Anda di halaman 1dari 18

Nama: Yuda Puspita Ningrum

NPM: 1814401110023

ASUHAN KEPERAWATAN  PADA Ny.U DENGAN PERDARAHAN


ANTEPARTUM, PLASENTA PREVIA TOTALIS

KASUS GADAR
Seorang Klien bernama Ny.U usia 41 tahun, masuk RS pada tanggal 1 maret 2015, dengan
keluhan utama terjadi perdarahan saat hamil pada jam 01.30.

I. IDENTITAS
A. PASIEN
1. Nama  : Ny U
2. Tempat/tgl lahir/umur : Bumiayu/ 24 Januari 1968/ 41 tahun
3. Agama : Islam
4. Status perkawinan   : Menikah
5. Pendidikan terakhir  : SMA
6. Pekerjaan  : Ibu rumah tangga
7. Alamat  : Pruwatan RT 7/ RW 3 Bumiayu
8. Suku Bangsa  : Jawa
9. Diagnosa Medis  : Perdarahan antepartum, plasenta previa totalis.
10. Nomor RM/CM  : 772552
11. Tanggal Masuk RS  : 1 Maret 2015
12. Tanggal/jam pengkajian  : 2 Maret 2015/ 10.00 WIB
B. PENANGGUNG JAWAB
1. Nama  : Tn S
2. Umur  : 41 tahun
3. Pendidikan terakhir  : SMA
4. Pekerjaan  : Swasta

1
5. Alamat  : Pruwatan RT 7/ RW 3 Bumiayu
6. Hubungan dengan pasien  : Suami
II. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan utama:
Perdarahan saat kehamilan
2. Riwayat kesehatan sekarang:
Klien datang/kiriman dari Rumah Bersalin (RB) Alam Medica pada tanggal 1 Maret
2015, G3P2A0 dengan plasena previa totalis. rembesan air tidak ada, perdarahan
pervaginam bergumpal sejak tanggal 1 Maret 2015 jam 01.30 .
3. Riwayat kesehatan dahulu
Klien tidak memiliki riwayat penyakit yang menyertai kehamilan, seperti penyakit
jantung, paru, hipertensi, DM.
4. Riwayat obstetrik yang lalu:
G3 P2 A0
No Masalah kehamilan Tipe Keadaan bayi Masalah pada masa
persalinan nifas
1. Tidak ada VE Bayi lahir aterm, jenis Tidak ada masalah
kelamin laki-laki, BBL 4 selama masa nifas.
kg, lahir langsung
menangis.
2. Tidak ada VE Bayi lahir aterm, jenis Tidak ada masalah
kelamin perempuan, BBL selama masa nifas.
3,1 kg, lahir langsung
menangis.
3. Hamil sekarang ini Belum - -
mengalami mengalami
perdarahan persalinan.
pervaginam,
placenta previa
totalis.
5. Riwayat kehamilan saat ini:
HPHT  : 30-7-2014
HPL  : 6-5-2015
TB  : 155 cm
BB sebelum hamil  : 56 kg

