Anda di halaman 1dari 2

Nama : Uchi Wina Pratama

NPM : 17412065

Kelas : AKT 17 Bx

Tugas Teori Akuntansi

1. Dalam perumusan akuntansi harus menggunakan standar2 yang berlaku umum.


Jelaskan alasan mengapa Standar tersebut harus ada?

Standar Akuntansi adalah metode yang seragam untuk menyajikan informasi, sehingga
laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan dengan lebih
mudah kumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan praktik yang
dipilih dan dianggap berterima umum.

Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar
akuntansi merupakan hasil penetapan standar. Penetapan standar akuntansi umumnya
melibatkan gabungan kelompok sektor swasta dan publik. Hubungan antara standar akuntansi
dan proses akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam satu arah yang sama.

Alasan pentingnya standar akuntansi yang baku adalah sebagai berikut :

1.      Dapat menyajikan informasi tentang informasi keuangan, prestasi, dan kegiatan
perusahaan.

2.      Memberi pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan agar mereka dapat
melaksanakan tugas dengan hati – hati, independen, dan dapat mengapdikan keahliannya dan
kejujurannya.

3.      Memberikan data base kepada pemerintah tentang berbagai informasi yang dianggap
penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang perusahaan, perencanaan dan peraturan
ekonomi, dan peningkatan efesiensi ekonomi dan tujuan – tujuan makro lainnya.

4.      Dapat menarik parah ahli dan praktisi di bidang teori dan standar akuntansi. Semakin
banyak standar yang dikeluarkan, semakin banyak kontroversi dan semakin bergairah untuk
berdebat, berpolemik dan melakukan penelitian.

2. Sebutkan hal-hal apa saja yang mendasari teori normative itu dibentuk?

Pada kebanyakan kasus, teori ini didasarkan pada konsep ekonomi klasik tentang laba
dan kemakmuran (wealth) atau konsep ekonomi pengambilan keputusan rasional.
Biasanya konsep tersebut didasarkan juga pada penyesuaian rekening karena
pengaruh inflasi atau nilai pasar dari aktiva. Teori ini pada dasarnya merupakan teori
pengukuran akuntansi. Teori tersebut bersifat normative karena didasarkan pada
anggapan :

1. Akuntansi seharusnya merupakan system pengukuran

2. Laba dan nilai dapat diukur secara tepat

3. Akuntansi keuangan bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi

4. Pasar tidak efisien (dalam pengertian ekonomi)

5. Ada beberapa pengukur laba yang unik.

3. Sebutkan perbedaan-perbedaan dalam metodelogi penyusunan teori akuntansi

a. Metodelogi Deskriptif

yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA”. Dalam metode ini
akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapat dirumuskan dan karenanya metode
perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Dia menjelaskan dan
menganalisa praktek yang ada dan diterima sekarang. Di sini diamati perilaku akuntan dalam
berhubungan dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Metode ini disebut juga deskriptive
accounting atau deskriptive theory of accounting

b. Metode Normatif

Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti
serta tidak memperdulikan apakah berlaku dipraktik sekarang atau tidak. Teori normatif
berusaha untuk membenarkan tentang apa yang seharusnya dipraktekkan, misalnya
pernyataan yang menyebutkan bahwa laporan keuangan seharusnya didasarkan pada metode
pengukuran aktiva tertentu. Menurut Nelson (1973) dalam literature akuntansi teori normatif
sering dinamakan teori apriori (artinya dari sebab ke akibat atau bersifat deduktif). Alasannya
teori normatif bukan dihasilkan dari penelitian empiris, tetapi dihasilkan dari kegiatan “semi-
research”.

4. Jelaskan mengenai Akuntansi dipandang sebagai ideologi!

Akuntansi telah dipandang sebagai fenomena ideologis-sebagai sarana untuk mendukung dan
melegitimasi tatanan social, ekonomi, dan politik saat ini. Karl Marx menegaskan bahwa
akuntasi melakukan suatu bentuk dan menjadi sarana untuk mengaburkan-bukan
mengungkapkan sifat sesungguhnya dari hubungan-hubungan sosial yang membentuk usaha
produktif. Akuntansi juga dipandang sebagai mitos, symbol, dan kegiatan ritual yang
mengizinkan penciptaan suatu tatanan simbolis yang di dalamnya aagen-agen sosial dapat
saling berinteraksi. Kedua persepsi tersebut juga mewujud dalam pandangan umum
merupakan bahwa akuntansi juga instrument rasionalisasi ekonomi dan alat system
kapitalisme.