Anda di halaman 1dari 4

KREATIVITAS DAN INOVASI

MENCARI ENERGI ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI


PEMAKAIAN ENERGI MINYAK BUMI

Di Susun Oleh :

Sidik Kurnia (41316010023)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

2018
RINGKASAN

Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum –
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau
kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak bumi adalah sumber daya alam yang dapat habis sewaktu-waktu dan minyak bumi
merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi banyak kali dipakai dalam
kehidupan masyarakat di seluruh dunia, minyak bumi dipakai sebagai bahan bakar kendaraan,
minyak pelumas, minyak goreng, minyak tanah, dan masih banyak lagi. Minyak bumi sangatlah
berguna bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini kita dihadapi dengan suatu masalah yaitu bahwa minyak bumi semakin berkurang
dari hari ke hari yang digunakan untuk kehidupan manusia. Maka dari itu manusia berlomba-lomba
menciptakan alat-alat yang canggih, ramah lingkungan, dan juga alat untuk dapat menghemat
minyak bumi. Pemakaian energi terus meningkat dengan laju yang cukup tinggi dan pangsa
pemakaian minyak bumi yang masih besar. Sisa cadangan bahan bakar fosil (fossil fuel) di planet
bumi (the Earth planet) tempat kita hidup dan melaksanakan kehidupan ini, semakin kurang
mencukupi jumlahnya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Sementara itu, kita dihadapkan pada suatu situasi lainnya yang cukup serius yaitu dengan adanya
peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk dengan kecepatan yang signifikan.

Untuk mengurangi pemakaian energy minyak bumi, maka harus mencari energy alternative.
Saat ini sudah banyak energi alternatif pengganti minyak bumi. Salah satu energi alternatif adalah
etanol, merupakan bahan bakar berbasis alkohol yang diperoleh dari fermentasi tanaman. Contoh
tanaman yang difermentasikan untuk menghasilkan ethanol adalah jagung dan juga gandum.

Konsumsi etanol dalam mesin lebih boros 51% dibandingkan bensin, karena energi per unit
volume etanol 34% lebih rendah dibandingkan dengan bensin. Rasio kompresi pada mesin yang
berbahan bakar etanol saja, dapat membuat mesin ini lebih bertenaga dan lebih irit bahan bakar.
Pada umumnya, mesin yang hanya berbahan bakar etanol dikonfigurasi untuk menambahkan sedikit
tambahan tenaga dan torsi yang lebih baik dibandingkan dengan mesin berbahan bakar bensin.

Sebuah studi yang dilakukan oleh MIT pada tahun 2004 dan sebuah paper yang
dipublikasikan oleh Society of Automotive Engineers mengidentifikasikan sebuah metode yang lebih
baik untuk mengeksplorasi karakteristik bahan bakar etanol daripada jika hanya mencampurkannya
dengan bensin. Metode ini akan memunculkan kemungkinan bahwa alkohol nantinya akan
memperbaiki efektifitas pada mobil elektrik hibrida. Perubahan ini akan menggunakan mesin 2
bahan bakar (dual-fuel) yaitu alkohol murni (atau azeotrop atau E85) dengan injeksi langsung
turbocharger, dengan rasio kompresi tinggi, volume silinder kecil, tapi menghasilkan tenaga yang
sama dengan mesin yang memiliki volume silinder 2 kalinya. Setiap bahan bakar akan ditempatkan
terpisah, dengan tangki alkohol yang berukuran jauh lebih kecil. Mesin berkompresi tinggi ini (yang
berarti juga efisiensinya tinggi), akan menggunakan bahan bakar bensin pada kondisi daya jelajah
rendah. Alkohol hanya akan diinjeksikan ke silinder ketika dibutuhkan, yaitu misalnya saat ingin
berakselerasi dengan cepat. Injeksi silinder langsung ini akan meningkatkan nilai oktan etanol yang
sudah tinggi sampai 130. Dari sini, penggunaan bensin serta emisi gas buang akan berkurang sampai
30%.
LITERATUR REVIEW