2
Penambahan BB selama hamil : 8 kg
Lila  : 25 cm
Usia Keluhan TFU Letak DJJ Data lain
gestasi janin/presentasi
30 Perdarahan 28 cm Presentasi + Punggung janin di
minggu pervaginam kepala. (12,11,12) bagian kanan (PUKA),
antepartum kepala belum masuk
dengan PAP.
pasenta
previa.
6. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien tidak memiliki riwayat penyakit yang menurun, seperti penyakit
jantung, paru, hipertensi, dan DM. Dalam keluarga, tidak ada anggota keluarga lain
yang pernah mengalami penyakit yang serupa dengan yang diderita oleh klien.
7. Pola kesehatan fungsional (menurut Gordon, Handerson/modifikasi)
a. Pola nutrisi
Sebelum masuk RS, klien dalam sehari makan 3x sehari dengan menghabiskan 1
porsi makan. Saat hamil ini terkadang klien merasa mual, sehingga klien kadang
makan tidak teratur yaitu 2x dalam sehari. Setalah klien masuk RS pola nutrisi
klien tidak banyak mengalami perubahan, yaitu klien tetap makan 3x sehari
dengan menghabiskan 1 porsi makan yang diberikan dari RS.
b. Pola eliminasi
Sebelum masuk RS pola eliminasi klien dalam hal BAB tidak ada masalah yaitu
dalam sehari klien BAB 1x sehari. Sedangkan elama hamil untuk BAK, klien
mengalami peningkatan frekuensi BAK, yaitu klien lebih sering BAK tetapi
dalam BAK tidak ada keluhan yang dapat mengganggu klien BAK. Setelah masuk
RS pola eliminasi (BAB dan BAK) klien tidak ada masalah yang dapat
mengganggu dalam proses BAB dan BAK klien.
c. Pola aktivitas, istirahat dan tidur
Saat dirumah, sebelum klien mengalami perdarahan dan masuk RS, aktivitas klien
sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan hariannya hanya membersihkan rumah dan
mengurus suami saja. Namun setelah hamil aktivitas yang berat-berat saat
dirumah sudah dikurangi oleh klien. Dalam kesehariaanya klien tidur jam 21.00

