Anda di halaman 1dari 3

PENGANTAR MATA KULIAH FISIOLOGI HEWAN AIR

By : Sakti Yonni Purba

Tujuan dari mempelajari ilmu fisiologi hewan air itu sendiri adalah dapat memahami dan
menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan perairan/akuatik sehingga diperoleh
kesimpulan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah maupun menangani suatu masalah
yang berkaitan dengan fisiologis suatu organisme perairan. Dan harapan terhadap ilmu fisiologi hewan
air ini semoga dengan mempelajarinya dapat menambah wawsan serta ilmu pengetahuan yang baru di
bidang fisiologi. Karena seorang akuakulturis mutlak harus memahami dan mengetahui proses-proses
yang terjadi dalam tubuh organisme perairan.
Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses-proses yang terjadi didalam
tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di peraiaran. Proses-proses yang
dipelajari dalam ruang lingkup fisiologi hewan air meliputi sistem adaptasi, respirasi, sirkulasi,
pencernaan, metabolisme, pertumbuhan, bionergenetika, osmoregulasi, ekskresi, reproduksi, syaraf
dan sistem hormon.
Berikut ini adalah cakupan matakuliah fisologi Hewan
1. Adaptasi
Adaptasi adalah suatu proses penyesuaian diri secara bertahap yang dilakukan oleh suatu
organisme terhadap kondisi baru. Faktor lingkungan biotik maupun abiotik yang mengalami fluktuasi
secara harian atau musiman akan mempengaruhi kehidupan organisme terhadap proses fisioligis,
tingkah laku bahkan resistensi atau kematian pada hewan air. Untuk mengurangi tingkat resiko akibat
adanya perubahan lingkungan tersebut, beberapa perlakuan dapat dilakukan salah satunya yaitu
dengan cara aklimasi/aklimatisasi. Aklimasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
respon kompensasi dari suatu organisme terhadap pertumbuhan suatu faktor lingkungan atau
penyesuaian diri dari suatu organisme terhadap satu faktor lingkungan. Sedangkan aklimatisasi adalah
suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan respon kompensasi dari suatu organisme
terhadap perubahan beberapa faktor lingungan. Dengan adanya proses adaptasi, maka lingkungan
dapat mempengaruhi generasi selanjutnya dari suatu spesies melalui proses nongenetik atau melalui
seleksi genetik.
2. Respirasi
Respirasi atau pernapasan adalah proses pertukaran oksigen dan karbondioksida antara suatu
organisme dengan lingkungannya. Komponen dalam sistem pernapasan antara lain : alat
pernapasan/insang, oksigen, darah dan saluran darah. Prinsip pernapasan yaitu proses difusi dimana
suatu aliran molekul gas dari lingkungan yang konsentrasinya tinggi ke lingkungan yang konsentrasi
gasnya rendah. Mekanisme pernapasan inspirasi adalah mulut terbuka, rongga bucco-pharynx dan
rongga insang menggelembung dan selaput operculum tertutup, pada keadaan ini air masuk ke dalam
tubuh. Mekanisme ekspirasi adalah kebalikan dari mekanisme respirasi yaitu mulut tertutup, rongga
bucco-pharynx dan rongga insang berkonsentrasi/menyempit dan selaput operculum terbuka, pada
keadaan ini air mengalir dari rongga mulut dan rongga insang ke arah luar melalui insang, ketika air
melewati insang maka terjadi pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida.
3. Pencernaan
Pencernaan makanan adalah proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan
kimiawi sehingga menjadi mudah diserap dan disebarkan keseluruh tubuh melalui sistem peredaran
darah. Secara anatonis, struktur alat pencernaan makanan ikan berkaitan dengan bentuk tubuh,
kebiasaan makan, dan stadia hidup. Saluran pencernaan meliputi mulut, rongga mulut, paring,
esophagus, lambung, pylorus, usus, rektum dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan meliputi hati,
empedu dan pankreas. Pencernaan secara fisik atau mekanik dimulai dibagian rongga mulut yaitu
dengan berperannya gigi dalam proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara
mekanik ini di lanjutkan ke segmen lambung dan usus yaitu dengan adanya gerakan-gerakan/kontraksi
otot. Kemudian dilanjutkan dengan pencernaan makanan secara kimiawi yang dimulai dari bagian
lambung. Hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam pencernaan kimiawi mulai dihasilkan
di segmen lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus untuk di absorbsi.
4. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses perubahan jumlah individu/biomassa (level populasi) dan
perubahan panjang dan berat (level individu) pada periode waktu tertentu. Pada keadaan cukup
