Anda di halaman 1dari 10

DAMPAK MUNCULNYA PANDANGAN-PANDANGAN

BARU PADA ISLAM

OLEH :

1. REIFKAH BILAL 1100098

2. LARASATI W. 1110211

3. FIKI RATNA K. 1110272

4. ROESMALA SUKMANING 1110272

5. NAIMUN CITRA L 111310

6. SULISTIOWATI 1110323
7. ANINDITA C. 5090804

8. NARINTYA PK. 5090829

PENDAHULUAN

Saat ini masa-masa kehidupan telah sangat berkembang di segala macam hal,

seperti perkembangan ilmu, teknologi, sosial, dan budaya, hal tersebut memiliki dua

dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnnya adalah

mempermudah subjective well being, dan dapat melakukan penemuan-penemuan baru

untuk dijadikan pedoman pengetahuan, sedangkan dampak negatifnya adalah

manusia menjadi cenderug individual dan kurang peduli terhadap satu sama lain.

Akibat dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan social

budaya, selanjutnya disebut Zaman Globalisasi, menyebabkan munculnya perilaku

manusia cenderung menyimpan dari aturan atau norma yang sebenarnya. Agama

yang sesungguhnya memiliki arti sangat ideal sebagai perekat, tali persaudaraan,

factor ketenteraman kehidupan, ternyata berbalik menjadi alat legitimasi perilaku

yang menakutkan, mencemaskan (anarkis).

Agama dalam tataran realitas justru sering kali dieksploitasi umatnya untuk

kepentingan sesaat, baik pribadi maupun kelompok. Agama dimanfaatkan oleh para

juru kampanye (mubaligpolitik) pada masa-masa menjelang pemilu untuk meraih

dukungan suara sebanyak-banyaknya dari pemilih (rakyat). Yang lebih


memprihatinkan, agama dijadikan legitimasi dan pembenaran atas perbuatan

kerusakan, tindakan berperang untuk melawan kelompok agama atau kelompok lain

kemudian diklaim sebagai tindakan terpuji, dengan mengatasnamakan jihad

menegakkan ajaran Islam. Banyaknya fenomenaanarkis yang justru merugikan citra

agama (Islam) yang rohmatanlil'alamiin. Islam akhir-akhir ini sedang disudutkan

oleh kelompok atau Negara tertentu, karena Islam selalu diidentikkan dengan

peristiwa terorisme, khususnya pasca peledakan World Trade Center, 11 September

2001 dan peledakan bom di Bali tanggal 12 Oktober 2002. Selain itu Islam lebih

merasa dipojokkan setelah penangkapan pemimpin Pondok Pesantren Al Mukmin,

Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, KH Abu BakarBa'asyir, yang disinyalir terlibat

jaringan terorisme internasional dan terkait dengan kasus peledakan bom malam

Natal tahun 2000. Tidak hanya memojokkan Islam tetapi juga membuat perpecahan

di dunia dan khususnya perpecahan agama. Banyak yang menganggap bahwa Islam

adalah agama yang jahat dan tidak bermoral.

Hal tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan realitas. Dalam Islam

telah menggariskan bahwa ada dua sumber untuk menemukan kebenaran, yaitu

dengan jalan ayat kauniyah, realitas sosial (dalilaqli) dan melalui teks wahyu

(dalilnaqli). Keberhasilan sebuah tindakan ditentukan oleh sejauh mana umat

beragama mampu menangkap kebenaran di dalam realita saqliyah dan realitas

naqliyah, serta sejauh mana tingkat keseimbangan dalam memahami kebenaran

dalilaqliyah dengan dalilnaqliyah. Jika terlalu menitik beratkan pada kebenaran


aqliyah akan melahirkan profil manusia yang sekuler rasionalis, sebaliknya terlalu

menitik beratkan pada kebenaran naqliyah akan menimbulkan profil ekstremis

fundamental contohnya saja ekstrimis yang melakukan tindakan teroris yang

meresahkan tersebut.

PEMBAHASAN

Kita tidak bisa menyalahkan kepada kelompok siapa pun; yang terpenting

adalah bagaimana umat Islam mampu melakukan introspeksi diri dengan cara

pembenahan cara beragama (keberagamaan) sehingga tercipta ketenangan,

ketenteraman kehidupan sosial. Artinya, bagaimana umat Islam mampu menjalankan

ajaran agama secara utuh dan komprehensif agar agama bias menjadi kontribusi

dalam proses pembangunan, akhirnya terwujud tampilan (profil) para pemeluk agama

yang santun , damai, sertaharmonis (tidakanarkis). Allah SWT berfirman dalam Surat

Ali Imran ayat103 :

Artinya :
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah

kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu

(masaJahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu

menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali

Imran:103).

