Anda di halaman 1dari 6

POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA

1PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


Jl. Cikuda No. 1, Jatiluhur, Purwakarta 41152 – Jawa Barat
Telp: +62-264-8301041Fax: +62-264-202318
Website: elektro.pei.ac.id e-mail: admin@elektro.pei.ac.id

INSTALASI LISTRIK 2
TUGAS BAB 1 & BAB 2

Disusun oleh :
Alpin Tresna Septian
201903018

alpintresnas26@gmail.com
BAB 1 SYARAT-SYARAT INSTALASI TENAGA BERDASAR PUIL

E. Tugas

1. Jelaskan apa saja ketentuan umum perlengkpan listrik sesuai PUIL 2000!

2. Jelaskan syarat motor listrik sesuai PUIL 2000!

3. Jelaskan syarat pengawatan perlengkapan listrik sesuai PUIL 2000!

4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam proteksi instalasi listrik sesuai PUIL 2000!

Jawaban!
1. 1) Disyaratkan perlengkapan listrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga

dalam kerja normal

2) Perlengkapan listrik harus dipasang, dihubungkan dan diproteksi sedemikian rupa

3) Perlengkapan listrik harus disusun dan dipasang sedemikian rupa sehingga

pelayanan, pemeliharaan dan pemeriksaan dapat dilakukan dengan aman.

4) Bagian yang mengalirkan arus harus tahan lembab dan tidak mudah terbakar.

5) Selungkup logam dan rangka logam perlengkapan listrik yang bertegangan ke

bumi di atas 50 v, harus dilengkapi dengan sekrup atau terminal untuk pembumian.

6) Agar tahan terhadap tegangan lebih, perlengkapan listrik harus mempunyai

ketahanan terhadap tegangan impuls.

7) Pada perlengkapan listrik harus dicantumkan keterangan teknis (pemberian tanda) yang
perlu.

2. (1) Pada pelat nama setiap motor harus terdapat keterangan atau tanda mengenai hal berikut:

a) Nama pembuat;

b) Tegangan pengenal;
c) Arus beban pengenal;

d) Daya pengenal;

e) Frekuensi pengenal dan jumlah fase untuk motor arus bolak-balik;

f) Putaran per menit pengenal;

g) Suhu lingkungan pengenal dan kenaikan suhu pengenal;

h) Kelas isolasi;

i) Tegangan kerja dan arus beban sekunder untuk motor induksi rotor lilit;

j) Jenis lilitan : shunt, kompon, atau seri untuk motor arus searah;

k) Daur kerja.

(2) Setiap motor dan lengkapannya yang hendak dipasang harus dalam keadaan baik

serta dirancang dengan tepat untuk maksud penggunaannya dan sesuai dengan

keadaan lingkungan tempat motor dan lengkapan tersebut akan digunakan.

(3) motor harus tahan tetes, tahan percikan air, tahan hujan, kedap air, atau memiliki

kualitas lain yang sesuai dengan keadaan lingkungan tempat motor itu hendak

dipasang.

(4) Motor terbuka yang mempunyai komutator atau cincin pengumpul, harus

ditempatkan atau dilindungi sedemikian rupa sehingga bunga api tidak dapat

mencapai bahan yang mudah terbakar di sekitarnya.

(5) Motor harus dipasang sedemikian rupa sehingga pertukaran udara sebagai

pendinginnya cukup terjamin.


3. (1) Pengawatan perlengkapan listrik dengan menggunakan kabel fleksibel harus

sesuai dengan maksud dan daerah penggunaannya. Kabel fleksibel hanya dapat

digunakan untuk: pengkawatan lampu gantung, pengkawatan armature

penerangan, pengkawatan lif, pengkawatan Derek atau kran

jalan.pengkawatan lampu dan piranti randah.

(2) Kabel fleksibel tidak boleh digunakan dalam hal:

(a) sebagai pengganti perkawatan pasangan tetap suatu bangunan

(b) melewati lubang pada dinding, langit-langit atau lantai.

(c) Melalui lubang pada pintu, candela dan semacamnya.

(d) kabel fleksibel sedapat mungkin digunakan dalam satu potongan yang utuh

4. 1) Proteksi Bahan Lebih = Dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan


kendali motor terhadap pemanasan berlebih

2) Proteksi Hubung Pendek Sirkit Motor = Setiap motor harus diproteksi tersendiri
terhadap arus lebih yang diakibatkan arus pendek.

3) Proteksi Hubung Pendek Sirkit Cabang = Suatu sirkit cabang yang mensuplai beberapa
motor dan terdiri atas penghantar dengan ukuran sesuai

BAB 2 INSTALASI MOTOR 3 FASA DENGAN KENDALI MAGNETIK

E. Tugas

1. Sebutkan perlengkapan pendukung Instalasi tenaga listrik!

2. Jelaskan fungsi dan cara kerja Thermal Oveload Relay!

3. Jelaskan pengertian Time Relay Delay!

4. Jelaskan dan sebutkan macam-macam system pengendalian motor listrik!


Jawaban!

1. (a) Thermal Over-load Relay


(b) Miniatur Cicuit Breaker (MCB)
(c) Kontaktor Magnet
(d) Relay Penunda Waktu (Timer)
(e) Tombol Tekan (PushButton stater)
(f) Panel Box
2. Thermal Over-load Relay(TOR) adalah salah satu pengaman motor listrik dari arus yang
berlebihan. Cara kerjanya yaitu ada dua buah logam yang koefisien muainya berbeda digandeng
jadi satu, sehingga kalua panas akan melengkung. Pemuaian ini didesain untuk memutus
rangkain bila motor terlalu panas.
3. Time Relay Delay (TRD) atau juga Sakelar Waktu yaitu suatu sakelar dimana proses membuka
dan menutupnya kontak hubung ditentukan oleh pengatur waktu.
4. (1) Sistem Pengendalian Motor Listrik Manual
Sistem pengendalian motor listrik secara manual adalah system pengawatan, pengamanan, dan
pengoperasian motor listrik dengan menggunakan peralatan mekaknik yang dilakukan oleh
manusia.
a) Pengendalian Motor Listrik dengan Sakelar ON/OFF, dengan sakelar ON/OFF motor
dapat dihubungkan dengan tegangan jala-jala.
b) Pengendalian Motor dengan Sakelar TPST dan TPDT, untuk motor 3 fasa yang
berdaya kecil dapat dioperasikan secara manual menggunakan sakelar TPST dan
TPDT.
c) 6Pengendalian Motor dengan Sakelar Pisau, dapat menukar hubungan kedua hantaran
fasa, sehingga putaran motor akan terbalik.

(2) Sistem Pengendalian Motor Listrik Secara Semi Otomatis

Penggunaan sarana ini didalam instalasi motor listrik, banyak memperoleh keuntungan,
diantaranya adalah :

a) Pelayanan menjadi mudah


b) Memungkinkan pelayanan jarak jauh
c) Keamanan motor lebih terjamin