Anda di halaman 1dari 4

Analisis COVID19

Oleh:

Yesti Hanifah 1940312096

Preseptor:
dr. Yessy Susanty Sabri, SpP(K), FISR
Dr. dr. Masrul Basyar, SpP(K), FISR

BAGIAN PARU

RSUP DR. M. DJAMIL

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2020

1
1. Bagaimanakah cara penularan COVID19?
Sampai saat ini, cara penularan COVID19 masih terus diteliti. Akan tetapi, ada
beberapa yang saat ini dipastikan sebagai jalur transmisinya. beberapa jalur tersebut adalah
sebagai berikut :
 Person to Person (kontak langsung perorangan) :
Para peneliti yang telah mempelajari virus COVID19 menyimpulkan bahwa virus ini
menyebar terutama dari orang ke orang. Orang yang berada dalam jarak enam kaki satu
sama lain dapat menyebarkan virus melalui droplets pernapasan yang dihasilkan ketika
orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung
mereka yang berada di dekatnya atau berpotensi terhirup masuk ke paru.1
Orang yang paling mungkin menularkan adalah mereka yang berada pada kondisi
paling sakit, yaitu orang yang menunjukkan gejala sakit yang paling berat. Gejala
COVID-19 termasuk kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan yang terus-
menerus di dada, kebingungan atau ketidakmampuan membentuk hasrat seksual, dan
bibir atau wajah kebiruan. Gejala tambahan yang dapat dikaitkan dengan COVID-19
mungkin akan dilaporkan dikemudian hari sejalan dengan peneliti yang terus
mempelajari lebih lanjut tentang virus ini, dan orang yang mengalami sesuatu yang tidak
biasa harus segera mendiskusikan kondisi mereka dengan dokter.1
Para peneliti juga mencurigai bahwa virus tersebut dapat menyebar melalui orang-
orang yang tidak menunjukkan gejala. Jadi, bahkan orang yang tidak merasa sakit atau
menunjukkan tanda-tanda penyakit mungkin tidak sadar memiliki virus, berpotensi
membuat mereka mampu menyebarkannya.1 Suatu kasus wabah yang diteliti pada
penumpang kapal pesiar Diamond Princess, di mana sebagian besar penumpang dan staf
diuji terlepas dari gejala, didapatkan bahwa 51% kasus dari laboratorium yang
dikonfirmasi tidak menunjukkan gejala pada saat konfirmasi.2 Di Italia, 44% dari kasus
yang dikonfirmasikan laboratorium tidak menunjukkan gejala.3 Di Jepang, 0,06% dari
kasus yang dilaporkan tidak menunjukkan gejala.4

 Contact with surfaces (Kontak dengan permukaan yang terdapat virus):


Para peneliti menyimpulkan bahwa kontak dengan permukaan atau benda yang
terkontaminasi bukanlah cara utama penyebaran virus COVID-19. Namun, terdapat
kemungkinan bagi orang untuk mendapatkan virus dengan menyentuh benda yang
terdapat virus dipermukaannya dan kemudian menyentuh mulut mereka sendiri, hidung
atau mungkin mata mereka. 1
 Penularan secara Airborne (transmisi udara) :
Sebuah studi eksperimental, yang mengevaluasi persistensi virus COVID-19 (SARS-
CoV-2), baru-baru ini telah dilakukan. Dalam penelitian eksperimental ini, aerosol
dihasilkan menggunakan nebulizer Collison tiga jet dan dimasukkan ke dalam drum
Goldberg dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Pada penelitian ini batuk atau
bersin pada manusia normal dan tidak mencerminkan prosedur yang menghasilkan
aerosol. Selain itu, temuan ini tidak membawa bukti baru pada transmisi udara sebagai
aerosolisasi dengan partikel yang berpotensi mengandung virus COVID19.5
Menurut bukti yang tersedia saat ini, penularan melalui inti droplets yang lebih kecil
(transmisi udara) yang merambat melalui udara pada jarak lebih dari 1 meter terbatas
prosedur yang menyebabkan pembentukan aerosol selama perawatan klinis pasien
COVID-19 di rumah sakit.1

2
 Penularan feco-oral :
Infeksi COVID19 biasanya ditandai dengan gejala pernapasan, yang menunjukkan
penularan droplers. Namun, terdapat studi kasus yang telah melaporkan gejala
gastrointestinal dan bukti bahwa beberapa pasien dengan infeksi COVID19 memiliki RNA
virus atau virus hidup yang terdapat dalam feses. Hal ini menunjukkan bahwa rute lain yang
mungkin terjadi untuk penularan virus ini adalah melalui jalur fecal-oral.6

Sampai saat ini penelitian mengenai jalur transmisi/penularan COVID19 masih terus
dilakukan. Sampai saat ini, informasi yang beredar menyebutkan bahwa belum ada laporan
telah transmisi transplasental dari ibu hami terhadap janin intra-uterin. Akan tetapi, telah
dilaporkan terdapat penularan dari ibu ke bayi post-natal.7 Studi telah mengidentifikasi
angiotensin receptor 2 (ACE2) sebagai reseptor untuk virus memasuki mukosa pernapasan.8
2. Bagaimana Cara efektif mencuci tangan dan etika batuk?

3
DAFTAR PUSTAKA
1. World Health Organization. Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease
2019 (COVID-19) 16-24 February 2020 [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2020
Available from: https://www.who.int/docs/defaultsource/coronaviruse/who-china-joint-
mission-on-covid-19-final-report.pdf
2. Zhang S, Diao M, Yu W, Pei L, Lin Z, Chen D. Estimation of the reproductive number of novel
coronavirus (COVID-19) and the probable outbreak size on the Diamond Princess cruise ship:
A data-driven analysis. International Journal of Infectious Diseases. 2020
2020/04/01/;93:201-4
3. Ganyani T, Kremer C, Chen D, Torneri A, Faes C, Wallinga J, et al. Estimating the generation
interval for COVID-19 based on symptom onset data. medRxiv. 2020:2020.03.05.20031815
4. Nishiura H, Linton NM, Akhmetzhanov AR. Serial interval of novel coronavirus (COVID-19)
infections. International Journal of Infectious Diseases. 2020 2020/03/04/.
5. Ijaz MK, Brunner AH, Sattar SA, Nair RC, Johnson-Lussenburg CM. Survival Characteristics of
Airborne Human Coronavirus 229E. Journal of General Virology. 1985;66(12):2743-8.
6. Xu, Y. et al. Characteristics of pediatric SARS-CoV-2 infection and potential
evidence for persistent fecal viral shedding. Nat. Med.
7. Chen Huijun, Guo Juanjuan, Wang Chen, Luo Fan, Yu Xuechen, Zhang Wei, Li Jiafu, Zhao
Dongchi, Xu Dan, Gong Qing, Liao Jing, Yang Huixia, Hou Wei, Zhang Yuanzhen. Clinical
characteristics and intrauterine vertical transmission potential of COVID-19 infection in nine
pregnant women: a retrospective review of medical records. The
Lancet. 2020;395(10226):809–815.
8. Chen N, Zhou M, Dong X, Qu J, Gong F, Han Y, Qiu Y, Wang J, Liu Y, Wei Y, Xia J, Yu T, Zhang
X, Zhang L. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus
pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study. Lancet. 2020;395:507–513.