Anda di halaman 1dari 1

Kerja antimikroba dalam menghambat atau micmbunuh mikroorganisme dapat dipengaruhi oleh

beberapa faktor (Pelezar & Char, 2005)

a Konsentrasi atau intensitas zat antimikroba Apabila diibaratkan zat antimikroba adalah peluru dan
bakteri adalah terget sasarannya, peluang tertembaknya target sasaran dengan banyaknya jumlah
peluru yang ditembakan akan semakin besar. Demikian juga dengan zat antimikroba. Semakin banyak
zat antimikroba yang digunakan, maka semakin besar peluang bakteri akan mati. b. Jumlah mikroba
Kerja antimikroba ditentukan oleh jumlah mikroba yang ada. Semakin sedikit jumlah mikroba, maka
semakin pendek waktu yang dibutuhkan zat antimikroba untuk membunuh bakteri-bakteri Semakin
banyak jumlah mikroba, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan zat antimikroba untuk membeli
bakteri-bakteri tersebut. c Suhu Kenaikan suha yang sedang meningkat, menyebabkan kenaikan
keefektifan zat antimikroba. Hal tersebut menyebabkan zat kimia akan merusak mikroba melalui reaksi
kimiawi dan laju kimiawi tlersebut dipercepat dengan meningkatkan suhu d. Spesies mikroba Setiap
mikroba menunjukkan ketahanan yang berbeda terhadap fasilitas bahan kimia dan fisik Sel vegetatif
yang sedang tumbuh akan lebih mudah Dibandingkan dengan sporanya Spora hakteri meripakan spora
yang paling resisten antara spora mikroorganisme atau yang lain dalam kemampuan bertahan hidup
pada kondisi kimiawi dan fisik yang kurang baik e. Adanya campuran organik Diperoleh campuran
organik asli akan menurunkan keefektifan antimikroba dengan cara menginaktifkan bahan-bahan
tersebut atau dapat Melindungi bakteri dari antimikroba. Adanya campuran organik dalam campuran
zat antimikroba dapat dilawan: • antimikroba akan bergabung dengan campuran organik menjadi
produk yang tidak mengandung mikrobisidal, • antimikroba yang yang bergabung dengan serat organik
akan membentuk suatu endapan jadi antimikroba ini tidak dapat digunakan baktem, dan diambil organik
dipermukaan sel mikioba, akan menjadi tempat pelindung yang menempatkan kontak antara
antimikroba dan sel Keasaman atau kebasaan (pH) Mikroba yang ada dilingkungan pll asam dapat
dabunuh di daerah yang lebih rendah dan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan
mikroba yang sama dilingkungan pfl basa tahu tentang hagamana bantuan kerja antimikroba dalam
menggantikan beberapa bakteri sangat bermanfaat. Pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk
memperkirakan keadaan terbaik penggunaan suatu antimikroba terhadap inikroba tertentu di mana
imikroba ini dapat bekerja di paling efektif pengetahuan ini juga dapat digunakan dalam perencanaan
pembuatan zat antimikroba baru yang lebih efektif lagi. Daya kerja antimikroba pada saat membasmi
mikroorganisme. Terjadi pada proses daya hambat ini karena pelekatan bahan antimikroba pada
permukaan sel mikroba atau komposisi tersebut berdifusi ke dalam sel (Pelczar & Chan, 2005, Lay, 1992;
dan Parhusip, 2006).