Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

AKUNTANSI DAN ANALISIS KEUANGAN,


PENDANAAN SERTA PERLUASAN BISNIS

TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR BISNIS

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manajemen keuangan melibatkan analisis data keuangan, sekaligus
menentukan bagaimana cara memperoleh dan menggunakan dana.
Jenis analisis ini digunakan untuk mendeteksi berbagai kekurangan
perusahaan sehingga nantinya dapat diperbaiki. Pendanaan adalah
cara bagaimana perusahaan memperoleh dana dan mengivestasikan
dana tersebut keproyek proyek bisnis. Makalah ini dibuat agar
perusahaan mengetahui fungsi fungsi akuntansi dan analisis
keuangan, perusahaan dapat mengambil keputusan dalam hal
pendanaan, dan perusahaan dapat mengambil keputusan investasi
dengan cara yang akan memaksimalkan nilai perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah
sebagai berikut :
 Bagaimana analisis keuangan sebuah perusahaan dapat
dilaksanakan untuk menentukan bagaimana kinerjanya, mengapa?
 Apa saja metode metode pendanaan umum yang digunakan oleh
perusahaan dan apa saja lembaga keuangan yang menyediakan
pedanaan ?
 Apa saja pekerjaan yang harus dilakukan ketika sebuah
perusahaan menentukan penempatan investasi diproyek bisnis
tertentu ?

1.3 Tujuan penelitian


 Mampu menjelaskan semua permasalahan dari rumusan masalah
BAB II

PEMBAHASAN

AKUNTANSI DAN ANALISIS KEUANGAN

A. BAGAIMANA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN AKUNTANSI


Perusahaan menggunakan akuntansi untuk melaporkan kondisi
keuangan mereka, mendukung keputusan, dan mengendalikan
operasi bisnis. Proses akuntansi itu sendiri dilakukan oleh para
akuntan, baik akuntan privat maupun akuntan publik. Akuntan
privat memberikan jasa akuntansi bagi perusahaan dimana mereka
bekerja. Meskipun biasanya mereka memiliki gelar akuntansi,
mereka tidak harus memiliki sertifikasi. Akuntan publik memberikan
jasa akuntansi untuk berbagai perusahaan dengan mengenakan
biaya. Para akuntan yang memenuhi persyaratan persyaratan
pendidikan tertentu dan lulus ujian nasional disebut sebagai
Besertifikat Akuntan Publik (BAP).

Pelaporan

Pembukuan adalah pencatatan transaksi transaksi sebuah


perusahaan. Perusahaan diharuskan untuk secara berkala
melaporkan pendapatan, beban dan labanya kepada IRS sehingga
pajak perusahaan dapat ditentukan. Jenis akuntansi yang dilakukan
untuk tujuan pelaporan disebut akuntansi keuangan.
 Pelaporan kepada Investor
Perusahaan perusahaan yang dimiliki publik diharuskan untuk
secara berkala melaporkan kondisi keuangannya kepada investor.
Investor akan menilai laba perusahaan terakhir dan informasi
keuangan lainnya untuk meramalkan bagaimana kinerja
perusahaan dimasa depan.
 Pelaporan Secara Online
Banyak perusahaan menggunakan internet untuk menyajikan
informasi keuangannya. Perusahaan memberikan informasi
keuangan yang terinci kepada para investor dan pihak pihak lain
yang berminat via situs Webnya. Dengan menyediakan informasi
melalui internet, perusahaan memberikan investor dan pihak pihak
lain, umpan balik mengenai kinerja keuangannya terakhir dan
terbaru hingga kemenit terakhir.
 Pelaporan kepada Kreditor
Perusahaan juga melaporkan kondisi keuangan mereka kepada
para kreditor maupun calon kreditor. Kreditor menilai laporan
keuangan perusahaan untuk mengantisipasi kemungkinan
perusahaan mengalami gagal bayar atas pinjaman pinjamannya.

Dukungan Pengambilan Keputusan


Akuntansi manajerial adalah akuntansi yang disajikan untuk
menyediakan informasi guna membantu para manajer perusahaan
melakukan pengambilan keputusan.

Pengendalian
Tugas akuntansi lain yang digunakan untuk pengendalian adalah
audit. Audit adalah penilaian atas catatan catatan yang digunakan
untuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan. Auditor internal
mengkhususkan diri dalam pengevaluasian berbagai divisi dalam
perusahaan untuk memastikan bahwa mereka telah beroperasi
secara efisien.

