Anda di halaman 1dari 5

NAMA : DESDI R.

ARITONANG
NIM : 1717.1112.0748

1.Jelaskan dengan singkat apa yang diukur oleh indeks harga konsumen dan bagaimana
harga indeks konsumen di susun.
Jawaban :

Yang diukur IHK yaitu :


mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga
(household). IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga
sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya.
Untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan indeks harga
produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen untuk membuat
produknya.
Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya
sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja
masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan. IHK mengukur harga sekumpulan barang
tertentu (sepertti bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa)
yang dibeli konsumen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang
dibeli oleh konsumen. IHK digunakan untuk mengamati perubahan dalam biaya hidup
sepanjang waktu.

Cara menyusun Harga Indeks Konsumen :


1. Tentukan isi keranjangnya
Menetukan harga-harga mana yang paling penting bagi konsumen tertentu. Jika
konsumen tersebut membeli lebih banyak ayam dari pada burger, maka harga ayam
goreng lebih penting dari harga burger shg harus diberi bobot dlm mengukur biaya
hidup.

2. Tentukan harga-harganya
Menemukan harga setiap barang dan jasa dalam keranjang untuk setiap masa /waktu.

3. Menghitung seluruh isi harga-harganya


Menggunakan data harga-harga untuk menghitung jumlah harga keseluruhan isi
keranjang barang dan jasa dari waktu ke waktu. Perhitungan harga-harga ini yg
berubah. Dengan menetapkan isi keranjang untuk selalu sama, kita meniadikan
dampak perubahan harga dari dampak perubahan jumlah apapun yg mungkin terjadi
pada saat yang sama.

4. Memilih tahun basis dan menghitung indeksnya.


Langkah keempat adalah memilih satu tahun sebagai tahun basis yg merupakan tolok
ukur yg menjadi bandingan tahun-tahun yg lainnya. Untuk menghitung indeksnya,
harga keranjang barang dan jasa untuk setiap tahun dibagi dengan harga keranjang
pada tahun basis. Perbandingan ini kemudian dikalikan 100. Angka hasilnya adalah
indeks harga konsumen.
5. Menghitung Laju Inflasi.
Langkah kelima adalah menggunakan Indeks harga konsumen untuk menghitung laju
inflasi (inflation rate), yang merupakan perubahan persentase pada indeks harga dari
periode sebelumnya, yaitu laju inflasi antara dua tahun yang berurutan dihitung sbb. :

CPI pada tahun-2 – CPI pada tahun ke-1


Laju Inflasi pada tahun ke 2 = --------------------------------------------------------
CPI pada tahun ke-1

2. Henry Ford membayar para pekerjanya sebesar $ 5 per hari pada tahun 1914, jika
indeks harga konsumen adalah $ 10 pada tahun 1914 dan $ 177 pada tahun 2001,
Berapakah nilai upah yang diberikan oleh Henry Ford dalam dollar pada tahun 2001 ?

Jawaban :

IHK = ( pn / po ) x 100
Keterangan : pn = Harga sekarang
po = Harga pada tahun dasar

Mencari Hartga tahun dasar

IHK = (pn / po) x100


$ 10 = ( $5 / po ) x 100
po = $ 5 x 100
$10
po = $ 50

Gaji Tahun 2001

IHK = (pn / po) x100


$ 177 = ( pn / $ 50 ) x 100
pn = $ 50 x $177
100
pn = $ 88,5

Jadi, Upah yang diberikan Hendri pada tahun 2001 sebesar $ 88,5 per hari.
3. Apa yang dimaksud dengan saham ?. Apa yang dimaksud dengan obligasi ?,
Apa perbedaan dan persamaan diantara keduanya?

Jawaban :

 Saham adalah bentuk kepemilikan suatu perusahaan, biasanya dalam bentuk


dokumen. Pemilik saham berhak untuk mendapat sebagian dari keuntungan
perusahaan yang disebut “deviden”.

 Obligasi adalah surat hutang, dapat dikeluarkan oleh perusahaan maupun


pemerintah, sebagai bentuk peminjaman uang dan sebagai janji untuk membayar
kembali sejumlah harga pokok hutang beserta bunganya yang disebut “kupon”.

