Anda di halaman 1dari 12

PENETAPAN KADAR ASETOSAL DENGAN

METODE ASIDI – ALKALIMETRI

Dosen Pengampu :

1. Herni Setyawati, S.Si. M. Farm. Klin., Apt.


2. Masrobatin, S.Si., Apt

Disusun Oleh :

Nadiah Nur Anisa (18010301035)

PROGRAM STUDI DIII FARMASI


STIKES RUMAH SAKIT
ANWAR MEDIKA
2020

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 1
Kata Pengantar

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mata
kuliah Kimia Farmasi II tentang “PENETAPAN KADAR ASETOSAL
DENGAN METODE ASIDI – ALKALIMETRI”
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberi manfaat kepada
semua pihak, bagi kami khususnya dan bagi teman-teman mahasiswa. Saya
sadar bahwa makalah ini belum sempurna dan masih memiliki banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak.

Penulis, 23 Maret 2019

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 2
Daftar Isi

Halaman Sampul …………………………………………………………………… 1

Kata Pengantar …………………………………………………………………….. 2

Daftar Isi …………………………………………………………………………… 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………… 4


1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………… 4
1.3 Tujuan ……………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Asetosal ……………………………………………………………… 5

2.2 Penetapan Kadar Asetosal ………………………………………………………. 5

2.3 Prinsip dan Reaksi ……………………………………………………………… 5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………… 6

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… 7

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenisobat turunan
darisalisilat yang sering digunakan sebagai senyawaanalgesik (penahan rasasakit atau
nyeri minor),antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Asetosal
termasuk dalam salah satu obat komersil yang bisa didapatkan di apotik mana saja.
Untuk pemakaian jangka panjangdengan dosis yang sedikit obat ini dapat mencegah
penyakit serangan jantung, sedangkan efek sampingnya adalah darah menjadi sukar
membeku. Hal ini terjadi karena pada aspirin terkandung zat antikoagulan. Yang
kedua adalah konsumsi aspirin dapat menimbulkan sindrom reye terutama terjadi
pada anak-anak. Sindrom reye adalah penyait mematikan yang mengganggu fungsi
otak dan hati. Karena itu untuk mengantisipasi dan menanggulangi efek samping dari
aspirin kita perlu untuk mengetahui berapa kadar aspirin yang boleh kita konsumsi.
Uji ini dilakukan untuk mengetahui berapa kadar aspirin pada tablet yang
dijual secara komersil, tujuannya adalah agar kita mengetahui apakah kandungan pada
tablet itu sudah sesuai atau tidak.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari Asetosal ?
2. Berapakah kadar pada tablet Aspirin ?
3. Apakah kandungan pada tablet aspirin sesuai ?

1.3. Tujuan
1. Memgetahui tentang Asetosal/aspirin
2. Mengetahui kadar pada tablet aspirin
3. Mengetahui kandungan yang terdapat pada tablet aspirin

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Asetosal
 Nama resmi : Acidum Acetylosalicylicumb
 Nama lain : Asam AsetilsalisilatAsetosal
 Struktur kimia :

 Rumus kimia : C 9 H 8 O4
 BM : 180,16
 Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau atau
hampir tidak berbau; rasa asam. (FI ed. III)
 Kelarutan : Agak sukar larut dalam air; mudah larut dalam etanol (95%) ; larut
dalam kloroform, dan dalam eter (FI ed. III)
 Persyaratan kadar tablet : Tablet Asam Asetil salisilat mengandung Asam Asetil
salisilat C9H8O4tidak kurang dari 95,0% dan tidak lebih
dari 105,0% dari jumlah yang tertera pada etiket (FI ed. III)

2.2. Penetapan Kadar Asetosal


Asetosal dapat ditentukan kadarnya dengan metode asidi-alkalimetri. Metode analisis
ini merupakan metode titrasi tidak langsung, yang dilakukan dengan mereaksikan
asetosal dengan larutan baku natrium hidroksida berlebih. Sisa larutan natrium
hidroksida yang belum bereaksi dititrasi dengan larutan asam klorida. Sebagai
petunjuk bahwa titik akhir telah tercapai, digunakan indikator merah fenol dengan
perubahan warna dari merah menjadi merah jambu (pH 7-8). Selain merah fenol,
indikator lain yang dapat digunakan adalah fenolftalein dengan perubahan warna dari
merah menjadi pink muda (hampir tidak berwarna) (pH 8-10).
Larutan titer asam klorida dibakukan terlebih dahulu dengan natrim karbonat, pada
proses pembakuan ini indikator untuk menunjukkan titik akhir titrasi digunakan metil
jingga dengan perubahan warna dari kuning menjadi jingga (pH 5 -6).

2.3. Prinsip Dan Reaksi


Penentuan kadar asetosal ini dilakukan dengan prinsip reaksi netralisasi. Metode
titrasi yang digunakan adalah penetapan kadar dengan cara penambahan larutan baku
basa (NaOH) berlebih, campuran dipanaskan sehingga asetosal terhidrolisis menjadi
asam salisilat dan asam asetat yang ternetralisasi dengan natrium hisroksida. Sisa sisa
NaOH yang tidak bereaksi dititrasi kembali dengan larutan baku asam (HCl). Reaksi
yang terjadi pada proses pembakuan larutan asam klorida dengan natrium karbonat
adalah :Na2CO3+ 2 HCl 2 NaCl + H2CO3

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 5
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pada reaksi penetapan kadar asetosal dapat diukur atau
diketahui dengan mengggunakan metode aside-alkalimetri atau
reaksi penetapan asam-basa.

