Anda di halaman 1dari 15

JANTUNG

Aritmia  banyak   Bradiaritmia Tx bradi/takiaritmia secara lengkap bisa


a-ritmia~gangguan irama jantung. 1. Sinus bradikardi cek di algoritma dari AHA ehehe 
Jadi harus tau yg normal dulu. Tapi, penting buat aritmia apapun!
EKG normal 1. Stabilisasi duluuu; ABCDE aman dulu 
Oksigen  monitoring ttv, ekg
2. Ada pulse atau enggak?
3. Tentukan dulu aritmia yang mana
bradi/taki? Yang mana??
4. Ada tanda kegawatan atau enggak? 
HKSNG (Hipotensi, Kesadaran ↓, Syok,
Nyeri dada tipikal, Gagal jantung)
 Bradiaritmia + HKSNG (+) ~ unstable
Sulfas atropin 2 amp (@0,25mg) 
0,5mg per 3-5’ max 3mg
Tapiiii
Paling sering ketemu yang AF Di RS pernah ketemunya maintenance
Sepertinya ada SVT, AV blok juga, SA 3-4 x 2 amp (0,5mg) ~ pasien stabil
2. AV block
RBBB/LBBB Infus DOPAMIN/EPINEFRIN (kalo ga
- Grade I
respon SA)
Aritmia
Dopamin  2-20mcg/kgBB/mnt
Epinefrin  2-10 mcg/mnt
pulse (+)
pulse (-) Mobitz II dan TAVB  pacemaker 
cardiac arrest

 Takiaritmia + HKSNG (+) ~ unstable


bradikardi takikardi shockable nonshockable  Kardioversi/Defib

sinus  Takiaritmia + HKSNG (-) ~ stable (tx-


sinus, AF, SVT,
bradikardi/AV
blok
VT, atrial flutter
pVT, VF PEA, asistol nya udah di lapak sebelah)

Tapi obat yang sering dipake yang ini 


1. Digoksin (1 tab = 0,25mg)
 2x½ tab atau 1x1 tab
2. Kendaron (Amiodaron HCl 200mg)
 1x1 tab
3. Beta bloker  Bisoprolol (@5mg/tab)
 P-R interval memanjang konstan  1x2,5-5mg
4. Tiaryt (Amiodaron HCl 200mg)
- Grade II
Mobitz I  1x1 tab
Bradikardi
(<60x/menit)

Sinus Bradikardi AV Block

Grade I Grade II Grade III (TAVB)

Pemanjangan P-R P dan R jalan


Mobitz I Mobitz II
interval konstan sendiri2 :)

 P-R interval memanjang progresif


Pemanjangan P-R
interval progresif ->
Pemanjangan P-R
interval konstam-> diikuti drop beat
drop beat drop beat

Mobitz II

Takikardi
(>100x/menit)

 P-R interval memanjang konstan,


QRS lebar QRS sempit
tiba-tiba muncul drop beat

- Grade III/Total AV block


R-R' reguler R-R' ireguler R-R' reguler R-R' ireguler

Torsade de SVT, atrial flutter,


VT AF
pointes, VF Sinus takikardi
 P dan QRS ga saling berhubungan;
Interval P-P’ sama, R-R’ sama, tapi jalan sendiri2

 Takikardi
1. VT
 QRS lebar, reguler

Tx:
No pulse  defib
Pulse (+) stabil  amiodaron
Pulse (+) tidak stabil  kardioversi

2. VF
 QRS lebar, ireguler; nggak jelas pokoknya 

Tx: defib ya, masuk dalam shockable wave  ke


algoritma cardiac arrest beb 

3. Torsade de Pointes ~ VT polimorfik


 QRS lebar, ireguler, tapi bentuknya kayak
amplitudo
Tx:
Stable: MgSO4 1-2gr IV bolus pelan dlm 10-15’ (tp
ga pernah nemu pake ini sih)
Unstable: defib

4. Supraventricular Tachycardi (SVT)


 QRS sempit, reguler, gelombang P ga terlihat

Tx:
Stable: carotid massage 15-30”, adenosin 6mg IV
bolus  12mg, beta blocker
Unstable: kardioversi

5. Atrial Flutter
 QRS sempit, reguler, sawtooth appearance

Tx:
Stable: beta bloker/diltiazem
Unstable: kardioversi

6. Atrial Fibrilasi (AF)


 QRS sempit, ireguler
Tx:
Stable: beta bloker/diltiazem
Unstable: kardioversi

KONDISI LAIN
1. Ventrikel Ekstra Sistol (VES)/ Premature
Ventricular Contraction (PVC)

 gelombangnya aneh, ya kan?


