Anda di halaman 1dari 3

A.

Penentuan Objek Pajak Orang Pribadi dan Karyawan


1. PPh Pasal 21
Dasar Hukum : UU Nomor 36 tahun 2008 PP No. 68 Tahun 2009 PER-32/PJ/2015
a. Penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai tetap
b. Penghasilan yang diterima atau diperoleh penerima pensiun secara teratur
berupa uang pensiun atau penghasilan sejenisnya.
c. Penghasilan Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas kecuali tenaga ahli,
berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan, atau upah
yang dibayarkan secara bulanan maupun tidak dibayar secara bulanan.
d. Imbalan kepada bukan pegawai, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan
imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan
sehubungan dengan pemberian jasa
e. Imbalan kepada peserta kegiatan, antara lain berupa uang saku, uang
representasi,uang rapat, uang honorarium, hadiah atau penghargaan dengan
nama dan dalam bentuk apapun, dan imbalan sejenis dengan nama apapun.
f. Honorarium atau imbalan yang bersifat tidak teratur yang diterima atau
diperoleh anggota dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai
tetap pada perusahaan yang sama.
g. Jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus atau imbalan lain yang bersifat tidak
teratur yang diterima atau diperoleh mantan pegawai
h. Penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus
sebagai pegawai, dari dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh
menteri keuangan,
i. Honorarium atau imbalan lain dengan nama apapun yang menjadi beban APBN
atau APBD yang diterima oleh pejabat negara, PNS, anggota TNI/POLRi.
j. Uang pesangon yang diterima pegawai atau mantan pegawai
k. Uang tebusan pensiun, uang THT atau JHT yang diterima pegawai atau mantan
pegawai.
2. PPh Pasal 23
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008, Peraturan Menteri Keuangan
244/PMK.03/2008
a. Dividen
b. Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan
pengembalian utang
c. Royalti
d. Hadiah, Penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh,
yaitu penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri orang
pribadi yang berasal dari penyelenggara kegiatan sehubungan dengan
pelaksanaan suatu kegiatan.
(Tarif 15% untuk a, b, c, d)
e. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa
dari penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai
PPh sebagaimana dimaksudkan pasal 4 ayat (2) UU PPh.
f. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa
konsultan, jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh sebagaimana dimaksud
dalam pasal 21 UU PPh.
(Tarif 2% untuk e dan f)

3. PPh Pasal 4 ayat (2)


Dasar Hukum : PP No. 131 Tahun 2000, PP No. 14 Tahun 1997, PP No. 16 Tahun
2009, PP no. 132 Tahun 2000 KEP-395/PJ./2001, PP No. 71 Tahun 2008

a. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan
surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada
anggota koperasi orang pribadi
b. Penghasilan berupa hadiah undian
c. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang
diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan
penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh
perusahaan modal ventura
d. Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan,
usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau
bangunan
e. Penghasilan tertentu lainnya yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan
Pemerintah

4. PPh Pasal 26
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008, 624/KMK.04/1994SE=25/PJ.4/1995
a. Deviden
b. Bunga termasuk Premium,Diskonto dan Imbalan sehubungan dengan jaminan
pengembalian hutang
c. Royalty, Sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta
d. Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan
e. Hadiah dan Penghargaan
f. Pensiunan dan pembayaran berkala lainnya
g. Premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya
h. Keuntungan karena Pembebasan hutang