Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha
bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih
besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara
demokratis oleh anggotanya. Dari pengertian koperasi tersebut sangatlah penting
keberadaan koperasi untuk membantu masyarakat, baik masyarakat di perkotaan
maupun masyarakat di pedesaan.
Tidak seperti koperasi di daerah  perkotaan yang lebih mudah mendapatkan
akses untuk mencapai produktivitas koperasi tersebut, koperasi di daerah pedesaan
terkadang kesulitan untuk mencapai produktivitas. Entah itu karena masalah keuangan,
lokasi, ataupun masyarakatnya sendiri. Maka dari itu, pada tugas kali ini kami akan
membahas sedikit mengenai garis besar pedesaan di Indonesia dan koperasi di pedesaan
atau biasa kita kenal dengan nama Koperasi Unit Desa (KUD) beserta permasalahannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami merumuskan beberapa
permasalahan yaitu :
1. Bagaimana keadaan pedesaan di Indonesia ?
2. Apakah pengertian dan luasnya pembangunan desa ?
3. Bagaimana peranan KUD dalam pembangunan masyarakat pedesaan ?
4. Bagaimanakah pengembangan koperasi unit desa (KUD) ?
5. Apa sajakah keberhasilan dan kekurangan koperasi unit desa (KUD) ?
6. Apa sajakah permasalahan KUD ?
7. Bagaimana program pembinaan dan pengembangan KUD ?
8. Bagaimana strategi pembinaan dan pengembangan KUD ?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diketahui tujuan penulisannya adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui keadaan pedesaan di Indonesia.
2. Untuk mengetahui pengertian dan luasnya pembangunan desa.
3. Untuk mengetahui peranan KUD dalam pembangunan masyarakat desa.
4. Untuk mengetahui pengembangan koperasi unit desa (KUD).
5. Untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan koperasi unit desa (KUD).
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 1
6. Untuk mengetahui permasalahan KUD.
7. Untuk mengetahui program pembinaan dan pengembangan KUD.
8. Untuk mengetahui strategi pembinaan dan pengembangan KUD.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun beberapa manfaat dari penulisan paper ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan tentang keadaan pedesaan di Indonesia.
2. Untuk menambah wawasan tentang pengertian dan luasnya pembangunan desa.
3. Untuk menambah wawasan tentang peranan KUD dalam pembangunan
masyarakat desa.
4. Untuk menambah wawasan tentang pengembangan koperasi unit desa (KUD).
5. Untuk menambah wawasan tentang keberhasilan dan kekurangan koperasi unit
desa (KUD).
6. Untuk menambah wawasan tentang permasalahan KUD.
7. Untuk menambah wawasan tentang program pembinaan dan pengembangan
KUD.
8. Untuk menambah wawasan tentang strategi pembinaan dan pengembangan
KUD.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 2


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keadaan Pedesaan di Indonesia
Bicara tentang kondisi atau keadaan masyarakat pedesaan di Indonesia masih
sangat erat kaitannya dengan adat istiadat yang mereka anut di wilayah masing-masing.
Hal ini dikarenakan pedesaan di Indonesia masih menjunjung tinggi rasa kekeluargaan
demi keutuhan adat istiadat yang mereka punya. Rasa kekeluargaan itu sangatlah
penting dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Indonesia, dikarenakan dengan rasa
itulah akan timbul kedamaian antar warga masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Masyarakat pedesaan di Indonesia umunya adalah sudah mengenal istilah
gotong royong, hal inilah yang menjadi ciri khas yang biasanya dilakukan masyarakat
pedesaan. Gotong royong biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan untuk
mencapai tujuan bersama yang sudah direncanakan sebelumnya. Ini dilakukan agar
semua masyarakat ikut terlibat dan pekerjaan yang dilakukan akan menjadi lebih ringan
karena dilakukan bersama. Rasa tanggung jawab dan kekeluargaan sangatlah penting
mengingat kondisi pedesaan di Indonesia saat ini masih menjunjung tinggi adat istiadat
sehingga masyarakatnya harus mampu menjaga kekompakan agar permasalahan-
permasalahan yang timbul bisa dibatasi ataupun dikendalikan. Permasalahan-
permasalahan yang timbul di antara masyarakat pedesaan memang bisa terjadi,
permasalahan timbul mungkin dikarenakan keberadaannya sekelompok orang yang
lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan bersama.
