan Bersehati,
kedalam labu berlebihan. masih sangat
5
kurang sampel Bah mencampurkan
dalam seperti an baku aroma
hal pada Tabel yang frambozen.
kebersi berikut: digunakan Menurut
han. Tabel 1. Lokasi mudah penjual tersebut
Adapun Pengambilan didapat di aroma ini
semua Sampel pasar cukup digemari
pasar No. NamaPasar tradisional masyarakat
tradisio Kode atau di terutama anak-
nal LokasiPada
swalayan. anak karena
kotaMa Salah satu rasanya yang
1. PerumPaniki
nado bahan baku segar. Adapun
(A)
yang 2. Paal 2 utamanya produk
dijadika 3. Tuminting adalah zat minuman
n lokasi (C) pemanis. jajanan yang
pengam 4. Bersehati Pada es dijadikan
bilan 5. Karombasan sirup yang sampel diberi
(E) dijual di kode seperti
panjang pasar pada Tabel
gelombang 314 6. B (F)
nm,kemudian a Bersehati berikut :
h penjual Tabel 2. Jenis
u mengataka Minuman Jajanan
, n juga dan JumlahSampel
dihitung kadar Malalayang pengetahuan Jumlah K K
natrium (Sumber data : tentang zat Je Sampel e o
siklamat seperti Hasil Penelitian pemanis buatan ni s d
pada hasil 2012) sehingga menjadi s e e
salah satu faktor M l S
pembahasan.
bagi penjual in u a
Latar dan juga Sekolah u
Belakang Menengah minuman jajanan r m
m
Penjual Pertama, tetapi ada untuk a u p
Minuman juga yang menggunakan n h e
Jajanan pendidikan bahan pemanis Ja a l
Penjual terakhirnya dari buatan ja n
minuman Sekolah Dasar. n S
jajanan Latar belakang
a a
n m
sebanyak 14 pendidikan yang
melebihi nilai ambang batas. Kurangnya
orang dengan rendah berarti
rata-rata pengetahuan yang
berumur 30-40 dimilikinya juga pel
tahun. Semua relatif pengetahuan berkaita dalam
penjual kurang,termasuk penjual tentang n erat hal ini
minuman keamanan pangan, dengan dilihat
jajanan sudah akan mendorong keaman dari
beroperasi lebih semakin an tingka
dari dua tahun meningkatnya produk t
dan memiliki produk minuman minuma pendi
latar belakang jajanan yang tidak n dikan.
pendidikan aman untuk jajanan
dikonsumsi. yang -
lulusan Sekolah
Sehingga latar mereka Pengo
Menengah Atas
belakang penjual jual lahan
6
Minuman EsCen 9 Pengolahan EsSirup (D)
Jajanan dol minuman jajanan 2
Berdasarka 1 B dibuat dengan cara 2
n hasil survei (B) E yang masih DES1,
pada keenam (C)
C1 sederhana dengan
(D) Pada
pasar , menggunakan alat-
(E) 2
tradisional, B alat manual sesuai Tabel, dapat
(F) 1
hampir semua E dengan hasil survei. dilihat bahwa
minuman C2 Dalam hasil survei
jajanan yang C penyimpanan menunjukkan
dijadikan E bahan baku minuman
sampel dibuat EsTele C sebelum dibuat jajanan yang
r D produk, walaupun paling banyak
1 sebagian besar dijual dan
E
(D) terdapat di
C1 penjual
(E) 1
, menyimpannya di semua pasar
D lemari es, tetapi ada tradisional
E juga penjual yang adalah es
C2 masih cendol.
EE menyimpannya di Sedangkan es
C1 lemari biasa. Bahan teler, es kelapa
, baku tersebut muda dan es
EE contohnya seperti sirup
C2 santan dan tepung jumlahnya
FE tapioka untuk es sedikit ditemui
C cendol. di pasar
4 tradisional.
