Anda di halaman 1dari 14

CAT ENDOKRIN APOTEKER ANGKATAN X

1. Seorang laki-laki berusia 52 tahun dengan berat badan 75 kg dan tinggi badan 169 cm
datang memeriksa diri ke dokter dengan hasil laboratorium GDP 106 mg/dL dan GD 2
jam PP 126 mg/dL dokter menyatakan bahwa pasien mengalami risiko diabetes
mellitus. Yang termasuk kategori seseorang memiliki risiko terjadi diabetes mellitus  *
a. GDP 100-125 mg/dL atau A1c 5.7%-6,4%
b. GDP 100-125 mg/dL atau A1c 4,0%-5,4%
c. GDP 100-125 mg/dL atau A1c 6,4%-7,0%
d. GDP 100-125 mg/dL atau A1c 4.7%5,4%
e. GDP 100-125 mg/dL atau A1c 4,5%-6,8%
 
2. Seorang wanita berusia 54 tahun, berat badan 65 kg dan tinggi badan 160 cm. Pasien
memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 6 tahun yang lalu dan baru di diagnosa
dokter mengalami diabetes mellitus sejak 3 bulan yang lalu. pasien mendapatkan
terapi metformin 500 mg 3 x 1 tab dan neurosanbe plus 1 x1 tab untuk pengobatan
diabetes mellitus. Pada pengobatan diabetes mellitus goal terapi diabetes mellitus
adalah *
a. A1c < 6,5%
b. A1c < 7%
c. A1c < 6 %
d. A1c < 7,5%
e. A1c < 5,5%
 
3. Seorang ibu berusia 46 tahun berat badan 56 kg datang ke dokter untuk melakukan
kontrol bulan untuk pengobatan penyakit diabetes mellitus yang sudah di alami sejak
6 bulan yang lalu. Dokter meresepkan obat antidiabetes glimepiride 2 mg 1 x1 tab dan
neurobion 5000 akan tetapi kadar gula darah pasien tidak menurun, dokter meminta
tolong kepada apoteker untuk mencarikan obat antidiabetes yang memiliki
mekanisme kerja di otot dan jaringan adipose, obat tersebut adalah *
a. Pioglitazone
b. Metformin
c. Glicazide
d. Acarbose
e. Exenatide
 
4. Seorang pasien berusia 46 tahun sudah mengalami diabetes hiperglikemia dibawa ke
IGD. Menurut pengakuan pasien mendapatkan obat berupa insulin dan OAD, namun
tidak digunakan selama 1 bulan karena pasien berobat alternatif. Dari kasus diatas
terapi apa yang anda rekomendasikan adalah *
a. Insulin campuran (short acting & intermediate)
b. Insulin intermediate
c. Insulin long acting
d. Insulin rapid acting
e. Insulin short acting
 
5. Wanita berusia 53 tahun, mengalami osteoarthritis sejak 3 tahun yang lalu, pasien
memiliki riwayat HT, DM dan telah mengalami menopause. pasien mendapatkan
terapi piroxicam 2 X 1 dan glukosamin 1 x 1. Pada kondisi pasien ini faktor risiko apa
yang meningkatkan kondisi ini *
a. Diabetes mellitus
b. Hipertensi
c. Menopause
d. Aktivitas
e. Kekurangan calsium
 
6. Wanita berusia 34 tahun mengandung usia 18 minggu. Data laboratorium TSH 35, T3 &
T4 free kadarnya menurun dari hasil tesebut pasien dinyatakan mengalami hipotiroid
kehamilan. Obat apa yang dapat digunakan pada pasien tersebut? *
a. PTU
b. Thyrax
c. Esterogen
d. Progesteron
e. Levonorgsterel 

7. Wanita berusia 63 tahun, berat badan 65 kg di diagnosa dokter mengalami Diabetes


CKD stage 4. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi sejak 5 tahun
yang lalu. Pasien telah mendapatkan terapi pengobatan insulin levemir 0-0-10 UI,
captopril 12,5 mg 2 x 1 tab a.c, asam folat 400 µg 1 x 1 tab, sangobion 1 x 1 kap dan
natrium bikarbonat 2 x 1 tab. Dokter meminta saran kepada apoteker terkait
pemilihan terapi obat anti diabetes oral (OAD), OAD yang harus dihindari
pemberiaanya pada penurunan fungsi ginjal yaitu *
a. Pioglitazone
b. Glimpride
c. Glicazide
d. Acarbose 
e. Exenatide
 