B. PELAPORAN KEUANGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB


Perusahaan memiliki sedikit fleksibilitas ketika membutuhkan
kondisi keuangannya. Beberapa perusahaan cenderung
menggunakan apa pun metode akuntansi yang ada yang bisa
menggembunggkan laba mereka karena mereka tahu bahwa para
pemegang sahamnya lebih terpuaskan jika laba yang dihasilkan
tinggi. Sebuah perusahaan sebaiknya menggunakan metode
akuntansi yang akan memberikan indikasi terakurat mengenai
kondisi keuangannya. Dengan melakukan hal ini seperti ini,
perusahaan mendapatkan keuntungan dalam dua hal. Pertama,
perusahaan dapat memperoleh kredibilitas dari para calon
pemegang saham maupun pemegang saham yang sudah ada
dengan memberikan laporan yang jelas dan konsisten serta mudah
dipahami. Kedua, dengan menggunakan metode akuntansi yang
mudah dipahami dan logis menjadikan para manajer perusahaan
mudah mendeteksi dan memperbaiki berbagai kekurangan.

Peranan Auditor dalam Memastikan Pelaporan yang Benar


Peranan auditor adalah untuk mensertifikasikan bahwa laporan
keuangan akurat dan sesuai dengan panduan pelaporan yang
berlaku umum. Cap persetujuan seorang auditor sama sekali tidak
berkaitan dengan kinerja sebuah perusahaan, auditor hanya
mensertifikasi bahwa informasi yang dimuat dalam laporan
keuangan adalah akurat. Meskipun begitu, beberapa auditor
ternyata telah mensertifikasi laporan laporan keuangan yang
menyesatkan. Mengingat adanya konflik kepentingan yang dapat
terjadi, auditor tidak selalu dapat dipercaya untuk memastikan
bahwa perusahaan telah dengan benar melaporkan informasi
informasi keuangan kepada para pemegang sahamnya.

Peranan Dewan Direksi dalam Memastikan Pelaporan yang Benar


Karena dewan direksi sebuah perusahaan mewakili para
pemegang saham, maka dewan tersebut bisa mencegah
perusahaan memberikan laporan keuagan yang menyesatkan.
Peranan Sarbanes Oxley Act (UU Sarbanes Oxley)
Perubahan peraturan terpenting yang ditunjukan untuk memastikan
pengungkapan keuangan yang akurat merupakan hasil dari
Undang Undang Sarbanes Oxley pada tahun 2002.

C. MENGINTERPRESTASIKAN LAPORAN KEUANGAN


Laporan keuangan terpenting adalah laporan laba rugi dan neraca.
Laporan laba rugi menunjukan pendapatan, biaya, dan laba
perusahaan selama periode tertentu dan neraca yang melaporkan
nilai buku dari seluruh aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik dari
sebuah perusahaan pada tanggal tertentu.

Laporan Laba Rugi


 Penjualan bersih menunjukan total penjualan setelah penyesuaian
semua potongan harga yang diberikan.
 Harga pokok penjualan (HPP) adalah biaya bahan baku yang
digunakan untuk memproduksi barang jadi yang telah dijual.
 Laba kotor sama dengan penjualan bersih dikurangi harga pokok
penjualan
 Beban operasi terdiri atas beban penjualan serta beban umum dan
administrasi.
 Laba sebelum bunga dan pajak sama dengan laba kotor dikurangi
beban beban operasi
 Laba sebelum pajak sama dengan laba sebelum bunga dan pajak
dikurangi beban bunga
 Laba bersih sama dengan laba sebelum pajak dikurangi beban
bunga.

Neraca
Semua yang dimiliki oleh sebuah perusahan disebut aktiva. Semua
yang terutang oleh sebuah perusahaan disebut kewajiban.
Perusahaan pada umumnya mendanai sebagian aktivana dengan
dana pemilik atau disebut dengan ekuitas pemilik. Hubungan ini
diuraikan melalui persamaan akuntansi dasar :
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik
Aktiva yang disajikan dalam neraca dibagi menjadi aktiva lancar
dan aktiva tetap. Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diubah
menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun. Aktiva tetap
adalah aktiva yang digunakan oleh perusahaan dalam waktu lebih
dari satu tahun. Penyusutan atau depresiasi adalah pengurangan
nilai aktiva tetap untuk mencerminkan penurunan nilai aktiva
tersebut dari waktu ke waktu.
Kewajiban lancar meliputi utang usaha dan wesel bayar. Utang
usaha adalah utang yang terutang oleh perusahaan akibat
pembelian bahan baku. Wesel bayar adalah pinjaman jangka
pendek sebuah perusahaan yang diberikan oleh kreditor misalnya
bank. Ekuitas pemilik meliputi nominal dari seluruh saham yang
bisa diterbitkan, tambahan modal disetor, dan saldo laba.

