Anda di halaman 1dari 27

MENENTUKAN STRATEGI PRODUK DENGAN

BAIK

KELAS 2 C MANAJEMEN

KELOMPOK 9

1. Noor Handayani ( 19810119 )


2. Dina Erlina Arluinda ( 19810140 )
3. Ellinda Febrilia N. ( 19810141 )
4. Diana Juliyanti ( 19810143 )

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami
kelompok 9 dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Menentukan Strategi Produk
dengan Baik” ini.

Kami kelompok 9 mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dalam menambah wawasan tentang bagaimana praktik manajemen di lingkungan global.

Penulis menyadari bahwa makalah ini disusun dengan sangat sederhana dan mungkin
masih banyak kekurangan. Maka dari itu, segala kritik dan saran yang konstruktif sangat saya
harapkan demi perbaikan kami berikutnya.

Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Semarang, 8 Maret 2020

Kelompok 9

DAFTAR ISI

2
HALAMAN JUDUL............................................................................................ 1

KATA PENGANTAR...................................................................................... . . 2

DAFTAR ISI...................................................................................................... . 3

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................. . 4

A. Latar Belakang................................................................................................ . 4

B. Rumusan Masalah............................................................................................. 4

C. Tujuan................................................................................................................ 4-5

BAB II. PEMBAHASAN.................................................................................... 6

A. Karakteristik Produk dan Mengklasifikasikan produk................................... 6-8

B. Diferensiasi Produk........................................................................................... 8-12


C. Hubungan Produk dan Merk........................................................................... 12-18
D. Pengemasan dan Pelabelan Yang Baik serta Pemberian Jaminan dan Garansi
............................................................................................................................. 18-22
BAB III. STUDI KASUS................................................................................... . 23

A. Pemaparan Kasus............................................................................................ . 23-24

B. Analisis Kasus................................................................................................... 24

BAB IV. KESIMUPULAN................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 26

BAB I

3
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Produk adalah elemen kunci dalam penawaran pasar. Pemimpin pasar biasanya
menawarkan produk dan jasa bermutu tinggi dengan memberikan nilai pelanggan yang paling
unggul. Secara luas, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk
memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Termasuk barang fisik, jasa pengalaman, acara,
orang, tempat, property, organisasi, informasi dan ide.
Perencanaan pemasaran dimulai dengan merumuskan sebuah penawaran untuk
memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pelanggan akan menilai penawaran
berdasarkan elemen dasar yaitu fitur dan kualitas produk, bauran dan kualitas layanan serta
harga. Ketiga elemen ini harus digabungkan ke dalam suatu penawaran menarik yang
kompetitif.
Manajemen strategi produk akan membahas terkait bagaimana pemasar dapat
mengklasifikasikan produknya, melakukan diferensiasi produk, mengembangkan lini
produknya, serta menciptakan produk yang memiliki keunggulan disbanding pesaingnya
dalam skala nasional maupun internasional.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menentukan karakteristik produk dan mengklasifikasikan produk?
2. Apa itu diferensiasi produk?
3. Apa hubungan antara produk dan merk?
4. Bagaimana cara pengemasan dan pelabelan yang baik serta pemberian jaminan dan
garansi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana cara mentukan karakteristik produk dan mengklasifikasikan
produk

4
2. Mengerti apa itu diferensiasi produk
3. Mengetahui hubungan antara produk dan merk
4. Mengetahui cara pengemasan dan pelabelan yang baik serta pemberian jaminan dan
garansi

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Karakteristik Produk dan Klasifikasi Produk


Banyak orang berpikir bahwa sebuah produk merupakan tawaran berwujud, namun
produk sebenarnya bisa lebih dari ini. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk-produk yang dipasarkan meliputi
barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, property, organisasi, dan gagasan.

Tingkatan produk : Hierarki nilai pelanggan ( Customer Value Hierarchy )

Dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar perlu memikirkan secara mendalam 5


tingkat produk. Maing-masing tingkat menambahkan lebih banyak nilai pelanggan dan
kelimanya membentuk hierarki nilai pelanggan

1. Manfaat inti ( core benefit )


Layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan.
Contoh : Seorang tamu hotel membeli “istirahat dan tidur”. Pemasar harus memandang
dirinya sebagai penyedia manfaat.
2. Produk dasar ( basic product )
Pemasar harus mengubah manfaat inti tersebut menjadi produk dasar.
Contoh : Kamar hotel meliputi tempat tidur, kamar mandi, handuk, meja tulis, meja rias,
dan lemari pakaian.
3. Produk yang diharapkan ( expected product )
Yaitu beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan diterapkan pembeli ketika
mereka membeli produk.
Contoh : Tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, handuk yang bersih,
lampu baca dan kadar ketenangan tertentu.