8. Seorang wanita berusia 58 tahun masuk rumah sakit mengalami DM Hiperglikemia
karena kepatuhan dalam mengkonsumi obat rendah dengan data GDA: 435 mg/dL.
Dokter IGD meminta rekomendasi kepada apoteker terkait penggunaan insulin yang
digunakan untuk menurunkan kadar guloksa darah pasien. Insulin apa yang anda
rekomendasikan *
a. insulin campuran
b. insulin intermediate
c. insulin long acting
d. insulin rapid acting
e. Insulin short acting

9. Wanita berusia 52 tahun membawa resep dari dokter, menurut keterangan pasien
baru menggunakan insuli sc pertama kali. Informasi yang dapat apoteker terkait
penggunaan insulin subkutan harus dilakukan pergantian penyuntikan, dibawah ini
mana bagian yang merupakan tempat penyuntikan tersebut *
a. Abdomen, paha, bokong, lengan
b. Abdomen, paha, lengan
c. Abdomen, lengan bokong
d. Abdomen, paha,bokong
e. Abdomen & lengan
 
10. Wanita berusia 52 tahun menderita diabetes sejak 2 tahun yang lalu, Dua hari yang
lalu pasien kontrol di poli rawat jalan rumah sakit nilai GDA : 345 mg/dL oleh dokter
diresepkan metformin 3 x 1 dan glimepride 2 mg 1-0-0. Pagi ini pasien mengalami rasa
pusing dan padang mata kabur hal ini disebabkan karena efek samping penggunaan
salah satu obat OAD. Informasi cara penggunaan obat apa yang harus diberikan untuk
menghindari kondisi ini *
a. Diminum bersamaan dengan makan
b. Diminum sebelum makan
c. Diminum 15 menit sebelum makan
d. Diminum 30 menit sebelum makan
e. Diminum setelah makan
 
11. Wanita berusia 32 tahun mengalami dislipedimia dengan BB : 160 kg dan TB : 165 cm.
Pasien mendapatkan terapi simvastatin 20 mg secara rutin selama 4 tahun ini. Sebagai
farmasis efek samping apa yang harus dimonitoring pada penggunaan obat ini *
a. Jaundice
b. Mual & Muntah
c. Kesemutan
d. Rhabdomiolisis
e. Ruam kemerahan
 
12. Wanita 35 tahun melakukan pemerikasan laboratorium hasil total cholesterol 300
mg/dL; HDL 35 mg/dL; LDL 200 mg/dL; GDP 115 mg/dl. Dokter meminta saran kepada
apoteker terkait pemilihan terapi obat pada pasien tersebut *
a. Ezetimibe
b. Fenofibrat
c. Niacin
d. Omega 3
e. Simvastatin

13. Ny. A (65 tahun) merasakan rasa sakit pada bagian punggung dan kaki serta sulit
digerakkan, postur tubuh pasien terlihat membungkuk. Berdasarkan hasil lab T score
pasien sebesar -3,0, kadar kalsium dalam darah 6,0 mg/dL (N = 8,8 – 10,4 mg/dL)
pasien didiagnosa mengalami osteoporosis. Terapi apakah yang cocok dengan keadaan
pasien tersebut ? *
a. Alendronat
b. Strontium ranelat
c. Kalsitonin
d. Prednisone
e. Calcitriol
 
14. Seorang pria berusia 75 tahun mengeluhkan rasa sakit pada punggung bagian atas.
Kondisi fisik pasien terlihat membungkuk. Pasien saat ini memiliki diagnosa gagal
kronik stage 4. Hasil pemeriksaan lab menunjukkan bahwa nilai CLCR = 15 mL/min, T
score pasien sebesar -3,0. Kemudian pasien didiagnosa renal osteodystrophy. Apa
terapi yang tepat untuk pasien tersebut? *
a. Asam zoledronat
b. Raloxifene
c. Denosuma
d. Calcitonin
e. Ibandronat

15. Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengeluhkan kehilangan libido, disfungsi ereksi,
sulit tidur serta berkurangnya massa otot dan stamina. Hasil pemeriksaan
menunjukkan kadar FSH 22 mIU/mL, kadar LH 15 mIU/mL dan kadar testosterone 210
ng/dL. Menurut diagnosa dokter pasien mengalami hipogonadisme. Terapi apa yang
tepat digunakan pada pasien dengan kasus diatas ? (Nilai normal FSH 1,3-19,3
mIU/mL; LH 1,8-12 mIU/mL; Testosterone Dewasa: >250 ng/dL) *
a. Siproteron Asetat
b. Fenasterid
c. Testosteron Undekanoat
d. Dutasterid
e. Dutasterid + tamsulosin hidroklorid
 
16. Tn D berusia 55 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri tulang terutama pada
bagian punggung. Hasil lab menunjukkan PSA 6 ng/mL, colok dubur terdapat nodul
yang keras asimetrik dan berbenjol-benjol. Dokter mendiagnosa pasien menderita
kanker prostat ringan disertai inflamasi pada bagian kelamin Obat apakah yang tepat
diberikan kepada pasien? (Nilai Normal PSA 4 ng/mL) *
a. Finasterid dan Aspirin
b. Mesterolon dan aspirin
c. Fluoksidmesteron dan aspirin
d. Testosteron undekanoat
e. Aspirin
 
17. Nn. U (24 th) memiliki BB 68 kg dan TB 150 cm. Pasien mengeluhkan menstruasi yang
tidak teratur dan mengalami tumbuh rambut diwajah secara berlebihan. Data lab
menunjukkan kadar gdp 150 mg/dL dan tes hormon hari kedua menstruasi didapatkan
FSH: 1,7 mIU/mL; Estradiol: 450 pg/mL; LH: 3,6 mIU/mL. Terapi pengobatan apa yang
sebaiknya diberikan untuk pasien? *
a. Klomifen+ metformin
b. Bromokriptin
c. Etinil estradiol
d. Glimepiride+Tamoksifen
e. Metformin
 
18. Ny. N (27th) datang ke rs bersama suaminya, berkonsultasi dalam kesalahan
pemakaian kontrasepsi oral. Bahwa ny. Neni lupa sudah lewat 7 hari dari jadwal
penggunaan kontrasepsi 1 bulan. Terakhir berhubungan intim 2 hari yang lalu dalam
keadaan masa subur. Ny. Neni bertanya kepada dokter agar memberikan kontrasepsi
untuk mencegah kehamilan. Diketahui memiliki riwayat ulkus peptikum akut.
Sebelumnya rutin menggunakan antasida dan cimetidin. Dokter berdiskusi dengan
apoteker untuk terapi yang diberikan sesuai dengan keluhan. Sebagai seorang
apoteker apa yang akan direkomendasikan ? *
a. Levonorgestrel
b. Ulipristal asetat
c. Etinil estradiol+Norgestimat
d. Dienogest
e. Nomegestrol asetat
 
19. Tn. XY datang ke UGD dengan keluhan utama lemas dan wajahnya terlihat pucat.
Keluhan lemas mulai dirasakan sejak 4 hari SMRS. Pasien tidak dapat melakukan
aktivitas sehingga hanya bisa berbaring dan duduk-duduk saja. Keluhan lemas ini
sudah sering dirasakan pasien sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu dan hilang timbul.
Pasien juga mengeluh mengalami pusing sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit.
Pusing dikatakan timbul bersamaan dengan keluhan lemas, pusing dirasakan terus-
menerus sepanjang hari dan tidak hilang dengan istirahat. pemeriksaan pada sumsum
tulang belakang yaitu sumsum tulang yang menunjukkan gambaran sel yang sangat
kurang banyak jaringan penyokong dan jaringan lemak serta pemeriksaan HB dengan
nilai hb 6 g/dL. Dokter mendiagnosa pasien mengalami anemia aplastic. Sebagai
apoteker, terapi apa yang disarankan untuk pasien tsb? *
a. Natrium levotiroksin
b. Oksimetolon
c. Sulfonilurea
d. Deksametason
e. Prednisolon
 