D. ANALISIS RASIO
Analisis rasio adalah evaluasi atas hubungan yang terjadi antara
berbagai variabel dalam laporan keuangan. Rasio rasio keuangan
biasanya diklasifikasikan menurut karakteristik karakteristik yang
menjadi ukuran. Karakteristik karakteristik tersebut antara lain :
1. Ukuran Likuiditas
Likuiditas mengacu pada kemampuan sebuah perusahaan untuk
memenuhi kewajiban kewajiban jangka pendeknya. Dua ukuran
likuiditas yang umum digunakan akan dibahas berikut ini :
AKTIVA LANCAR
 Rasio lancar =
KEWAJIBAN LANCAR
 Rasio Cepat =

KAS+ SEKURITAS YANG DAPAT DIPERJUAL BELIKAN + PIUTANG USAHA


KEWAJIBAN LANCAR

2. Ukuran Efisiensi
Rasio rasio efisiensi mengukur seberapa efisien perusahaan telah
mengelola aktiva aktivanya. Dua rasio efisiensi yang populer akan
dibahas berikut ini :
HARGA POKOK PENJUALAN
 Perputaran persediaan =
PERSEDIAAN
PENJUALAN BERSIH
 Perputaran aktiva =
TOTAL AKTIVA

3. Ukuran Pengungkit Keuangan


Pengungkit keuangan mencerminkan tingkat sejauh mana
perusahaan menggunakan dana pinjaman untuk mendanai aktiva
aktivanya.
UTANG JANGKA PENDEK
 Rasio utang terhadap ekuitas =
EKUITAS PEMILIK
 Kelipatan pembayaran bunga =

LABA SEBELUM BUNGA DAN PAJAK


BEBAN BUNGA TAHUNAN

4. Ukuran Profitabilitas
Ukuran profitabilitas menunjukan kinerja operasi sebuah
perusahaan selama satu periode tertentu.
LABA BERSIH
 Margin Laba Bersih =
PENJUALAN BERSIH
LABA BERSIH
 Pengembalian Atas Aktiva (ROA) =
TOTAL AKTIVA
LABA BERSIH
 Pengembalian Atas Ekuitas (ROE) =
EKUITAS PEMILIK
Keterbatasan Analisis Rasio
Keterbatasan keterbatasan utama analisis rasio adalah sebagai
berikut :
 Membandingkan beberapa perusahaan dengan rata rata industri
dapat sulit untuk dilakukan karena perusahan perusahaan tersebut
beroperasi lebih dari satu industri.
 Praktik praktik akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan dapat
berbeda beda.
 Perusahaan yang memiliki perubahan penjualan secara musiman
dapat menunjukan penyimpangan yang besar dari norma dalam
beberapa masa tertentu namun tidak pada masa masa yang lain.

Sumber Sumber Informasi untuk Analisis Rasio


Untuk membantu melakukan analisis rasio, data industri dapat
diperoleh dari berbagai sumber. Berikut adalah dua sumber yang
paling umum digunakan :
 Robert Morris Associates
 Dun and Bradstreet

PENDANAAN

A. METODE METODE PENDANAAN MELALUI UTANG


Bisnis pada umumnya mengandalkan pendanaan melalui utang
sebagai salah satu cara untuk mendanai operasi operasinya.
Namun, terdapat kekurangan dari pendanaan melalui utang yaitu
beban bunga yang harus dibayar atas pinjaman. Perusahaan
meminjam dana untuk diinvestasikan pada aktiva seperti
bangunan, mesin dan peralatan. Perusahaan juga harus memiliki
modal atau dana jangka panjang.
Pinjaman dari Lembaga Lembaga Keuangan
Perusahaan umumnya mendapatakan pendanaan dari lembaga
lembaga keuangan seperti bank bank komersial, lembaga simpan
pinjam, dan perusahaan perusahaan keuangan. Pihak pemberi
pinjaman akan menilai kelayakan kredit perusahaan dilihat dari
beberapa faktor. Faktor faktor tersebut meliputi :
 Rencana penggunaan dana
 Kondisi keuangan perusahaan
 Tinjauan atas industri atau lingkungan yang melingkupi bisnis
perusahaan
 Jaminan yang bisa digunakan untuk mendukung pinjaman.
Jika perusahaan dinilai layak untuk mendapatkan kredit, maka
pihak pemberi pinjaman mencoba untuk menyusun ketentuan
ketentuan pinjaman yang dapat diterima oleh perusahaan.
Ketentuan ketentuan pinjaman menentukan besarnya pinjaman,
tanggal jatuh tempo, jaminan dan suku bunga pinjaman.

