Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Nama : Melkyor Baba Odja W.S.


NIM : 030800188
Program Studi : S1-Akuntansi

1. Menganalisis setiap metode pengendalian manajemen keuangan (beda, kelemahan dan


kelebihan)
 penyusunan program (rencana jangka panjang),
 penyusunan anggaran (rencana jangka pendek),
 pelaksanaan dan pengukuran,
 pelaporan dan analisis.
Proses pengolahan organisasi dimulai dengan perencanaan strategik (strategic planning) uang
didalamnya terjadi proses penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi untuk mencapai
tujuan organisasi dan penentuan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah tujuan
perusahaan ditetapkan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut dipilih, proses pengelolaan
organisasi kemudian diikuti dengan penyusunan program-program untuk mencapai tujuan
organisasi yang ditetapkan dalam perencanaan stratejik.
Penyusunan program merupakan proses pengambilan keputusan mengenai program yang akan
dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran sumber yang dialokasikan kepada setiap program
tersebut. Program merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi yang
ditetapkan dalam perencanaan stratejik.
Rencana jangka panjang yang dituangkan dalam program memberikan arah ke mana kegiatan
organisasi ditujukan dalam jangka panjang. Anggaran merinci pelaksanaan program, sehingga
anggaran yang disusun setiap tahun memiliki arah seperti yang ditetapkan dalam rencana
jangka panjang.
Proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penerapan peran (role setting)
dalam usaha pencapaian tujuan organisasi. Dalam proses penyusunan anggaran ditetapkan
siapa yang akan berperan dalam melaksanakan sebagai kegiatan pencapaian tujuan perusahaan
dan ditetapkan pula sumber ekonomi yang disediakan bagi pemegang peran tersebut, untuk
memungkinkan ia melaksanakan perannya. Sumber ekonomi yang disediakan untuk
memungkinkan pimpinan berperan dalam usaha pencapaian tujuan organisasi tersebut diukur
dengan satuan moneter standar yang berupa informasi akuntansi. Oleh karena itu, penyusunan
anggaran hanya mungkin dilakukan jika tersedia informasi akuntansi pertanggungjawaban, yang
mengukur berbagai sumber ekonomi yang disediakan bagi setiap manajer yang berperan dalam
usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran. Dengan demikian,
anggaran berisi informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mengukur sumber ekonomi yang
disediakan selama tahun anggaran bagi manajer yang diberi peran untuk mencapai tujuan
organisasi. Dalam sebagai alat pengirim peran (role sending device) kepada pimpinan yang
diberi peran dalam pencapaian tujuan perusahaan. Proses penyusunan anggaran merupakan
proses penetapan peran yang menggunakan informasi akuntansi pertanggungjawaban untuk
menyiapkan nilai sumber ekonomi yang disediakan bagi setiap pimpinan pusat
pertanggungjawaban guna melaksanakan perannya masing-masing. Penentuan tujuan
perusahaan dan strategi untuk mencapainya dilakukan dalam suatu proses yang dinamakan
Perencanaan Strategis. Perencanaan strategis adalah suatu proses untuk menentukan tujuan
perusahaan, dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena perencanaan strategis
tidak dapat lepas dari lingkungannya, maka perencanaan strategis dapat juga dikatakan sebagai
reaksi perusahaan terhadap lingkungan. Lingkungan perusahaan adalah : karyawan, pemegang
saham, pesaing, pelanggan, pemasok, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat. Tujuan
perusahaan merupakan arah yang akan ditempuh perusahaan.