20. Nyonya Z Berusia 35 thn dengan BB 55kg didagnosis menderita GGK dengan
komplikasi anemia aplastik megkonsumsi terapi androgen oksimetolon 55 mg/per hari.
Selama penggunaan 3 bulan pasien masih mengeluhkan rasa pusing dan mudah sekali
lelah, diketahui kadar Hb 8 g/dl, trombosit 43x109/L, leukosit 2,5x109/L dan retikulosit
28x109/L. Pengobatan apa yang tepat dan dapat diberikan, pada kasus tersebut? *
a. Meningkatkan dosis terapi oksimetolon
b. Mengkombinasikan terapi oksimetolon
c. Menghentikan terapi oksimetolon
d. Menambahkan terapi oksimetolon dengan eritropoietin
e. Menggantikan terapi oksimetolon dengan eritropoietin

21. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dengan keluhan kelelahan, penurunan nafsu makan
sehingga menyebabkan hilangnya berat badan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar
natrium 110 mEq/L, kalium 6,5 mEq/L, cortisol 12 mcg/dL. Pasien didiagnosa terkena
penyakit Addison. Terapi apakah yang diberikan kepada pasien tersebut? *
a. Hidrokortisone IV dan Dexametasone Oral
b. Hidrokortisone IV dan Betametasone IV
c. Hidrokortison IV dan Fludrokortisone asetat Oral
d. Hidrokortison IV dan Prednisone Oral
e. Hidrokortison IV dan Triamcinolone IV
 
22. Seorang pasien wanita 11 tahun masuk rumah sakit dengan gejala selama 2 bulan
mengalami nyeri perut, muntah kekuningan setelah makan, dan demam, kelelahan,
dan sering buang air kecil. Penilaian fisik menunjukkan hasil pigmentasi cerah pada
bibir, pucat, dan BMI 17,9 kg/m2. Tanda vital pasien tekanan darah 80/50 mmHg, suhu
tubuh 37ᵒC, HR 100/menit, dan RR 20/menit. Hasil laboratorium kadar Na+: 120 mEq/L
, K+: 5,5 mEq/L (Normal Na+ 135-145 mEq/L, K+ 3,3- 5,0 mEq/L). Riwayat pasien dan
berdasarkan hasil observasi menunjukkan tanda-tanda insufisiensi adrenal. Untuk
mengonfirmasi hal ini dilakukan tes untuk menilai fungsi korteks adrenal dan
ditemukan kadar kortisol 4,29 mcg/dL (Normal: 18 mcg/dL), ACTH 500 pg/mL (Normal:
400-2000 pg/mL). Sebelumnya pasien mengonsumsi fludrokortisone 0,2 mg/hari. Hasil
echocardiogram mengindikasikan adanya pembesaran (dilasi) ventrikel kiri, EF 26%.
USG jantung menunjukkan dilated cardiomyopathy. Pasien diberikan terapi
furosemide, bisoprolol dan kaptopril. Tindakan apa yang dilakukan untuk terapi
adrenal insufisiensi dengan kondisi pasien tersebut? *
a. Fludrokortisone dikurangi perlahan lalu dihentikan
b. Fludrokortisone dikurangi dosisnya
c. Fludrokortisone diganti dengan dexamethasone
d. Fludrokortisone diganti dengan prednisone
e. Fludrokortisone langsung dihentikan
  

23. Ny. J usia 39 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri setiap kali haid, nyeri setiap
kali berhubungan dan nyeri pinggang kronis. Hasil dari pemeriksaan laboratorium
menggunakan laparoskopi dokter mendiagnosa endometriosis stadium awal.
Sebelumnya pasien menggunakan ibuprofen untuk mengobati nyerinya, pasien juga
mempunyai riwayat infertilitas. Sebagai seorang apoteker obat apakah yang anda
sarankan untuk pasien tersebut? *
a. Danazol
b. Ganireliks
c. Setroreliks Asetat
d. Bromokriptin
e. Kabergolin
 