3
malam dan bangun jam 04.00. terkadang klien tidur siang dan terkadang tidak.
Tidur siang biasanya lamanya 2 jam.
d. Pola kebersihan diri
Sebelum sakit klien bisa melakukan ADL secara mandiri, namun setelah sakit dan
dirawat di RS dalam memenuhi ADLnya klien memerlukan banuan minimal.
Dalam hal kebersihandiri, klien bisa melakukan kebersihan diri secara mandiri.
e. Pola reproduksi seksual:
Menstruasi pertama 12 tahun, lama siklus 7-8 hari, keputihan terkadang ada,
dismenore ada dan biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua haid,
permasalahan dalam hubungan seksual tidak ada masalah, operasi pada alat
reproduksitidak pernah.
f. Aspek mental, intelektual, sosial, spiritual:
· Konsep diri:
Identitas diri:
Klien adalah seorang wanita dengan umur 41 th, pernah hamil 3x,
melahirkan 2x, abortus belum pernah. Pertama haid, klien berumur 12 tahun.
Kondisi genetalia klien normal tidak ada masalah.
Harga diri:
Dalam kesehariannya klien sering berkumpul dengan tetangganya dirumah,
klien juga aktif mengikuti kegiatan yang diadakan dikampungnya yaitu seperti
arisan PKK, pengajian ibu-ibu, kerja bakti dll. Dalam berhubungan dengan
orang lain klien tidak pernah merasa minder atau malu.
· Intelektual (pengetahuan tentang penyakit yang diderita dan kesehatan secara
umum):
Menurut klien kesehatan itu merupakan hal yang sangat penting, sehingga
selama hamil klien selalu rutin memeriksakan kehamilannya di bidan praktek
yang ada di kampungnya. Namun saat klien mengalami perdarahan saat
hamil ini klien belum mengetahui secara jelasmengenai sakit yang
dideritanya dan klien belum paham mengenai penyebab sakit yang
dialaminya sekarang.
· Hubungan interpersonal/sosial: hubungan perkawinan, keluarga dan masyarakat:
Dalam beruhungan dengan anggota keluarga yang lain, hungungan dengan
masyarakat klien tidak ada masalah.
· Mekanisme koping individu:
4
Dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi sekarang klien berusaha
untuk sabar dan tegar menghadapi sakitnya ini, walaupun klien terkadang
merasa cemas dengan kondisi janin yang ada dalam rahimnya bila sering
terjadi perdarahan.
III. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum: tingkat kesadaran CM status gizi tidak ada masalah, gizi tercukupi.
2. TTV: suhu 37,1  0C, nadi 84 x/mnt, tekanan darah 100/70 mmHg, respirasi 20 x/mnt.
3. Pemeriksaan head to to:
a. Kepala: kesan wajah (chloasma gravidarum) ada dibagian pipi, kondisi
rambut: rambut klien pendek berwarna hitam, kebersihan rambut agak kotor
karena selama masuk RS klien belum pernah keramas.
b. Mata: kebersihan bersih, discharge tidak ada, refleks terhadap cahayanormal,
konjuctiva normal yaitu tidak pucat, sclera normal yaitu warna sklera putih tidak
ada kemerahan.
c. Hidung: simetris, bersih, discharge tidak ada.
d. Telinga: bentuk normal, kebersihan bersih dan discharge tidak ada, fungsi
pendengaran normal.
e. Mulut dan tenggorokan: kemampuan bicara tidak terdapat masalah, klien dapat
bicara secara normal, kebersihan bersih, tidak ada sianosis, adakah deviasi tidak
ada.
f. Leher: peningkatan JVP tidak ada, tiroid: pembesaran kelenjar tiroid tidak ada.
g. Tengkuk: kaku kuduk tidak ada.
h. Dada: inspeksi bentuk dada simetris, retraksi dinding dada tidak ada,gerakan
nafas tidak ada usaha napas tambahan, palpasi suara napasvesikuler, suara
ronkhi dan wezing tidak ada, nyeri tekan tidak ada, perkusi bunyi paru dan batas
jantung dan paru  perkusi paru sonor, batas antara jantung dan paru jelas,
auskultasi suara paru vesikuler, bunyi jantung (I, II, III) S1  > S2, irama jantung
reguler, murmur tidak ada, gallop tidak ada.
i. Payudara: bentuk simetris, ukurannya mulai membesar, kebersihan bersih,
aerola terjadi peningkatan pigmentasi, ASI belum keluar, kolostrumbelum keluar,
konsistnsi/massa tidak ada, putting: menonjol.
j. Abdomen: dinding perut supel, tidak ada pembesaran hati dan limpa, peristaltik
usus normal yaitu 12 x/mnt.
k. Punggung: vertebrae, ginjal dalam batas normal.
5
l. Panggul: normal
m. Genetalia wanita: edema vulva ada, varises ada, keputihan tidak ada,
kebersihan bersih, condiloma tidak ada, pembesaran kelenjar Bartolinitidak ada.
n. Anus dan rectum: pembesaran vena tidak ada, haemoroid tidak ada, massa tidak
ada.
o. Ekstremitas atas dan bawah: kelengkapan anggota gerak lengkap edemabagian
kedua kaki, tonus otot normal, varises ada, refleks: refleks patologis positif dan
refleks patologis negatif, turgor kulit baik (<>
4. Pemeriksaan khusus obstetrik:
Dilakukan pemeriksaan USG abdomen dengan hasil:
a. Tampak janin tunggal hidup intrauteri
b. Tampak plasenta previa menutupi orifisium uteri interna dengan disertai gambaran
hipoekoik diantaranya.
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan urin lengkap (protein, reduksi, urobilin, bilirubin)
Pemeriksaan urin lengkap tidak dilakukan.
2. Pemeriksaan darah lengkap (Hb, golongan darah,VDRL- papsmear bila ada indikasi)
a. Pemeriksaan darah lengkap
1) Hb = 9,1 gr/dL (L = 14-18, P = 13-16 gr/dL)
2) Leukosit = 8.000 / µL (5.000-10.000 / µL)
3) Ht = 28 % (L = 40-48, P = 37-43 %)
4) Eritrosit = 3,61 jt/ µL (L = 4,5 – 5,5 jt/ µL, P = 4-5 jt/ µL)
5) Trombosit = 179.000 / µL (150.000-400.000 / µL)
6) MCV = 77,8 fl (80-97 fl)
7) MCH = 25,2 pgr (26-32 pgr)
8) MCHC = 32,4 % (31-36 %)
b. Pemeriksaan hitung jenis
1) Basofil = 0 % (0-1 %)
2) Eosinofil = 1 % (1-4 %)
3) Batang = 0 % (2-5 %)
4) Segmen = 73 % (40-70 %)
5) Limfosit = 21 % (19-48 %)
6) Monosit = 5 % (3-9 %)
c. Faal hemostasis
6
1) PT = 13,8 dtk (10,8-14,4 dtk)
2) APTT = 29,7 dtk (24-36 dtk)
V. TERAPI
1. Vicillin 1x1 gr
2. Konservatif s/d aterm
3. Histolan tab 3x1
4. Dexametason 2x6 mg (2 hari)
5. Diit biasa
VI. PERSIAPAN PERSALINAN
 Senam hamil:
Tidak dilakukan.
 Rencana tempat melahirkan:
Klien berencana melahirkan di RS.
 Perlengkapan kebutuhan bayi:
Sudah dipersiapkan tetapi baru sedikit.
 Kesiapan mental ibu dan keluarga:
Ibu dan keluarga sudah siap mental untuk melahirkan karena ini sebelumnya klien
sudah pernah melahirkan 2x.
 Pengetahuan ibu tentang tanda-tanda melahirkan, cara menangani nyeri, proses
persalinan:
Ibu sudah mengetahui tanda-tanda saat akan melahirkan yaitu terjadi kontraksi di
bagian perut bawah, kontraksi makin lama makin kenceng. Keluar cairan ketuban saat
akan melahirkan. Menurut klien saat persalinan biasanya klien dibimbing oleh
perawat RS atau bidan tempat klien melahirkan untuk melakukan mengejan dan
pengaturan napas pada saat melahirkan. Tetapi klien belum mengetahui cara
menangani nyeri pada saat persalinan. Klien hanya mengetahui untuk mengurangi
nyeeri saat persalinan yaitu klien diberikan obat.
 Perawatan payudara:
selama kehamilan anak pertama dan ke dua, klien telah diajari cara melakukan
perawatan payudara agar ASI yang diberikan untuk bayi bisa keluar.

