Anda di halaman 1dari 1

No.

Data yang Diperoleh


1. Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang ditulis oleh penulis Indonesia asal
Banyumas, Ahmad Tohari.
2. Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Srintil, seorang penari ronggeng, dan Rasus,
teman sejak kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara.
3. Ronggeng Dukuh Paruk mengangkat latar Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung
kemiskinan, kelaparan dan kebodohan.
4. Latar waktu yang diangkat dalam novel ini adalah tahun 1960-an yang penuh gejolak politik.
5. Pada penerbitan pertama, novel ini terdiri atas tiga buku (trilogi), yaitu Catatan Buat Emak,
Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala.
6. Novel ini telah diadaptasi ke dalam film Darah dan Mahkota Ronggeng (1983) dan Sang
Penari (2011)
7. Pada 2014 Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan suara
Butet Kartaredja.

1. Menceritakan tentang apa novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ?


2. Berlatar belakang tempat di manakah kehidupan dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh
Paruk ?
3. Bagaimanakah keadaan Dukuh Paruk, desa kecil itu ?
4. Dimana latar waktu yang diangkat dalam novel tersebut ?
5. Novel ini terdiri atas tiga buku (trilogi), pada penerbitan pertama. Apa judul buku (trilogi)
tersebut ?
6. Novel Ronggeng Dukuh Paruk telah diadaptasi kedalam film yang berjudul ?
7. Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan suara siapa dan pada
tahun berapa ?

Novel Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan kehidupan percintaan antara Srintil si penari ronggeng
dengan teman masa kecilnya yang berprofesi sebagai tentara yaitu Rasus. Ronggeng Dukuh Paruk
mengangkat latar Dukuh Paruk, sebuah desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan dan
kebodohan. Cerita ini terjadi pada tahun 1960-an yang penuh dengan gejolak politik. Pada penebitan
pertama, novel ini terdiri atas tiga nuku (trilogi), yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini
Hari, dan Jantera Bianglala. Novel ini telah diadaptasi ke dalam film Darah dan Mahkota Ronggeng
(1983) dan Sang Penari (2011). Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan
suara Butet Kartaredja, pada tahun 2014.