Serah Terima Jaminan


Perusahaan membutuhkan pinjaman mungkin akan diminta untuk
menyerahkan sebagian aktivanya sebagai jaminan atas pinjaman.
Pihak pemberi pinjaman merasa lebih aman untuk memberi
pinjaman ketika ditunjang dengan jaminan. Bentuk umum dari
jaminan adalah aktiva yang diperoleh dari penggunaan dana hasil
pinjaman tersebut. Sebuah perusahaan juga dapat menjaminkan
piutangnya.

Suku Bunga Pinjaman


Suku bunga utama suku bunga yang pada umumnya dibebankan
atas pinjaman yang dipinjam oleh perusahaan yang paling layak
mendapatkan kredit.
Pinjaman dengan Suku Bunga Tetap VS Suku Bunga
Mengembang
Pinjaman bergantung pada pada pergerakan suku bunga dimasa
depan, dimana merupakan suatu hal yang tidak pasti. Perusahaan
yang memperkirakan suku bunga akan mengalami kenaikan secara
konsisten lebih memilih pinjaman dengan suku bunga tetap
sehingga perusahaan dapat terhindar dari penyesuaian keatas
pada pinjaman dengan suku bunga mengembang. Perusahaan
yang memperkirakan suku bunga akan mengalami penurunan atau
tetap stabil selama jangka waktu tertentu lebih memilih pinjaman
dengan suku bunga mengembang.

Jenis Jenis Pinjaman


Pada umumya terdapat beberapa jenis pinjaman yaitu:
 Jenis pinjaman khusus yang diperoleh perusahaan bergantung
pada alasan alasan dibutuhkannya pendanaan atau jangka waktu
dan tersebut dibutuhkan.
 Jenis pinjaman yang umum ditunjukan untuk menunjang operasi
bisnis yang sedang berjalan.
 Jenis pinjaman lainnya adalah pinjaman bersyarat, yang digunakan
untuk mendanai pembelian aktiva tetap seperti mesin.

Menerbitkan Obligasi
Obligasi adalah sekuritas utang jangka panjang yang dibeli oleh
para investor. Beberapa perusahaan besar lebih memilih
menerbitkan obligasi dibanding mencari pinjaman dari lembaga
lembaga keuangan karena suku bunganya bisa jadi lebih rendah.
Pemegang obligasi adalah kreditor dan bukan pemilik dari
perusahaan yang menerbitkan obligasi. Nilai nominal atau nilai pari
obligasi adalah jumlah yang diterima oleh pemegang obligasi pada
saat jatuh tempo. Ketika perusahaan berencana untuk menerbitkan
obligasi, maka perusahaan tersebut harus membuat perjanjian
perwaliamanatan atau dokumen hukum yang menjelaskan
obligasinya kepara pemegang obligasi. Perjanjian perwaliamanatan
menyebutkan jaminan apa yang menjamin obligasi. Obligasi
dengan jaminan berarti dijamain dengan suatu jaminan, sedangkan
obligasi tanpa jaminan tidak dijamin dengan suatu jaminan.
Perjanjian perwaliamanatan juga menyebutkan apakah obligasi
tersebut memiliki hak tebus atau fitur pembelian kembali atau
memberikan hak kepada perusahaan emiten untuk membeli
kembali obligasinya sebelum tanggal jatuh tempo.

Risiko Gagal Bayar Obligasi


Perusahaan perusahaan yang memiliki risiko gagal bayar lebih
tinggi harus memberikan suku bunga yang lebih tinggi kepada para
pemegang obligasi sebagai kompensasi atas risiko yang terkait.
Pemegang obligasi dapat mencoba untuk membatasi risiko gagal
baar dengan menerapkan perjanjian protektif. Perjanjian protektif
adalah pembatasan ang dikenakan atas kebijakan kebijakan
keuangan tertentu perusahan yang telah menerbitkan obligasi.

Menerbitkan Surat Berharga


Surat berharga adalah sekuritas utang jangka pendek yang
biasanya diterbitkan oleh perusahaan dengan kondisi keuangan
yang baik. Waktu jatuh tempo normalnya antara tiga sampai enam
bulan. Suku bunga surat berharga dipengaruhi oleh suku bunga
secara umum pada saat penerbitan.

