Anda di halaman 1dari 3

PENGANGGARAN

Bab 5

Anggota Kelompok:

1. Clarita Cindy R.D /172114015

2. Francisca Silvia R.P /172114022

3. Amanda Christ K /172114031

4. Monica Noventya /172114033

5. Fenda Tania M.S /172114150

2. Perbedaan forecast dan rencana penjualan:

A. Forecast :

 Forecast ramalan tentang apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang.
 Forecast dapat mempengaruhi manajer dalam membuat perencanaan penjualan.
 Forecast digunakan untuk mempertimbangkan rencana penjualan.
 Forecast angka penjualan yang dicapai berasal dari internal perusahaan dan dengan
mempertimbangkan faktor internal lainnya yang merupakan perwujudan rencana
pertumbuhan bisnis perusahaan.

B. Rencana Penjualan:

 Rencana penjualan angka penjualan yang ingin benar-benar dicapai oleh seseorang
penjual dengan lebih menganalisa kondisi realtime pasar pada saat itu.
 Rencana penjualan dipengaruhi oleh faktor eksternal yang terjadi selama periode
penjualan (demand produk, kondisi, pelanggan, dll).
 Dalam rencana penjualan perusahaan memasukan keputusan manajemen berdasarkan
hasil ramalan.
 Rencana penjualan berguna untuk memaksa dapat menganalisa pasar sedini mungkin
untuk mencapai target.
3. Ada beberapa faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menyusun rencana
penjualan:

A. Faktor eksternal merupakan pengaruh yang datangnya dari luar perusahan.Pengaruh ini
tidak dapat diabaikan, sehingga perusahaan harus berusaha mengadopsi manfaat positif dari
pengaruh tersebut, yaitu:

 Kebutuhan masyarakat akan produk (permintaan industri) serta perkembangannya.


 Harapan pemerintah terhadap industri garment/program pemerintah.
 Persaingan diantara pengusaha garment, dan kemampuan perusahaan merespon. Hal
ini tercermin pada pisi produk (roduct positioning) di pasar yang dimiliki perusahaan.
 Faktor perkembangan teknologi.
 Faktor ekspor/impor produk sejenis.
 Tingkat pendapatan (daya beli) masyarakat.
 Kemungkinan masuknya pesaing baru.

B. Faktor internal merupakan faktor kekuatan yang datangnya dari dalam perusahaan,
mencakup:

 Kapasitas produksi yang dimiliki dan akan dimiliki pada periode mendatang.
 Kemampuan perusahaan untuk merebut pasar produk garment yang tercemin dalam
rencana penjualan jangka panjang maupun jangka pendek.
 Kemampuan pembelanjaan yang dimiliki perusahaan.
 Kualitas SDM yang dimiliki perusahaan.

C. Faktor keinginan manajemen tentang porsi yang harus dicapai perusahaan di masa
mendatang.

6. Cost plus pricing  Harga jual yang ditetapkan harus dapat menutup seluruh biaya.Jika
tidak, maka perusahaan tidak mampu mempertahankan hidupnya.Harga jual yang ditetapkan
sedikit di atas biaya variabel saja hanya dapat dibenarkan untuk jangka pendek dan dalam
kondisi tertentu.Dengan demikian semakin tinggi volume produksi maka makin besar biaya
total yang ditanggung tetapi biaya per satuan produk akan turun.

A. Kelebihan:
 Sederhana  meskipun bisa membantu dalam membangun harga jual produk, anda
perlu memiliki metode yang konsisten dalam mengalokasikan biaya overhead di tiap
periode akuntansi.Tujuannya untuk menjaga integritas dari penumpukan biaya.
 Mengunci pendapatan dengan kontrak  pada dasarnya penetapan harga akan
menjamin penjualan dengan presentase keuntungan tertentu, keuntungan tersebut
sudah meliputi semua biaya produksi dengan risiko kerugian minim.
 Senjata untuk membenarkan serta menjelaskan kenaikan harga  penetapan biaya
plus akan memudahkan pemasok dalam menaikkan harga tanpa ada banyak
pertentangan.Sebab perusahaan akan lebih mudah memberitahu klien tentang
kenaikan biaya produksi.
 Mengubah perilaku konsumen  dapat mendorong konsumen untuk membeli.Faktor
harga merupakan faktor utama yang menjadi pemicu perilaku konsumen dalam
membeli.Namun harga biaya plus dapat mendorong konsumen membeli dengan faktor
selain harga.

B. Kekurangan:

 Tidak mempertimbangkan persaingan  Harga plus ditetapkan, produk bisa saja


dihargai terlalu tinggi.Namun hal ini akan menimbulkan masalah tersendiri.Yakni
perusahaan bisa saja merugi karena kehilangan penjualan serta pangsa pasar.
 Insentif yang dimiliki pemasok sedikit untuk mengendalikan hingga mengurangi
biaya  Namun apa yang perusahaan inginkan akan erlepas dari berapa biaya
produksi hingga bagaimana menjualnya ke pasar.
 Tidak adanya biaya penggantian baru  Dasar penetapan tidak mempertimbangkan
perubahan terbaru hingga akan kesulitan menentukan jumlah biaya terkini untuk
dikeluarkan.Akibatnya, pemasok tidak memperoleh pertimbangan biaya pengganti.