Anda di halaman 1dari 9

2.

1 Pengertian Sistem Ekonomi

Masalah ekonomi merupakan masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh
karena itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi tiap negara, masing-masing negara
menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara yang
bersangkutan.
Sistem menurut Chester A. Bernard, adalah suatu kesatuan yang terpadu, yang di dalamnya
terdiri atas bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri. Suatu
sistem pada dasarnya adalah “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek)
serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk
sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat, untuk suatu sistem sosial atau
sistem kemasyarakatan dapat berupa makhluk-makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu
sistem kehidupan atau kumpulan fakta, dan untuk sistem informasi atau bahkan kombinasi
dari subjek-subjek tersebut. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah
tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan
subjek (objek) tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut
agar serasi. Kaidah atau norma yang dimaksud bisa berupa aturan atau peraturan, baik yang
tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk suatu sistem yang menjalin hubungan antar
manusia.

Secara toritis, pengertian sistem ekonomi dapat dikatakan sebagai perpaduan dari
aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai
tujuan dalam perekonomian. Sedangkan menurut Gilarso ( 1992:486 ) sistem ekonomi adalah
keseluruhan cara untuk mengordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen,
pemerintah, bank, dan sebagaiannya) dalam menjaankan kegiatan ekonomi (produksi,
distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang
teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari. Lalu menurut McEachren, sistem
ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab
pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Fungsi sistem ekonomi secara umum adalah:

a. Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.


b. Mengoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
c. Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar
dapat terlaksana seperti yang diharapkan
d. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.
2.2 Macam-Macam Sistem Ekonomi di Dunia

Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang
yang sesuai dengan situasi kondisi serta ideologi negara yang bersangkutan. Keempat
sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat atau
komando, sistem ekonomi pasar dan sitem ekonomi campuran.

2.2.1 Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh


masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan
kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam bidang produksi, biasanya
mereka hanya memproduksi untuk diri sendiri saja. Oleh karena itu, sistem ekonomi
tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi
yang semakin berkembang.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional, sebagai berikut:

a. Aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan;
b. Kehidupan masyarakatnya sangat sederhana;
c. Kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan;
d. Teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana;
e. Modal yang digunakan sedikit;
f. Transaksi jual beli dilakukan dengan cara barter;
g. Kegiatan produksi sepenuhnya bergantung pada alam dan tenaga kerja;
h. Hasil produksi terbatas hanya untuk keluarga atau kelompoknya saja.

Kelebihan kekurangan sistem ekonomi tradisional

Kelebihan :

a. Kegiatan perekonomian berjalan atas dasar kejujuran karena tujuannya untuk


pemenuhan kebutuhan hidup bukan untuk mencari keuntungan.
b. Hubungan antar individu di masyarakat masih sangat kuat dan saling tolong-
menolong.
c. Tidak terdapat kesenjangan ekonomi antara yang miskin dan yang kaya karena
pendapatan cenderung merata.
d. Tidak terdapat inflasi, pengangguran, dan masalah lain yang terdapat pada sistem
ekonomi lainnya.
e. Pemerintah berperan sebagai pengawas sehingga tidak terjadi monopoli oleh pihak
pemerintah.

Kekurangan :

a. Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik karena


mengandalkan hasil alam.
b. Belum ada nilai standar dalam transaksi tukar-menukar suatu barang.
c. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi sangat lambat.
d. Kualitas barang  cenderung rendah dan sulit berkembang karena tingkat persaingan
dalam pasar sangat rendah.
e. Sebuah erubahan dianggap tabu sehingga pola pikir masyarakat tidak berkembang.
2.2.2 Sistem Ekonomi Terpusat/Sosialis/Etatisme (Government Planned Economy)

Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau
terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki
pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena itu, dalam
sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan.
Dalam sistem ekonomi komando, semua kegiatan ekonomi diatur dan direncanakan oleh
pemerintah. Pihak swasta tidak memiliki kewenangan dalam kegiatan perekonomian. Semua
permasalahan perekonomian yang meliputi what, how, dan for whom semuanya dipecahkan
melalui perencanaan pemerintah pusat sehingga semua alat produksi dikuasai oleh
pemerintah. Sistem ekonomi komando banyak dianut oleh negara-negara di Eropa Timur dan
Cina.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat adalah
sebagai berikut:

a. Semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;


b. Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara;
c. Semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak
swasta tidak diakui.