Kreditor Kreditor yang Umumnya Menyediakan Pendanaan Melalui


Utang
 Bank bank komersial adalah lembaga lembaga keuangan yang
menerima simpanan dari perorangan dan fungsi utamanya
menggunakan dana tersebut untuk memberikan pinjaman bisnis.
 Lembaga simpan pinjam adalah lembaga lembaga keuangan yang
mendapatkan simpanan dari perorangan dan kemudian
menggunakan dana yang disimpan terutama untuk memberikan
pinjaman hipotek.
 Perusahaan perusahaan pendanaan adalah lembaga lembaga
keuangan yang pada umumnya memperoleh dana melalui
penerbitan sekuritas utang, dan menjaminkan sebagian besar dana
yang mereka miliki kepada perusahaan perusahaan.
 Dana pensiun adalah menerima kontribusi karyawan dan
perusahaan hingga pensiun dan menginvestasikan uang yang
diterima untuk karyawan sampai pada akhirnya dana tersebut
dibutuhkan.
 Perusahaan perusahaan asuransi adalah menerima premi asuransi
dari penjualan asuransi kepada para nasabah dan
menginvestasikan uang yang diterima sampai dana tersebut
dibutuhkan untuk membayar klaim klaim asuransi.
 Reksa dana adalah perusahaan investasi yang menerima dana dari
investor investor perorangan dan kemudian menggabungkan dan
menginvestasikan dan dan tersebut pada sekuritas.
 Reksa dana obligasi adalah perusahaan perusahaan investasi yang
menginvestasikan dana yang mereka terima dari para investor
pada obligasi.

B. METODE METODE PENDANAAN MELALUI EKUITAS


Pendanaan melalui ekuitas adalah tindakan menerima investasi
dari pemilik (melalui penerbitan saham atau penahanan laba)

Saldo Laba
Kebijakan dividen adalah keputusan sehubungan dengan berapa
banyak laba triwulanan perusahaan sebaikna ditahan atau
dibagikan sebagai dividen kepada para pemilik. Faktor faktor yang
memengaruhi kebijakan dividen sebuah perusahaan adalah :
 Harapan pemegang saham. Para pemegang saham sebuah
perusahaan bisa berharap akan menerima dividen jika mereka
sejak dulu memang menerima dividen.
 Kebutuhan pendanaan perusahaan. Sebuah perusahaan yang
tidak memiliki kebutuhan pendanaan tambahan dapat membagikan
sebagian besar labanya sebagai dividen.

Menerbitkan Saham
Saham biasa adalah sekuritas yang menunjukan kepemilikan
parsial atas sebuah perusahaan. Saham prefen adalah sekuritas
yang menunjukan kepemilikan parsial atas sebuah perusahaan
tertentu dan menawarkan prioritas prioritas khusus diatas saham
biasa.

Menerbitkan Saham Untuk Perusahaan Perusahaan Modal Ventura


Perusahaan modal ventura adalah sebuah perusahaan yang terdiri
atas individu individu yang menempatkan investasi pada bisnis
bisnis kecil.

Masuk Bursa
Jika sebuah perusahaan yang dmiliki secara prbadi ingin
mendapatkan tambahan dana, perusahaan tersebut dapat
mempertimbangkan untuk melakukan penawaran saham perdana.
Penawaran saham perdana adalah penerbitan saham kepada
publik untuk pertama kalinya. Reksa dana saham adalah
perusahaan investasi yang menginvestasikan dana yang
diterimanya dari investor investor perorangan kedalam saham.

Mendaftarkan Saham
Setelah perusahaan menerbitakan sahamnya ke publik,
perusahaan akan mendaftaran sahamnya pada bursa saham. Hal
ini memungkinkan investor menjual saham yang mereka beli dari
perusahaan kepada investor investor lain dari waktu kw waktu.
Bursa saham akan bertindak sebagi pasar sekunder atau pasar
dimana sekuritas yang dapat diperdagangkan dikalangan para
investor. Setiap bursan memiliki sekumpulan persyaratan
pendaftaran yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar sahamnya
dapat didaftarkan dibursa tersebut.

C. BAGAIMANA PERUSAHAAN MENERBITKAN SEKURITAS


Penawaran publik sekuritas (seperti obligasi atau saham)
menunjukan penjualan sekuritas kepada publik. Penawaran publik
meliputi IPO dan penawaran sekuritas tambahan oleh perusahaan
yang sebelumnya telah go public. Sebuah perusahaan yang
merencanakan penawaran sekuritas kepada publik dapat
menerima bantuan dari bank bank investasi, yang mempersiapkan,
menjamin dan mendistribusikan sekuritas.

Persiapan
Penerbitan obligasi yang mengharuskan ditentukannya tanggal
jatuh tempo, tarif kupon dan jaminan.

Penjaminan
Terjamin adalah bank investasi menjamin harga yang diterima oleh
perusahaan emiten, berapa pun harga sekuritas yang akhirnya
terjual. Bank investasi dapat berusaha untuk menjual sekuritas
tersebut dengan basis usaha terbaik, dengan cara ini bank tidak
menjamin harga yang diterima oleh perusahaan emiten. Untuk
penerbitan sekuritas yang banyak, bank investasi dapat membuat
suatu sindikat penjamin atau kelompok bank bank investasi yang
berbagi kewajiban pinjaman sekuritas.
Distribusi
Perusahaan emiten harus mendaftarkan penerbitan tersebut
kepada Securities and Exchange Commission (SEC). Perusahaan
akan memberikan prospektus kepada SEC. Prospektus adalah
dokumen yang mengungkapkan informasi keuangan yang relevan
mengenai sekuritas dan perusahaan yang akan menerbitkannya.
Beberapa perusahaan mungkin lebih memilih untuk menggunakan
suatu penempatan langsung, dimana sekuritas hanya dijual kepada
satu atau sedikit investor. Perusahaan yang menerbitkan sekuritas
menimbulkan biaya emisi.