Al-An’am 159 :

‫ْت ِم ْنهُ ْم فِي‬ َ ‫ين فَ َّرقُوا ِدينَهُ ْم َو َكانُوا ِشيَعًا لَس‬ َ ‫إِ َّن الَّ ِذ‬
َ ُ‫َشيْ ٍء ۚ إِ َّن َما أَ ْم ُر ُه ْم إِ َلى هَّللا ِ ُث َّم ُي َن ِّب ُئ ُه ْم ِب َما َكانُوا يَ ْف َعل‬
‫ون‬
Artinya :

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya, sedangkan mereka

bergolongan-golongan, maka tidak ada tanggung jawabmu sedikitpun terhadap

mereka. Sesungguhnya perkara mereka hanyalah menjadi urusan Allah,

kemudian Allah akan memberitahu kepada mereka tentang apa yang telah mereka

kerjakan”. (QS. Al-An’am:159).

Pada ayat-ayat tersebut telah dengan gamblang menjelaskan bahwa

permusuhan adalah bentuk perilaku yang tidakdisukai Allah. Terlebih, permusuhan

yang terjadi antara umat seagama, beragama, dan sebangsa. Maka Allah dengan

kemahakuasaan-Nya member nikmat kepada manusia untuk selalu bersatu. Bahkan

dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi saw berpesan

kepada parasahabat. Sabda beliau:


“Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh, dan

mohonlah kepada Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila

kalian bertemu dengan musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi

mereka, dan ketahuilah bahwasanya surge itu dibawah bayangan pedang”.

(HR. Muslim)

Secara aspek kebahasaan pun Islam mengandung makna perdamaian,

keselamatan, kemashlahatan dan keadilan. Islam berakardari kata salam yang arti

nyaaman. Sedangkan kata silm dalam Al-Qur’an mempunyai makna perdamaian dan

kata salam dalam Al-Qur’an juga bermakna keseluruhan, yang merupakan kebalikan

dari keterpecahan atau terpecah-pecah. Dengan demikian bila dilihat dari kacamata

bahasa, Islam mengandung makna agama yang mencintai perdamaian. Agama yang

damai, tegasnya. Tetapi seiring dengan globalisasi jaman hal tersebut menjadi suatu

yang melenceng dari norma yang sebenarnya. Banyaknya teori-teori dan pemikiran

baru yang menggeser norma tersebut. Contohnya saja dalam kasus terorisme, tuduhan

yang datang dari kaum orientalis. Dengan merujuk pada ayat-ayat Quran yang

menganjurkan untuk jihad danberperang, misalnya firman Allah Swt berikut ini :
Artinya :

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia

dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang

berperang di jalan Allah, lalu gugur (Syahid) atau memperoleh

kemenangan maka kekalkan. Kami berikan kepadanya pahala yangbesar,”

(QS an-Nisa’ [4]: 74)

Para orientalis menyatakan bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk

mengadakan peperangan dan pembunuhan.  Pendek kata, mereka ingin menyatakan

bahwa al-Qur’an adalah kitab yang menganjurkan aksi kekerasan dan terorisme.

Sayangnya mereka hanya melihat satu ayat tersebut saja tanpa melihat ayat

sesudahnya yang berisifirman Allah SWT akan perintahnya berperang dengan tujuan

untuk menolong orang yang terdzalimi sebagai berikut :


“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-

orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang

semuanya berdoa, ‘YaTuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini

(Makkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi

Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!’,” (QS an-Nisa’ [4]:

75).

KESIMPULAN

Kesimpulan dari tragedi ini adalah, kita sebagai manusia yang beragam

walaupun telah terjadi peperangan antar agama tetap harus menjaga rasa hormat dan

saling menghargai satu sama lain. Kita tidak sepantasnya mengjakimi orang lain,

karena yang pantas menghakimi hanyalah Allah SWT yang Maha Adil dan Maha

Mengetahui.
Selain itu kita tidak perlu mencampuri urusan keagamaan lain atau kesalahan-

kesalahan yang telah diperbuat oleh orang lain, karena hal itu hanya Allah yang

paling mengetahui dan hanya Allah-lah yang akan membenarkan jalan mereka.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.alim.org/library/quran/ayah/compare/6/159/those-who-divide-the-

religion-into-sects-are-not-muslims