Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTEK PROGRAM PROFESI NERS


TAHUN AKADEMIK 2019-2020

“PEB (PRE-EKLAMSIA BERAT)”

Disusun Oleh :

RENI NURAZIZAH S.Kep

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR


PROGRAM STUDI NERS ANGKATAN KE-15
TAHUN AKADEMIK 2019-2020
Jl. Mayjen Lili Kusumah-Sumanding Wetan No. 33 Kota Banjar
Tlp (0265) 741100 Fax (0265) 744043
web: www.stikesbp.ac.id
1. Definisi
Pre eklamsia adalah kelainan multiorgan spesifik pada kehamilan yang
ditandai dengan terjadinya hipertensi, edema dan proteinuria tetapi tidak menunjukan
tanda-tanda kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya. Sedangkan gejalanya
biasanya mncul setelah kehmailan berusia 20 minggu (Obgynance, 2009).
Pre eklamsia adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Pre
eklamsia dapat timbul pada masa antenatal, intrapartum, dan postnatal. Pre eklamsia
dapat terjadi dengan tanda-tanda hipertensi dan proteinuria yang baru muncul di
trimester kedua kehamilan yang selalu pulih di periode postnatal (Robson, 2012).

2. Etiologi
Menurut nanda, 2016 penyebab pre eklamsia belum diketahui. Tetapi pre-
eklamsia hampir secara ekslusif merupakan penyakit pada kehamilan pertama
(nullipara). Biasanya terdapat pada wanita masa subur dengan umur umur ekstrim,
yaitu pada remaja belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun.

3. Klasifikasi
Klasifikasi pre-eklamsia menurut Nanda, 2016 sebagai berikut :
a. Pre eklamsia ringan
- Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring
terlentang. Kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih, kenaikan sistolik 30
mmHg atau lebih. Cara pengukurang sekurang-kurangnya pada 2 kali
pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.
- Edema umum, kaki, jari tangan, dan muka atau kenaikan berat badan 1 lebih
per minggu.
- Proteinuria kwantatif 0,3gr atau lebih per liter
b. Pre eklamsia berat
- Bila salah satu diantara gejala atau tanda ditemukan pada ibu hamil, sudah
dapat digolongkan pre-eklamsia berat
- Proteinuria lebih dari 3g/liter
- Oliguria, yaitu jumlah urin <400 cc/24 jam
- Gangguan serebral, gangguan penglihatan, nyeri kepala, dan rasa nyeri pada
epigastrium
- Terdapat edema paru dan sianosis
- Enzim hati meningkat dan disertai ikterus
- Perdarahan pada retina
- Trombosit <100.000/mm

4. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala PEB menurut Nanda, 2016 :
- Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang di ikuti
dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal.
- Iritabel ibu merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik
atau gangguan lainnya.
- Nyeri perut pada bagian ulu hati yang terkadang disertai dengan muntah.
- Gangguan pernafasan sampai sianosis.
- Terjadi gangguan kesadaran

5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang menurut Nanda, 2016 :
a. Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan darah
- Penurunan hemoglobin (nilai rujukan atau kadar normal hemoglobin untuk
wanita hamil adalah 12-14 gr%)
- Hematokrit meningkat (nilai rujukan 37-43 vol%)
- Trombosit menurun (nilai rujukan 150-450 ribu/mm3)
b. Urinalisis
- Ditemukan protein dalam urin
c. Pemriksaan fungsi hati
- Bilirubin meningkat (N = < 1 mg/dl)
- LDH (laktat dehidragenase) meningkat
- Aspartat aminomtransferase (AST) >60 ul
- Serum glutamat pirufat transaminase (SPGT) meningkat (N=15-45 u/ml)
- Serum glutamat oxaloacetc transaminase (SGOP) meningkat (N=<31 u/l)
- Total protein serum menurun (N=6,7-8,7 g/dl)
d. Tes kimia darah
- Asam urat meningkat (N=2,4-2,7 mg/dl)
e. Radiologi
- Ultrasonografi - Kardiotografi
6. Patofisiologis