Hasil
D wawancara
ET dengan penjual
1, maupu
D beberapa
ET pembeli,
2 memang
EE mengatakan
T bahwa
sendiri oleh E (D) 1 minuman
s DE jajanan es
penjual. K KM cendol, yang
e paling banyak
Pembuatannya l digemari oleh
dilakukan a masyarakat
dirumah p
karena
penjual sendiri a
M
harganya lebih
dan murah
u
d yaituRp.3000/g
a elas.
dikemas di juga yang hanya - Golongan Umur Pembeli
No. Jenis
tempat Anak-Anak
menjadi Remaja
tenaga Dewasa
GolonganUmur Orang Tua Manula
Minuman Jajanan
Minuman
penjualan. (5-11 tahun)
penjual (12-17
yang (18-40
Pembeli (41-65 (≥
Tetapi berasal tahun)
dari tahun)
Jajanan. tahun) 66tahun)
1. Es cendol
diantaranya ada 10 produsen
orang utama.9 orang 25 orang
Tabel 13 orang
3. Rata-Rata 3 orang
2. Es teler 10 orang 14 orang 25 orang 24 orang 4 orang
3. Es kelapa 3 orang 8 orang 7 24 orang 15 orang 3 orang
muda
4. Es sirup 20 orang 12 orang 4 orang 12 orang 3 orang
minuman jajanan tidak mengetahui Hasil
ini ada banyak hal sebab Tanya jawab
yang harus danakibatnya. dengan penjual
diperhatikan belum bisa
terutama masalah disimpulkan
(Sumber data : bahan tambahan secara
Hasil pangan yang keseluruhan.
Penelitian digunakan dalam Ini terbukti
2012) produk seperti dengan adanya
Rata- pemanisbuatan. analisis
rata untuk es kualitatif yang
cendol pembeli -Penggunaan dilakukan di
yang paling Bahan Tambahan
banyak pada Pangan Pemanis
golongan Buatan
dewasa dan Hasil
orang tua. Pada wawancara
es teler yang berdasarkan
paling banyak kuisioner pada
pembelinya semua responden
pada golongan ternyata tidak
menggunakan laboratorium
dewasa dan
bahan tambahan dan
orang tua. Pada
pangan seperti menemukan
produk es
pemanis buatan adanya dua
kelapa muda
jenis siklamat dan sampel yang
paling banyak
sakarin. Pemanis mengandung
diminati
yang digunakan siklamat. Hal
golongan
dalam produk ini juga
dewasa dan
minuman jajanan disebabkan dari
orang tua.
adalah jenis gula hasil kuisioner
Sedangkan
pasir dan gula semua penjual
pada es sirup
merah. Penjual mengaku belum
paling banyak
mengetahui adanya pernah
diminati oleh
bahaya penggunaan mengikuti
anak- anak. Hal
bahan tambahan sosialisasi
ini
pangan hanya tentang
menunjukkan
melalui televisi, penggunaan
bahwa
radio dan media bahan
penikmat
massa seperti tambahan
minuman
majalah ataupun pangan yang
jajanan disukai
koran harian. baik sesuai
oleh semua
Kebanyakan persyaratan.
golongan usia
penjual mengetahui Setelah
terutama oleh
akibat dari diadakan survei
orang dewasa
penggunaan bahan dengan
dan orang tua
tambahan pangan menyertakan
yang paling
yaitu akan kuisioner
banyak
menyebabkan seperti yang
melakukan
penyakit dan sudah dibahas
aktivitas.
gangguan diatas,
Namun dibalik
kesehatan, tetapi selanjutnya
nikmatnya
8
dilakuk en selesai seperti pada Tabel4.
an dilakukan, Hasil Analisis -
analisis produk Kualitatif (Sumber data : Hasil
kualitat minuman Sakarin Penelitian 2012)
if dan yang MinumanJajanan Dari hasil
kuantita dijajahkan No. Sampel analisis kualitatif
tif pada diambil Hasil pemanis buatan sakarin
produk sebagai (-) dengan menggunakan
minum sampel N metode ekstraksi uji
an untuk e warna yang menjadikan
jajanan selanjutnya g larutan HCL, eter, asam
yang dilakukan a sulfat, resorsinol dan
sudah analisis t NaOH 10% sebagai
disamp kualitatif i pereaksi pada semua
ling. dan f sampel, menunjukkan
Analisi kuantitatif. bahwa pemanis buatan
s Dalam d tersebut tidak
pemani pengambila a digunakan pada produk
s n sampel n minumanjajanan.