ANALISA DATA
Nama klien : Ny U

7
Ruang : Flamboyan
Tgl/jam Data Masalah Etiologi
2 Maret DS: Gangguan Hipovolemia
2015 · Klien mengatakan mengalami perdarahan sejak perfusi jaringan karena kehilangan
Jam tanggal 1 Juni 2009 mulai jam 01.30 WIB. (plasental) tidak darah
12.00 · Klien mengatakan usia kehamilannya saat ini efektif. (perdarahan).
baru 30 minggu.
· Menurut klien, perdarahan pertama yang keluar
bentuknya bergumpal.
· Klien mengatakan saat ini perdarahan yang
keluar sudah agak berkurang dari pada kemarin.
DO:
· Hasil USG diperoleh gambaran plasenta previa
menutupi orifisium uteri interna dengan disertai
gambaran hipoekoik diantaranya.
· Hb 9,1 gr/dL
· Ht 28 %
· Eritrosit 3,61 jt/ µL
· Konjungtiva klien pucat
· Suhu 37,1 0C, nadi 84 x/mnt, TD 100/70 mmHg,
RR 20 X/mnt.
2 Maret DS: Cemas Perubahan yang
2015 · Klien mengatakan terkadang merasa cemas menyertai
Jam dengan kondisi janin yang ada dalam rahimnya kehamilan.
12.00 bila sering terjadi perdarahan.
· Klien mengatakan takut kalu mengalami
keguguran.
DO:
· Klien gelisah dan lebih sering diam.
· Klien lebih sering melamun.
2 Maret DS: Kurang Keterbatasan
2015 · Klien mengatakan kurang mengetahui tentang pengetahuan informasi
Jam kelainan kehamilan yang dialaminya. mengenai
12.00 · Klien mengatakan ingin mengetahui lebih plasenta previa.

8
banyak mengenai kelainan dalam kehamilannya
saat ini.
DO:
· Klien bingung ketika di tanya mengenai
penyebab kelainan dalam kehamilannya saat ini.

