Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pesatnya perkembangan sistem informasi dan teknologi dewasa ini telah banyak

memberikan dampak pada kehidupan kita, yang mau tidak mau seakan ‘memaksa’ setiap orang

untuk menyesuaikan langkah agar tidak dikatakan ketinggalan zaman. Hal ini bisa terlihat dari

semakin banyaknya teknologi baru yang seakan berlomba merangkul pelanggan dalam

memberikan pelayanan dan kepuasan bagi penggunanya. Terlepas dari berbagai sisi negatif

perkembangan sistem informasi dan teknologi, di sisi lain, perkembangan informasi dan

teknologi juga telah banyak membantu penyelesaian tugas-tugas dan pekerjaan di berbagai

bidang keilmuan, tak terkecuali di bidang kesehatan. Berbagai perusahaan pemberi layanan

kesehatan, praktisi dan akademisi bidang kesehatan telah banyak menggunakan berbagai

perangkat teknologi ‘high end’ dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada klien. Dalam

dunia kesehatan, penggunaan berbagai macam perangkat teknologi dalam pemberian layanan

kesehatan tersebut lebih dikenal dengan istilah e-Health (Royal College of Nursing, 2006).

Pengembangan sistem informasi dan teknologi bidang kesehatan telah menjadi agenda

utama di negara-negara berkembang, namun di Indonesia hal tersebut masih merupakan hal baru

dan masih memerlukan pengembangan yang lebih baik. Kondisi pesatnya kemajuan teknologi

saat ini sepertinya belum didukung dengan kesiapan pelayanan kesehatan, salah satunya dalam

memenuhi ketersediaan alat dokumentasi yang cepat dan modern di pelayanan kesehatan.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini di Indonesia belum secara luas

dimanfaatkan dengan baik oleh perawat di berbagai sarana pelayanan, terutama pelayanan

keperawatan.

 Perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pemberi asuhan

pelayanan kesehatan mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu. pelayanan

kesehatan dan harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai

pengkajian sampai dengan evaluasi. Sistem pendokumentasian asuhan keperawatan sebagian


besar masih dilakukan dengan cara manual dan konvensional serta belum disertai dengan

sistem/perangkat teknologi yang memadai. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang

berkembang saat ini memungkinkan perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan

keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.

Rekam medis berbasis komputer adalah penggunaan database untuk mencatat semua data

medis, demografis serta setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit

Tujuan pengembangan sistem informasi ini tak lain adalah untuk :

1.    Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu

nilaitambah bagi manajemen

2.    Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit

3.    Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur

pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan.

  Bentuk Aplikasi Komputer dalam Keperawatan :

·      Elektronic chart

Sistem ini dikembangkan di departemen radiologi. Hasil penelitian aplikasi ini didapatkan

bahwa ada beban kerja perawat dengan sistem ini menjadi 28,2% lebih rendah dari menggunakan

kertas. Beban kerja perawat secara keseluruhan terjadi penurunan secara bermakna yaitu sebesar

20,6%, beban kerja staf administrasi meningkat 28,4% (Youngyih Han, Seung Jae Huh, Sang

Gyu Ju, Yong Chan Ahn, Do Hoo san Lim, Jung Eun Lee and Won Park, 2005, dalam

http://jjco.oxfordjournals.org/terms.shtml.).

·         Computerized whiteboard

Aplikasi ini dibutuhkan di bagian perawatan gawat darurat dan hal ini sangat penting. Hal

ini karena dalam perawatan gawat darurat dibutuhkan analisis tinggi dan cepat sehingga dapat

dengan cepat mangambil keputusan atas keadaan klien. Keputusan yang cepat dan tepat akan

meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keperawatan pada khususnya. Computerized

whiteboard  yaitu sistem informasi keperawatan berbasis computer yang dimodifikasi dengan

menambahkan layar lebar di Whiteboard.


·         Computer-Based Patient Record (CPR) systems

Yaitu melakukan pencatatan terhadap kondisi dan perkembangan penyakit pasien dengan

menggunakan komputer. Dalam sisitem ini dilengkapi sistem pemantauan klien secara progresif.