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 6
Daftar Pustaka

Cartika, H. (2017). KIMIA FARMASI II. Indonesia: Kementerian


Kesehatan Republik Indonesia.

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 7
Tes 2

1) Hitunglah berapa gram kandungan HCl murni yang terdapat dalam 250
ml larutan HCl 1 N (BM HCl = 36,5).

2) Pada pembakuan larutan HCl, ditimbang baku primer natrium karbonat


anhidrat sebanyak 0,1244 g. Dilarutkan dengan 30 ml air suling,
ditambah indikator yang sesuai lalu dititrasi dengan larutan HCl yang
hendak dibakukan hingga titik akhir tercapai. Volume larutan titer yang
dibutuhkan adalah sebanyak 23,6 ml.

a. Tuliskan indikator yang digunakan untuk menentukan titik akhir


titrasi.

b. Hitung normalitas larutan HCl tersebut.

3) Pada penetapan kadar asetosal dengan metode asidi-alkalimetri,


ditimbang serbuk tablet sebanyak 0,1573 g. Dimasukkan ke dalam
erlenmeyer, ditambah 25,0 ml larutan NaOH 0,1 N dan 20 ml air suling.
Dididihkan selama 5 menit, kemudian dititrasi dengan larutan HCl yang
telah dibakukan di atas sampai titik akhir titrasi. Dilakukan pula titrasi
blanko. Volume larutan titer pada titrasi sampel = 15,2 ml dan volume
larutan titer pada titrasi blanko = 25,2 ml

a. Jelaskan tujuan sampel didihkan terlebih dahulu.

b. Senyawa apakah yang dititrasi dengan larutan HCl

c. Jika diketahui berat 10 tablet asetosal tersebut = 5,2621 g, hitunglah


berapa mg kandungan asetosal/tab sampel uji tersebut

Jawaban

1) Diket : Volume : 250 ml = 0,25 L


BM HCL : 36,5
Normalitas : 1
Valensi HCL : 1

Ditanya : Gram ....?

Gram
Jawab : Normalitas (N) =
BE ×Valensi

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 8
Gram
1 =
36,5× 0,25 L
Gram
1 =
9,125
Gram = 9,125 × 1
= 9,125

2) A. Metil jingga /metil merah

B. Diket : V . HCl : 23,6 ml = 0,0236 L


Gram natrium karbonat : 0,1244 gr
Valensi natrium karbonat :2
BM natrium karbonat : 106

Ditanya : N HCl......?

gram Na2 CO 3 × valensi


Jawab : N HCl =
BM Na 2CO 3× V . hcl
0,1244 gr × 2
N HCl =
106× 0,0236 L
0,2488
N HCl =
2,5016
N HCl = 0,09945 = 0,0995 N

3) A. Untuk menghomogenkan larutan


B. NaOH

C. Asetosal dlm sampel = (Vblanko – Vsampel) x N HCl x BEasetosal

= (25,2 ml - 15,2 ml) × 0,0995 × 90

= 10 × 0,0995 × 90

= 89,55

berat rata−rata per tab(g)


asetosal per tab = × hasil perhitungan (mg)
berat zat uji (g)

0,52621
= × 89,55
0,1573

= 3,345 × 89,55

= 299,544 = 299,57 mg

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 9
Latihan Soal

1)Asam salisilat dalam sediaan bedak dapat ditetapkan dengan


metode....

A. asidimetri

B. alkalimetri

C. iodimetri

D. permanganometri

E. kompleksometri

2)Larutan titer yang digunakan pada penetapan asam salisilat dalam


bedak adalah...

A. Kalium permanganat (KMnO4)

B. Asam sulfat

C. Natrium hidroksida

D. Larutan Iodium

E. Na EDTA

3)Indikator yang digunakan pada penetapan kadar asam salisilat


dalam bedak adalah...

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 10
A. Phenoftalein

B. KMnO4

C. Metil orange

D. Tropeolin OO

E. Amilum

4)Reaksi kimia yang terjadi pada penetapan asam salisilat tersebut


adalah........

A. Pembentukan senyawa kompleks

B. Reduksi oksidasi

C. Pembentukan garam diazonium

D. Pengendapan

E. Asam basa

5) Larutan baku primer yang digunakan pada titrasi penetapan asam


salisilat dalam bedak adalah...

A. Natrium klorida

B. Natrium karbonat

C. Kalsium karbonat

D. K-biftalat

E. Asam oksalat

6) Metoda volumetric yang tepat pada penetapan kadar tablet asetosal


adalah metode...

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 11
A. asidi-alkalimetri

B. iodimetri

C. permanganometri

D. kompleksometri

E. nitrimetri

7) Reaksi yang terjadi pada pemanasan tablet asetosal dalam


percobaan diatas adalah...

A. menghidrolisis tablet asetosal menjadi asam klorida

B. menghidrolisis tablet asetosal menjadi asam asetat

C. menghidrolisis tablet asetosal menjadi asam salisilat

D. menghidrolisis tablet asetosal menjadi asam salisilat dan asam


asetat

E. meningkatkan kelarutan asetosal.

PENETAPAN KADAR ASETOSAL


Page 12