D. METODE METODE PENGHIMPUN DANA LAINNYA


Pendanaan Dari Pemasok
Ketika sebuah perusahaan memperoleh persediaan, maka
perusahaan tersebut diberi jangka waktu tertentu untuk membayar
tagihan tagihannya. Pemasok tersebut pada intinya mendanai
investasi perusahaan selama jangka waktu tadi.

Sewa Guna Usaha


Beberapa perusahaan memilih untuk mendanai pengunaan aktiva
dengan melakukan sewa guna usaha atau menyewa aktiva selama
jangka waktu tertentu.

E. MENENTUKAN STRUKTUR MODAL


Struktur modal adalah jumlah pendanaan melalui utang versus
pendanaan melalui ekuitas. Perusahaan sebaiknya
mempertimbangkan beberapa karakteristik ketika menentukan
struktur modal yang tepat. Penggunaan utang sebagai sumber
dana adalah hal yang lebih disukai karena pembayaran bunga yang
dilakukan oleh perusahaan atas utang utangnnya merupakan suatu
pengurang pajak. Ketika perusahaan menggunakan ekuitas
sebagai sumber pendanaan, perusahaan tidak memperoleh
keuntungan seperti ini.

Mengubah Struktur Modal


Banyak perusahaan mengubah struktur modal mereka sebagai
respons atau perubahan yang terjadi dalam kondisi perekonomian
seperi misalnya, pertumbuhan ekonomi dan suku bunga. Jika
pertumbuhan ekonomi lambat dan laba perusahaan menurun,
perusahaan hendaknya mengurangi utangnya karena menutup
pembayaran bunga jauh lebih sulit untuk dilakukan. Ketika suku
bunga menurun, perusahaan dapat menambah utangnya karena
pembayaran bunga yang relatif rendah.

F. PENYELESAIAN MASALAH MASALAH UTANG


 Perpanjangan Waktu adalah pemberian tambahan waktu bagi
seluruh perusahaan untuk memperoleh kas yang dibuthkan guna
melunasi utangnya kepada para kreditor.
 Komposisi adalah kesepakatan yang menyatakan bahwa
perusahaan akan membayar sebagian utangnya kepada kreditor.
 Likuidasi Langsung adalah kreditor secara informal meminta
perusahaan yang gagal melakukan pembayaran melikuidasi
(menjual) aktivanya dan membagikan dana yang diterima dari
likuidasi kepada mereka.
 Penyelesaiaan formal. Jika kreditor tidak menyetujui semua
penyelesaian informal, maka solusi dari masalah keuangan
perusahaan dapat diselesaikan secara formal dalam sistem
peradilan. Penyelesaian formal dapat berupa reorganisasi atau
likuidasi atas kepailitan.
PERLUASAN BISNIS

A. KEPUTUSAN INVESTASI
Perusahaan secara terus menerus akan mengevaluasi proyek
proyek potensial yang dapat menjadi tujuan investasi, seperti
misalnya konstruksi sebuah bangunan baru atau pembelian sebuah
mesin. Untuk memutuskan apakah suatu usulan proyek sebaiknya
diimplementasikan atau tidak, perusahaan melakukan
penganggaran modal. Penganggaran modal adalah perbandingan
antara biaya dan manfaat dari suatu usulan proyek guna
menentukan kelayakannya.

Bagaimana Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Investasi


Jika suku bunga mengalami penurunan, maka biaya pendanaan
akan turun dan tingkat pengembalian yang diminta oleh
perusahaan juga ikut menurun. Jadi, suatu proyek yang
sebelumnya ndinilai tidak layak oleh perusahaan bisa jadi layak
setelah tingkat pengembalian yang diminta perusahaan diturunkan.

Anggaran Modal
Anggaran modal adalah target jumlah dana yang akan digunakan
untuk membeli aktiva seperti bangunan, mesin, dan peralatan yang
dibutuhkan untuk proyek proyek jangka panjang.