Sementara itu dari segi kualitas kesehatan masyarakat pedesaan di Indonesia
sangatlah menyedihkan, karena dari data yang telah ditemukan angka umur harapan
hidup masyarakat pedesaan sangatlah rendah, selain itu juga disebabkan angka kematian
pada saat melahirkan dan penyakit menular. Juga karena musim hujan yang biasanya
banyak masyarakat terkena demam berdarah. Kulitas kesehatan rendah diakibatkan oleh
akses berobat yang masih jauh dari pemukiman warga, SDM (dokter, bidan, perawat)
yang masih terbatas di daerah pedesaan terpencil yang memiliki akses dan medan yang
sulit dicapai, tingkat pendidikan masyarakat yang masih rending tentang pentingnya
hidup sehat, dan masih kurangnya prasarana penunjang kesehatan misalkan alat-alat
kesehatan, tabung oksigen dan sebagainya. Dengan melihat kenyataan ini pemerintah
Indonesia harus tanggap secara cepat khususnya yang jadi sorotan adalah Menteri
Kesehatan sebagai penanggungjawab atas yang dialami masyarakat pedesaan di
Indonesia.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 3
Di Indonesia sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan memilih
profesi sebagai petani khususnya di daerah perbukitan, hal ini dikarenakan sudah
menjadi tradisi turun temurun mengingat Indonesia merupakan kaya akan hasil bumi.
Maka dengan kesuburan tanah yang dimiliki masyarakat pedesaan akan lebih cocok
mengembangkan pertanian yang mereka anggap akan mampu membantu mereka untuk
bertahan hidup. Sementara masyarakat pedesaan yang berada di daerah pesisir pantai
biasanya akan memilih profesi sebagai nelayan, karena di laut Indonesia sangatlah kaya
akan sumber daya alamnya baik ikan, udang, terumbu karang dan sebagainya. Selain itu
juga mereka mengembangkan budidaya dengan membuat tambak ikan sehingga hasil
yang didapatkan ini bisa dipasarkan ke luar desa bahkan sampai di eksport ke luar
negeri. Ini dilakukan masyarakat pedesaan yang tinggal di pesisir pantai sebagai sebuah
sumber mata pencarian yang bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Adapun ciri fisik pedesaan antara lain:
1. Memiliki sekitar ± 1000 jumlah penduduk.
2. Kebanyakan tanah di pedesaan digunakan untuk pertanian, kecuali pedesaan
yang berada di pesisir pantai yang berprofesi sebagai nelayan.
3. Di daerah pedesaan sebagian besar jalan batu dan tanah yang menyebabkan
sangat minimnya transportasi darat yang bisa melewati terutama kendaraan roda
empat.
Adapun ciri masyarakat pedesaan antara lain:
1. Antar warga memiliki hubungan yang sangat erat.
2. Kekeluargaan dijadikan sebuah pengikat antar warga dalam kehidupan
berkelompok.
3. Sebagian besar warganya menghasilkan produk pertanian untuk emmenuhi
kebutuhan hidupnya.
4. Kesenjangan sosial yang ada tidak terlalu besar selisihnya.
5. Kesadaran masyarakat untuk memenuhi nilai dan norma yang berlaku di
wilayahnya sangatlah tinggi. (Melinda/1506105035)
2.2 Pengertian dan Luasnya Pembangunan Pedesaan
Pengertian:
Pembangunan pedesaan merupakan sebuah tahapan pendiskusian dan penentuan
keinginan yang dilakukan oleh anggota atau masyarakat desa, setelah itu melakukan
perencanaan dan pengerjaan bersama untuk mencapai tujuan tersebut.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 4


Sehingga pembangunan masyarakat di pedesaan merupakan spesifikasi dari
pengertian community development atau pembangunan masyarakat dalam satu kesatuan,
yang bertujuan agar dapat meningkatkan penghasilan dan juga taraf hidup warga
masyarakat tersebut.
Pada dasarnya hampir seluruh masyarakat Indonesia sekitar 81% nya bertempat
tinggal dipedesaan. Dan kita semua tahu bahwa hampir semua masyarakat Indonesia,
terdiri ataas petani, pengusaha kecil (UMKM), perajin, peternak, pedagang dan hampir
seluruhnya tinggal di pedesaan, yang kondisi ekonominya lemah. Dan kebanyakan
kehidupan mereka masih bersandar pada usaha pertanian. Namun demikian seringkali
pengolahan lahan dalam pertanian oleh para petani seringkali masih dalam taraf
pengolahan yang sangat memprihatinkan. Sehingga saat pergantian ke Orde Baru
pembangunan ekonomi pedesaan memperoleh fokus yang besar. Focus dari
pemerintahan Orde Baru dialihkan kepada pembangunan pedesaan. Untuk itulah
pembangunan pedesaan ini digalakkan dan terus ditingkatkan untuk mendukung seluruh
rakyat yang berada dalam taraf ekonomi lemah.