makanan, ikan akan mengkonsumsi makanan hingga memenuhi kebutuhan energinya. Kebutuhan
energi ini dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidup, musin dan juga faktor lingkungan. Ikan muda
yang sedang tumbuh membutuhkan energi per satuan berat badannya lebih banyak dibandingkan ikan
dewasa, walaupun untuk pematangan gonad terjadi peningkatan kebutuhan energi. Menjelang musim
dingan, ikan akan meningkatkan konsumsi makanan dan menyimpan energi sebagai cadangan, hal ini
sebagai respon untuk menghadapi penurunan suhu pada musin dingin. Karena ikan adalah hewan
poikiloterm, maka laju metabolismenya akan berubah mengikuti perubahan suhu air, oleh karena itu
kebutuhan energi akan meningkat dengan meningkatnya suhu air pada batas tertentu.
5. Osmoregulasi
Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan. Ikan mempunyai
tekanan osmotik yang berbeda dengan lingkungannya, oleh karena itu harus mencegah kelebihan air
atau kekurangan air agar proses-proses fisiologis di dalam tubuh dapat berlangsung dengan normal.
Organ osmoregulasi meliputi ginjal, insang, kulit, dan saluran pencernaan. Hewan air melakukan
pengaturan tekanan osmotik dengan cara mengurangi gradient osmotik antara cairan tubuh dengan
lingkungannya, mengurangi permeabilitas air dan garam, serta melakukan pengambilan garam secara
selektif.
6. Ekskresi
Ekskresi adalah pengeluaran sisa hasil metabolisme ke luar tubuh. Produk sisa atau sisa hasil
metabolisme berupa karbondioksida dan nitrogen. Jika bahan-bahan sisa tetap berada di dalam tubuh
akan membahayakan kelangsungan hidup suatu organisme, maka bahan-bahan beracun tersebut
harus dikeluarkan melalui sistem ekskresi.
7. Hormon
Hormon adalah zat organik yang diproduksi oleh sel-sel khusus dalam tubuh, disalurkan
keperedaran darah dengan jumlah yang sangat kecil dan dapat merangsang sel-sel tertentu untuk
berfungsi. Fungsi hormon tiroid adalah dapat meningkatkan konsumsi oksigen. Pemberian hormon
tiroid dalam dosis farmokologis akan meningkatkan konsumsi oksigen mitokondria. Bersamaan dengan
meningkatnya konsumsi oksigen oleh mitokondria, hormon tiroid juga melakukan hambatan terhadap
sintesis ATP. Hormon tiroid memerlukan waktu yang relatif lama untuk meningkatkan oksigen. Hal ini
desebabkan karena terlebih dahulu diperlukan sintesis proten di dalam sel yang menerima tiroksin.
Peningkatan konsumsi oksigen karena pemberian hormone tiroid akan digunakan untuk meningkatkan
aktvitas transport natrium dengan akibat meningkatnya pembentukan ATP.
8. Bionergenetika
Bionergenetika adalah alokasi energi menuju keseimbangan antara pasok energi dan
penggunaannya sehingga memperoleh pertumbuhan yang maksimal. Pada prinsipnya bionergenetika
adalah suatu studi untuk menelaah tingkat keseimbangan energi dalam pengkajian fisiologis yang
berkaitan dengan energi yang ditransformasikan ke dalam organisme hidup. Pemahaman konsep
bionergenetika pada suatu hewan termasuk ikan dubutuhkan sebagai dasar dalam menyusun
makanan harian yang cukup untuk lingkungan fisik tertentu. Ikan tergantung pada penyediaan
makanan yang mengandung nutrien yang imbang dan energi yang cukup untuk memungkinkan
pertumbuhan yang efektif dan efisien. Upaya-upaya/manipulasi yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan pertumbuhan adalah berupa meningkatkan energi yang dikonsumsi, memperkecil
terbuangnya energi lewat feses, memperkecil terbuangnya energi dari ekskresi nitrogen, dan
memeperkecil penggunaan energi metabolisme.
9. Respon suatu organisme
Respon suatu organisme terhadap media, pakan, dan penyakit dapat dilihat dari derajat
kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan (SGR), dan efisiensi pakan (FCR). Proses yang terjadi
dalam tubuh makhluk hidup tersebut adalah proses fisiologis dan faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap organisme akuatik harus di arahkan dan ditangani sehingga tingkat kesehatan, pertumbuhan,
dan efisiensi pakan bisa optimal. Dengan demikian pemahaman tentang kaedah-kaedah fisiologis
sangat diperlukan oleh pembudidaya untuk meningkatkan produksinya.
Sekian pengantar dari saya.
Buku ajar :
Affandi Ridwan, Prof dan Tang Usman Muh, Prof. 2017. Fisiologi Hewan Air. Intermedia. Malang.
Fujaya Yusinta Fisiologi Ikan. Penerbit Rineka

Tugas :
Jelaskan bagaimana pentingnya ilmu fisiologi hewan ini sehingga dapat membantu dalam
mengembangkan pengetahuan dibidang perikanan.
Tugas diketik dan dikirim ke email : saktiyonnie@ymail.com
Tugas dikumpulkan selambat-lambatnya : 28 Maret 2020, pukul 8.00 Wib