Anda di halaman 1dari 5

1.

4 Diagnosis

Diagnosis ventrikel takikardia (VT) dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan


elektrokardiogram (EKG). Kriteria untuk mendiagnosa takikardi ventrikel adalah sebagai
berikut, (1) disosiasi berkas HIS dari QRS complex selama takikardi, (2) aktivasi ventrikel
lokal selama takikardi sebelum kompleks QRS dan berkas HIS, (3) aktivasi HIS-ventrikular
(HV) takikardi lebih pendek dari yang di irama sinus, dan (4) jika morfologi takikardia
adalah mirip dengan yang di irama sinus, irama supraventricular akan konsisten dengan

pergeseran pola aktivasi dari berkas HIS. 6


Elektrokardiografi (EKG) merupakan standar kriteria untuk diagnosis VT. Pada
pasien yang hemodinamik tidak stabil atau tidak sadar, maka penegakan diagnosis VT
ditegakkan berdasarkan dari hasil temuan fisik dan EKG yang kemudian disusul dengan
tindakan Advance Cardiac Life Support (ACLS). Pemeriksaan laboratorium ditunda untuk
sementara sampai keadaan pasien stabil dan ritme EKG menjadi irama sinus.
Dengan melakukan pemeriksaan EKG dengan gambaran sebagai berikut;

 Durasi dan morfologi kompleks QRS

Pada VT urutan aktivasi tidak mengikuti arah konduksi normal sehingga bentuk
kompleks QRS menjadi panjang (biasanya lebih dari 0,12 s). Pedoman umum yang
berlaku adalah semakin lebar kompleks QRS semakin besar kemungkinannya suatu
VT, khususnya bila lebih dari 0,16 s. pengecualian adalah VT yang berasal dari
fasikel posterior berkas cabang kiri (idiophatic left ventricular tachycardia) yng
memiliki kompleks QRS <0,12 s karena pada VT jenis ini lokasi reentry dekat
dengan septum interventrikel seperti konduksi normal.
Morfologi kompleks QRS bergantung pada asal focus VT. Bila berasal dari ventrikel
kanan akan memberikan gambaran morfologi blok berkas cabang kiri (left bundle
branch block morphology) dan jika berasal dari ventrikel kiri akan menunjukkan
gambaran blok berkas cabang kanan (Right bundle branch block morphology).
 Laju dan irama

Laju VT berkisar antara 120-300 kali permenit dengan irama yang teratur atau
hampir teratur (variasi antardenyut adalah <0,04 s). Jika takikardia disertai irama
yang tidak teratur maka harus dipikirkan adanya AF dengan konduksi aberan atau
preeksitasi.
 Aksis kompleks QRS
Aksis kompleks QRS tidak hanya penting untuk diagnosis tapi juga untuk menentukan asal
focus. Adanya perubahan aksis lebih dari 40 derajat baik ke kiri maupun ke kanan
umumnya adalah VT. Kompleks QRS pada sadapan aVR berada pada posisi -210 derajat
dengan kompleks QRS negative. Bila kompleks QRS menjadi positif saat takikardia sangat
menyokong adanya VT yang berasal dari apeks mengarah ke bagian basal ventrikel. Aksis
ke superior pada takikardia QRS lebar dengan morfologi RBBB sangat menyokong ke arah
VT. Adanya takikardia QRS lebar dengan aksis inferior dan morfologi.LBBB mendukung
adanya VT yang berasal dari right ventricular outflow track.
 Disosiasi antara atrium dan ventrikel

Pada VT nodus sinus terus memberikan impuls secara bebas tanpa ada hubungan
dengan aktivitas ventrikel sehingga gelombang P yang muncul tidak berkaitan
dengan kompleks QRS. Adanya disosiasi AV sangat khas untuk VT walaupun
adanya asosiasi AV belum dapat menyingkirkn VT. Secara klinis disosiasi AV dapat
dikenal dengan adanya variasi bunyi jantung satu dan variasi TDS.
 Capture beat dan fusion beat
Kadang-kadang saat berlangsungnya VT, impuls dari atrium dapat mendepolarisasi
ventrikel melalui system konduksi normal sehingga memunculkan kompleks QRS yang
lebih awal dengan ukuran normal (sempit). Keadaan ini disebut capture beat. Fusion beat
terjadi bila impuls dari nodus sinus dihantarkan ke ventrikel melalui nodus atrioventrikular
dan bergabung dengan impuls dari ventrikel. Capture beat dan fusion beat jarang ditemukan
dan sangat khas untuk VT.

a. Capture beat

b. Fusion beat
Gambar 4. Capture beat dan fusion beat

 Konfigurasi kompleks QRS


Adanya kesesuaian dari kompleks QRS pada sadapan dada sangat menyokong
diagnosis VT. Kesesuaian positif kompleks QRS pada sadapan dada dominan positif
menunjukkan asal focus takikardi dari dinding posterior ventrikel. Kesesuaian negative
kompleks QRS pada sadapan dada negative menunjukkan asal focus dari dinding anterior
ventrikel.
Gambar 5. A menunjukkan kesesuaian negatif (negative concordance) dan B menunjukkan
kesesuaian positif (positive concordance)

Compton, Steven J. Ventricular Tachycardia.emedicinemedscape.2014:1-11.