Inti dari tujuan pembangunan masyarakat desa:
1. Jangka pendek: peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah pedesaan yang
cenderung berada di dalam kondisi ekonomi yang lemah.
2. Jangka panjang: mencapai masyarakat Indonesia yang makmur dan adil sesuai
Pancasila dan UUD 1945.
Alasan penyelenggaraan pembangunan di pedesaan:
1. Jumlah penduduk yang digolongkan sebagai tenaga kerja banyak berada di
pedesaan.
2. Lebih luas dan suburnya lahan pertanian yang terdapat di desa.
3. Ketersediaan bahan baku yang sangat memadai.
4. Jumlah pengangguran yang relatif banyak, dan upahnya yang relatif rendah.
5. Merupakan pasar yang potensial bagi pemasaran produk dikarenakan jumlah
penduduk yang relatif banyak.
6. Sifat masyarakat pedesaan yang ramah mudah untuk mengajak kerjasama dapat
diarahkan untuk tujuan usaha yang positif seperti koperasi.
(Melinda/1506105035)
2.3 Peranan KUD dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan
Menurut pendapat Eugene Staley, bahwa pembangunan yang berhasil adalah
pembangunan yang menjamin berkembangnya demokrasi, maka satu-satunya alat
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 5
ekonomi dan sosial yang mengandung nilai-nilai kedemokrasian itu adalah koperasi,
yang di pedesaan berkat dorongan dari Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa telah
dibentuk oleh warga desanya yaitu Koperasi Unit Desa (KUD).
Pada tingkat pertama KUD harus secara nyata menunjukkan tentang peranannya
yang benar-benar memberi manfaat dan jasa-jasa kepada warga desa pada umumnya,
cara ini merupakan pendekatan-pendekatan agar mereka bergabung dan menunjang
segala rencananya yang tertuju pada peningkatan kesejahteraan hidup warga pedesaan.
Dengan mendayagunakan pembinaan, fasilitas dan bantuan-bantuan kredit dari
pemerintah, KUD melancarkan operasinya, yang pertama ditanganinya adalah bidang
usahatani (agribusiness) yang kemudian dengan berhasilnya KUD di bidang ini, mulai
menggarap bidang yang kedua yaitu bersama-sama dengan LKMD menggairahkan dan
melaksanakan pembangunan di lingkungan pedesaannya.
Di bidang agribisnis atau usaha tani KUD telah berhasil menarik kepercayaan
para anggotanya dan masyarakat petani umumnya, KUD benar-benar dirasakan oleh
masyarakat petani sebagai miliknya sehingga anggota masyarakat yang belum
bergabung pun secara spontan menyatakan diri sebagai anggota. Cara atau jalan yang
ditempuh KUD adalah cara atau jalan yang memberi kemudahan kepada masyarakat
petani, yaitu :
1. Mendekatkan pasar dengan para produsen (para petani), KUD menyatakan
kemampuannya untuk  menampung produk-produk pertanian dengan pemberian
harga yang layak. Pasar demikian memang yang sangat diharap-harapkan oleh
masyarakat petani;
2. Dengan adanya fasilitas pemasaran produk yang dekat dan diperolehnya harga
yang layak, maka para petani mulai bergairah untuk meningkatkan produksinya
dengan memperhatikan kualitas produk, karena produk yang mulus akan
memperoleh penilaian yang lebih baik (ingat value system);
3. Toko KUD memberikan servis yang baik dengan harga yang layak atas setiap
barang yang dibeli oleh para petani dan anggotanya, dengan meningkatnya
pendapatan, daya beli para petani menjadi meningkat pula, sehingga
pertokoannya lebih dilengkapi dengan berbagai barang yang diperlukan
masyarakat petani khususnya dan masyarakat pedesaan umumnya;
4. Sub unit kredit melayani pula pemberian pinjaman kepada para anggotanya, baik
bentuk uang untuk modal kerja maupun pupuk dan obat-obatan, yang
kesemuanya diatur harus dikembalikan setelah masa panen;
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 6
5. Beberapa sub unit diadakan untuk melayani petani peternak, petani perikanan
dan penduduk desa yang mengusahakan kerajinan/industri kecil (home industri);
6. KUD dengan bekerjasama dengan beberapa petugas lapangan dari instansi
pemerintah aktif melakukan bimbingan, penyuluhan-penyuluhan untuk
meningkatkan keterampilan usaha para petani dan warga desa umumnya;
7. Dalam menghadapi beberapa kesulitan, KUD aktif melakukan musyawarah dan
mufakat dengan segenap anggotanya, demikian pula dalam pengarahan-
pengarahan produksi.