buatan ini, peneliti Sakarin sudah
sakarin melakukan (+) Positif jarang ditemukan,
dan nya dengan 1. AEC karena pemanis ini
siklama cara - masih meninggalkan
t pada membeli 2. BEC1 rasa pahit pada produk
ke-16 sampel - dan harganya lebih
sampel seperti 3. BEC1 mahal dibandingkan
dilakuk pembeli - dengan pemanis buatan
an di lainnya. 4. BET lainnya. Sakarin di
laborat Jumlah - kalangan penjual
orium. sampel 5. CEC minuman jajanan tidak
sesuai - begitu dikenal karena
Hasil dengan 6. DEC1 biasanya digunakan
Analisi jumlah - untuk industri skala
s yang 7. DEC2 besar seperti pada
Kualita tersedia di - produk minuman
tif enam pasar 8. DET1 ringan. Dengan adanya
Sakari tradisional - hasil negatif pada 16
n seperti 9. DET2 sampel, sehingga tidak
Metode yang sudah - dilanjutkan lagi pada
Ekstra dijelaskan 10. DEKM analisis kuantitatif,
ksi Uji pada table - pada penetapan kadar
Warna 1. Analisis 11. DES1 sakarin.
(SNI kualitatif -
01- pemanis 12. DES2
2893- buatan - Hasil Analisis
1994) sakarin 13. EEC1 Kualitatif Siklamat
S yang - Metode Pengendapan
etelah dilakukan 14. EEC2 (SNI 01-2893- 1992)
wawan pada 16 - Hasil analisis kualitatif
cara sampel 15. EET siklamat dengam
pada menunjukk - menggunakan metode
respond an hasil 16. FEC pengendapan dapat
9
dilihat seperti No. Sampel Hasil mengandun minuman.
pada Tabel 5. (-) Negatif g siklamat Latar
yaitu pada belakang
dan (+)Positif es sirup penjual
1. AEC - berwarna minuman ini
2. BEC1 - merah dan adalah Sekolah
3. BEC1 - kuning. Dasar (SD),
4. BET - Pen juga menjadi
5. CEC - jual es salah satu
6. DEC1 - sirup faktor
7. DEC2 - adalah kurangnya
8. DET1 - satu- pengetahuan
9. DET2 - satunya tentang
10. DEKM - penjual keamanan
11. DES1 + yang pangan. Dari
12. DES2 + beroperasi hasil
13. EEC1 - di pasar wawancara
14. EEC2 - tradisional yang
15. EET - kota bersangkutan
16. FEC - Manado tidak
(Sumber data : (berdasarka menggunakan
Hasil Penelitian n hasil pemanis
2012) survei yang buatan, jadi
Dar sudah kemungkinan
i Tabel 5 dilakukan). karena yang
dapat Penjualnya bersangkutan
dilihat belum/tida tidak
adanya k pernah mengetahui
hasil mendengar/ bahwa yang
analisis menerima biasa dikenal
kualitatif sosialisasi dengan sari
terhadap adanyan manis itu
pemanis pemanis adalah pemanis
buatan buatan buatan siklamat
siklamat yang yang berbahaya
menggunak diijinkan bagi kesehatan.
an metode dan yang Dari uraian
pengendap tidak diatas
an pada 16 diijinkan menunjukkan
sampel, penggunaa bahwa masalah
menunjukk nnya pada keamanan
an bahwa bahan panganjugaturu
14 sampel makanan tdipengaruhiole
minuman dan hfaktor
jajanan pendidikan dari Spektrofotometri UV
tidak penjual, serta tidak (Cahyadi, 2006).
mengandun adanya sosialisasi Untuk
g siklamat yang diikuti. mengukur jumlah zat
dan pemanis buatan
terdapat Hasil Analisis siklamat pada minuman
dua sampel Kuantitatif sampel es sirup kuning
positif Siklamat Metode dan es sirup merah
1
0
digunakan mg/kg biaya dibandingkan
metode kurva untuk es produksi. dengan gula
kalibrasi sirup Harga asli. Pemanis
spektrofotometr merah dan pemanis buatan hanya
i dengan alat 848, 65 buatan jauh sedikit
instrument mg/kg lebih ditambahkan
spektrofotomet untuk es murah
er. BeratSampel
Kode sirup FP Absorban KadarSiklamat Rata –Rata
Tabel
Sampel 6. Hasil kuning.