24. Ny. A berusia 35 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan kelopak mata kirinya
tidak bisa dibuka sejak satu hari sebelumnya dan sebelumnya pasien melihat ganda
jika menggunakan kedua matanya, nyeri kepala seperti ditusuk-tusuk, terasa sakit saat
berhubungan intim dan mentruasi yang tidak lancar. Hasil dari lab menunjukkan TD
130/90mmHg, nadi 82 kali/menit, kolesterol total 270 mg/dL, LDL 190 mg/dL, HDL 40
mg/dL, TG 100 mg/dL. Pemeriksaan menunjukkan kadar prolaktin 70 µg/L dan hasil
MRI menunjukkan adanya tumor (12mm). Dokter mendiagnosa hiperprolaktin dan
hiperlipidemia. Obat apakah yang tepat untuk pasien tersebut? *
a. Danazol dan Rosuvastatin
b. Bromokriptin dan Simvastatin
c. Cabergolin dan Simvastatin
d. Ganireliks dan Lovastatin
e. Gestrinon dan Atorvastatin
 
25. Ny. N (35 th) penderita hipertiroid 2 tahun datang ke IGD dg keluhan tremor, gugup,
cemas dan takikardi. Pasien sebelumnya mendapatkan resep obat PTU dan
propanolol. Diketahui saat pemeriksaan pasien sedang hamil trimester ke3, bagaimana
saran apoteker kepada dokter untuk pasien kondisi tersebut? *
a. propanolol dan PTU
b. labetolol dan metimazol
c. labetalol dan PTU
d. propanolol dan metimazol
e. diltiazem dan metimazol
 
26. Ny.Arini 40 th datang ke RS dg keluhan nyeri dada menjalar sampai lengan, sesak
napas dan lemas Sebelumnya pasien memiliki riwayat tiroid dengan pemakaian obat
levotiroksin 50 mcg. Data lab menunjukkan Chol T= 230 mg/dL, BP = 180/94 mmHg;
total T3 50 ng/dL dan T4 1,5 mcg/dL. Hasil lab ini diduga adanya interaksi obat.
Kemudian pasien didagnosa terkena angina. bagaimana tatalaksana terapi Levotiroksin
dengan kondisi pasien tersebut? *
a. Dilanjutkan dengan dosis yang sama
b. Dosis diturunkan menjadi 25 mcg/hari
c. Dosis diturunkan menjadi 5 mcg/hari
d. Dosis diturunkan menjadi 12,5 mcg/hari
e. Obat diberhentikan selama 1 minggu
 
27. Seorang pasien wanita dengan umur 38 tahun, datang kedokter spesialis onkologi,
dengan keluhan memilki perubahan tekstur kulit pada payudara serta terdapat
benjolan kecil pada bagian ketiaknya, dokter telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut
kepada pasien untuk menentukan pasien mempunyai kanker atau tumor biasa, dari
hasil labnya ternyata ditemukan hasil berupa ER-Positive, dan Hasil CT-scan
menunjukkan tidak adanya penyebaran sel tumor pada daerah jaringan lemak
payudara. Pasien didiagnosa dengan LCIS dan termasuk dalam stage 0. Berapa lama
tamoxifen dapat diberikan pada pasien tersebut? *
a. 3 tahun
b. 3,5 tahun
c. 4 tahun
d. 4,5 tahun
e. 5 tahun 
 
28. Pasien wanita berumur 32 tahun telah menderita kanker payudara DCIS, dan telah
melakukan mastectomy. Selama beberapa bulan terakhir pasien diberikan tamoxifen
20mg 2x1 sebagai terapi pemeliharaan. Dalam beberapa bulan ini pasien mengeluhkan
sakit dibagian pinggul yang hebat dan terkadang menjalar hingga ke bagian punggung
dan paha pasien. Dokter mendiaknosa pasien terkena gangguan berupa
endometriosis. Dokter meminta apoteker untuk mempertimbangan pemakaian obat
yang tepat pada pasien tersebut, obat apa yang dapat digunakan dalam pengobatan
untuk pasien diatas ? *
a. Anatrozole
b. Fulvestrant
c. Letrozole
d. Paracetamol
e. Toremifene
 
29. Tn. A (35th) merupakan pasien penderita akromegali dengan kondisi pertumbuhan
badan yang tidak wajar setelah berumur 30 tahun. Riwayat pengobatan pasien
sebelumnya menggunakan bromokriptin 2X1,25mg/hari. hasil pemeriksaan lab
menunjukan kadar insulin like grwoth factor-1 (IGH) px 1000ng/ml. Sebagai apoteker
apa yang anda rekomendasikan? *
a. octreotide
b. pergolide
c. pegvisoman 
d. kabergoline
e. lisuride
 
