Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

“MENGHITUNG KEBUTUHAN ASURANSI JIWA

DAN KERUGIAN BAGI PERSONAL”

Mata kuliah: Lab. Perencanaan Keuangan

Dosen: Kuncoro Haryo Pribadi M.Si.

Disusun Oleh:

1. Andina Kartika –
2. Balqis Tantia –
3. Ikbal Alfatah –

ADMINISTRASI ASURANSI DAN AKTUARIA

PROGRAM VOKASI

UNIVERSITAS INDONESIA

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Menghitung Kebutuhan
Asuransi Jiwa dan Kerugian bagi Personal”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Lab. Perencanaan Keuangan.

Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Akhirnya, kami selaku penyusun mengharapkan semoga makalah ini dapat diambil
hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Depok,17 September 2015

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................................................1
ULASAN MATERI..........................................................................................................................................2
Menghitung Kebutuhan Asuransi Jiwa....................................................................................................2
Metode Perhitungan Asuransi Jiwa.....................................................................................................3
Menghitung Kebutuhan Asuransi Kerugian.............................................................................................5
Kebutuhan Asuransi Kendaraan Bermotor..........................................................................................5
Kebutuhan Asuransi Kesehatan...........................................................................................................8
ULASAN MATERI

Menghitung Kebutuhan Asuransi Jiwa

Sebelum membeli polis asuransi, Anda perlu merenungkan situasi keuangan Anda dan
menghitung berapa banyak yang dibutuhkan tanggungan Anda bila Anda meninggalkan mereka
untuk selamanya. Faktor faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain: Apakah pasangan Anda
bekerja? Berapa biaya hidup seharihari
dan saldo utang keluarga Anda? Apakah Anda ingin standar hidup keluarga Anda tidak berubah
setelah kepergian Anda? Berapa kebutuhan keuangan jangka panjang seperti biaya kuliah anak,
pendapatan pensiun untuk pasangan Anda dan dana darurat tambahan?

- Analisa kebutuhan

Cara paling umum untuk menentukan kebutuhan asuransi adalah perkalian pendapatan
tahunan. Sebagai hitungan mudah (rule of thumb), kebutuhan pertanggungan Anda berkisar
antara 5 s.d. 10 kali pendapatan tahunan Anda. Pada usia 30 tahun, misalnya, Anda
membutuhkan perlindungan sekitar 8 kali pendapatan tahunan Anda. Pada usia 35 tahun,
kebutuhan asuransi Anda menurun menjadi 6 kali pendapatan tahunan Anda. Tentu saja, jumlah
itu hanyalah hitungan kasar. Angkanya dapat bervariasi karena setiap orang memiliki beban
tanggungan yang berbeda.

- Analisa kebutuhan asuransi. Berikut adalah langkah - langkahnya:

Lakukan evaluasi kebutuhan keluarga Anda. Kumpulkan semua informasi keuangan pribadi Anda
dan perkirakan berapa kebutuhan keuangan setiap anggota keluarga Anda saat ini dan masa
depan. Hitung semua utang yang Anda miliki. Seluruh utang harus dibayar ketika Anda
meninggal. Hitung semua sumber daya keuangan di luar pendapatan Anda, termasuk
pendapatan pasangan Anda, asset menghasilkan, tabungan, dll.
Selisih antara kebutuhan dan sumber daya keuangan adalah jumlah yang harus ditutup oleh
asuransi jiwa Anda. Anda harus memiliki jumlah uang pertanggungan yang dapat menutup
hutang Anda, mencukupi sisa kebutuhan hidup keluarga Anda plus masih menyisakan cadangan
untuk kebutuhan masa depan.

2
Metode Perhitungan Asuransi Jiwa

Ada beberapa cara untuk menghitung seberapa besar sebenarnya perlindungan yang
diperlukan, yaitu:

1) Cara pertama dikenal dengan metode human live value (HLV). Memang benar, nyawa
seseorang tidak dapat dinyatakan dengan jumlah nominal tertentu, seberapapun
besarnya. Tetapi cara ini sangat membantu untuk menentukan berapa besar
penghasilan yang harus diproteksi.

HLV dihitung berdasarkan penghasilan bulanan, tahunan, atau pengeluaran bulanan,


tahunan dikalikan lamanya perlindungan yang diperlukan. Misalnya, seseorang berusia
35 tahun berpenghasilan bulanan Rp 5 juta dengan pasangan dan anak usia lima tahun.