Dengan berhasilnya pengelolaan usaha tani (agribisnis) yang dilakukan oleh KUD,
beberapa kebaikan telah diperoleh, antara lain:
1. Timbulnya perasaan dan kesadaran masyarakat petani dan masyarakat pedesaan,
bahwa KUD ditumbuhkan oleh rakyat, untuk rakyat, KUD adalah milik rakyat
sehingga rencana dan kebijaksanaan KUD selalu mendapat dukungan penuh;
2. Berhasil meningkatkan kegairahan kerja;
3. Berhasilnya dikembangkan industri-industri kecil pengolah hasil-hasil pertanian
dan kerajinan rakyat; yang berarti pula terserapanya tenaga kerja di pedesaan;
4. Berhasilnya pembentukan modal, baik dari simpanan wajib, simpanan sukarela
dan simpanan-simpanan yang berupa tabungan, makin meningkatnya
pendapatan para petani dan anggota KUD maka makin bertambah pula besarnya
simpanan-simpanan tersebut, karena diadakannya ketentuan pada setiap
penerimaan pendapatan x% harus disisihkan untuk simpanan;
5. Berhasilnya dikumpulkan sejumlah besar dana sosial, yang juga dari waktu ke
waktu makin bertambah. Bertambahnya dana sosial dan dana pembangunan
karena adanya kesadaran para anggota melalui rapat-rapat anggota untuk
menyumbangkan bagian-bagian dari bagi hasil sisa usaha KUD ke dalam dana
sosial dan dana pembangunan.
Dengan dimilikinya sejumlah dana sosial, dana pembangunan dan sumbangan-
sumbangan sukarela dari warga masyarakat desa, melalui musyawarah dan mufakat
baik dengan para anggota maupun dengan LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat
Desa), dapatlah dilancarkan usaha-usaha pembangunan, yang terutama tertuju pada :
1. Perbaikan jalan dan jembatan di pedesaan, demi untuk melancarkan usaha warga
desa;
2. Perbaikan tempat ibadah, sekolah pedesaan;
3. Pengadaan prasarana MCK, pengairan dan prasarana lainnya.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 7
4. Bahkan tak sedikit jumlahnya pedesaan yang mampu untuk melaksanakan
elektrisifikasi(pemakaian atau penggantian dengan listrik) pedesaannya.
Kesejahteraan masyarakat desa akan berkembang terus selama cara kerja KUD,
kejujuran para pengurusnya, kegairahan kerja para anggotanya dapat dipertahankan
dengan sebaik-baiknya.(I Putu Reza Krisna/1506105093)
2.4 Pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD)
Dalam sejarah perekonomian Indonesia, koperasi memegang peranan penting
sebagai salah satu pondasi ekonomi yang berbasis kerakyatan. Salah satu jenis koperasi
yang memiliki peran cukup vital bagi pembangunan, khususnya di pedesaan adalah
Koperasi Unit Desa (KUD).KUD secara umum bergerak di wilayah pedesaan. Awalnya
koperasi ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dalam aktivitas
pertanian karena kebanyakan masyarakat desa bekerja di sektor agraria atau pertanian.
Dalam pengembangannya, KUD tak hanya menjadi penyokong kegiatan
pertanian warga, namun juga sebagai penyokong aktivitas perdagangan, perikanan,
peternakan, produksi kerajinan kreatif, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagianya.
Melalui KUD inilah masyarakat desa melakukan aktivitas simpan pinjam, pemasaran,
layanan jasa, kegiatan konsumsi maupun produksi hasil usaha. KUD bisa diibaratkan
wadah organisasi ekonomi sosial kemasyarakatan. KUD dibentuk, diselenggarakan, dan
dibuat untuk masyarakat desa itu sendiri. Tujuannya adalah menjamin kebutuhan dan
kesejahteraan masyarakat tetap terpenuhi. Koperasi, termasuk KUD, adalah suatu
gerakan ekonomi rakyat yang berbasis kerakyatan dan kekeluargaan. Dengan hadirnya
KUD masyarakat benar- benar mendapatkan manfaat yang tak sedikit. Kebutuhan hidup
semakin terpenuhi, kesejahteraan terjamin, bahkan pada aspek yang lebih luas
masyarakat mampu memberdayakan dirinya sendiri serta lingkungannya.
Tak dapat dipungkiri bahwa KUD memiliki peran dan manfaat yang luar biasa
pentingnya bagi pembangunan desa khususnya dalam bidang perekonomian. Sektor
pertanian terus didorong agar lebih produkif serta mampu swasembada. Begitu pun
dengan sektor-sektor lainnya seperti peternakan, perikanan, perdagangan, dan
sebagainya. Berbagai sektor tersebut dipacu agar mampu menghasilkan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Selain berperan penting dalam bidang perekonimian, KUD juga memiliki peran
krusial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Seperti diketahui masyarakat
desa memiliki tingkat kesejahteraan yang masih kalah disbanding masyarakat kota.