Seiring dengan banyaknya penggunaan kendaraan bermotor atau mobil, bahan bakar
minyak bumi terus meningkat. Menurut (O. R. Inderwildi, D. A. King 2009) Mengubah produk
sampingan pertanian menjadi bahan bakar tidak akan memenuhi semua permintaan bahan bakar
dunia, tetapi mereka bisa menjadi penting sebagai bahan baku. Seluruh dunia berlomba-lomba
untuk menciptakan energi alternatif, salah satunya adalah biofuels sedang dipuji oleh politisi di
seluruh dunia sebagai keselamatan dari kejahatan kembar harga minyak yang tinggi dan perubahan
iklim (Kinver, Mark 2006). Energi Amerika: Jalur Terbarukan untuk Keamanan Energi menunjukkan
bahwa masa depan energi yang didasarkan pada sumber daya terbarukan yang melimpah dan bersih
tidak hanya sangat dibutuhkan, tetapi dapat dicapai (Podesta, John 2006). Lalu energi alternatif
selanjutnya ialah etanol, merupakan salah satu sumber energi terbaharui karena energi ini
didapatkan dari energi matahari. Pembuatan etanol diawali tanaman seperti tebu atau jagung yang
melakukan fotosintesis sehingga tumbuh sampai besar. Nantinya tanaman ini yang diproses menjadi
etanol (Hogg, Chris 2009).

Sedangkan (Putin, Stanislave 2007) Mengatakan beberapa negara sekarang melarang


pembakaran gas-gas yang terkait dengan minyak, ia tetap menjadi salah satu sumber utama emisi
atmosfer di dunia. Saat tekanan turun, mereka meluap hingga 300 m3 untuk setiap ton minyak yang
diekstraksi. (Mitchell, John F. B. 1989) Prediksi perubahan suhu selama 50 tahun ke depan
tergantung pada asumsi tentang perubahan konsentrasi gas di masa mendatang, sensitivitas iklim,
dan inersia termal yang efektif dari lautan. (L. Wald, Matthew 2010) Pernyataan Badan Perlindungan
Lingkungan AS bahwa pengecer bensin dapat menjual campuran bahan bakar yang mengandung
etanol hingga 15 persen untuk digunakan pada mobil model akhir. (Meier, Fred 2010) Juga
mendapatkan pernyataan yang sama oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS mengumumkan
sekarang akan memungkinkan hingga 15% etanol untuk dicampur dengan bensin dalam bahan bakar
motor - tetapi hanya untuk digunakan dalam mobil dan truk yang dibangun sejak 2007.
Menempatkan etanol sebagai pengganti bensin dalam tangki dapat menghemat minyak dan
mungkin tidak lebih buruk bagi lingkungan daripada pembakaran bensin, menurut analisis baru oleh
para peneliti di University of California, Berkeley (Sanders, Robert 2006). Lebih dari 60 persen emisi
dihasilkan dari konsumsi bensin untuk penggunaan kendaraan pribadi. Emisi yang tersisa berasal dari
kegiatan transportasi lainnya, termasuk pembakaran bahan bakar diesel di kendaraan tugas berat
dan bahan bakar jet di pesawat (Popa, Bogdan 2009)
DAFTAR PUSTAKA/ REFERENSI :

1. O. R. Inderwildi, D. A. King (2009). "Quo Vadis Biofuels".


Oxford. Energy & Environmental Science.
2. Kinver, Mark (2006). "Biofuels look to the next generation".
United Kingdom. BBC News.
3. Podesta, John (2006). “American energy: The renewable path to energy security”.
United States. Worldwatch Institute.
4. Hogg, Chris (2009). "China's car industry overtakes US".
Kanada. BBC News.
5. Putin, Stanislave (2007). “Waste discharges during the offshore oil and gas activity”.
Columbia. Environmental Impact of the Offshore Oil and Gas Industry.
6. Mitchell, John F. B. (1989). "THE "GREENHOUSE" EFFECT AND CLIMATE CHANGE".
United States. Reviews of Geophysics (American Geophysical Union).
7. L. Wald, Matthew (2010). "A Bit More Ethanol in the Gas Tank".
United States. New York Times.
8. Meier, Fred (2010). "EPA allows 15% ethanol in gasoline, but only for late-model cars".
United States. USA Today.
9. Sanders, Robert (2006). “Ethanol can replace gasoline with significant energy savings,
comparable impact on greenhouse gases”.
University of California. Goldman School of Public Policy.
10. Popa, Bogdan (2009). "Emissions: Gasoline vs. Diesel vs. Bioethanol".
United States. autoevolution.com.