Sistem ini dikembangkan oleh Jose A. Borges, Merbil Gonzalez, Jose Navarro, and Nestor J.

Rodriguez pada tahun 1997 (http://www.computer.org/portal/pages).

·         Personal digital assistance (PDA)

Komputerisasi dokumentasi keperawatannya dengan mengembangkan sistem link  lokal.

Sistem ini dikembangkan dengan memadukan teknologi link lokal seperti wifi, wlan. Sistem ini

dikembangkan oleh Kuwahara, Noma, Tetsutani, Kogure, Hagita and Iseki pada tahun 2003 di

Kyoto, Jepang. Sistem ini mampu memberikan informasi tentang asuhan keperawatan. Termasuk

didalamnya asuhan dalam keadaan emergensi, atau dalam keadaan non emergensi.

Sistem ini diberi nama Wearable Auto-Event-Recording of Medical Nursing. Jadi sistem ini

dapat digunakan dalam segala kondisi asuhan keperawatan. Setiap perawat dilengkapi dengan

PDA yang didesain khusus sehingga peka terhadap kesalahan input dan eror data. Hasil

penelitian dari aplikasi sistem ini menunjukan bahwa ada peningkatan kualitas dokumen dan

menghindari dari keterlambatan tindakan keperawatan dalam keadaan darurat (Kuwahara, Noma,

Tetsutani, Kogure, Hagita and Iseki, 2003, dalam http://google.books.co.id).

·         Radio frekuensi identification (RFID)

Sistem ini mampu memberikan informasi tentang asuhan keperawatan, menyimpan daftar

obat, menyimpan data pasien, yang paling menarik adalah fungsinya sebagai alat pelacak.

Dari macam-macam Bentuk aplikasi komputer dalam keperawatan, kelompok kami akan

menjelaskan lebih dalam tentang bentuk aplikasi pendokumentasian keperawatan dengan

metode Personal digital assistance (PDA)

B. Rumusan Masalah

·         Apa itu metode Personal digital Assistance (PDA)?

·         Bagaimana Cara Kerja dari Personal digital Assistance (PDA)?

·         Bagaimana Penggunaan dari Personal digital Assistance (PDA)?


·         Bagaimana pendokumentasian di Negara Jepang yang menggunakan (PDA) dengan

Sistem Wearable Auto-Event-Recording of Medical Nursing?

C. Tujuan

·         Untuk mengetahui apa itu metode Personal digital Assistance (PDA)

·         Untuk mengetahui  Cara Kerja dari Personal digital Assistance (PDA)

·         Untuk mengetahui Penggunaan dari Personal digital Assistance (PDA)

·         Untuk mengetahui  pendokumentasian di Negara Jepang yang menggunakan (PDA) dengan

Sistem Wearable Auto-Event-Recording of Medical Nursing

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN

2.1. Tinjauan Literatur E-Health dan Personal Digital Assistants (PDA)

Dalam dunia keperawatan, istilah ‘nursing informatics’ pertama kali digunakan oleh

Scholes dan Barber (Booth, 2006) untuk menjelaskan penggunaan teknologi komputerisasi

dalam praktek keperawatan. Sedangkan dalam dunia kesehatan secara umum, penggunaan

berbagai macam perangkat teknologi dalam pemberian layanan kesehatan tersebut lebih dikenal

dengan istilah e-Health  (Royal College of Nursing, 2006), yang mencakup:

1. Pemantauan dan manajemen pasien melalui pesan teks dari perawat spesialis ke

handphone pasien

2. Penggunaan internet oleh pasien untuk mengetahui lebih banyak mengenai sakit yang diderita

dan sumber fasilitas kesehatan yang tersedia baginya

3. Penggunaan internet oleh tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan informasi

mengenai tatalaksana dan protap/pedoman yang ada


4. Pemindahan catatan pasien dari metode yang tradisional menjadi pencatatan elektronik

melalui jaringan yang aman untuk menjamin tersedianya sumber informasi bagi klien,

dimanapun dan kapanpun mereka membutuhkan

Komputer dapat membantu dalam mengurangi tingkat kesalahan, menstandarisasi rencana

asuhan keperawatan dan mendokumentasikan semua hal tentang pasien (Town, 1993, dalam