Prioritas diagnosis keperawatan:


1. Gangguan perfusi jaringan (plasental) tidak efektif b.d. hipovolemia karena kehilangan
darah (perdarahan).
2. Kurang pengetahuan b.d. keterbatasan informasi mengenai plasenta previa.
3. Cemas b.d. perubahan yang menyertai kehamilan.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Nama Klien : Ny U
Ruang : Flamboyan
Tgl/Jam Diagnosis Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan Paraf
Keperawatan &
Nama
2 Maret Gangguan Setelah dilakukan tindakan · Kaji penyebab terjadinya
2015 perfusi keperawatan selama 3x24 perdarahan(abrasi plasenta,
Jam jaringan jam diharapkan pasien plasenta previa, merokok,
12.00 (plasental) dapat menunjukkan perfusi penggunaan kokain, PIH
tidak efektif yang adekuat, dengan (pregnance induced hiertention).
b.d. kriteria hasil: · Kaji secara akurat kemunginan
hipovolemia · Tanda-tanda vital stabil harapan hidup janin, kaji juga
karena · Membrane mukosa kapan menstruasi terakhir ibu,
kehilangan berwarna merah muda prioritaskan pelaporan yang
darah · Pengisian kapiler normal didapat dari Ultrasound atau
(perdarahan). (<> riwayat obstetrik.
· Haluaran urin adekuat. · Inspeksi keadaan perineum, hitung
· Pernapasan adekuat jumlah dan karkateristik
perdarahan.
· Monitor TTV

9
· Lakukan persiapan prosedur
emergency antepartum , partum,
seperti terapi oksigen, terapi
parenteral IV dan mungkin infuse
parallel.
· Catat masukan dan pengeluaran
makanan dan minuman.
· Elevasikan ekstremitas bawah
untuk meningkatkan perfusi ke
organ vital dan fetus.
2 Maret Kurang Setelah dilakukan tindakan Pembelajaran : kelainan dala
2015 pengetahuan keperawatan selama 3X24 kehamilan
Jam b.d. jam, klien dan keluarga · Kaji tingkat pengetahuan klien
12.00 keterbatasan mampu memperoleh tentang plasenta previa.
informasi pengetahuan mengenai · Jelaskan tanda dan gejala plasenta
mengenai kelainan dalam kehamilan previa.
plasenta yang ditandai dengan: · Identifikasi kemungkinan penyebab
previa. · Mengenal kelinan plasenta previa.
kehamilan yang sedang · Berikan informasi tentang kondisi
dialami klien. klien.
· Mengetahui faktor · Berikan informasi tentang hasil
penyebab atau faktor pemeriksaan diagnostik.
pencetus · Diskusikan tentang pilihan terapi.
· Mengetahui tanda dan · Instruksikan klien untuk
gejala melaporkan tanda dan gejala
· Mengetahuikomplikasi kepada petugas.
dari plesenta previa · Jelaskan cara mencegah
· Mengetahui cara komplikasi.
mencegah komplikasi · Jelaskan cara penatalaksaan
· Menjelaskan plsaenta previa.
penatalaksanaan
plasenta previa.
2 Maret Cemas b.d. Setelah dilakukan tindakan · Membantu klien mengidentifikasi
2015 perubahan keperawatan selam 3x24 penyebab cemas yang dialaminya.

10
Jam yang menyertai jam diharapkan klien dapat: · Mengajari klien cara melakukan
12.00 kehamilan. · Tidak terjadi trauma fisik teknik relaksasi
selama perawatan. · Klien dapat menyebutkan penyebab
· Mempertahankan tindakan cemas yang sedang di alaminya.
yang mengontrol cemas. · Memberikan penjelasan kepada
· Mengidentifikasi tindakan klien mengenai kondisi penyakit
yang harus diberikan yang sedang dialaminya.
ketika terjadi cemas.
· Memonitor faktor risiko
dari lingkungan.

