Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pernikahan adalah suatu peristiwa yang sangat sakral dan penting

dalam kehidupan manusia. Pernikahan bukan hanya prokreasi atau berujuan

untuk melanjutkan keturunan umat manusia. Tetapi bagaimana menciptakan

keturunan (generasi mendatang) yang lebih baik. Sehingga perlu persiapan

yang matang dari calon suami istri maupun calon ayah dan ibu agar

memiliki generasi sehat jasmani, rohani dan kesamaan visi dan misi dalam

berumah tangga, saling terbuka, kesehatan jasmani, rohani dan sosial

(Atoillah, 2016).

Pemeriksaan kesehatan bagi remaja yang akan menikah tentu

dianjurkan. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui

secara dini tentang kondisi kesehatan para remaja. Bila di temukan penyakit

atau kelainan di dalam diri remaja, maka tindakan pengobatan dapat segera

dilakukan. Bila penyakit atau kelainan tersebut tidak diatasi maka di

upayakan agar remaja tersebut berupaya untuk menjaga agar masalahnya

tidak bertambah berat atau menular kepada pasangannya. Misalnya remaja

yang menderita AIDS harus menjaga pasanganya agar tidak terkena virus

HIV, caranya adalah agar menggunakan kondom saat berhubungan badan

bila menikah. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah

kita dapat mengetahui kondisi pasangan serta proyeksi masa depan

pernikahan, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi

(fertilitas) dan genetika (keturunan), dan Anda juga dapat mengetahui

1
2

penyakit-penyakit yang nantinya bila tak segera ditanggulangi dapat

membahayakan Anda dan pasangan termasuk calon keturunan (Takariawan,

2014).

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di wilayah kerja Puskesmas

Kamal sampai bulan September 2019, diperoleh sebanyak 297 pasang calon

pengantin. Dari 297 pasang tersebut diperoleh data hanya 169 pasang

(56,9%) calon pengantin yang melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas

kesehatan, berarti 128 pasang (44,1%) tidak melakukan pemeriksaan calon

pengantin.

Banyak hal yang menjadi penyebab rendahnya minat masyarakat

untuk melakukan pemeriksaan pra nikah, antara lain karena biaya

pemeriksaan yang terlalu mahal, kurangnya kepercayaan diri, kurangnya

informasi tentang pemeriksaan laboratorium pra nikah, kurangnya

keterbukaan pada pasangan, serta banyak pria atau wanita yang malu jika

ketahuan pasangannya sedang mengidap penyakit tertentu sehingga

khawatir pernikahannya gagal nantinya (Takariawan, 2014).

Dampak yang terjadi apabila pemeriksaan pra nikah tidak dilakukan

adalah terjadinya penyebaran penyakit ke pasangan. Jika penyebaran ini

terjadi maka saat hamilpun seorang wanita akan beresiko menularkan

penyakitnya pada bayinya. Sehingga hal ini menjadi masalah yang akan

mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak nantinya.

Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pemeriksaan

calon pengantin adalah dilaksanakannya program kelas calon pengantin.

Salah satu kegiatan dalam kelas calon pengantin ini adalah memberikan
3

penyuluhan reproduksi. Penyuluhan kesehatan ini menekankan pada arti

penting pemeriksan pra nikah untuk mengetahui masalah kesehatan yang

dialami oleh pasangan sehingga apabila terjadi suatu masalah kesehatan

akan dilakukan tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut

sehingga saat menikah kedua calon pengantin dalam keadaan sehat

(Purwaningsih, 2017).

Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan

penelitian tentang efektivitas penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap

calon pengantin tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas

Kamal.

1.2 Identifikasi Penyebab Masalah

- Pengetahuan
- Biaya
- Keterbukaan antar Penyuluhan pemeriksaan calon
pasangan pengantin
- Kepercayaan diri

Rendahnya sikap calon pengantin untuk


melakukan pemeriksaan pra nikah

Gambar 1.1 Identifikasi penyebab masalah (Takariawan, 2014)

Penyebab rendahnya pemeriksaan pra nikah antara lain :

1.2.1 Pengetahuan, kurangnya informasi yang diperoleh oleh calon pengantin

menyebabkan rendahnya pemeriksaan pra nikah.

1.2.2 Biaya, pemeriksaan pra nikah khususnya pemeriksaan darah tentunya

membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dengan pemeriksaan darah

lengkap, calon pengantin akan mengetahui penyakit apa yang sedang


4

dialami, akan tetapi tidak semua calon pengantin memiliki dana yang

cukup untuk melakukan pemeriksaan ini.