Sistem ekonomi sosialis memiliki kelebihan dan kekurangan :

Kelebihan :
a. Tingkat inflasi dan pengangguran dapat ditangani dengan baik , sebab perekonomian
di kendalikan oleh pemerintah pusat;
b. Kegiatan produksi dan distribusi dapat dilaksanakan dengan mudah, sebab pemerintah
memiliki seluruh sumber daya dan faktor-faktor produksi;
c. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.

Kelemahan :

a. Menghambat kreativitas masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian sebab


kegiatan perekonomian telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat;
b. Terjadinya monopoli yang merugikan masyarakat;
c. Terjadinya ketidaksesuaian barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, yang
disebabkan oleh sulitnya pemerintah daam menghitung semua kebutuhan masyarakat.

Contoh negara yang dapat dikatakan mendekati sistem ekonomi komando adalah Kuba,
Rusia, Korea Utara, dan RRC, walaupun RRC saat ini mulai meninggalkan sistem ekonomi
komando dalam perekonomiannya.

2.2.3 Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis (Market System/Price System)


Sistem ekonomi pasar disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis. Istilah ini muncul
dikarenakan dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku “Free Fight Liberalisme” (sistem
persaingan bebas), artinya siapa yang memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal
secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang
mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat dalam memenangkan pertarungan ekonomi
disebut Kapitalisme. Sistem ekonomi pasar merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan
pereekonomian yang didasarkan kepada mekanisme pasar yaitu interaksi antara permintaan
dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki
oleh setiap individu.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, di antaranya sebagai berikut:

a. Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;


b. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar;
c. Peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk
menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi;
d. Peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e. Hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan
yang dilindungi sepenuhnya oleh negara;
f. Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan;
g. Kegiatan perekonomian selalu berdasarkan keadaan pasar.

Sistem ekonomi pasar memiliki kelebihan dan kekurangan :

Kelebihan :

a. Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian,


sebab masyarakat diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian;
b. Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, sebab terjadinya persaingan
yang ketat;
c. Efisiensi dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi dapat tercapau dengan
baik, sebab tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif pencrian
keuntungan yang sebesar-besarnya.

Kelemahan :

a. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku


adalah free fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan adalah
modal;
b. Tidak tertutup kemungkinan munculnya monopoli yang merugikan masyarakat;
c. Terapat kesenjangan yang besar antara pemilik modal dan golongan pekerja
sehingga yang kaya lebih kaya dan yang miskin bertambah miskin.

Contoh negara yang sistem ekonominya mendekati sistem ekonomi pasar adalah Amerika
Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis, Kanada, Albania, Armenia,
Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia,
Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania,
Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania,
Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan
United Kingdom.

2.2.4 Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy System)

Sistem ekonomi campuran merupakan suatu tata cara kehidupan perekonomian yang
dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan
yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiana ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Sistem ekonomi campuran sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar
dan sistem ekonomi komando, maksudnya pemeintah dan masyarakat atau pihak swasta
bekerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi sehingga perekonomian tidak lepas
kendali. Kegiatan perekonomian pada sistem ini diserahkan kepada kekuatan pasar.
Sistem ekonomi campuran terlahir sebagai konsekuensi logis atas upaya untuk menghapus
kekurangan-kekurangan pada sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Pemikiran
selanjutnya mengenai sistem ekonomi campuran didasarkan pada fakta di lapangan yaitu
tidak ada satu negara yang menerapkan sistem ekonomi pasar atau sistem ekonomi komando
secara murni. Atau sebaiknya, di suatu negara yang menganut sistem ekonomi pasar,
pemerintah masih turut mengendaikan beberapa sektor yang di anggap menguasai hajat hidup
orang banyak.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran, di antaranya sebagai berikut:

a. Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari
pemerintah;
b. Kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki
hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya;
c. Kepentingan umum lebih diutamakan;
d. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor
yang menguasai hajat hidup orang banyak.
e. Pelaku ekonomi terdiri atas individu, pemerintah dan swasta.

