Anda di halaman 1dari 7

1.

Seorang pekerja bebas mengenakan baju putih, biru, atau hijau setiap hari dalam 5
hari kerja. Jika diasumsikan bahwa setiap harinya tersedia ketiga warna tersebut yang
boleh dipilihnya secara acak, hitung peluang menemukan ia berpakaian warna putih di
kantor dua kali sepekan.

Penyelesaian :

Diketahui :

Seorang pekerja bebas mengenakan baju putih, biru, atau hijau setiap hari
dalam 5 hari kerja.

Ditanya :

Peluang pekerja berpakaian putih di kantor 2 kali selama sepekan.

Jawab :

Dalam 1 hari = 3C1

Dalam seminggu = 5C1

3C 1
Peluang =
5C 2

3!
1 ! ( 3−1 ) !
= 5!
2 ! ( 5−2 ) !

3
= 120
12

3 .12
=
120

3
=
10

2. Zarah seorang pegawai mempunyai jilbab berwarna biru (2 helai), putih (3 helai), dan
hitam ( 3 helai). Setiap hari ia berganti jilbab. Jika dianggap bahwa ia ke kantor dalam
5 hari kerja.
a. Hitung peluang menjumpai Zanah mengenakan jilbab biru di kantor paling sedikit
dua kali sepekan!
b. Berapa peluang Zarah mengenakan jilbab putih dalam seminggu?
c. Hitung peluang menjumpai Zarah mengenakan jilbab hitam 2 kali, biru sekali, dan
putih tiga kali dalam sepekan!

Penyelesaian :

a. Zahra memakai jilbab biru sekurang-kurangnya 2 kali, maka kemungkinan, yaitu:


2 biru 2 putih 1 hitam = 2C2 x 3C2 x 3C1
2! 3! 3!
= x X =1x3x3=9
2! ( 2−2 ) ! 2! ( 3−2 ) ! 1! ( 3−1 ) !
2 biru 2 hitam 1 putih = 2C2 x 3C2 x 3C1
2! 3! 3!
= x X =1x3x3=9
2! ( 2−2 ) ! 2! ( 3−2 ) ! 1! ( 3−1 ) !
2 biru 3 hitam = 2C2 x 3C3
2! 3!
= x =1x1=1
2! ( 2−2 ) ! 3! (3−3 ) !
2 biru 3 putih = 2C2 x 3C3
2! 3!
= x =1x1=1
2! ( 2−2 ) ! 3! (3−3 ) !
Jumlah titik sampel = 9+9+1+1 = 20
8 8! 8.7 .6
Ruang sampel = C 5= = =56
5! ( 8−5 ) ! 3.2
Sehingga peluangnya yaitu :
Jumlah titik sampel 20 5
Peluang= = =
Ruang sampel 56 14
b. Zahra memakai jilbab putih, maka kemungkinan, yaitu:
Maka tentukan dulu titik sampelnya
1 putih 2 hitam 2 biru = 3C1 x 3C2 x 2C2
3! 3! 2!
= x x =3x3x1=9
1! ( 3−1 ) ! 2! ( 3−2 ) ! 2! ( 2−2 ) !
1 putih 3 hitam 1 biru = 3C1 x 3C3 x 2C1
3! 3! 2!
= x x =3x1x2=6
1! ( 3−1 ) ! 3! (3−3 ) ! 1! ( 2−1 ) !
2 putih 2 hitam 1 biru = 3C2 x 3C2 x 2C1
3! 3! 2!
= x x = 3 x 3 x 2 = 18
2! ( 3−2 ) ! 2! ( 3−2 ) ! 1! ( 2−1 ) !
2 putih 2 biru 1 hitam = 3C2 x 2C2 x 3C1
3! 2! 3!
= x x =3x1x3=9
2! ( 3−2 ) ! 2! ( 2−2 ) ! 1! ( 3−1 ) !
2 putih 3 hitam = 3C2 x 3C3
3! 3!
= x =3x1 =3
2! ( 3−2 ) ! 3! (3−3 ) !
3 putih 1 biru 1 hitam = 3C2 x 2C1 x 3C1
3! 2! 3!
= x X =1x2x3=6
3! (3−2 ) ! 1! ( 2−1 ) ! 1! ( 3−1 ) !
3 putih 2 biru = 3C3 x 2C2
3! 2!
= x =1x1=1
3! (3−3 ) ! 2! ( 2−2 ) !
3 putih 1 hitam = 3C3 x 3C1
3! 3!
= x =1x3=3
3! (3−3 ) ! 1! ( 3−1 ) !
Jumlah titik sampel = 9+6+18+9+3+6+1+3= 55
8 8! 8.7 .6
Ruang sampel = C 5= = =56
5! ( 8−5 ) ! 3.2
Sehingga peluangnya yaitu :
Jumlah titik sampel 55 55
Peluang= = =
Ruang sampel 56 56

