Anda di halaman 1dari 1

Menghitung Harga Pokok Penjualan

Apabila perusahaan menerapkan metode pencatat persediaan secara perpetual

fisik, maka besarnya harga pokok barang yang terjual bisa ditentukan setiap saat

terjadi penjualan yaitu setiap membuat jurnal penjualan sekaligus mencatat

jurnal harga pokok penjualan. Namun demikian perhitungan harga pokok

penjualan tetap dilakukan sebagai komponen dari laporan laba rugi yang tersaji

dalam laporan keuangan. Penghitungan harga pokok penjualan dibuat pada akhir

periode akuntansi, yaitu pada waktu disusun laporan keuangan. Penyajian harga

pokok penjualan ini dapat dibuat secara terpisah dari laporan laba rugi. Adapun

formulasi penghitungan harga pokok penjualan adalah:

Contoh: Data berikut ini adalah yang dimiliki oleh Toko “Rahayu” Persediaan barang

dagangan awal (1 Oktober 2006) sebesar Rp30.000.000,00. Pembelian selama satu

bulan sebesar Rp120.000.000,00. Dari pembelian tersebut diperoleh potongan

pembelian sebesar Rp3.000.000,00 dan melakukan pengembalian barang yang

rusak sebesar Rp6.000.000,00. Dalam rangka memperoleh barang yang dibeli

dikeluarkan ongkos angkut sebesar Rp1.200.000,00. Pada akhir periode dilakukan

perhitungan secara fisik barang yang masih tersisa di gudang sebesar

Rp35.000.000,00.

Dari data tersebut

dapat dihitung

besarnya harga

pokok penjualan

sebagai berikut.