Kelemahan dan kelebihan sitem ekonomi campuran :

Kelebihan :

a. Setiap hak individu akan diakui.


b. Penetapan harga dalam perekonomian akan terkendali.
c. Sektor ekonomi diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
d. Terdapat sebuah kebebasan dalam usaha.
e. Kestabilan ekonomi terjamin.

Kekurangan :

a. Beban pemerintah akan lebih berat dibandingankan dengan sektor swasta.


b. Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan yang seharusnya didapatkan.
c. Tidak ada kejelasan mengenai batasan pengaruh pemerintah dalam kegiatan
perekonomian.
d. Ketimpangan dalam persaingan bisnis dan tidak tepatnya pengelolaan sumber daya.
2.3 Indikator Mengukur Tingkat Perekonomian Suatu Negara

Dibawah ini merupakan indikator pertumbuhan ekoonomi suatu negara:

a. Pendapatan Nasional Riil

Perubahan pendapatan nasional riil menjadi indikator pertama yang umum digunakan
di berbagai negara guna untuk dapat menilai pertumbuhan ekonomi negaranya dalam jangka
waktu panjang. Pendapatan nasional riil menyajikan output secara keseluruhan akan barang
dan jasa di suatu negara. Suatu negara disebut mengalami pertumbuh ekonomi, dengan syarat
yaitu jika pendapatan nasional riilnya naik dari periode sebelumnya. Tingkat pertumbuhan
ekonomi suatu negara dihitung dari pertambahan pendapatan nasional riil yaitu produk
nasional bruto riil yang berlaku dari tahun ke tahun.

b. Pendapatan Riil Perkapita

Pendapatan rill per kapita dalam periode waktu yang panjang akan menjadi salah satu
indikator menilai pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perekonomian suatu negara dapat
disebut mengalami pertumbuhan jika pendapatan masyarakatnya meningkat dalam waktu
kewaktu.

c. Kesejahteraan Penduduk

Peningkatan kesejahteraan material terjadi di masyarakat secara terus-menerus


meningkat dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini dapat dilihat dari lancarnya distribusi
akan barang dan jasa di negara tersebut. Distribusi akan barang dan jasa yang lancar ini
menunjukkan distribusi pendapatan per kapita di seluruh wilayah negara tersebut.
Artinya akan adanya peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh di seluruh wilayah.

d. Tenaga Kerja dan Pengangguran


Suatu negara disebut sebagai negara yang berkembang jika sudah mencapai tingkat
penggunaan tenaga kerja secara maksimal atau kesempatan kerja penuh jika tingkat
pengangguran kurang dari empat persen (4%)

Cara Mengukur Laju Pertumbuhan Ekonomi

Dalam praktik pertumbuhan ekonomi yang menjadi tolak ukurnya adalah Gross National
Product (GNP) dan Gross Domestic Product (GDP) atau Product Domestic Bruto.

Terdapat perbedaan antara tolak ukur tersebut ialah:

a. GNP berfungsi sebagai alat pengukur jumlah output produksi perekonomian nasional
yang dimiliki oleh warga negara tersebut baik yang di dalam negeri ataupun di luar
negeri.
b. GDP berfungsi sebagai alat pengukur jumlah output produksi yang terdapat di dalam
negeri sekalipun itu produksi yang dihasilkan oleh warga negara asing ataupun bangsa
sendiri, yang terpenting ialah lokasinya hanya di dalam negeri (Domestik).

Terdapat salah satu variabel yang perlu diketahui dalam memahami kinerja suatu
perekonomian ialah pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan dalam persen per tahun.

Cara menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dengan rumus:

Keterangan :

Tahun t = tahun yang dihitung pertumbuhannya

GDP t = pertumbuhan

GDP t-1 = GDP sebelum berubah


DAFTAR PUSTAKA

http://cynthiaprimadita.blogspot.com/2011/02/makalah-sistem-perekonomian-indonesia.html

https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-fungsi-dan-macam-macam-sistem-ekonomi/

https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/pertumbuhan-ekonomi-pengertian-indikator-serta-
cara-mengukur/