CATATAN KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny U
Ruang : Flamboyan
No Tgl/Jam Implementasi Respon Paraf
Dx &
Nama
1. 2 Maret · Mengkaji penyebab perdarahan ·Perdarahan karena plasenta previa.
2015 · Memonitor TTV (nadi, suhu, TD, ·N = 84 x/mnt, S = 360C, TD = 100/60, RR
Jam 14.00 RR). = 21 x/mnt.
Jam 16.00 · Memonitor KU klien. ·Klien mengeluh agak lemes dan
Jam 17.30 · Mengobservasi membran mukosa mengantuk. KU cukup, kesadaran CM.
Jam 20.30 (konjungtiva) klien. ·Konjungtiva klien masih agak pucat.
3 Maret · Memonitor dan mengobservasi ·Perdarahan masih keluar, dari tadi pagi
2015 perdarahan. sampai sekarang sudah ganti pembalut 2x.
Jam 08.00 · Mengobservasi jumlah dan bentuk ·Jumlah perdarahan dalam 2x ganti
Jam 10.30 perdarahan. pembalut penuh semua. Perdarahan
· Mengecek suhu klien. bentuknya gumpalan dan cair.
· Mengganti plabot infus dengan ·Suhu klien 36,60C.
tranfusi set. ·Darah masuk melalui tranfusi set sebanyak
· Mengobservasi pengeluaran urin. 500cc.
· Mengecek kapiler revil pada jari ·Dalam sehari klien sudah BAK 4x, jumlah
tangan. ± setengah gelas belimbing.
· Mengobservasi DJJ janin. ·Kapiler revil baik (<>

11
· Memposisikan klien yang nyaman. ·DJJ +
· Memonitor TTV ( suhu, nadi, TD). ·Tidur/istirahat dengan posisi fowler/semi
· Memonitor masukan cairan dan fowler.
makanan. · S = 36,90C, N = 96 x/mnt, TD = 100/70
·Observasi Ku klien. mmHg.
·Mengganti transfusi set dengan RL. ·Cairan infus + RL 500 cc sudah masuk
·Mengobservasi perdarahan. setengahnya, tranfusi set (PRC) 500 cc,
·Mengobservasi KU klien. makanan dari RS habis, minum sudah ± 5
·Mengecek TTV (suhu, nadi,TD). gelas belimbing.
·Mengobservasi dan memeriksa ·KU klien cukup, kesadaran CM.
warna konjungtiva klien. ·Infus RL masuk.
·Memonitor perdarahan, jumlah, ·Perdarahan masih ada, jumlah mulai
bentuk perdarahan. berkurang dari jam 14.00 siang sampai
·Mengobservasi kondisi janin. sekarang belum ganti pembalut lagi.
·Mengobservasi kapiler revil. ·Ku klien cukup, kesadaran CM.
·Melepas/ aff infus. ·S = 360C, N = 84 x/mnt, TD = 110/70
·Memberikan discharge planning mmHg.
sebelum klien pulang meliputi: ·Konjungtiva klien sudah tidak pucat.
- Menganjurkan klien untuk tetap ·Perdarahan yang keluar hanya bercak-
mengkonsumsi makanan bercak, di pembalut tidak penuh, dan ganti
dengan gizi seimbang. pembalut baru 1x setelah mandi pagi tadi.
- Menganjurkan klien untuk ·DJJ +
mengurangi aktifitas/lebih ·Kapiler revil baik (<>
banyak istirahat. ·Klien persiapan pulang.
- Menganjurkan klien untuk ·Klien mau menyimak discharge planning
kontrol rutin. yang diberikan.
- Menganjurkan klien untuk tidak
melakukan hubungan sex
selama kehamilan ini.
2. 2 Maret ·Memberikan informasi mengenai ·Klien mau mendengarkan dan menyimak
2015 plasenta previa kepada klien. informasi yang diberikan.
Jam 14.00 ·Menjelaskan penyebab, tanda dan ·Sekarang klien mengetahui mengenai
3 Maret gejala, hasil pemeriksaan USG, kelainan dalam kehamilannya saat ini dan
2015 cara mencegah komplikasi dari kondisi kehamilannya.