Gagalnya sel sel trofoblast atau Kegagalan invasi trofoblast pada Berkurangnya
VEGF dalam mengekspresikan lap otot a. Sriralis dan jaringan ekspresi HLA-G di
integrin matriks sekitarnya desidua

Lapisan otot spiralis menjadi Lumen arteri kesulitan


tetap kaku dan keras untuk terjad distensi dan
vasodilatasi

Aliran darah uteroplasenta Kegagalan remodelling Arteri spiralis mengalami


berkurang a.spiralis vasokonstriksi

Hipoksia dan iskemia Terbentuk oksidan Membran sel endotel


pada plasenta (hidroksil) rusak

Gangguan metab. prostaglandin

Proteinuria
Gangguan agrerasi sel trombosit

Terjadi Peningkatan permeabilitas Perubahan pada sel endotel kapiler


kebocoran membran basalis glomerulus
Edema Peningkatan permeabilitas kapiler

Subkapsular hematoma Peningkatan faktor koagulasi

Pandangan kabur
Nyeri epigastrium

Retina
Peningkatan
Vasospasme produksi bahan
Otak Iskemik jaringan hivopolemik vasopressor
pembuluh darah

Sakit kepala Oliguria Penurunan aliran Penuruan sekresi Peningkatan


darah ginjal asam urat kadar asam urat

Penurunan Penurunan laju Peningkatan


sekresi urin Penurunan sekresi
filtrasi gomerulus kreatinin kadar kreatinin

(Sarwono, 2008)
7. Data Fokus Pengkajian
1. Identitas klien : nama, umur, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, agama, no
medrek, tanggal masuk, tanggal pengkajian dan alamat
2. Identitas penanggung jawab : nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,
hubungan dengan klien dan alamat
3. Data biografi
- Umur biasanya sering terjadi pada primi gravida < 20 tahun atau > 35 tahun
4. Riwayat keperawatan
- Persepsi ibu terhadap kehamilan/persalinan
5. Riwayat obstetri
- Riwayat menstruasi
- Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
- Kehamilan sekarang
- Persalinan sekarang
- Post partum sekarang
6. Riwayat keluarga berencana
Perlu dikaji apakah melaksanakan KB, bila melaksanakan jenis kontrasepsi apa
yang digunakan, sejak kapan menggunakan dan masalah yang terjadi saat
menggunakan kontrasepsi
7. Riwayat kesehatan
- Keluhan utama biasanya demam atau sakit kepala
- Riwayat kesehatan ibu sekarang : terjadi peningkatan tensi, edema, pusing,
nyeri epigastrium, mual muntah, penglihatan kabur
- Riwayat kesehatan sebelumnya : obesitas, penyakit ginjal, anemia, diabetes
melitus, hipertensi/preeklamsia sebelum hamil
- Riwayat kehamilan : gamelly, molahidatidosa, hidramnion, riwayat eklampsia
atau eklampsia sebelumnya
- Psikososial dan spiritual : emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan
kecemasan. Biasanya dalam kondisi yang labil dan mudah marah, ibu khawatir
akan keadaan dirinya dan keadaan janin, takut anaknya nanti lahir cacat atau
meninggal dunia
- Riwayat penyakit keluarga : kemungkinan mempunyai riwayat preeklamsia
dan eklamsia dalam keluarga
8. Kebutuhan dasar khusus
- Pola nutrisi
- Pola eleminasi
- Pola personal hygiene
- Pola istirahat dan tidur
- Pola aktivitas dan latihan
- Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan seperti merokok, minuman
keras, ketergantungan obat
9. Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum, kesadaran, TTV dan data antropometri. Pada ibu post partum
periksa TTV setiap 15 menit selama 1 jam pertama, kemudian setiap 30 menit
pada jam selanjutnya
- Sistem penglihatan : konjungtiva sedikit anemis, edema pada retina
- Sistem pernafasan
- Sirkulasi jantung
- Sistem pencernaan : nyeri daerah epigastrium, anoreksia, nual dan muntah
- Sistem Uro genital : kandung kemih ibu post partum akan cepat terisi karena
diuresisi post partum dan cairan intravena. Oliguria dan proteinuria
- Sistem integumen/muskuloskeletal : selama kehamilan otot-otot abdomen
secara bertahap melebar dan terjadi penurunan tonus otot. Pada periode
postrpartum penurunan tonus otot jelas terlihat. Mukulus rektus abdominis
memisah
- Dada dan aksila
10. Data penunjang
- Laboratorium
- Radiologi
8. Analisa Data