3. Fungsi Distribusi Normal dinyatakan oleh :

2 2

P ( x ) =Ae−(x / 2σ )

Hitung (a) Harga expektasi < x > (b) Simpangan baku Δx

Penyelesaian :
a. Harga expektasi < x >
2 2

P ( x ) =Ae−(x / 2σ )

P ( x ) =∫ x . f ( x ) dx
−∞
2
∞ x

¿∫ x. A e
( )

2σ2

−∞
2
∞ −1 x

¿ A∫ x .e
( )
2 2 σ2

−∞

Misalkan :

1 2
t =z
2

t dt=dz

Maka :

2
E ( x )= A σ ∫ e−z dz
−∞

2 ∞
E ( x )= A σ ¿ −∞

E ( x )=0
b. Simpangan baku Δx
Mencari nilai x2 terlebih dahulu

E ( x 2 )= ∫ x 2 f ( x ) dx
−∞


E ( x 2 )= ∫ x 2 f ( x ) dx
−∞
2
∞ x
2
E ( x )= ∫ x A e
2

( ) dx
2σ 2

−∞
2
∞ −1 x

¿ A∫ x e 2 2 σ2( ) dx
−∞

Misalkan :

x
=t
σ

Maka :

x=σ t

dx=σ dt

Sehingga :
∞ −1 2
t
E ( x 2 )= A ∫ (σ t )2 e 2
σ dt
−∞
∞ −1 2
t
2 2 2 2
E ( x )= A ∫ σ t e σ dt
−∞

∞ −1 2
t
2 3 2 2
E ( x )=σ A ∫ t e dt
−∞

(2+ 1)
r
2
E ( x 2 )=2 σ 3 A
1 (2+1)
2
2 2 ()
E ( x 2 )=σ 3 A √ π 2 √ 2
3
E ( x 2 )=2 √ 2 σ A √ π

Simpangan baku (Δx) :


E ¿]

¿ ¿]

¿ ¿]
¿( 2 √ 2 σ ¿ ¿ 3 A √ π )−0.0+ 0 ¿
3
¿ 2 √2 σ A √ π

4. Spin Ising hanya memiliki dua orientasi, yaitu atas (+1) dan bawah (-1). Jika hendak
dikatakan bahwa spin ising adalah spin dengan komponen tunggal (vektor 1D),
bilangan real, bukan vektor 2D yang berarti dua komponen) yang nilainya kontinue s
ϵ[−∞ , ∞], maka supaya diperoleh spin ising yang sesungguhnya, rumuskanlah fungsi
distribusi W(s)
Penyelesaian :
Diketahui :
Orientasi Spin Ising yaitu atas (+1) dan bawah (-1).
Spin dengan komponen tunggal (vektor 1D), bilangan real, bukan vektor 2D
yang berarti dua komponen) yang nilainya kontinue s ϵ[−∞ , ∞],
Ditanya :
Fungsi distribusi W(s)
Jawab :

W ( si )=∫ W ( s ) ds=1
−∞

n n ∞

∑ S i δ ( si−1 ) + ∑ Si δ ( si+1 )= ∫ W ( s ) ds=1


i=1 i=1 −∞

W ( s )=d ¿ ¿
W ( s )= [ δ ( si−1 )+ δ ( si+1 ) ]=1

1
W ( s )= [ δ ( si−1 ) + δ ( si+1 ) ]
2

5. Hitung berapa jumlah molekul H2 yang terdapat pada volume 1 cm 3.


(Kunci : 3 x 1016 molekul)
Penyelesaian :
Diketahui :
Volume H2 = 1 cm3 = 1 x 10-6 m3
Ditanya :
Jumlah molekul (N) …?
Jawab :
vol
Jumlah mol ( n )=
22,4
1 x 10−6 m 3
Jumlah mol ( n )=
22,4
Jumlah mol ( n )=0,4464285714 x 10−6

Sehingga jumlah molekulnya adalah sebagai berikut :


N=n x N a

N=0,4464285714 x 10−6 x 6,022 x 10 23


N=0,2688392857 x 1017
N=2,688392857 x 1016
N ≈ 3 x 1016 molekul.

Jadi, jumlah molekul H2 yang terdapat pada volume 1 cm 3 adalah


3 x 1016 molekul.
6. Fungsi distribusi Maxwell Boltzmann dari laju molekuler dapat dituliskan sebagai
dN x 2 kT 4 N 2 −x

2
2
=G ( x ) , v m= x=v /v m F ( x )2= x e
dx m √π
Buat grafik dari fungsi distribusi ini dan hitunglah nilai y di beberapa titik.

Penyelesaian :
Ketika v = 0, fungsi distribusi bernilai 0, maka tidak ada molekul yang diam.

Anda mungkin juga menyukai