Anda di halaman 1dari 2

Implementasi Strategi PT Unilever Indonesia

Unilever (IDX: UNVR; Euronext: UNA; NYSE: UN; LSE: ULVR) adalah perusahaan
multinasional yang memproduksi barang konsumen yang bermarkas di Rotterdam, Belanda.
Perusahaan ini didirikan tahun 1930.

 Pada 5 desember 1933 Unilever Indonesia didirikan sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever.
 Pada 22 Juli 1980 nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia
 Pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk

PT Unilever bergerak dibidang bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur
dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk
kosmetik, dan produk rumah tangga.

Implementasi Strategi PT Unilever Indonesia

1. Strategi Fungsional
Sasaran jangka pendek mengacu pada strategi fungsional yang sifatnya operasional.
Strategi fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah kepada berbagai bidang
fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan
identifikasi rincian yang sifatnya spesifik.
2. Strategi Manajemen Keuangan
Strategi ini umumnya berkisar pada tiga hal, yaitu bagaimana perusahaan memperoleh
modal, alokasi kapital, dan manajemen modal kerja termasuk dalam hal pembagian
keuntungan.
3. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia
Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara
rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan
sistem produksi, pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung
kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran,
penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara
langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung. Total
tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang
memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000
orang.
4. Strategi Manajemen Operasional
Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan,
menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik
kinerjanya.
5. Strategi Manajemen Pemasaran
Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan
yang kita kenal dengan sebutan 4P(Product, Price, Place, dan Promotion), termasuk pula
kondisi persaingan.
Dalam strategi pemasaran, Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap
produk, sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk
kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-
keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan
batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum
bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi
konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estee (menyukai
volume/isi lebih banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang
menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).Unilever tidak saja menjawab
kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali
sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut.
Prmosi dilakukan melalui Periklanan barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor
tertentu, Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk
mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
Penjualan Secara Pribadi dgn interaksi langsung dengan satu calon pembeli, Pemasaran
Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non
personal lain untuk berkomunikasi secara langsung
6. Strategi Teknologi Informasi
PT unilever menjalankan Komunikasi pasar terpadu (Integrated Marketing
Communication/IMC). Strategi ini merupaka upaya perusahaan untuk memadukan dan
mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara
jelas, konsisten dan berpengaruh kuat tentang organisasi-organisasi produknya.
7. Menciptakan berbagai macam program
Program sosial masyarakat yang dilakukan brand-brand Unilever di antaranya:
 Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy)
 Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent)
 Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango)
 Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan
gizi (Blue Band)

Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever


menjalankan tanggung jawab sosial perusahaannya dalam bidang

 Program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani


Kedelai Hitam)
 Program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS)
 Program Lingkungan (Green and Clean)

Anda mungkin juga menyukai