Dengan eksisnya KUD diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat desa semakin
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 8
membaik dan bergerak positif yang tentunya memiliki pengaruh pada pertumbuhan
ekonomi secara nasional. KUD yang dibentuk di pedesaan dan beranggotakan
masyarakat desa tak bergerak sendiri dalam segala aktivitasnya. Pemerintah telah
memberi dukungan secara hukum, moril, dan finansial. Pemerintah ikut
bertanggungjawab memberdayakan KUD yang ada guna mendorong pembangunan di
kawasan pedesaan.
Peran pemerintah dalam mendorong perkembangan dan jangkauan KUD adalah
dengan mengucurkan bantuan berupa hibah, kredit, dan bantuan lain. Pemerintah juga
mengadakan pelatihan bagi masyarakat desa agar lebih produktif lagi dalam bidang
ekonomi. Melalui support dan bantuan secara langsung dari pemerintah diharapkan
KUD dan masyarakat desa secara umum mampu bangkit, mandiri, dan memiliki masa
depan yang lebih cerah. (Gede Arisutha_1506105095)
2.5 Keberhasilan Dan Kekurangan Koperasi Unit Desa (KUD)
A. Keberhasilan dari KUD
Keberhasilan yang dicapai koperasi tidak semata-mata diukur dengan tingkat
efisiensi koperasi sebagai perusahaan ataupun keuntungan yang didapat, melainkan
diukur dengan seberapa efisien koperasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan
anggota dan masyarakat, serta dapat menimbukan dampak yang baik untuk lingkungan.
Adapun syarat-syarat agar koperasi dapat mencapai keberhasilan, yaitu :
a. Berusaha dengan efisien dan produktif
b. Efisien dan efektif bagi para anggota
c. Memberikan saldo bagi setiap anggota dalam jangka panjang
d. Menghindari terjadi sitasi, dimana kemanfaatan dari usaha bersama merupakan
barang milik umum
Menurut H. Sutaryo Salim, keberhasilan koperasi dapat dilihat dari :
a. Keberhasilan usaha (business success)
b. Keberhasilan anggota (member success)
c. Keberhasilan pembangunan (development success)
Adapun pendapat dari para ahli mengenai keberhasilan koperasi, yaitu:
Jochen Ropke
Perlu adanya uji partisipasi dan uji pasar untuk mengukur keberhasilan koperasi. Ke dua
ujian tersebut menggambarkan bahwa koperasi harus memiliki potensi keunggulan
bersaing di banding dengan lembaga lain.
Muslimin Nasution
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 9
Keberhasilan usaha KUD adalah untuk menunjang kegiatan usaha atau rumah tangga
anggotanya dalam rangka meningkatkan kekuatan ekonominya melalui penyediaan
barang dan jasa yang dibutuhkan yang sangat berkaitan dengan realisasi dari skala
ekonomi, perbankan, posisi pasar atau pangsa pasar dan kemungkinan-kemungkinan
yang lebih besar dalam komunikasi, informasi dan inovasi.
A. Hanel
Hasil usaha dan keberhasilan koperasi tidak timbul sendir, melainkan merupakan akibat
dari usaha koperasi yang giat tergantung pula pada kerjasama yang efektif dan
kontribusi para anggota terhadap perkembangan koperasi dan yang memerlukan tingkat
solidaritas atau loyalitas.
Atje Partadiredja
Di mana keberhasilan koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang
manajemen, jika orang-orang dalam manajemen itu jujur, cakap dan giat, besarlah
kemungkinannya koperasi akan maju pesat, sebaliknya jika tidak cakap, curang atau
tidak berwibawa tentulah koperasi pun akan mundur atau tidak semaju seperti yang
diharapkan.
Ima Suwandi
Keberhasilan KUD diukur dari segi organisasi yang meliputi kegiatan keanggotaan,
kegiatan pengurusan dan kegiatan administrasi.
Ukuran keberhasilan koperasi unit desa ditentukan oleh:
 Baik tidaknya alat perlengkapan organisasi yaitu rapat anggota dalam pengurus
koperasi dan badan pemeriksa koperasi.
 Seberapa jauh kegiatan koperasi unit desa mampu mengelola tugas yang
dibebankan oleh pemerintah seperti pengadaan sarana produksi, kredit candak
kulak, partisipasi anggota dan lain-lain.
B. Kekurangan dari KUD
 Pejabat koperasi sebagai Pembina KUD terlalu cepat memberi bantuan berupa
kredit kepada KUD tanpa disertai pembinaan dan pengawasan yang insentif.