Ada macem2: okasional (jarang); maligna: bigemini,
couplet, triplet  takutnya jadi VT ; nonmaligna:
trigemini

Contoh lain bisa gugel ya 


Tx:
treat underlying etiology, beta bloker
2. Bundle Branch Block
- RBBB

V1: rSR pattern, ST-depression like


V6: gel S lebar dan dalam

- LBBB

V1: gel S lebar dan dalam


V6: RR’ pattern (“bunny QRS”), ST-depression like
3. Premature Atrial Contraction (PAC)
 Gelombang P non-sinus abnormal diikuti QRS (P-
nya lancip2, kelihatannya kayak sembunyi dan
menyatu sama gelombang T sebelumnya, jadi
bentukannya kayak punuk unta/”camel hump
appearance”)
Henti Jantung ~ ini bakal sering kita hadapi Ikuti algoritma AHA aja ya beb hehe
Hipertensi  JNC 7 dan 8 1. HT Stage 1: SBP 140-159 atau DBP 90-99 mmHg Pilihan obat:
2. HT Stage 2: SBP ≥160 atauDBP ≥ 100 mmHg 1. ACE-I  bikin batuk, px yg batuk2 dan
3. HT Urgency: SBP > 180 atau DBP > 120 mmHg HT dikasi yg lain aja
4. HT Emergency: HT urgency + target organ Captopril 3x 6,25-25mg
damage Lisinopril 1x5-20mg
2. ARB
Candesartan 1x8-32mg
Catatan: Valsartan 1x80-320mg
- JANGAN KAGET terutama pada pasien BPJS, Telmisartan 1x20-80mg
meskipun dx klinisnya HT emergency, tp 3. CCB  hepatotoksik, jgn bareng OAT
kenyataannya ga dikasi drip perdipin/nicardipin atau Amlodipin 1x5-10mg
tx nya PO aja  Dx jadi HT urgency ya :”) Diltiazem 180-320mg
- Memang kenyataan di lapangan bisa sangat 4. Beta-blockers  hati2 yg punya asma,
COPD
berbeda dengan teori yang sudah dipelajari :”)
Bisoprolol 5-10mg
- Target terapi BP <140/90mmHg, kecuali yang usia Propanolol 2x40-120mg
>60th targetnya <150/90 (JNC 8) 5. Diuretik
- Terapinya bisa bermacam-macam, terserah Furosemid 2x20-80mg
dokternya tapi disesuaikan dengan klinisnya, Hydrochlorotiazide (HCT) 12,5-50mg
single/double/multiple juga disesuaikan dengan Spironolactone 25-50mg
kondisi pasien masing2, adakah underlying disease 6. Centrally-acting agents
Clonidine 2x0,1-0,2mg
tertentu juga perlu disesuaikan pilihan obatnya.
Metildopa 2x250-500mg
- HT dengan compelling: 7. Obat untuk HT emergency
HF : ACEI/ARB, BB, Diuretik, Spironolacton Perdipin/Nicardipin 5-15mg/jam
DM: ACEI/ARB, CCB, Diuretik
CKD: ACEI/ARB
Post MI/Klinis MI: BB, ACEI/ARB
Stroke: ACEI, Diuretik
Hamil: Labetalol, metildopa, CCB (Nifedipin)

Angina  Acute Coronary Syndromes (ACS) Stable Angina PENTING! 10’ pertama ONACOM
Typical chest pain - Durasi sebentar (5’), ada penjalaran 1. Oksigen
- Nyeri dada ≥ 20 menit - Khas: timbul saat aktivitas, membaik dengan 2. Infus NS atau D5%
- Bersifat dull/seperti ditekan/ditindih 3. Monitoring EKG (12 sandapan)
istirahat/pengobatan
benda berat, tidak bisa ditunjuk secara 4. Nitrat (ISDN) 5mg bisa diulang tiap 5’ 
spesifik, retrosternal kalo 3x ga respon boleh masuk morfin
- Menjalar ke ACS 5. Anti platelet
pundak/punggung/bahu/rahang kiri 1. ST ELEVASI ACS (STEMI)  ASPIRIN 160-320 loading dose~
- Penyerta: keringat dingin, mual, nyeri Typical chest pain (+) + EKG ST elevasi maintenance 1x80mg
abdominal, sesak, sinkop Cardiac enzym pasti naik. CLOPIDOGREL 300mg loading dose ~
- Memberat dengan aktivitas maintenance 1x75mg
HATI-HATI terutama pada pasien yang tua, EKG : elevasi ST ≥1mm pada ≥2 sandapan 6. Morfin 1-5mg IV  jika tidak respon dgn
pasien DM  gejala ga full blown, bisa jadi ekstremitas atau ≥2 mm pada ≥2 sadapan prekordial nitrat 3x
keluhan cuma nyeri ulu hati yang berurutan atau LBBB baru/diduga baru 7. Beta-blockers  Bisoprolol 1x5-10mg
Diagnosis: Typical chest pain (+)  cek 8. Simvastatin 1x20-40mg/Atorvastatin
EKG  cek Cardiac enzym 1x20-40mg
Kalo EKG awal normal, cek serial @15’ Biasanya ditambah
Cek cardiac enzym 9. Alprazolam 1x0,5mg
Gold standar: TROPONIN I (4-6 jam stlh onset) 10. Opilac (Lactulose) syr 3x1cth
Di RS adanya cek CKMB (3-6 jam stlh onset) 11. HEPARIN  syringe pump (cek CT/BT
dulu, monitoring perdarahan dan CT/BT)
 dosis 60unit/kgBB bolus lanjut
12unit/kgBB/jam