30. Tn. C berusia 50th (BB 60) masuk kerumah sakit mengeluhkan terjadinya pembesaran
pada dada semenjak beberapa bulan terakhir. Px mengaku memiliki riwayat penyakit
GGK stage 5 selama -+ 4 tahun terakhir dan telah melakukan hemodialisis. Hasil
pemeriksaan dokter px didiagnosa mengalami hiperprolaktinemia dan meresepkan
bromokriptin 2,5mg/hari, namun px mengeluhkan terjadi nyeri dada, batuk kering,
dan sulit bernapas saat tidur. Sebagai apoteker apakah terapi yang anda sarankan?  *
a. octreotide 0,05 mg/hari
b. pergolide 0,025mg/hari
c. pegvisoman 40 mg/hari
d. kabergoline 0,5 mg/hari
e. lisuride 0,2 mg/hari
 
31. Tn.B (47 th) dengan BB 70 kg dan TB 168 cm. Pasien masuk RS, dan diketahui gula
darah sewaktunya 430 mg/dL. Pasien tersebut butuh penanganan secara cepat . Obat
manakah yang tepat untuk kondisi tersebut? *
a. Insulin glargine
b. Insulin Ultralente
c. Insulin NPH
d. Insulin Insulatard HM
e. Insulin detemir
 
32. Seorang pasien perempuan usia 56 tahun menderita DM hiperglikemia dengan kadar
glukosa darah sewaktu 400 mg/dL. Pasien mengeluhkan penurunan berat badan,
tenaga kurang, luka susah sembuh pada daerah kaki, mudah lelah, polidipsi dan
poliuria. Riwayat penyakit Hipertensi 180/110 mmHg. Riwayat pengobatan Gliclazide
2x80 mg/hari, untuk hipertensi diltiazem 30 mg 3x sehari, captopril 25 mg 3x sehari.
Bagaimana terapi obat yang tepat untuk diberikan kepada pasien? *
a. Gliclazide + Captopril
b. Gliclazide + Captopril + Diltiazem
c. Metformin + Pioglitazone + Amlodipin + Valsartan
d. Gliclazide + Diltiazem
e. Insulin + Diltiazem+ Captopril
 
33. Ny. X (75 tahun) masuk rumah sakit dengan keluhan sakit pada pinggul dan tulang
belakang. Pasien mempunyai riwayat osteoporosis sejak 5 tahun yang lalu pasien rutin
mengkonsumsi alendronat 10 mg 1 x 1 hari. Pasien datang bersama anaknya untuk
melakukan DEXA scan. Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh nilai T score = - 3,0
(N= > - 2,5) dokter mendiagnosa terjadi fracture pada bagian tulang belakang dan
pinggul. Dokter meminta saran kepada apoteker untuk memperbaiki kondisi pasien
tersebut. Saran apa yang sebaiknya diberikan oleh apoteker ? *
a. Mengganti terapi menjadi denosumab
b. Melanjutkan penggunaan alendronat
c. Mengkombinasikan alendronat dengan teriparatid
d. Mengganti terapi dengan vitamin D dan kalsium
e. Mengganti terapi dengan teriparatide
 
34. Tn B (65 th) datang kedokter spesialis kulit kelamin dengan keluhan sering buang air
kecil di malam hari, nyeri saat buang air kecil, dan buang air kecil tidak tuntas. Hasil
pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination) menujukkan adanya pembesaran
prostat (>20 gram), hasil pemeriksaan PSA (Prostate- Spesific Antigen) : PSA 7 ng/ml,
AUA 12 (Normal PSA= 4 ng/ml, AUA =0). berdasarkan hasil datalaboratorium dokter
mendiagnosa pasien mengalami BPH (benign prostatic hyperplasia) Moderate. Sebagai
seorang apoteker, obat apa yang tepat direkomendasikan kepada pasien diatas? *
a. Dutasterid + Tamsulosin hidroklorida
b. Finasterid + dutasterid
c. Mesterolon
d. Fluoksimesteron
e. Testosteron undekanoat
 