Potter & Perry, 1997/2005). Kelebihan lain dari komputerisasi adalah menghindari

terkontaminasinya catatan pasien terhadap segala bentuk produksi klien seperti keringat, darah

dan lainnya. Henry, et al (1994, dalam Potter & Perry, 1997/2005) menemukan bahwa terjadi

kontaminasi yang tinggi pada dokumen keperawatan dalam bentuk kertas. Kontaminasi tersebut

berbentuk cairan darah, dan produk lainnya dari pasien HIV/AIDS. Hal tersebut sangat

berbahaya bagi kesehatan perawat. Terobosan terkini dalam komputerisasi dokumentasi

keperawatan yaitu dengan mengembangkan sistem link lokal. Sistem ini dikembangkan dengan

memadukan teknologi link lokal seperti wifi, wlan dengan menggunakan media yang dikenal

dengan Personal Digital Assistance (PDA).

2.2 Pengertian Personal Digital Assistance (PDA)

PDA adalah sebuah alat komputer genggam portabel, dan dapat dipegang tangan yang

didesain sebagai organizer individu, namun terus berkembang mengikuti tuntutan kebutuhan

masyarakat. PDA  pada awalnya banyak digunakan sebagai pengorganisir pribadi, tetapi karena

perkembangannya, kemudian bertambah banyak fungsi kegunaannya, seperti kalkulator,

penunjuk jam dan waktu, permainan komputer, pengakses internet, penerima dan pengirim surat

elektronik (e-mail), penerima radio, perekam video, dan pencatat memo. Dengan

menggunakan PDA (komputer saku) ini, kita dapat menggunakan buku alamat dan menyimpan

alamat, membaca buku elektronik, menggunakan GPS dan masih banyak lagi fungsi yang lain.

Versi PDA yang lebih canggih dapat digunakan sebagai telepon genggam, akses internet,

intranet, atau extranet lewat Wi-Fi  atau Jaringan Wireless. Salah satu cirri khas PDA yang paling

utama adalah fasilitas layar sentuh.


PDA pertama kali muncul pada tahun 1986 dengan diluncurkannya The Psion Organizer II.

PDA pertama ini berbentuk seperti komputer genggam yang dilengkapi dengan keyboard dan

layar yang kecil. Ditambah dengan fitur-fitur dasar seperti alarm, jam, kalender, kalkulator, serta

telepon. Bisa disimpulkan PDA adalah penggabungan antara telepon genggam dengan PC

(Personal Computer). Pada tahun 1993, sebuah vendor yaitu Apple, meluncurkan

produk Newton Messagepad dengan fitur yang lebih lengkap daripada sebelumnya. Seperti

tambahan catatan digital, agenda, dan lainya. Fitur dari Newton inilah yang belakangan dijadikan

aplikasi standar untuk PDA termasuk layar sentuh yang sangat sensitif dan slot memori

eksternal. Namun pada tahun 1998 Apple menghentikan produksi Newton karena bentuknya

yang terlalu besar, harganya yang mahal serta penggunaannya yang rumit. Tahun 1996 PalmPilot

memperkenalkan Palm Computing dengan harga yang lebih murah, bentuk yang muat disaku,

dan menggunakan baterai AAA sehingga lebih efisien dan mudah digunakan. Lebih jauh, produk

ini memiliki kapasitas memori yang lebih besar untuk menyimpan data kontak, catatan dan

agenda. Pada bulan November tahun 1996 Microsoft meluncurkan Windows CE yang kemudian

diadopsi oleh sejumlah perusahaan komputer seperti HP, Casio, Compact, dll. Perkembangan

terkini, PDA lebih sering digunakan sebagai sarana komunikasi nirkabel. Fitur yang ditawarkan

juga saat ini lebih mengacu untuk menujang gaya hidup konsumen sebagai pengguna internet.