Data Etiologi Masalah Keperawatan


.ansietas, napas dangkal, Penurunan tekanan Kelebihan volume cairan
suara napas ronchi, omotik, perubahan
perubahan tekanan darah, permeabilitas vaskuler
edema, perubahan pola
respirasi, oliguria,
pertambahan berat badan
dalam periode singkat
Nyeri dada, napas pendek, Hipo volemia/penurunan Penurunan curah jantung
kelemahan, vertigo, akral aliran balik vena
pucat dan dingin, edema,
peningkatan denyut jantung
dan kecepatan napas
Mengungkapkan secara Peregangan kapsula hepar Nyeri epigastrium
verbal, perubahan
autonomik dari tonus otot,
perubahan nafsu makan,
perilaku ekspresif,
gangguan tidur
Perubahan tekanan darah, Penurunan COP Ketidakefektifan perfusi
edema, perubahan suhu jaringan serebral
tubuh, nadi lemah,
perubahan warna kulit
Penurunan kondisi, ada Resiko tinggi intoleransi Resiko tinggi intoleransi
masalah sirkulasi/respirasi, aktivitas aktivitas
riwayat intoleransi
sebelumnya

9. Diagnosa Keperawatan
1. Kelebihan volume cairan b.d penurunan tekanan osmotik, perubahan
permeabilitas vaskuler
2. Penurunan curah jantung b.d Hipo volemia/penurunan aliran balik vena
3. Nyeri epigastrium b.d Peregangan kapsula hepar
4. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral b.d Penurunan COP
5. Resiko tinggi intoleransi aktivitas b.d Resiko tinggi intoleransi aktivitas
10. Nursing Care Plan