 Penyuluhan mengenai KUD dilakukan sambil lalu tanpa ada koordinasi dengan
dinas-dinas teknis lain.
 Jumlah tenaga pembina koperasi tidak sebanding dengan luas wilayah dan
jumlah anggota masyarakat yang dilayani.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 10


 Pejabat koperasi tidak tegas dalam mengambil keputusan terhadap pengurus
KUD yang tidak menjalankan fungsi dengan baik.
 Membeli hasil pertanian dibawah harga pasar.
 Belum mampu bersaing di pasaran.
 Kurangnya permodalan (Ngakan Pt Surya Agung Pambudi/1506105096)
2.6 Permasalahan KUD
Koperasi dapat mengalami permasalahan ataupun kendala – kendala, yaitu:
1. Kehabisan modal.
2. Tidak aktifnya pengurus.
3. Bubarnya instansi/perusahaan yang menaungi koperasi.
4. Sebagian besar penyebabnya adalah faktor internal kemudian ditambah faktor
eksternal seperti kondisi ekonomi secara makro.
5. Kualitas SDM pengelola koperasi.
6. Kemampuan manajemen yang tidak terlalu baik membuat sulit berinovasi.
7. Sulit bersaing dengan koperasi maupun usaha lain yang lebih kreatif
mengembangkan usahanya.
8. Modal bagi para pelaku koperasi juga menyebabkan banyak koperasi yang
terpaksa gulung tikar akibat kehabisan napas sebelum berkembang.
9. Sulitnya akses kesadaran pengurus dalam mengangsur dana pinjaman perlu
ditingkatkan.
Maka dari itu, pemerintah perlu membina dan memfasilitasi koperasi-koperasi
yang sehat maupun yang masih berpeluang untuk sehat. Kalau keberadaan koperasi
tersebut sangat sulit dipertahankan, jalan satu-satunya dibubarkan sesuai dengan
prosedur dalam Undang-Undang tentang Perkoperasian. Ataupun terlebih dahulu
melakukan kajian khusus sejauh mana prospek koperasi tersebut ke depan.
Permasalahan dalam koperasi pun bisa dipengaruhi oleh kinerja anggota sebagai
penggerak koperasi. Maka dari itu Kepala Koperasi harus dapat meningkatkan
partisipasi anggota koperasinya.
Untuk meningkatkan partisipasi adalah perlunya managemen koperasi
meningkatkan ransangan – ransangan intensif kepada anggota melalui peningkatan
manfaat keanggotaan.
Adapun dengan cara melakukan kegiatan:
a. menyediakan barang-barang atau jasa-jasa

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 11


b. meningkatkan harga pelayanan kepada anggota
c. menyediakan barang-barang yang tidajk tersedia di pasar bebas
d. berusaha memberuikan deviden per anggota
e. memperbesar alokasi dana
f. menyediakan berbagai tunjangan keanggotaan
Rangsangan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan pembuatan program
koperasi nampaknya menjadi faktor terpenting berikutnya dalam meningkatkan
partisipasi koperasi.
Sebagian dari kegiatan yang dapat dilakukan:
a. menjelaskan tentang maksud, tujuan perencanaan dan keputusan yang akan
dikeluarkan
b. meminta tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan
dikeluarkan
c. meminta informasi tentang segala sesuatu dari semua anggota dalam usaha membuat
keputusan dan mengambil keputusan
d. memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota dalam pengambilan
keputusan
Partisipasi merupakan faktor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan atau
perkembangan suatu organisasi. Dalam Koperasi Unit Desa, semua program manajemen
harus memperoleh dukungan dari anggota. Untuk keperluan itu pihak manajemen
memerlukan berbagai informasi yang berasal dari anggota, khususnya informasi tentang
kebutuhan dan kepentingan anggota. Informasi ini hanya mungkin diperoleh jika
partisipasi dalam koperasi berjalan dengan baik. Peningkatan partisipasi akan dapat
meningkatkan rasa tanggung jawab serta semangat dan kegairahan kerja. Tanpa
partisipasi anggota, koperasi tidak dapat bekerja secara efisiaen dan efektif. Suatu
koperasi dapat berhasil dalam kompetisi, tetapi tak akan ada arrtinya bila anggota tak
memanfaatkan keunggulan yang dimiliki tersebut. (Putu Taranitha Putri
Wilanda/1506105108)
2.7 Program Pembinaan dan Pengembangan KUD
Di Indonesia peranan Pemerintah dalam menggerakan dan mengembangkan
koperasi cukup besar. Campur tangan pemerintah dalam hal ini sifatnya membantu
memecahkan persoalan dan membimbing KUD menuju ke arah organisasi yang lebih
otonomi yang nantinya mampu menjadi penyangga perekonomian rakyat pedesaan.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 12


Untuk membimbing, mendorong, mengembangkan dan membina KUD,
dibentuk BUUD (Badan Usaha Unit Desa) beserta kepengurusannya yang anggotanya
terdiri dari unsur-unsur pemuka masyarakat seperti: Camat, Pamong (pengurus) desa,
Guru, Ulama, dll. Pelaksanaan sehari-hari kebijakan usaha KUD dilaksanakan oleh
manager yang mempunyai kemampuan pengelolaan perusahaan yang mencurahkan
waktu sepenuhnya pada pekerjaannya.