2.3 Cara Kerja Personal Digital Assistance (PDA)

Sebagai komputer genggam, PDA memiliki processor dan sistem operasi layaknya

komputer biasa. Sistem operasi ini merupakan peranti lunak utama pada PDA. Cara kerjanya

sama seperti sitem operasi pada komputer seperti Windows XP, Mac OS, tetapi didesain khusus

untuk PDA. Terdapat dua kesamaan sistem operasi pada PDA yaitu Palm dan Pocket

PC (Windows Mobile). Keduanya bekerja dengan program piranti lunak yang berbeda, jadi

walaupun berisikan banyak dokumen seperti gambar, musik dan lainnya yang bisa dipakai

namun tidak pada pemrogaman. Pada penyimpanan data tanpa kartu memori, disimpan dalam

RAM dengan ukuran puluhan MegaByte sedangkan sumber energinya berasal dari baterai isi

ulang. Selain itu bisa juga menggunakan adaptor yang disambungkan ke tenaga listrik.
Banyak tenaga kesehatan yang menghabiskan waktu di luar gedung (misalnya saat

melakukan home care). Saat ini dengan menggunakan PDA yang ditunjang dengan program

software yang sesuai, maka memungkinkan bagi tenaga kesehatan untuk membawa data-data

mengenai pasiennya hanya dalam genggaman tangannya (Spikol, 2005). Beberapa keuntungan

dari penggunaan PDA  sebagaimana yang diungkapkan Spikol, antara lain pelayanan kesehatan

yang lebih baik bagi pasien, tingkat keamanan pasien yang lebih tinggi, dan meningkatkan

efisiensi (Spikol, 2005). Sistem pendokumentasian asuhan keperawatan

berbasis PDA dikembangkan oleh Kuwahara, Noma, Tetsutani, Kogure, Hagita and Iseki pada

tahun 2003 di Kyoto, Jepang. Sistem ini mampu memberikan informasi tentang asuhan

keperawatan. Termasuk didalamnya asuhan dalam keadaan emergensi, atau dalam keadaan non

emergensi. Sistem ini diberi nama Wearable Auto-Event-Recording of Medical Nursing. Jadi

sistem ini dapat digunakan dalam segala kondisi asuhan keperawatan. Setiap perawat dilengkapi

dengan PDA  yang didesain khusus sehingga peka terhadap kesalahan input dan eror data. Hasil

penelitian dari aplikasi sistem ini menunjukan bahwa ada peningkatan kualitas dokumen dan

menghindari dari keterlambatan tindakan keperawatan dalam keadaan darurat (Kuwahara, Noma,

Tetsutani, Kogure, Hagita and Iseki, 2003). Hasil penelitian yang dilakukan Sally juga

menunjukkan hasil serupa, dimana didapatkan bahwa penggunaan PDA oleh perawat membantu

dalam pengambilan keputusan (91%), menunjang keamanan pasien (89%), dan meningkatkan

produktivitas (75%) (Sally et all, 2009).

2.4 Penggunaan PDA

Penggunaan PDA  dalam pemberian pelayanan asuhan keperawatan sangat bermanfaat

dalam meningkatkan mutu dan kualitas asuhan pelayanan kesehatan. Kualitas atau mutu

pelayanan keperawatan di berbagai tatanan layanan kesehatan sangat bergantung kepada

kecepatan, kemudahan, dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga

pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam

keseluruhan sistem dari suatu institusi pelayanan. Akses yang mudah, sistem analisis yang cepat

dan tepat, sehingga keputusan dan tindakan keperawatan dengan cepat pula dapat dilakukan.
Penggunaan PDA  dalam pemberian pelayanan keperawatan pada dasarnya bertujuan untuk

meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Hal yang lebih diutamakan yaitu adanya

kontinyuitas dokumen keperawatan. Kontinyuitas dokumen yang baik akan dapat memberikan

informasi yang tepat tentang perkembangan status kesehatan klien. Pemantauan ini sangat

penting mengingat bahwa asuhan keperawatan merupakan suatu siklus proses yang saling

mempengaruhi. Berawal dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, intervensi sampai

dengan evaluasi. Data yang berkesinambungan akan mempengaruhi kualitas siklus tersebut.