Klasifikasi Pengeluaran Modal


 Perluasan Bisnis yang Ada. Jika permintaan produk perusahaan
mengalami kenaikan, perusahaan akan berinvestasi pada
tambahan aktiva agar dapat memproduksi volume produk yang
cukup banyak untuk memenuhi kenaikan permintaan.
 Pengembangan Bisnis Bisnis Baru. Ketika perusahaan memperluas
lini produk yang diproduksi dan dijualnya, maka perusahaan akan
membutuhkan fasilitas baru untuk produksi. Perusahaan juga perlu
memperkerjakan karyawan karyawan untuk memproduksi dan
menjual produk baru tersebut.
 Investasi pada Aktiva dapat Mengurangi Beban. Perusahaan akan
mengganti mesin dan peralatan yang lama untuk mengapitalisasi
teknologi baru, yang bisa menimbulkan beban lebih kecil sepanjang
waktu. Keuntungan dari mesin mesin ini adalah penghematan biaya
yang dapat diperoleh dan mempekerjakan karyawan yang lebih
sedikit.

B. TAHAP TAHAP PELAKSANAAN PENGANGGARAN MODAL


Proses penganggaran modal memerlukan tahap tahap
pelaksanaan sebagai berikut :
 Mengusulkan Proyek Baru
Mengusulkan proyek baru yang membutuhkan pengeluaran untuk
mendukung perluasan bisnis yang ada, pengembangan bisnis
bisnis baru, atau mengganti aktiva aktiva lama
 Mengestimasikan Arus Kas Proyek
Arus kas dari setiap periode dapat diestimasi dari arus kas masuk
yang dihasilkan dikurangi arus kas keluar yang diakibatkan oleh
proyek.
 Menentukan Apakah Proyek Layak untuk Digunakan
Suatu proyek layak untuk dilakukan jika nilai sekarang dari arus kas
masa depannya melebihi pengeluaran awal yang dibutuhkan untuk
mengakuisi proyek.
 Mengimplementasikan Proyek yang Layak untuk Dilakukan
Proyek proyek yang layak sebaiknya diimplementasikan dengan
prioritas yang diberikan kepada proyek proyek yang mampu
memenuhi kebutuhan selera.
 Memonitor Proyek Proyek yang Telah Diimplementasikan
Proyek proyek yang telah diimplementasikan perlu dimonitor untuk
menentukan apakah arus kasnya telah diestimasi dengan baik.
Pemonitoran juga dapat mendeteksi ketidakefisienan dalam proyek
dan dapat membantu menentukan kapan suatu proyek sebaiknya
ditinggalkan.

C. PENGGABUNGAN USAHA DAN BENTUK BENTUK


RESTRUKTURISAI LAINNYA
Penggabungan usaha adalah dimana dua perusahaan melebur
menjadi satu perusahaan tunggal yang dimiliki oleh pemilik yang
sama.

Jenis Jenis Penggabungan Usaha


Penggabungan usaha dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
 Penggabungan usaha horizontal adalah gabungan perusahaan
perusahaan yang bergerak dalam bisnis yang sama.
 Penggabungan usaha vertikal adalah gabungan sebuah
perusahaan dengan pemasok atau pelanggan potensial.
 Penggabungan usaha konglomerat adalah gabungan dua
perusahaan dalam bisnis yang tidak saling berkaitan.

Berbagai Motif Perusahaan Melakukan Penggabungan Usaha


 Pertumbuhan segera
Sebuah perusahaan dapat mencapai pertumbuhan segera dengan
mengakuisisi perusahaan lain, dimana pertumbuhan tanpa
penggabungan usaha akan berjalan lebih lambat.
 Skala ekonomis
Penggabungan usaha dapat menghasilkan volume penjualan yang
lebih tinggi bagi sebuah perusahaan, yang memungkinkan
perusahaan tersebut menyebat biaya tetapnya kelebih banyak unit,
sehingga mengakibatkan berkurangnya biaya.
 Pengalaman manajerial
Penggabungan usaha memungkinkan perusahaan
menggabungkan sumber daya dan memanfaatkan sumber daya
yang memiliki keahlian manajerial tinggi.
 Keuntungan pajak
Penggabungan usaha memungkinkan perusahaan pengakuisisi
mengurangi laba kena pajak ketika perusahaan tersebut
mengakuisisi perusahaan yang baru baru ini mengalami kerugian.

