Anda di halaman 1dari 5

BAB III

KONSEP ASUHAN MANAJEMEN NUTRISI KEHAMILAN

A. Pengkajian

1. Nutrisi
Pengkajian nutrisi meliputi :
Makanan : jenis menu yang di konsumsi adalah makanan yang banyak
mengandung zat besi (fe) seperti daging sapi, ayam, hati, telur, bayam, brokoli,
semangka, dan kacang-kacangan, frekuensi ibu makan adalah 3 x 1 hari di
selingi makanan camilan dengan porsi yang sedikit yang tinggi nutrisi,
Minuman : jenis minuman yang sering di minum adalah air putih dan sesakali
meminum susu,frekuensi minum ibu sedikit tapi sering dalam sehari ibu bisa
menghabiskan air sebanyak 8-10 gelas/hari.
2. Pengkajian istirahat dan tidur meliputi :
Pada ibu hamil yang mengalami kekurangan zat besi (fe) keletihan, kelemahan
dan penurunan semangat untuk bekerja serta kebutuhan istirahat tidur lebih
banyak, pada malam hari ibu hamil tidur 7-8 jam dan pada siang hari ibu hamil
tidur sekitar 1-3 jam untuk mencukupi kebutuhan tidur ±10-11 jam.
3. Pengkajian aktifitas meliputi:
Aktifitas ibu adalah ibu rumah tangga jadi yang lakukan ibu adalah seperti
perkerjaan rumah tangga seperti : menyapu, mencuci, menyetrika, memasak,
dan mengurus anak, ibu mengeluh mengalami keletihan saat melakukan
aktivitas fisik.

24
B. Diagnosa Keperawatan

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


kekurangan zat besi (fe)

C. Intervensi (NIC) :

 Manajemen Nutrisi
1. Tentukan status gizi ibu hamil dan kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan gizi
(Status gizi ibu hamil dapat ditentukan berdasarkan indeks massa
tubuh (IMT). Penentuan IMT dapat dihitung dengan rumus :
Berat badan(Kg)
IMT =
Tinggibadan (m) x Tinggi badan(m)

Status Gizi Indeks Massa Tubuh Pertambahan Berat Badan (kg)


Kurus 17≤ 18,5 13,0-18-0
Normal 18,5-25 11,5-13
Overweight >25-27 7-11,5
Obesitas >27 <6,8
Kembar - 16,0-20,5
pada ibu hamil yang kekurangan zat besi (fe) dapat melakukan
pemeriksaan dan pengawasan Hb yang dilakukan 2 kali selama kehamilan
yaitu trimester I dan trimester III. Dengan :

1) Hb 11 gr% : tidak anemia


2) Hb 9-10 gr% : anemia ringan
3) Hb 7-8 gr% : anemia sedang
4) Hb <7 gr% : anemia berat
2. Identifikasi adanya alergi atau intoleransi makanan yang dimiliki ibu
hamil ( mengkaji riwayat alergi makanan pada ibu hamil untuk
menyesuaikan diet yang akan diberikan pada ibu hamil, yang sering
dijumpai adalah ibu hamil yang alergi produk susu, pada kasus diatas
dapat mencari bahan makanan pengganti yang kandungan gizinya setara,

25
misalnya kacang-kacangan, sayur hijau, ikan, protein nabati & hewani).
3. Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk
memenuhi persyaratan gizi
(Pada ibu hamil kebutuhan gizi ibu hamil meningkat, yaitu :

Zat Gizi Tidak Hamil Hamil


Protein (g) 60 85
Calcium (g) 0,8 1,5
Zat Besi (g) 28 30
Vitamin A (S.I) 5000 6000
Vitamin B (mg) 1,5 1,8
Vitamin C (mg) 70 100
Vitamin D (S.I) + 400-800
Kalori 2500 2500

4. Berikan pilihan makanan sambil menawarkan bimbingan terhadap pilihan


makanan yang lebih sehat ( menganjurkan pada ibu hamil untuk memilih
makanan yang mengandung zat gizi mikro dan makro, Kebutuhan zat gizi
mikro yang perlu dipenuhi adalah kalsium, zat besi, asam folat, dan seng
Dan zat gizi makro karbohidrat, protein, dan lemak. dapat diperoleh
dari susu, kacang almond, tahu, sayuran berdaun hijau gelap, buah-
buahan, daging dan ikan. Tidak menganjurkan ibu hamil mengonsumsi
makanan cepat saji dikarenakan tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu
hamil).
5. Atur diet yang diperlukan ( menyarankan pada ibu hamil untuk
mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, misalnya bayam, daging sapi,
kacang merah, tomat, dan lain-lain. Dan menganjurkan ibu hamil untuk
mengonsumsi makanan tambahan berupa suplemen Fe).

 Monitor Nutrisi
1. Lakukan pengukuran antropometrik pada komposisi tubuh (Status gizi ibu

26
hamil dapat ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Penentuan
IMT dapat dihitung dengan rumus :
Berat badan(Kg)
IMT =
Tinggibadan (m) x Tinggi badan(m)

Pertambahan Berat
Status Gizi Indeks Massa Tubuh
Badan (kg)
Kurus 17≤ 18,5 13,0-18-0
Normal 18,5-25 11,5-13
Overweight >25-27 7-11,5
Obesitas >27 <6,8
kembar - 16,0-20,5

2. Identifikasi adanya abnormalitas rambut (pada ibu hamil yang mengalami


kekurangan zat besi akan mengalami kerontokan rambut. Hal ini
disebabkan kekurangan zat besi menyebabkan folikel rambut tidak
memperoleh oksigen yang memadai, tubuh akan memfokuskan oksigen
pada organ-organ vital yang dianggap lebih penting).
3. Tentukan pola makan ( memberikan menu makanan yang bergizi yang
teratur tiga kali sehari. Contoh menu sehat untuk ibu hamil:

Waktu Menu Makanan untuk Ibu Hamil Kekurangan Zat


Besi
Pagi Nasi satu porsi, ayam goreng satu potong, tahu kukus
satu potong, sayur sop bayam satu mangkok, apel satu
buah.
Selingan Pagi Susu khusus ibu hamil satu gelas.
Siang Nasi 2 porsi, ikan gurame goreng satu potong, tempe
satu potong, sayur asem satu mangkok, jeruk satu
buah.
Selingan Siang Yougurt strawberry
Malam Nasi satu porsi, ikan tuna kukus brokoli, tempe
mendoan satu potong, pepes tahu, pepaya 2 potong
sedang.

27
4. Monitor adanya warna pucat, kemerahan dan konjungtiva yang kering
(memantau apakah ada tanda dan gejala anemia pada ibu hamil tersebu,
seperti tampak pucat di kulit, bibir, dan kuku, lelah, pusing, sesak napas,
berdebar-debar, sulit berkonsentrasi. Ibu hamil dikatakan mengalami
anemia jika kadar Hb:

1) Hb 11 gr% : Tidak Anemia


2) Hb 9-10 gr% : Anemia Ringan
3) Hb 7-8 gr% : Anemia Sedang
4) Hb <7 gr% : Anemia Berat
5. Monitor diet dan asupan kalori ( menganjurkan mengonsumsi asupan
makanan yang tinggi zat besi, seperti daging sapi, ayam, hati, telur,
bayam, brokoli, semangka, dan kacang-kacangan)

28