Selain itu fungsi, seluruh dokumen keperawatan yang tercatat dalam PDA yang berkaitan dengan

status klien adalah sangat penting karena selain digunakan sebagai alat komunikasi juga dapat

sebagai bentuk tanggung jawab dan tanggung gugat perawat kepada klien (dapat dijadikan

barang bukti di pengadilan bila terjadi pengaduan hukum oleh klien).

Pelatihan dalam menggunakan perangkat lunak atau sistem operasional sangat penting

dilakukan. Kualitas dokumen keperawatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas sistem yang

digunakan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pengguna sistem tersebut. Peningkatan

keterampilan dan kemampuan dalam pemakaian dilakukan melalui pelatihan secara

berkesinambungan dan penerapan system monitoring. Karena input data yang kurang baik akan

berdampak pada kesalahan interpretasi data pengambilan keputusan terhadap pasien.

Penggunaan PDA  oleh perawat dapat menekan waktu pada pendokumentasian asuhan

keperawatan karena dengan menggunakan PDA, perawat dapat melakukan pendokumentasian

segera setelah selesai melakukan tindakan keperawatan mengingat alat dokumentasinya (PDA)

senantiasa berada di genggaman perawat. Hal ini memberi waktu lebih banyak pada perawat

untuk melakukan perawatan yang mereka harus lakukan. Selain itu, penggunaan PDA  oleh

perawat, maka perawat dapat mengakses secara cepat informasi tentang obat, penyakit, dan

perhitungan kalkulasi obat atau perhitungan cairan IV fluid/infus; perawat dapat menyimpan data

pasien, membuat grafik/table, mengefisiensikan data dan menyebarluaskannya; perawat dapat

mengorganisasikan data, mendokumentasikan intervensi keperawatan dan membuat rencana

asuhan keperawatan; PDA dapat menyimpan daftar nama, email, alamat website, dan


diary/agenda harian; PDA sangat berguna untuk program pembelajaran keperawatan;

meningkatkan keterlibatan dan hubungan pasienperawat. Apabila pasien dan perawat

memiliki PDA, aplikasi komunikasi keperawatan tingkat mutahir dapat diterapkan, yang tidak

lagi menonjolkan peran tatap muka hubungan interaksi perawat-pasien (telenursing). Dengan

adanya komputer dan PDA di tempat kerja perawat, dapat meningkatkan produktivitas,

mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan mutu perawatan kepada pasien,

dan meningkatkan juga kepuasan kerja perawat.

Terlepas dari semua kelebihan yang didapatkan dari penerapan teknologi informasi

berbasis PDA, bukan berarti penggunaan PDA  tanpa kelemahan. Permasalahan yang mungkin

muncul berkaitan dengan penggunaan PDA sebagai alat bantu yaitu ketidaksiapan perawat

sebagai pemberi asuhan keperawatan, oleh karena itu mungkin dibutuhkan teknisi keperawatan

yang mendalami bidang tersebut (nursing informatics), sehingga teknisi tersebut dapat

mengembangkan lebih jauh penggunaan PDA dalam praktek keperawatan, selain juga dapat

menjadi narasumber/fasilitator bagi perawat lain dalam memahami penggunaan PDA dalam

praktek keperawatan. Selain itu, penerapan sistem informasi berbasis PDA juga memerlukan

dana yang tidak sedikit, karena membutuhkan pembangunan baik perangkat software, hardware,

jaringan network, serta pelatihan bagi tenaga operasionalnya. Alasan ini pula yang kemungkinan

membuat kebanyakan institusi pemberi layanan kesehatan belum dapat menerapkan teknologi

ini.