Keluarga ini memerlukan asuransi selama 20 tahun. Mengapa hanya 20 tahun?


Diasumsikan anaknya yang saat ini berusia 5 tahun, 20 tahun yang akan datang berusia
25 tahun dan sudah dapat menghidupi dirinya sendiri.

Berdasarkan metode tersebut, kebutuhan proteksi asuransi jiwa yang harus dimiliki
adalah Rp 5 juta per bulan x 12 bulan = Rp 60 juta per tahun x 20 tahun = Rp 1,2 miliar.
Jadi, jika terjadi sesuatu pada orang tersebut, dan dia tak dapat menghasilkan uang lagi,
harus ada proteksi sebesar Rp 1,2 miliar agar keluarganya tetap dapat hidup layak
seperti saat dia masih ada, selama 20 tahun.

Semakin tinggi nilai proteksi, semakin tinggi pula premi yang harus dibayarkan. Jika nilai
proteksi Rp 1,2 miliar tersebut dirasakan mahal, dapat pula dihitung berdasarkan rumus
sama, tetapi menggunakan pengeluaran bulanan.

HLV = penghasilan/pengeluaran bulanan x berapa lama kebutuhan asuransi

2) Kalau dengan perhitungan HLV premi yang harus dibayar masih dirasa besar, ada
metode lain, yaitu income based value (IBV).

Mirip metode HLV, perhitungan IBV menggunakan penghasilan atau pengeluaran


bulanan sebagai dasar perhitungan. Caranya, hitung berapa investasi yang harus
ditanamkan agar dapat menghasilkan dana Rp 4 juta seperti contoh tersebut.

Di Indonesia, investasi yang bebas risiko atau investasi dengan risiko paling minimal
adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Selain itu, sudah ada pula Obligasi Ritel Republik
Indonesia (ORI) yang juga rendah risiko.
3
Semisal tingkat bunga ORI 7 persen per tahun dikurangi pajak 20 persen didapatkan 6,8
persen per tahun atau 0,56 persen per bulan.

Sekarang perlu dihitung, berapa investasi yang diperlukan untuk mendapatkan dana Rp
4 juta yang akan dijadikan pengeluaran per bulan, dengan bunga 0,56 persen per bulan?

Perhitungannya, Rp 4 juta/0,56 persen = Rp 714 juta. Jadi, keluarga ini harus memiliki
investasi bebas risiko untuk mendapatkan proteksi Rp 714 juta. Dana ini akan dibelikan
ORI dengan imbal hasil sebesar 7 persen per tahun.

Dari mana dana ini diperoleh? Dana ini dapat diperoleh dari uang pertanggungan
asuransi jiwa. Jadi, pencari nafkah utama harus mengasuransikan dirinya dengan uang
pertanggungan minimal sebesar Rp 714 juta. Ini diperlukan agar keluarga itu tetap bisa
memenuhi pengeluaran Rp 4 juta/bulan, meskipun tertanggung sudah tidak ada.

IBV = kebutuhan bulanan : suku bunga bebas resiko (net bulanan)

3) Jika premi untuk membeli perlindungan sebesar Rp 700 juta seperti yang dihasilkan
dari perhitungan income base value masih dirasa mahal, dapat dipakai cara lain.

Cara ketiga ini disebut metode survival based value. Cara ini memperhitungkan berapa
kewajiban yang harus dilindungi dan berapa penghasilan yang harus dilindungi sampai
orang yang ditinggalkan dapat bekerja.

Misalnya tertanggung mengalami risiko meninggal, dengan metode ini berarti anggota
keluarganya diasumsikan akan bekerja setelah tertanggung tidak ada atau sebaliknya.

Hal yang harus diperhatikan dari metode ini, antara lain, adalah semakin besar
kewajiban atau utang yang harus dibayar, semakin besar nilai pertanggungan asuransi
yang dibutuhkan.

4
Menghitung Kebutuhan Asuransi Kerugian

Kebutuhan Asuransi Kendaraan Bermotor

a.) Sebelum menentukan produk asuransi yang tepat, baiknya ikuti empat langkah
pertimbangan ini:

1.Beli tunai atau kredit

Lazimnya kalau beli kredit maka asuransi kendaraan sudah menjadi satu kesatuan.
Sudah begitu, sulit untuk menentukan sendiri produk asuransi karena biasanya
perusahaan pembiayaan sudah ada kerjasama dengan perusahaan asuransi tertentu.