Analisis Penggabungan Usaha


Ketika sebuah perusahaan berencana untuk melakukan suatu
penggabungan usaha atau akuisisi, maka perusahaan tersebut
harus melakukan langkah langkah sebagai berikut :
 Mengidentifikasi prospek prospek penggabungan usaha potensial.
 Mengevaluasi prospek prospek penggabungan usaha potensial.
 Mengambil keputusan penggambungan usaha

Prosedur Prosedur Penggabungan Usaha


Beberapa perusahaan yang terus menerus mengakuisisi atau
menjual bisnisnya dapat membentuk departemen perbankan
investasinya sendiri guna menangani banyak pekerjaan yang perlu
dilakukan. Sebagian besar pekerjaan dapat diklasifikasikan
kedalam salah satu tahapan pekerjaan berikut ini :
 Mendanai penggabungan usaha
 Mengajukan penawaran
 Mengintegrasikan bisnis
 Mengevaluasi pasca penggabungan bisnis

Perlindungan dari Usaha Pengambilalihan


Dana penyelamat adalah perusahaan yang lebih sesuai dan
bersedia untuk mengakuisisi sebuah perusahaan sehingga
menyelamatkannya dari pengambilalihan secara paksa oleh
perusahaan lain.

Pembelian dengan Pinjaman (LBO)


Pembelian dengan pinjaman adalah pembelian perusahaan oleh
sekelompok investor dengan dana hasil pinjaman.

Divestasi
Divestasi adalah penjualan bisnis yang ada oleh sebuah
perusahaan. Perusahaan kemungkinan memiliki beberapa motif
dibalik divestasi antara lain :
 Sebuah perusahaan dapat mengdivestasikan bisnis yang bukan
merupakan bagian dari operasi intinya, sehingga perusahaan
tersebut dapat lebih memusatkan perhatian pada hal hal terbaik
yang bisa dilakukannya.
 Untuk mendapatkan dana.
 Nilai hasil pecahan sebuah perusahaan terkadang diyakini lebih
besar dari nilai perusahaan secara keseluruhan.

D. KEPUTUSAN INVESTASI JANGKA PENDEK


Manajemen modal kerja melibatkan manajemen atas aktiva dan
kewajiban jangka pendek perusahaan. Manajemen modal kerja
dapat dibagi menjadi :
 Manajemen Likuiditas
Perusahaan yang likuid memiliki akses dana yang memadai untuk
membayar tagihan tagihannya saat jatuh tempo. Manajemen
likuiditas melibatkan manajemen aktiva dan kewajiban jangka
pendek untuk memastikan kecukupan likuiditas. Untuk tetap likuid,
perusahaan harus memiliki kas dan sekuritas jangka pendek.
Kebanyakan perusahaan memiliki batas kredit atau kesepakatan
dengan bank yang memberikan akses dana pinjamaan sesuai
permintaan kepada perusahaan selama jangka waktu tertentu.
 Manajemen Piutang
Manajemen piutang menetapkan batas kredit yang tersedia untuk
para pelanggan dan lamanya periode pembayaran tersebut jatuh
tempo. Tujuannya adalah agar lebih fleksibel sehingga disamping
meningkatkan penjualan karena adanya pemberian kredit namun
juga cukup ketat untuk menghindari pelanggan terlambat melunasi
tagihan mereka atau tidak membayar sama sekali.
 Manajemen Persediaan
Manajemen persediaan menentukan jumalh persediaan yang
dimiliki. Para manajer berusaha untuk memiliki cukup banyak
persediaan agar terhindar dari kehabisan barang, tanpa harus
mengikat dana dalam persediaan yang berlebihan.
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN :

 Para manajer sebuah perusahaan menggunakan akuntansi dan


analisis keuangan untuk melakukan pengambilan keputusan.
Fungsi fungsi ini memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
mengidentifikasi kekurangan kekurangan yang harus diperbaiki dan
menilai manfaat manfaat potensial dari ide ide bisnis yang
diusulkan.
 Terdapat beberapa metode pendanaan yang dapat digunakan dan
tidak ada satu metode pun yang paling sempurna untuk setiap
situasi. Perusahaan harus memahami pertukaran pertukaran yang
terjadi. Penggunaan utang sangat menguntungkan ketika
perusahaan dapat meminjam dengan suku bunga yang rendah dan
ketika perusahaan dapat dengan mudah menutup pembayaran
bunganya. Pendanaan melalui ekuitas dapat lebih tepat untuk
digunakan ketika perusahaan tidak mampu melakukan pembayaran
bunga. Akan tetapi, pendanaan melalui ekuitas pada umumnya
mengakibatkan bisnis menjadi dimiliki oleh lebih banyak pihak,
sehingga laba akan dibagi kelebih banyak investor. Jadi,
pengembalian atas ekuitas dapat mengalami penurunan sehingga
akibat dari meningkatnya pendanaan melalui ekuitas.
 Perusahaan akan melakukan analisis untuk menilai berbagai
proyek yang dipertimbangkannya guna memperluas bisnis. Analisis
penanggaran modal yang tepat memungkinkan perusahaan
tersebut memilih proyek proyek yang bisa meningkatkan kinerja
bisnis.
DAFTAR PUSTAKA

Madura, Jeff. 2010. Introduction To Business. USA. Thomson Higher


Education.