35. Seorang anak laki laki berusia 12 tahun datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin
bersama orang tuanya mengeluhkan terjadinya penurunan berat badan, kelainan
fungsi testis serta adanya gangguan pertumbuhan pada penis dan testis. Pasien
memiliki perawakan tinggi dan memiliki suara seperti anak-anak. Hasil pemeriksaan
menunjukkan kadar FSH 20 mIU/mL, LH 14 mIU/mL dan testosteron 150 ng/dL. Terapi
apa yang tepat untuk pasien tersebut? (Nilai normal FSH 1,3-19,3 mIU/mL; LH 1,8-12
mIU/mL; Testosterone Dewasa: (300–1100 ng/dL). *
a. Testosterone Undekanoat
b. Fenasterid
c. fluoxymesterone
d. Dutasterid
e. Mesterolon
36. Ny. Ayu berusia 29 tahun memiliki BB 55 kg dan TB 160 cm. Pasien ingin melakukan
program kehamilan tetapi mengeluhkan menstruasi yang tidak teratur karena
menderita PCOS. Data lab menunjukkan kadar FSH: 17,8 mIU/mL; Estradiol:380 pg/mL;
LH: 20 mIU/mL. Sebelumnya pasien telah mengkonsumsi obat klomifen sitrat 100
mg/hari akan tetapi setelah penggunaan 3 siklus tetap tidak terjadi ovulasi. Terapi
pengobatan apa yang sebaiknya diberikan untuk pasien? *
a. Dilanjutkan klomifen sitrat 100mg/hari
b. Ditingkatkan klomifen sitrat 200mg/hari 
c. Diganti dengan Bromokriptin 2,5mg/hari
d. Diganti dengan Etinil estradiol 0,025mg/hari
e. Diganti dengan Folitropin 75IU/hari SC
 
37. Seorang ibu datang ke RS bersama anak laki-laki berusia 12 tahun dengan keluhan
banyak memar terutama pada kaki, mengalami pusing dan lemas serta pucat. Hasil
pemeriksaan lab menunjukkan kadar hemoglobin 6 g/dl. Pemeriksaan sumsum tulang
belakang menunjukkan kondisi hiposeluler dan tidak terjadi hematopoietik. Dokter
mendiagnosa pasien tersebut mengalami anemia aplastik dan harus melakukan donor
sumsum tulang belakang. Setelah melakukan pencarian donor tetapi tidak diperoleh
pendonor sumsum tulang belakang yang sesuai/cocok, baik dari pihak keluarga
maupun pihak luar. Pengobatan apa yang disarankan pada kasus diatas? *
a. Kloramfenikol
b. Fenitoin
c. Oksimetolon
d. Klorfromazin
e. Tiourasil
 
38. Seorang pasien wanita 11 tahun masuk rumah sakit dengan gejala selama 2 bulan
mengalami nyeri perut, muntah kekuningan setelah makan, dan demam, kelelahan,
dan sering buang air kecil. Penilaian fisik menunjukkan hasil pigmentasi cerah pada
bibir, pucat, dan BMI 17,9 kg/m2. Tanda vital pasien tekanan darah 80/50 mmHg, suhu
tubuh 37ᵒC, HR 100/menit, dan RR 20/menit. Hasil laboratorium kadar Na+: 120 mEq/L
, K+: 5,5 mEq/L (Normal Na+ 135-145 mEq/L, K+ 3,3- 5,0 mEq/L). Pasien memiliki
riwayat insufisiensi adrenal. Untuk mengonfirmasi hal ini dilakukan tes untuk menilai
fungsi korteks adrenal dan ditemukan kadar kortisol 4,29 mcg/dL (Normal: 18 mcg/dL),
ACTH 1500 pg/mL (Normal: 400-2000 pg/mL). Sebelumnya pasien menerima terapi
hidrokortison 25 mg/hari. Hasil echocardiogram mengindikasikan adanya pembesaran
(dilasi) ventrikel kiri, EF 26%. USG jantung menunjukkan dilated cardiomyopathy.
Pasien diberikan terapi furosemide, bisoprolol dan kaptopril. Setelah diterapi, hasil
data lab menunjukkan hipokalemia dengan nilai K+: 2,5 mEq/L. Obat apa yang
menyebabkan kondisi tersebut?
a. Interaksi Hidrokortison dengan kaptopril
b. Interaksi hidrokortison dengan bisoprolol
c. Interaksi hidrokortison dengan furosemide
d. Interaksi kaptopril dengan bisoprolol
e. Interaksi kaptopril dengan furosemide
 