12
Jam 10.30 plecenta previa. ·Klien mau mengikuti saran yang
·Menganjurkan klien untuk tidak diberikan.
melakukan hubungan sex selama ·Klien lebih banyak tiduran saat diberikan
kehamilan ini. informasi.
·Menganjurkan klien untuk lebih ·Klien merasa senang karena telah diberi
banyak istirahat/tidak banyak penjelasan mengenai masalah
melakukan aktivitas. kehamilannya.
·Mengevaluasi dan mengobservasi ·Klien bisa menjawab dengan benar cara
pengetahuan klien mengenai cara mencegah perdarahan berulang pada
mencegah perdarahan yang plasenta pervia.
berulang pada plasenta previa. ·Klien mau menyimak discharge planning
·Memberikan discharge planning yang diberikan dan mau mengikuti saran
sebelum klien pulang meliputi: yang diberikan.
- Menganjurkan klien untuk tetap
mengkonsumsi makanan
dengan gizi seimbang.
- Menganjurkan klien untuk
mengurangi aktifitas/lebih
banyak istirahat.
- Menganjurkan klien untuk
kontrol rutin.
- Menganjurkan klien untuk tidak
melakukan hubungan sex
selama kehamilan ini.
3. 2 Maret ·Mengidentifikasi penyebab cemas ·Klien mengatakan khawatir dengan
2015 yang dialami klien. kondisi kehamilannya saat ini.
Jam 16.00 ·Mengajari klien teknik relaksasi ·Klien mau diajari cara mengontrol cemas
Jam 17.30 dengan cara distraksi dan napas dengan distraksi dan napas dalam.
3 Maret dalam. ·Klien mengatakan sudah mulai berkurang
2015 ·Mengobservasi perasaan klien. rasa cemasnya.
Jam 08.30 ·Mengobservasi perasaan klien ·Klien merasa sudah tidak cemas.
Jam 10.30 mengenai kecemasan yang ·Klien menggunakan napas dalam untuk
dialaminya. mengatasi kecemasan.
·Mengobservasi teknik relaksasi ·Klien mau menyimak discharge planning

13
yang digunakan klien untuk yang diberikan dan mau mengikuti saran
mengatasi kecemasan. yang diberikan.
·Memberikan discharge planning
sebelum klien pulang meliputi:
- Menganjurkan klien untuk tetap
mengkonsumsi makanan
dengan gizi seimbang.
- Menganjurkan klien untuk
mengurangi aktifitas/lebih
banyak istirahat.
- Menganjurkan klien untuk
kontrol rutin.
- Menganjurkan klien untuk tidak
melakukan hubungan sex
selama kehamilan ini.
- Menganjurkan klien untuk tetap
menggunakan teknik relaksasi
yang telah diajarkan untuk
mengurangi perasaan cemas.

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama Klien : Ny U
Ruang : Flamboyan
Tgl/Jam No Status perkembangan masalah klien Paraf
Dx &
Nama
2 Maret 1. S:
2015 1. · Klien mengeluh agak lemes dan mengantuk.
Jam 21.00 · Klien mengatakan perdarahan masih keluar, dari tadi pagi sampai sekarang
3 Maret sudah ganti pembalut 2x.
2015 · Klien mengatakan perdarahan masih ada, jumlahnya mulai berkurang dari
Jam 14.00 jam 14.00 siang sampai sekarang belum ganti pembalut lagi.

14
O:
· S = 36,90C, N = 96 x/mnt, TD = 100/70 mmHg.
· Cairan infus + RL 500 cc sudah masuk setengahnya, tranfusi set (PRC)
500 cc, makanan dari RS habis, minum sudah ± 5 gelas belimbing.
· KU cukup.
· Konjungtiva klien masih agak pucat.
· Dalam sehari klien sudah BAK 4x, jumlah ± setengah gelas belimbing.
· Kapiler revil baik (<>
· DJJ +
· Posisi klien tidur/istirahat dengan posisi fowler/semi fowler.
A:
Masalah teratasi sebagian yang ditandai dengan KU klien cukup, kapiler refil
baik (<>
P:
Lanjutkan intervensi:
· Observasi perdarahan
· Pantau tanda vital
· Cek Hb
· Berikan injeksi Dexametason 2x5 mg sesuai instruksi dokter.
S:
· Menurut klien perdarahan yang keluar sekarang hanya bercak-bercak, di
pembalut tidak penuh, dan ganti pembalut baru 1x setelah mandi pagi tadi.
· Klien persiapan pulang.
· Klien mau menyimak discharge planning yang diberikan.
O:
· Ku klien cukup, kesadaran CM.
· S = 360C, N = 84 x/mnt, TD = 110/70 mmHg.
· Konjungtiva klien sudah tidak pucat.
· DJJ +
· Kapiler revil baik (<>
A:
Masalah teratasi sebagian yang ditandai perdarahan yang keluar saat ini
hanya bercak-bercak, dan baru ganti pembalut 1x setelah mandi pagi. Dan