Catatan:
- STEMI dengan onset <12 jam indikasi
untuk dirujuk dan PPCI atau trombolisis
dengan Streptokinase/Alteplase, tapi di
RS jarang dilakukan :”); paska onset >12
jam  terapi koagulan (heparin)
- NSTEMI yang ada kondisi mengancam
jiwa: syok kardiogenik, akut HF, aritmia
maligna, hemodinamik tidak stabil 
PPCI jika memungkinkan :”)
Catatan lagi:
Ini tiap dokter bisa beda2, yang sering
pake heparin Pak Aris, dokter lain gak sih
sepertinya :”)
STEMI inferior  bradikardi, hipotensi akut, shock,
regurgitasi tricuspid, tanda2 gagal jantung kanan; ga
boleh dikasih nitrat kalo ada tanda shock!
STEMI Lateral  gagal jantung kiri, ALO!!

2. Non ST Elevasi ACS (NSTE-ACS)


NSTEMI
Typical chest pain (+) + EKG ST depresi/T inversi
Cardiac enzym naik.
EKG
Depresi segment ST atau gelombang T terbalik pada
≥2 sadapan berurutan
Unstable Angina (UAP)
Typical chest pain (+) + EKG normal/meragukan
Cardiac enzym normal.
EKG
Perubahan segment ST saat keluhan dan kembali
normal saat keluhan hilang  sangat menyokong
UAP

Heart Failure - Kriteria dx  pake gambar aja gapapa ya beb T.T Tx


1. Non Farmakologis:
- Restriksi cairan 1-2L/hari
- Bed rest
- Restriksi natrium 2gr
- Oksigen ~ sesuai kondisi
- DC, NGT ~ sesuai kondisi
- HND & monitoring TTV ~ sesuai kondisi

2. Farmakologis:
Tx awal tanpa ALO (stabil)
- Furosemide 20-40mg
- ACEI/ARB; BB dan digoxin dikasi
terutama kalo ada AF; jangan CCB!
Candesartan 4-32mg
Captopril 3x6,25-25mg
Bisoprolol 1x5-10mg
Digoxin 2x½ tab
- Klasifikasi, lahh kok cilik2 ya~ dizoom sendiri/cari
sendiri di gugel ya beb T.T
Tx awal tanpa ALO (dengan syok)
- Furosemid memperparah kondisi!
- Inotropik ~ digoxin
- Drip vasopresor/inotropik

Tx awal dengan ALO


- Oksigen!
- DC, NGT  monitoring urin output
- Furosemid bolus IV 0,5-1mg/kgBB 
syringe pump 5-10mg/jam sampai
>> keluhan sesak nafas (DDx nya banyak )
 Anamnesis kongesti (-)
 Vital sign, klinis HF
- Drip Nitrat (Cedocard) 2-10mg/jam 
 EKG
 Ro thorax SBP >110mmHg; stop kalo SBP
 Tatalaksana awal
<100mmHg
- Drip inotropik/vasopresor jika dibutuhkan:
Dopamin 5-20mcg/kgBB/menit  SBP
70-100mmHg, syok (+), meningkatkan
HR
Dobutamin 5-20mcg/kgBB/menit  SBP
70-100mmHg, syok (-)
Norepinephrine 0,5-30mcg/menit 
SBP < 70mmHg, syok (+)
Epinephrine (vascon) 2-20mcg/menit 
SBP < 70mmHg, syok (+)
CATATAN:
Pemilihannya terserah dokternya,
disesuaikan sama klinis dan kebutuhan
pasien. Bisa 1 macam/lebih dripnya.