Kemudian komponen premi asuransi sudah jadi satu dengan total biaya awal atau down
payment (DP) maupun angsuran bulanan kendaraan.

2.Kendaraan digunakan pribadi atau disewakan

Jujurlah pada perusahaan asuransi apakah kendaraan itu digunakan sendiri atau untuk
kepentingan lain. Maklumlah, risiko kendaraan yang digunakan sendiri sama disewakan
berbeda.

Bila terbukti kendaraan itu disewakan sementara saat pengajuan dinyatakan digunakan
sendiri, wajar dong kalau perusahaan asuransi menolak klaim.

3.Kenali reputasi perusahaan asuransi

Carilah informasi yang detail tentang perusahaan asuransi seputar layanan dan
reputasinya. Jangan sampai keinginan memproteksi kendaraan malah jadi masalah baru
lantaran salah memilih perusahaan asuransi. Mungkin bisa mengakses situs Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).

4. Tentukan kebutuhan

Perusahaan asuransi selalu mendesain produknya semenarik mungkin. Ditambah lagi


dengan embel-embel produk asuransi nomor satu di Indonesia.

Tapi itu belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita. Pilihlah produk asuransi yang
relevan dengan kebutuhan dan tentu saja dari segi harganya.

5
b.) Pada umumnya, setiap perusahaan asuransi menawarkan dua jenis perlindungan yang
sama yakni Comprehensive (All Risk) dan Total Lost Only (TLO).
1. Comprehensive (All Risk) adalah ganti rugi oleh perusahaan asuransi atas kerugian
sebagian atau keseluruhan kendaraan akibat kejatuhan benda, kebakaran,
perbuatan jahat, pencurian, perampasan, tabrakan, benturan atau kecelakaan lalu
lintas lainnya.

2. Total Lost Only (TLO) adalah ganti rugi yang hanya akan diberikan perusahaan jika
kendaraan mengalami kerusakan total atau di atas 75%. Selain kedua jenis di atas,
Anda juga perlu mengetahui adanya ‘perluasan’. Perluasan adalah penambahan
cakupan perlindungan. Perluasan mencakup:
 tsunami dan gempa bumi
 banjir
 kerusuhan
 terorisme dan sabotase

Apakah perluasan perlindungan ini perlu/tidak? Tergantung. Contoh jika Anda


tinggal di Jakarta, Anda wajib mengambil perluasan banjir dan kerusuhan karena 2
kejadian ini cukup sering terjadi disini. Jika Anda tidak mengambil perluasan dan
mobil Anda ‘turun mesin’ karena kebanjiran, pihak asuransi tidak akan mengganti
rugi.

c.) Simulasi perhitungan premi

Tiap perusahaan asuransi mobil memiliki rate berbeda untuk produk asuransi mobil
mereka. Berikut contohnya:

o Asuransi Mobil

Untuk perlindungan Comprehensive (All Risk) rincian preminya yaitu jika harga
mobil > 500 juta premi yang ditawarkan 2,5% dan jika harga mobil <500 juta premi
yang ditawarkan 3,25%.
Untuk perlindungan Total Lost Only (TLO) sebesar 1,5%.

 Perhitungan Premi
Anda memiliki mobil Toyota Rush dengan perkiraan biaya Rp 226.000.000,00. Mobil
tersebut akan Anda asuransikan di perusahaan Sinar Mas dengan menggunakan
perlindungan All Risk. Berapakah premi yang akan Anda bayar per tahunnya?
Berikut rinciannya:

6
Jadi, besarnya premi yang akan Anda bayar per tahunnya adalah sebesar Rp
7.345.000

 Perhitungan Klaim

Nilai Penggantian Klaim = Nilai pertanggungan / Harga Pasar x Nilai Klaim kerusakan

o Asuransi Motor

 Premi

Berikut ini contoh perhitungan premi dan penggantian klaim asuransi sepeda motor
yang hilang baik All Risk maupun TLO:

2,5 persen x harga on the road (OTR) motor + bea administrasi:

2,5% x Rp 25.000.000 = Rp 625.000


Bea administrasi = Rp 30.000
Total premi = Rp 655.000*

(*premi dibayarkan per tahun, kecuali motor kredit yang disesuaikan dengan jangka
waktu pembayaran angsuran)

 Klaim

Harga OTR motor-nilai penyusutan per tahun x harga OTR motor:

Rp 25.000.000-(10% X Rp 25.000.000)= Rp 22.500.000

Dari sinilah cara mengukur proteksi yang tepat. Bila mobil sering digunakan tiap hari,
alangkah baiknya mengambil produk dengan jaminan partial loss. Sebaliknya jika mobil
jarang digunakan, katakanlah mobil koleksi dan dianggap masih bisa diperbaiki sendiri,
bisa memilih TLO. Atau jika motormu berharga Rp 30 juta ke atas, All Risk pilihannya.
Alasannya, potensi kerugian yang diderita pemilik motor seharga ini relatif lebih besar.
Dengan memilih asuransi ini, motormu sepenuhnya terlindungi dari berbagai risiko,
seperti kehilangan, lecet, bencana, huru-hara, dan lain-lain

TLO lebih cocok buat pemilik motor berharga Rp 30 juta ke bawah. Dengan ikut asuransi
ini, umumnya pihak asuransi akan mengganti kerugianmu jika motor hilang akibat

7
pencurian atau dirampas. Kerugian karena kecelakaan juga diganti asal nilai kerusakan
yang tak bisa diperbaiki lebih dari 75 persen. Premi produk ini lebih kecil, sehingga
kamu masih bisa menabung lebih banyak untuk keluarga dan keperluan lain

Kebutuhan Asuransi Kesehatan

Sebagai individu , kita tidak akan pernah terlepas dari pembiayaan hidup sehari-hari,
misalnya mandi, makan, pakaian, transportasi , olah raga, tempat tinggal, bahkan tidur
sekalipun kita masih membutuhkan biaya seperti selimut, kasur yang empuk yang semuanya
diperuntukan menjadi sehat.
Dengan perkataan lain bahwa semua biaya tersebut diatas termasuk biaya pemeliharaan
kesehatan, biaya yang yang harus dikeluarkan agar indifidu tetap hidup sehat.
Besaran biaya pemeliharaan kesehatan dapat dihitung dan dikontrol.

Tetapi biaya pengobatan atau biaya penyembuhan akibat sakit tidak bisa diprediksi. dan
tidak ada satupun individu yang dapat memperkirakan kapan ia akan sakit dan berapa besar
biaya penyembuhannya.

Sebagai illustrasi biaya pengobatan / penyembuhan adalah sebagai berikut

o Biaya sekali pemeriksaan dokter Rp 50.000 – 250.000


o Biaya obat Rp. 100.000 sampai tak terduga tergantung penyakitnya
o Biaya Penunjang diagnostik, seperti Laboratorium dan lain-lain Rp 100.000 sampai
tak terduga.
o Biaya Operasi ringan Rp 5.000.000 sampai tak terduga
o Biaya Perawatan Mondok di Rumah Sakit Rp 200.000 – 2.500.000 / hari tergantung
kelas perawatan dan rumah sakit
o Lain-lain biaya supporting/ penyanggah, pemulihan, evakuas

Asuransi kesehatan yang mampu meng-cover berbagai kondisi medis dan penyakit kritis
sebaiknya lebih diprioritaskan sebagai alat keuangan darurat manakala resiko tersebut
terjadi. Namun untuk mendapatkan perlindungan yang optimal maka perlu adanya
pengetahuan dalam menghitung uang pertanggungan(UP) yang sebenarnya. Dalam hal ini
metode penghitungan uang pertanggungan untuk asuransi kesehatan perlindungan penyakit
kritis menggunakan metode financial need based value(FNBV);

Asumsi;
1. Bapak Fatoni usia 35 tahun
2. Masa perlindungan 25 tahun.
3. Biaya operasi stroke di rumah sakit ternama sebesar Rp. 80.000.000
4. Asumsi kenaikan biaya operasi 10 % per tahun.

8
r=10% koefisien (table future value) : 10,835
Periode= 25 tahun

Dengan menggunakan tabel future value didapatkan koefisien sebesar 10,835.


Uang pertanggungan yang harus dihitung oleh bapak Fatoni sebesar;

Biaya x Koefisien Future Value=

Rp. 80.000.000 x 10,835 = Rp. 866.800.000

Jumlah tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk membeli asuransi kesehatan
dengan nilai UP yang optimal dan sesuai dengan perkiraan kebutuhan biaya di rumah sakit.
Dengan demikian, manfaat asuransi akan sesuai dengan kebutuhan di masa datang. Dengan
menghitung UP yang tepat kita dapat mengatur budget pengeluaran untuk asuransi dalam
keuangan rumah tangga.