2.5 Dokumentasi Keperawatan Berbasis Komputer di RS. Jepang

Terobosan terkini dalam komputerisasi dokumentasi keperawatan dengan mengembangkan

sistem link lokal. Sistem ini dikembangkan dengan memadukan teknologi link lokal seperti wifi,

wlan. Media yang digunakan yaitu personal digital assistance (PDA). Sistem ini dikembangkan

oleh Kuwahara, Noma, Tetsutani, Kogure, Hagita and Iseki pada tahun 2003 di Kyoto, Jepang.

Sistem ini mampu memberikan informasi tentang asuhan keperawatan. Termasuk

didalamnya asuhan dalam keadaan emergensi, atau dalam keadaan non emergensi. Sistem ini

diberi nama Wearable Auto-Event-Recording of Medical Nursing. Jadi sistem ini dapat


digunakan dalam segala kondisi asuhan keperawatan. Setiap perawat dilengkapi dengan PDA

yang didesain khusus sehingga peka terhadap kesalahan input dan eror data. Hasil penelitian dari

aplikasi sistem ini menunjukan bahwa ada peningkatan kualitas dokumen dan menghindari dari

keterlambatan tindakan keperawatan dalam keadaan darurat (Kuwahara, Noma, Tetsutani,

Kogure, Hagita and Iseki, 2003)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penggunaan PDA  (Personal Digital Assistance) dalam pemberian pelayanan asuhan

keperawatan membuat pekerjaan perawat menjadi jauh lebih mudah karena hanya dalam

genggaman tangan dengan menggunakan PDA memungkinkan perawat untuk mengakses

jadwal, data base pasien, referensi medis dan keperawatan, serta pendokumentasian.

Penggunaan PDA  dalam pemberian pelayanan asuhan keperawatan dapat meningkatkan mutu

dan kulitas asuhan pelayanan kesehatan di berbagai tatanan karena kualitas atau mutu pelayanan

keperawatan bergantung kepada kecepatan, kemudahan, dan ketepatan dalam melakukan

tindakan keperawatan. Selain itu, berbagai hasil penelitian juga menunjukkan bahwa

penggunaan PDA di tempat kerja perawat, dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi

kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan mutu perawatan kepada pasien, dan

meningkatkan juga kepuasan kerja perawat. Namun terlepas dari semua itu, bukan berarti

penggunaan PDA tanpa kelemahan, beberapa diantaranya adalah ketidaksiapan pengguna

(perawat) dalam operasionalnya, dan juga keterbatasan dalam hal pendanaan karena penerapan

sistem informasi berbasis PDA membutuhkan dana yang tidak sedikit.

B. Saran

1. Dibutuhkan pengembangan area keilmuan keperawatan yang spesialistik membahas dan

mempelajari perkembangan teknologi di bidang keperawatan beserta aplikasinya.


2. Perlunya peningkatan kesadaran perawat agar tidak ”gaptek’ (gagap teknologi), melalui

kegiatan pelatihan dan peningkatan pemanfaatan perangkat teknologi sesuai perkembangan ilmu

pengetahuan.

3. Penggunaan PDA sangat bermanfaat bagi peningkatan efektifitas dan kualitas kinerja pemberi

pelayanan keperawatan yang pada akhirnya bermuara kepada peningkatan pelayanan dan

kepuasan pasien sebagai penerima asuhan keperawatan, oleh karena itu dapat direkomendasikan

bagi sarana pelayanan kesehatan yang telah mampu dari segi tenaga dan pendanaan untuk dapat

menerapkan sistem informasi teknologi keperawatan berbasis PDA ini.

DAFTAR PUSTAKA

www.fik.ui.ac.id/pkko/files/TUGAS%20SIM%20ARO.pdf

www.fik.ui.ac.id/pkko/files/SIM%20SYAMANI.pdf

http://kevinrestu.blogspot.com/2011/01/aplikasi-komputer-bagi-perawat.html

http://abhique.blogspot.com/2010/01/dokumentasi-keperawatan-berbasis.html