( gram)
Analisis
DES1 Hal ini
Kuantitatif 2,1983
sangat 10 0,203 937,0877
(es sirup merah)
Siklamat pada berbahaya 931,98
Minuman 2,2441 10 0,205 926,8749
karena mg/kg
Jajanan
DES2 di bersifat
2,0268
Pasar karsinogen. 10 0,167 838,7606
(es sirup kuning)
Tradisional 848,65
Hal
2,2014
ini 10 0,186 858,5446
Kota Manado bagi mg/kg
konsumen (Sumber data : sehingga ekskresi
berarti Hasil Penelitian dalam urin dapat
sudah 2012). merangsang
mengkonsu Data dari pertumbuhan tumor
msi Tabel 6, pada kandung kemih
minuman menunjukkan tikus yang dilakukan
ini secara bahwa kadar sebagai hewan
berulang tersebut sudah percobaan. Penggunaan
kali, karena melebihi batas yang melewati batas
yang yang ditentukan. akan menimbulkan
bersangkut Batas maksimal gangguan kesehatan
an sebagai penggunaan seperti asma, sakit
penjajah pemanis buatan kepala, kehilangan daya
minuman siklamat pada ingat, bingung,
sudah minuman jajanan insomnia dan kanker
beroperasi es sirup tidak lebih otak (Cahyadi, 2008).
sejak tahun dari Hasil pada
1989 500 mg/kg. Tabel 6 yang diperoleh,
berarti Penetapan kadar menunjukkan kadar
sudah/sela dilakukan secara yang ada pada sampel
ma duplo yaitu dengan minuman sangat tinggi
23tahun. dua kali ulangan yaitu 931, 98
Pe untuk melihat
makaian keakuratan nilai
pemanis kadar siklamat.
buatan Pemanis buatan
banyak natrium siklamat di
dipakai pasaran dikenal
pedagang dengan nama
kecil dan sarimanis. Hasil
industri metabolisme
rumahan siklamat yaitu
karena sikloheksamina
dapat bersifat
menghemat karsinogenik
1
1
untuk pemanis 348, (sirupkuning).
mempe buatan 65mg/kg
roleh pada DAFTAR Cahyadi, W.
rasa minuman PUSTAKA 2006
manis jajanan Anonimous., .
yang yang dijual
Ana
kuat. di pasar 1992. SNI lisis
Tetapi tradisional 01- dan
melalui kota 2893-1992 Asp
analisis Manado Cara Uji ek
kuantita menunjukk
Kese
tif yang an: Pemanis
hata
dilakuk 1. Adanya
Buatan. n
an 2 sampel
Standar Bah
adanya yang
NasionalInd an
penggu mengandun
onesia. Tam
naan g pemanis
bah
yang buatan
Anonimous., an
melebih siklamat
Pan
i batas, sebesar
1994. SNI gan.
sepertin 931,98
01- Edisi
ya mg/kg
2893-1994 Perta
dipenga untuk es
Cara Uji ma.
ruhi sirup
Jaka
juga merah dan
Pemanis rta:
oleh 848,65
Bum
faktor mg/kg
Buatan. i
pendidi untuk es
Standar Aksa
kan sirup
NasionalInd ra.
yang kuning
rendah yang onesia.
Cahyadi, W.
dan berlokasi
2008
tidak di
.
pernah PasarBerse
Ana
mengik hati.
lisis
uti 2. Jumlah
Dan
sosialis ini telah melebihi
Asp
asi atau batas
ek
penyulu penggunaa
Kes
han n yang
ehat
keaman telah
an
an ditetapkan
Bah
pangan. yaitu
an
maksimal
Tam
KESIMPULA
500mg/kg, dengan bah
N
selisih an
Dari
sebesar Pan
hasil
431,98 gan.
peneliti
mg/kg Edis
an
(sirup i
analisis
merah) dan Ked
zat
1
2
ua.
Jaka
rta:
Pen
erbit
Bu
mi
Aks
ara.

1
3