 Perbedaan Saham dan Obligasi :

a. Fungsinya
Saham adalah tanda bukti kepemilikan atas sebagian porsi perusahaan, sementara
obligasi adalah tanda bukti pengakuan atas utang.

b. Jangka waktunya
Jangka waktu dari saham adalah tidak terbatas. Pemiliknya bisa memiliki saham ini
sampai kapanpun. Sementara itu jangka waktu dari obligasi adalah terbatas. Obligasi
menjadi tidak valid ketika kewajiban sudah ditunaikan pada tanggal jatuh temponya.

c. Pendapatan yang dihasilkan


Pemegang saham memperoleh penghasilan berupa dividen yang frekuensi
pembayarannya tidak menentu. Sementara itu pemegang obligasi memperoleh
penghasilan berupa bunga yang pembayarannya berkala dan jangka waktunya
ditentukan sejak awal.

d.Kepastian pembayaran
Dividen dibayarkan dari laba perusahaan, sedangkan laba perusahaan itu tidak bisa
ditaksir. Ketika perusahaan tidak memiliki laba maka pemilik saham tidak mendapat
dividen. Sementara itu bunga dan pokok pinjaman wajib dibayarkan tanpa melihat
untung atau rugi perusahaan.
e. Harga saham dan obligasi sebagai komoditas
Saham sangat fluktuatif dan amat peka terhadap berbagai guncangan ekonomi dari
segi mikro atau makro. Sementara itu obligasi lebih stabil dan kurang peka.
Perubahan harga obligasi di pasarnya berubah karena tingkat bunga dan inflasi.

f. Hak campur tangan pada perusahaan


Pemilik saham memilki hak untuk memberikan suaranya pada RUPS atau Rapat
Umum Pemegang Saham, dengan itu memiliki hak campur tangan pada perusahaan.
Sementara itu pemilik obligasi tidak mendapat hak ini.

g. Perlakuan pada saat likuidasi


Ketika perusahaan dibubarkan, pemilik utang dan obligasi akan didahulukan haknya
untuk mengklaim sebagian aset perusahaan. Sementara itu pemegang saham hanya
akan mendapat aset sebesar porsi dari aset perusahaan yang tersisa setelah utang
diselesaikan.

h. Perlakuan pajak
Dividen adalah bagian dari laba.perusahaan, maka pajak akan diterapkan sebelum
dibayarkan. Sementara itu bunga obligasi dikenai perhitungan pajak setelah
dibayarkan.

 Persamaan Saham dan Obligasi :

Saham dan obligasi walaupun sejenis dan memiliki banyak sekali persamaan,
sejatinya adalah dua instrument yang sangat berbeda. Untuk persamaan hanya saham
jenis preferen saja yang bisa dibandingkan dengan obligasi karena nature dari
keduanya yang mirip, untuk penjelasan lebih lanjut lihat di penjelasan di bawah nanti.
Sementara itu berikut adalah persamaan saham preferen dan obligasi.

a. Memiliki klaim atas keuntungan dan aktiva di masa depan, pada saat ini
Saham preferen dan obligasi menjanjikan pemiliknya atas pendapatan berupa aset
berupa uang, atau aset-aset lainnya di masa depan. Klaim ini ditetapkan dengan tegas
pada tanggal transaksi (pembelian saham atau penanhadiranan obligasi) dan sanggup
dihukum ketika jatuh tempo sudah terjadi. Intinya saham dan obligasi menjanjikan
pendapatan bagi pemiliknya.

b. Selama sekuritas masih berlaku, pendapatan akan tetap


Pada jangka waktu tertentu ketika saham preferen dan obligasi masih berlaku,
pemiliknya akan mendapatkan pendapatan dengan rate yang tetap dan tidak berubah-
ubah. Hal ini dapat dipastikan karena jumlah transaksi awal bernilai tetap dan
sebelumnya rate bunga atau dividen telah ditetapkan. Hal ini tidak berlaku di saham
biasa karena dividen saham biasa sifatnya tidak tentu jumlah dan klaimnya.

c. Memiliki hak tebus


Hak tebus adalah suatu opsi untuk menukar saham preferen dan obligasi dengan uang
sebelum masa tunainya. Pada obligasi hal ini khusus hanya berlaku pada obligasi
yang memiliki opsi beli.
d. Convertible
Saham preferen dan obligasi keduanya sanggup ditukar dengan sekuritas berbentuk
lain khususnya saham biasa. Hal ini dilakukan spesial untuk sebelumnya terjadi
kesepakatan antara emiten dan pemilik sekuritas terkena konvertibilitas.