39. Ny. J usia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri setiap kali haid, nyeri setiap
kali berhubungan dan nyeri pinggang kronis. Hasil dari pemeriksaan laboratorium
menggunakan laparoskopi dokter mendiagnosa endometriosis stadium awal.
Sebelumnya pasien diberikan danazol sebagai terapi nyeri endometriosis. Satu bulan
kemudian pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman akibat keluarnya bercak darah.
Sebagai seorang apoteker terapi apakah yang tepat untuk kondisi pasien tersebut?  *
a. Medroxyprogesteron asetat (MPA)
b. Estrogen
c. Setroreliks Asetat
d. Bromokriptin 
e. Kabergolin
 
40. Ny G (40 th) datang ke RS dengan keluhan utama jantung berdebar-debar. Bila
serangan timbul, pasien merasa mual, dan bahkan muntah setiap kali makan, sering
berkeringat, lemas dan mudah lelah walaupun hanya melakukan aktivitas yang sangat
ringan. Mengalami penurunan berat badan dari 80 kg jadi 60 kg meski sedangkan
nafsu makan meningkat dan pasien sering merasa lapar dalam waktu 6 bulan terakhir
dan diwaktu yang sama pasien mengeluhkan mata melotot yang diawali dengan mata
kiri lalu dikanan juga kemudian hingga mata mulai kabur. Setelah cek lab diketahui BP
155/70 mmHg, nadi 130 x/menit dan suhu 37 C, mata eksoftalmus, pembesaran
kelenjar tiroid dileher , kadar TSH 0,12 mIU/ml, T3 190 ng/dl, T4 20 mcg/dl. Pasien
kemudian didiagnosa menderita Graves deases. Bagaimana Tatalksana terapi untuk
kondisi diatas? *
a. PTU dan Propanolol
b. Metimazol dan propanolol
c. Metimazol
d. PTU dan RAI
e. Metimazol dan RAI
 
41. Seorang pasien wanita dengan umur 40 tahun, datang kedokter spesialis onkologi,
dengan keluhan memilki perubahan tekstur kulit pada payudara serta terdapat
benjolan kecil pada bagian ketiaknya, dokter telah melakukan pemeriksaan lebih
lanjut, dari hasil labnya ternyata ditemukan hasil berupa ER-Positive, dan Hasil CT-scan
menunjukkan tidak adanya penyebaran sel tumor pada daerah jaringan lemak
payudara. Pasien didiagnosa dengan LCIS dan termasuk dalam stage 0 dan besar
tumor 0,6 cm. Pada saat pengobatan dokter memberikan metotreksate dan
tamoksifen sebagai terapi adjuvant. Dokter meminta saran apoteker untuk
memberikan vitamin. Vitamin apa yang dapat digunakan? *
a. Asam folat 
b. Fero sulfat (zat besi)
c. Tokoferol (E)
d. Thiamin (B1)
e. Piridoksin (B6)
 
42. Ny. M (26 th) datang kerumah sakit pada kehamilan kedua dengan keluhan merasa
kehamilannya sudah >41 minggu. Px merasa mulas dan merasa ingin melahirkan,
namun merasakan pergerakan janin yang kurang. Px mengeluh menjadi sering BAK. Px
mengaku alergi dengan misoprostol pada persalinan pertamanya sehingga dokter
menginduksi px dengan hormon oksitoksin. Setelah induksi hormon 4 mU/menit
dalam 2 jam, kontraksi tidak maksimal. Sebagai apoteker tindakan apa yang
direkomendasikan kepada pasien? *
a. Melakukan bedah caecar
b. Menaikan dosis oksitosin 8 mU/menit
c. Menggunakan cytotec
d. Menunggu 1 Jam dengan dosis yang sama
e. Menurunkan dosis oksitoksin 2 mU/menit