1.2.3 Keterbukaan antar pasangan, setiap pasangan memiliki impian untuk bisa

menikah dengan seseorang yang di cintai, tidak banyak calon pengantin

yang bisa terbuka satu sama lain mengenai masalah penyakit yang di

deritanya maupun penyakit akibat faktor keturunan.

1.2.3 Kepercayaan diri, kurangnya kepercayaan diri terhadap diri sendiri

menyebabkan calon pengantin menjadi sedikit tertutup akan kekurangan

yang dialaminya, sehingga ketakutan akan penyakit tertentu membua calon

pengantin lebih memilih tidak melakukan pemeriksaan pra nikah karena

dikhawatirkan pasangan tidak menerima kekurangan yang dia miliki.

1.3 Batasan Masalah

Dilihat dari hasil identifikasi penyebab masalah maka penulisan

dibatasi pada masalah efektivitas penyuluhan terhadap pengetahuan dan

sikap calon pengantin tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja

puskesmas Kamal.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1.4.1 Apakah ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan calon pengantin

tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas Kamal.

1.4.2 Apakah ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap calon pengantin tentang

pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas Kamal.


5

1.5 Tujuan Penelitian

1.5.1 Tujuan Umum

Menganalisa pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap

calon pengantin tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas

Kamal.

1.5.2 Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi pengetahuan calon pengantin sebelum penyuluhan di

wilayah kerja puskesmas Kamal.

b. Mengidentifikasi pengetahuan calon pengantin setelah penyuluhan di

wilayah kerja puskesmas Kamal.

c. Menganalisa pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan calon

pengantin tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas

Kamal.

d. Menganalisa pengaruh penyuluhan terhadap sikap calon pengantin

tentang pemeriksaan pra nikah di wilayah kerja puskesmas Kamal.

1.6 Manfaat Penelitian

1.6.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya keilmuan dalam

bidang kesehatan mengenai keefektivitasan penyuluhan terhadap

pengetahuan dan sikap calon pengantin tentang pemeriksaan pra nikah.


6

1.6.2 Manfaat Praktis

a. Bagi Peneliti

Penelitian ini akan memberikan ketrampilan pada peneliti dalam

mengkaji lebih dalam tentang bagaimana evektifnya penyuluhan pra

nikah terhadap pengetahuan dan sikap pada calon pengantin.

b. Bagi calon pengantin

Penelitian ini akan memberikan pengetahuan pada calon

pengantin tentang pentingnya pemeriksaan pra nikah, sehingga apabila

sebelum menikah diketahui memiliki penyakit tertentu pada salah satu

pasangan, akan dicarikan solusinya sehingga tidak berdampak buruk di

masa yang akan datang.

c. Bagi Institusi

Memberikan informasi pada para pendidik tentang macam-macam

penyuluhan yang dapat diberikan pada saat pra nikah.


7

1.7 Penelitian Terdahulu

Tabel 1.1 Penelitian terdahulu


Penulis dan
Judul Variabel Desain
No. tahun Hasil
penelitian penelitian penelitian
penelitian
1. Efektivitas Riantini Penyuluhan Cross Terdapat perbedaan
penyuluhan Amalia, kesehatan sectional yang bermakna
kesehatan 2018 reproduksi sebelum dan sesudah
reproduksi dilakukan penyuluhan
pada calon
pengantin
2. Peningkatan Ampera Pengetahuan Cross Konseling ASI
pengetahuan Miko, 2017 calon sectional ekslusif dapat
calon pengantin meningkatkan
pengantin pengetahuan calon
melalui pengantin
konseling ASI
ekslusif
3. Urgensi Ika Kurnia Pemeriksaan Penelitian Pemeriksaan psikis pra
pemeriksaan Fitriani, psikis lapangan nikah belum
psikis pra 2010 dengan dilaksanakan secara
nikah pendekatan forma seperti halnya
kualitatif pemeriksaan kesehatan
di puskesmas
4. Hubungan Dita, R. H, Pengetahuan Cross Ada Hubungan
Tingkat 2016 dan kesiapan sectional Pengetahuan Tentang
Pengetahuan menikah Kesehatan Reproduksi
Tentang dengan Kesiapan
Kesehatan Menikah pada Calon
Reproduksi Pengantin
dengan
Kesiapan
Menikah pada
Calon
Pengantin
5. Dukungan Fitriani, Dukungan Cross Ada hubungan
keluarga 2014 keluarga dan sectional bermakna antara
terhadap pemeriksaan Dukungan keluarga
pelaksanaan kesehatan pra terhadap pelaksanaan
pemeriksaan nikah pemeriksaan
kesehatan kesehatan pranikah
pranikah
sebagai
upaya
pembentukan
keharmonisa
n keluarga