2. Mengkarakteristikkan apa, bagaiman dan dimana informasi setiap metode diperoleh


Menurut Agarwal, Sistem Pengendalian Manajemen secara umum mengacu pada desain,
instalasi, dan operasi perencanaan manajemen serta sistem kontrol. Istilah “Sistem
Pengendalian Manajemen” menekankan pada dua bagian yang berbeda, tetapi sangat saling
terkait dan kadang-kadang tidak dapat dibedakan, antara lain:
a. Struktur organisasi atau hubungan antar unit dalam organisasi.
Khususnya pusat pertanggungjawaban, hubungan antar pusat pertanggungjawaban, ukuran
kinerja dan informasi yang mengalir di antara pusat pertanggungjawaban ini.
b. Proses atau serangkaian kegiatan.
Atau langkah-langkah atau keputusan yang diambil oleh suatu organisasi atau manajer untuk
menetapkan tujuan, mengalokasikan sumber daya dan mencapai tujuan organisasi.
Proses ini terdiri dari fase pemrograman yang saling terkait (pemilihan program), penganggaran,
pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi kinerja aktual. Struktur Sistem Pengendalian Manajemen
menunjukkan apa sistem itu. Dan proses Sistem Pengendalian Manajemen menunjukkan apa
yang sistem lakukan. Sistem Pengendalian Manajemen menyatukan organisasi dengan
menggunakan otonomi yang diberikan kepadanya, memenuhi tujuan yang konsisten dan
berkontribusi pada pemenuhan tujuan keseluruhan organisasi. Karena itu, sistem pengendalian
harus dirancang untuk mencapai kesatuan tujuan melalui penggunaan beragam kemampuan
individu dalam organisasi. Persyaratan konstan dari pengendalian manajemen adalah
pencapaian kesatuan dalam keanekaragaman melalui koordinasi, dalam mengejar tujuan jangka
pendek dan tujuan jangka panjang.
Proses ini terdiri dari fase pemrograman yang saling terkait (pemilihan program), penganggaran,
pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi kinerja aktual. Struktur SPM menunjukkan apa sistem
itu. Dan proses SPM menunjukkan apa yang sistem lakukan. SPM menyatukan organisasi
dengan menggunakan otonomi yang diberikan kepadanya, memenuhi tujuan yang konsisten
dan berkontribusi pada pemenuhan tujuan keseluruhan organisasi. Karena itu, sistem
pengendalian harus dirancang untuk mencapai kesatuan tujuan melalui penggunaan beragam
kemampuan individu dalam organisasi. Persyaratan konstan dari pengendalian manajemen
adalah pencapaian kesatuan dalam keanekaragaman melalui koordinasi, dalam mengejar tujuan
jangka pendek dan tujuan jangka panjang.
SPM mencakup sistem pengendalian formal dan informal. Sistem pengendalian formal
mensyaratkan bahwa organisasi harus memiliki aturan, prosedur, pedoman, dan rencana yang
jelas terkait dengan berbagai aspek manajerial. Hal-hal itu diperlukan untuk membimbing,
mengarahkan, memotivasi para manajer dan karyawan lainnya serta mengoordinasikan perilaku
mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Contoh sistem pengendalian formal yang ada dalam
organisasi adalah sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi manajemen, sistem teknik produksi,
sistem sumber daya manusia, sistem pemeliharaan kualitas. Sedangkan SPM informal selalu
tidak tertulis dan tersirat. Namun sistem pengendalian informal tersebut berkontribusi besar
dalam penerapan tujuan dan strategi bisnis, serta membantu organisasi untuk mencapai tingkat
motivasi dan kesesuaian tujuan yang tinggi. Contoh SPM informal adalah norma yang tidak
tertulis mengenai perilaku manajer dan karyawan yang baik, loyalitas, nilai-nilai bersama,
budaya dan etika organisasi, komitmen bersama antara manajer dan karyawan.
Tujuan utama dari pengendalian manajemen adalah untuk mendorong kesesuaian tujuan, yang
berarti bahwa ketika orang bekerja untuk mencapai tujuan mereka sendiri, mereka juga bekerja
untuk mencapai tujuan organisasi. Orang-orang harus memiliki kontribusi menuju sasaran
organisasi. Untuk mencapai tujuan itu, manajer harus menetapkan tanggung jawab dan
mengembangkan kriteria evaluasi kinerja yang memotivasi karyawan.

3. Mengkritik terhadap setiap methode pengendalian manajmen keuangan :


Pengendalian manajemen, melibatkan manajer dalam menjawab pertanyaan :
Apakah karyawan perusahaan berperilaku seperti yang diinginkan perusahaan ?
Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut : ”tidak” maka manajemen harus
memutuskan apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan pengendalian
manajemen.
Cara manajemen menyelesaikan persoalan pengendalian strategik akan berbeda dengan
pengendalian manajemen :
Penyelesaian persoalan pengendalian strategik akan memfokuskan diri pada lingkungan
eksternal organisasi, bisa menyangkut industri atau lingkungan organisasi.
Sedangkan persoalan pengendalian manajemen dengan memfokuskan diri pada lingkungan
internal, misalnya bagaimana mempengaruhi perilaku karyawan agar bergerak sesuai dengan
keinginan organisasi.