Melihat liputan kegiatan yang begitu luas, dari KUD, maka pembinaan KUD
sejak tahun 1972 terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dari segi
kualitas seperti jumlah anggota, volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran sarana
produksi perlengkapan gedung dan kantor. Dari segi kualitas seperti jumlah anggota,
volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi perlengkapan gedung
dan kantor.
Partisipasi masyarakat dalam KUD bisa diukur dengan mengetahui sejauh mana
pengetahuan masyarakat terhadap manfaat koperasi, pengetahuan anggota terhadap
pengurus dan hubungannya dengan pengurus. Di samping itu juga bisa diukur dari
pemenuhan kewajiban menyetor simpanan, dan frekuansi kunjungan mereka ke KUD.
(Reza Perkasa Felangi/1506105119)
2.8 Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD
Strategi adalah perencanaan induk yang komprehensif, yang menjelaskan
bagaimana KUD akan mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan misi
yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk Strategi pembinaan dan pengembangan usaha
adalah cara untuk mencapai sasaran jangka panjang dengan mengembangkan usaha
yang sudah ada baik melalui pengembangan produk maupun jasa.
Dalam pengelolaan koperasi tentunya memiliki suatu strategi tertentu guna
mewujudkan berdirinya koperasi. Dalam menentukan suatu strategi, koperasi harus
mempertimbangkan secara cermat hal-hal sebagai berikut: (a). kekuatan internal
koperasi, (b). kelemahan internal koperasi, (c). kesempatan atau peluang bisnis yang
tersedia untuk dimanfaatkan guna mencapai tujuan koperasi, (d). Hambatan atau
kendala bisnis yang diperkirakan mengganggu pencapaian tujuan koperasi (Anindya,
2003 : 45).
Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan strategi yang disusun untuk
melaksanakan visi dan misi dalam mencapai tujuan koperasi. Adapun strategi
pembinaan dan pengembangan KUD yang dapat disusun untuk menjalankan visi dan
misi suatu KUD tersebut yaitu sebagai berikut :
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 13
1. Mengembangkan usaha untuk anggota dan masyarakat pada umumnya
Untuk dapat mengembangkan usaha dilakukan dengan cara adanya hubungan baik
antara pengurus dan anggota akan menciptakan suasana kerja yang baik, sehingga
baik pengurus maupun anggota bisa saling mendukung dan saling mengingatkan
untuk bisa mempertahankan kualitas komoditi yang dihasilkan, dan dengan adanya
hubungan baik ini para anggota tidak enggan untuk menyampaikan ide-ide yang
dapat membantu meningkatkan kualitas komoditi.
2. Perekrutan pengurus yang berkompeten
Hal mendasar yang sangat penting dalam upaya memajukan KUD Berkat adalah
dengan merekrut pengurus yang berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang
yang sekedar mau menjadi pengurus melainkan orang-orang yang memiliki
kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi. seperti dengan mencari
pemimpin yang dapat memimpin dengan baik, kemudian pengelolaan dipegang oleh
orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Serta perlu dibuat
pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman.
3. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak efisien, mengandung kelemahan perlu
dibenahi. Koperasi harus menjalankan 5 fungsi manajemen dalam kegiatan koperasi
yaitu sebagai berikut :
a. Perencanaan
Perencanaa yang merupakan suatu proses perumusan program beserta
anggarannya, yang harus dilakukan oleh sebuah koperasi sebagai tindak lanjut dari
pelaksanaan strategi yang hendak di laksanakan.
b. Pengorganisasian
Tujuan dari pengorganisasian adalah untuk mengelompokan kegiatan, sumber
daya manusia dan sumber daya lainnya yang dimiliki koperasi agar pelaksanaan
dari suatu rencana dapat dicapai secara efektif dan ekonomis.
c. Pengarahan
Pengarahan pada karyawan lebih mengkonsentrasikan diri dalam tugas, karyawan
di arahkan pada tujuan koperasi yang sudah ditetapkan.
d. Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan suatu kegiatan yang mempengaruhi orang-orang lain
agar supaya melekukan pekerjaan bersama menuju kepada suatu tujuan tertentu
yang telah di tentukan terlebih dahulu.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 14
e. Pengendalian
Tujuan utama pengendalian adalah memastikan bahwa hasil kegiatan usaha sesuai
dengan apa yang telah direncanakan.