Tujuan
Dx. Kep Intervensi Rasional
Tupan Tupen
Kelebihan volume Setelah Setelah 1. Pantau dan 1. Untuk melihat
cairan b.d mendapatkan mendapatkan catat intake keseimbangan
penurunan tekanan perawatan perawatan output setiap cairan
osmotik, perubahan selama 3 x 24 selama 3 x 24 hari 2. Dapat
permeabilitas jam masalah jam masalah 2. Pantau TTV dijadikan
vaskuler kelebihan kelebihan dan CRT pedoman
volume cairan volume cairan 3. Pantau dan untuk
teratasi teratasi dengan timbang BB penggantian
kriteria : 4. Observasi cairan
1. Tidak ada edema 3. Untuk
edema 5. Kolaborasi menentukan
2. BB ideal dalam keseimbangan
pemberian cairan
diuretik 4. Merupakan
indikator
keadaan
cairan dalam
tubuh
5. Dapat
meningkatkan
filtrasi
glomerulus
dan
menghambat
penyerapan
sodium dan
air dalam
tubulus ginjal
Penurunan curah Setelah Setelah 1. Pantau nadi 1. Untuk
jantung b.d Hipo mendapatkan mendapatkan dan tekanan mengetahui
volemia/penurunan perawatan perawatan darah peningkatan
aliran balik vena selama 3 x 24 selama 3 x 24 2. Lakukan plasma,
jam masalah jam masalah tirah baring relaksasi
penurunan penurunan dengan vaskuler
curah jantung curah jantung posisi dengan
teratasi teratasi dengan miring kiri tekanan perifer
kriteria : 3. Kolaborasi 2. Meningkatkan
1. TTV dalam aliran balik
normal pemantauan vena, curah
parameter jantung, dan
hemodinami perfusi ginjal
k invasif 3. Memberikan
4. Kolaborasi gambaran
pemberian akurat dari
obat perubahan
antihipertens vaskular dan
i volume cairan
4. Untuk
meningkatkan
relaksasi otot
polos
kardiovaskula
r dan
membantu
meningkatkan
suplai darah
Nyeri epigastrium Setelah Setelah 1. Kaji tingkat 1. Mengetahui
b.d Peregangan mendapatkan mendapatkan nyeri skala nyeri
kapsula hepar perawatan perawatan (PQRST) dan
selama 3 x 24 selama 3 x 24 2. Kaji mempermuda
jam masalah jam masalah pengetahuan h untuk
nyeri teratasi nyeri teratasi dalam melakukan
dengan penanganan intervesi
kriteria : nyeri selanjutnya
1. Skala nyeri 3. Lakukan 2. Mengetahui
berkurang manajemen kebiasaan
2. Tidak nyeri dalam
tampak 4. Kolaborasi menangani
meringis pemberian nyeri
analgetik 3. Memberikan
asupan
oksigen
dalam
ruangan yang
lebih banyak
4. Mengurangi
nyeri
Ketidakefektifan Setelah Setelah 1. Observasi 1. Untuk
perfusi jaringan mendapatkan mendapatkan tanda-tanda mengetahui
serebral b.d perawatan perawatan vital kegawatan
Penurunan COP selama 3 x 24 selama 3 x 24 2. Pantau pasien
jam masalah jam masalah AGD 2. Asidosis yang
ketidakefektifan ketidakefektifan (Analisa terjadi dapat
perfusi jaringan perfusi jaringan Gas Darah) menghambat
serebral teratasi serebral teratasi 3. Monitor masuknya
dengan adanya oksigen pada
kriteria : diplopia, tingkat sel
1. TTV dalam pandangan 3. Merupakan
batas normal kabur, nyeri indikasi
kepala terjadinya
4. Kolaborasi vasospasme
pemberian pembuluh
cairan darah dan
elektrolit kurangnya
melalui suplai O2
parenteral 4. Meminimalkan
(IV) fluktuasi
dalam aliran
vaskular

Resiko tinggi Setelah Setelah 1. Observasi 1. Mengetahui


intoleransi aktivitas mendapatkan mendapatkan TTV tingkat
b.d Resiko tinggi perawatan perawatan sebelum kelemahan
intoleransi aktivitas selama 3 x 24 selama 3 x 24 dan sesudah 2. Untuk
jam masalah jam masalah aktivitas mengetahui
intoleransi intoleransi 2. Kaji adanya penyebab
aktivitas teratasi aktivitas faktor terjadinya
teratasi dengan penyebab kelemahan
kriteria : kelelahan fisik
1. Aktivitas 3. Instruksi 3. Membantu
mandiiri tentang keseimbangan
teknik antara suplai
penghemata dan kebutuhan
n energi O2
4. Bantu untuk 4. Agar pasien
memilih mampu
kativitas melakukan
konsistensi aktivitas
sesuai mandiri
dengan 5. Dapat
kemampuan memandirikan
fisik pasien
5. Berikan
bantuan
sesuai
kebutuhan

11. Daftar Pustaka


- Amin Huda Nurarif dan Hardhi Kusuma. 2016. Asuhan Keperawatan Praktis

Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, NIC, NOC, dalam Berbagai Kasus.

Jilid 2. Mediaction Publishing.

- Endi.(2010). Asuhan keperawatan PEB. http://id.scribd.com . diakses tanggal

13’04’2019 jam 23.20