15
pasien persiapan untuk pulang.
P:
Memberikan discharge planning sebelum klien pulang meliputi:
- Menganjurkan klien untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang.
- Menganjurkan klien untuk mengurangi aktifitas/lebih banyak istirahat.
- Menganjurkan klien untuk kontrol rutin.
- Menganjurkan klien untuk tidak melakukan hubungan sex selama
kehamilan ini.
2 Maret 2. S:
2015 2. · Klien mengatakan mau mengikuti saran yang diberikan yaitu tidak
Jam 21.00 malakukan hubungan sex selama kehamilannya ini dan banyak
3 Maret beristirahat.
2015 · Klien merasa senang karena telah diberi penjelasan mengenai masalah
Jam 14.00 kehamilannya.
O:
· Klien mau mendengarkan dan menyimak informasi yang diberikan.
· Sekarang klien mengetahui mengenai kelainan dalam kehamilannya saat
ini dan kondisi kehamilannya.
· Klien lebih banyak tiduran saat diberikan informasi.
A:
Masalah teratasi yang ditandai dengan klien merasa senang mengenai
penjelasan yang telah diberikan, klien mengerti cara penataksanaan
kehamilan dengan placenta previa.
P:
Pertahankan intervensi.
S:
·Klien mengatakan cara-cara mencegah terjadinya perdarahan berulang pada
plasenta previiak boleh melakukan hubungan sex selama kehamilannya ini.
·Klien mengatakan mau mengikuti saran yang telah diberikan.
O:
Klien menyimak discharge planning yang diberikan.
A:
Masalah teratasi.

16
P:
·Memberikan discharge planning sebelum klien pulang meliputi:
- Menganjurkan klien untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang.
- Menganjurkan klien untuk mengurangi aktifitas/lebih banyak istirahat.
- Menganjurkan klien untuk kontrol rutin.
- Menganjurkan klien untuk tidak melakukan hubungan sex selama
kehamilan ini.
2 Maret 3. S:
2015 3. · Klien mengatakan khawatir dengan kondisi kehamilannya saat ini.
Jam 21.00 · Klien mengatakan mau diajari cara mengontrol cemas dengan distraksi dan
3 Maret napas dalam.
2015 · Klien mengatakan sudah mulai berkurang rasa cemasnya.
Jam 14.00 O:
· Teknik relaksasi distraksi dan napas dalam telah diajarkan.
A:
Masalah teratasi sebagian yang ditandai klien sudah berkurang rasa
cemasnya.
P:
Lanjutkan intervensi:
· Menganjurkan klien untuk melakukan teknik relksasi distraksi dan napas
dalam bila rasa cemasnya muncul.
S:
· Klien merasa sudah tidak cemas.
· Klien mengatakan mau mengikuti saran yang diberikan.
· Klien mengatakan menggunakan napas dalam untuk mengatasi kecemasan.
O:
· Klien mau menyimak discharge planning yang diberikan
A:
Masalah teratasi 
P:
Memberikan discharge planning sebelum klien pulang meliputi:
- Menganjurkan klien untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang.

17
- Menganjurkan klien untuk mengurangi aktifitas/lebih banyak istirahat.
- Menganjurkan klien untuk kontrol rutin.
- Menganjurkan klien untuk tidak melakukan hubungan sex selama
kehamilan ini.
- Menganjurkan klien untuk tetap menggunakan teknik relaksasi yang telah
diajarkan untuk mengurangi perasaan cemas.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba,IBG.,2010. Ilmu Kebidanan, penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan


Bidan Edisi 2. Jakarta: EGC.

18