4. Memberikan pelatihan pengurus
Dengan memberikan pelatihan terhadap kemampuan kerja para pengurus yang
dilakukan secara berkala, diharapkan sistem keuangan dan birokrasi internal didalam
KUD Berkat dapat teratasi.(Gek Ayu Nina/1506105106)

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 15


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keadaan masyarakat pedesaan di Indonesia masih sangat erat kaitannya dengan
adat istiadat yang mereka anut di wilayah masing-masing. Hal ini dikarenakan pedesaan
di Indonesia masih menjunjung tinggi rasa kekeluargaan demi keutuhan adat istiadat
yang mereka punya. Rasa kekeluargaan itu sangatlah penting dilakukan oleh masyarakat
pedesaan di Indonesia. Adapun ciri fisik pedesaan antara lain: memiliki sekitar ± 1000
jumlah penduduk, kebanyakan tanah di pedesaan digunakan untuk pertanian, kecuali
pedesaan yang berada di pesisir pantai yang berprofesi sebagai nelayan, di daerah
pedesaan sebagian besar jalan batu dan tanah yang menyebabkan sangat minimnya
transportasi darat yang bisa melewati terutama kendaraan roda empat. Dan ciri
masyarakat pedesaan antara lain: antar warga memiliki hubungan yang sangat erat,
kekeluargaan dijadikan sebuah pengikat antar warga dalam kehidupan berkelompok,
sebagian besar warganya menghasilkan produk pertanian untuk emmenuhi kebutuhan
hidupnya, kesenjangan sosial yang ada tidak terlalu besar selisihnya dan kesadaran
masyarakat untuk memenuhi nilai dan norma yang berlaku di wilayahnya sangatlah
tinggi.
Pembangunan pedesaan merupakan sebuah tahapan pendiskusian dan penentuan
keinginan yang dilakukan oleh anggota atau masyarakat desa, setelah itu melakukan
perencanaan dan pengerjaan bersama untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut
pendapat Eugene Staley, bahwa pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang
menjamin berkembangnya demokrasi, maka satu-satunya alat ekonomi dan sosial yang
mengandung nilai-nilai kedemokrasian itu adalah koperasi, yang di pedesaan berkat
dorongan dari Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa telah dibentuk oleh warga desanya
yaitu Koperasi Unit Desa (KUD). Pembangunan KUD tidak lepas dari peran pemerintah
yang menyediakan segala keperluan dari KUD, dimana diharapkan nantinya KUD dapat
berdiri sendiri. Adapun beberapa hal yang dikemukan para ahli tentang keberhasilan
KUD dan kekurangan dari KUD tersebut. Terdapat beberapa macam permasalahan yang
sering terjadi dalam Koperasi Unit Desa, salah satunya adalah keterbatasan kualitas
kemampuan SDM yang dapat diatas dengan beberapa penanganan yang tepat.
Untuk membimbing, mendorong, mengembangkan dan membina KUD,
dibentuk BUUD (Badan Usaha Unit Desa) beserta kepengurusannya yang anggotanya
terdiri dari unsur-unsur pemuka masyarakat. Strategi adalah perencanaan induk yang
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 16
komprehensif, yang menjelaskan bagaimana KUD akan mencapai semua tujuan yang
telah ditetapkan berdasarkan misi yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk Strategi
pembinaan dan pengembangan usaha adalah cara untuk mencapai sasaran jangka
panjang dengan mengembangkan usaha yang sudah ada baik melalui pengembangan
produk maupun jasa.
Dalam pengelolaan koperasi tentunya memiliki suatu strategi tertentu guna
mewujudkan berdirinya koperasi. Dalam menentukan suatu strategi, koperasi harus
mempertimbangkan secara cermat hal-hal sebagai berikut: (a). kekuatan internal
koperasi, (b). kelemahan internal koperasi, (c). kesempatan atau peluang bisnis yang
tersedia untuk dimanfaatkan guna mencapai tujuan koperasi, (d). Hambatan atau
kendala bisnis yang diperkirakan mengganggu pencapaian tujuan koperasi. Adapun
strategi pembinaannya adalah mengembangkan usaha untuk anggota dan masyarakat
pada umumnya, perekrutan pengurus yang berkompeten, membenahi kondisi internal
koperasi, memberikan pelatihan pengurus.

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Udayana | 17