6
4. Produk yang ditingkatkan ( augmented product )
Pemasar menyiapkan produk yang melampaui harapan pelanggan. Di Negara yang sudah
berkembang, persaingan dan penentuan posisi merk berlangsung pada tingkat ini. Akan
tetapi di Negara yang sedang berkembang dan pasar yang sedang naik seperti Cina dan
India kebanyakan persaingan berlangsung pada tingkat produk yang diharapkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai strategi peningkatan produk :


 Setiap peningkatan membutuhkan biaya
 Manfaat yang ditingkatkan akan segera menjadi manfaat yang diharapkan
 Pada saat perusahaan menaikkan harga untuk produk yang telah mereka
tingkatkan, sehingga pesaing menawarkan jenis produk yang telah “dipreteli”
dengan harga yang jauh lebih rendah
5. Calon Produk ( potential product )
Meliputi segala
Kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau
tawaran tersebut pada masa mendatang.

Kualifikasi Produk

Secara tradisional, pemasar mengklasifikasikan produk berdasarkan ciri-cirinya yaitu :

1. Daya Tahan dan Wujud


Dimana produk dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu :
a) Barang yang tidak tahan lama ( non-durable goods )
Yaitu barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam 1 atau beberapa kali
penggunaan seperti sabun.
b) Barang tahan lama ( durable goods )
Yaitu barang berwujud yang biasanya tetap bertahan walaupun sudah digunakan
berkali – kali seperti lemari es, pakaian dll.

7
c) Jasa ( service )
Yaitu produk – produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan dan tidak mudah
habis.
2. Klasifikasi Barang Konsumen
Dapat diklasifikasikan berdasarkan kebiasaan belanja yaitu :

 Barang sehari – hari ( convenience goods )


 Barang toko ( shopping goods )
 Barang Khusus ( specialty goods )
 Barang yang tidak dicari ( unsought goods )

3. Klasifikasi Barang Industri


Dapat diklasifikasikan berdasarkan bagaimana cara barang tersebut memasuki proses
produksi dan kemahalan relatifnya yaitu sebagai berikut :

 Bahan baku dan suku cadang ( materials and parts )


Adalah barang-barang yang seluruhnya masuk ke produsen tersebut
 Barang modal ( capital items )
Adalah barang-barang tahan lama yang memudahkan pengembangan atau
pengelolaan produk jadi
 Perlengkapan dan layanan bisnis ( supplies and business service )
Adalah barang dan jasa berumur pendek, memudahkan pengembangan atau
pengelolaan produk jadi.

B. Diferensiasi Produk
Pengertian Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk adalah usaha atau tindakan perusahaan untuk merancang atau
menciptakan suatu perbedaan pada produknya (bungkus, kualitas, merek atau warna), dengan

8
tujuan membedakan penawaran dari pesaing agar terbentuk value terbaik kepada pelanggan
untuk memenangkan persaingan penjualan.

Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis
persaingan dari harga ke faktor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi, atau
variabel-variabel promotif lainnya. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan
sebuah diferensiasi adalah dengan mengintegrasikan konten (content), konteks (context), dan
infrastruktur (infrastructure) yang perusahaan miliki sehingga dapat menjadi nilai lebih yang
dapat perusahaan tawarkan kepada pelanggan.

Berikut pengertian dan definisi diferensiasi produk dari beberapa sumber :

 Menurut Madura (2001), diferensiasi produk adalah upaya dari perusahaan untuk
membedakan produknya dari produk pesaing dalam suatu sifat yang membuat lebih
diinginkan.
 Menurut Kartajaya (2004), diferensiasi sebagai semua upaya brand atau perusahaan
untuk menciptakan perbedaan di antara para pesaing dalam rangka membentuk value
terbaik kepada pelanggan.
 Menurut Sahetapy (2013), diferensiasi produk adalah tindakan merancang serangkaian
perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing.
 Menurut Rochmah (2014), diferensiasi produk adalah usaha untuk menghasilkan barang
sejenis tapi dibedakan dalam bungkus, kualitas, merek, atau warna.

Pentingnya Diferensiasi Produk

Penting bagi perusahaan untuk berbeda dengan kompetitor, dikarenakan ada ratusan produk
baru yang masuk ke pasar setiap hari. Ketika dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan,
konsumen akan bingung dalam memilih dan pada akhirnya membuat keputusan untuk tidak
membeli. Itulah mengapa sangat penting untuk bisnis Anda menemukan cara agar produk Anda
terlihat “menonjol” dan dianggap unik serta beharga daripada barang yang serupa.

Tim pemasaran akan berusaha menjelaskan kepada semua pelanggan apa kelebihan yang
ditawarkan produk Anda dan membandingkannya dengan pesaing. Jika perusahaan Anda
memiliki banyak produk, pastikan setiap produk memiliki identitas yang jelas untuk menghindari
kebingungan saat konsumen menentukan pilihan. Membuat produk yang berbeda adalah hal

9
yang menarik bagi calon konsumen. Hal ini dapat membantu membangun keunggulan kompetitif
produk dibandingkan merek lain.

Dimensi Diferensiasi Produk

Menurut Kotller dan Armstrong (2012), terdapat beberapa parameter atau dimensi dalam
membuat sebuah diferensiasi produk, yaitu:

1. Bentuk

keragaman bentuk merupakan kemampuan produk untuk menjadi pembeda dengan produk
pesaing yang sejenis dalam bentuk, model serta struktur fisik produk yang unik. 2.
Keistimewaan. Merupakan suatu versi dasar atau kerangka produk, serta sifat yang menunjang
fungsi dasar dari suatu produk.

2. Mutu kinerja

Kinerja mengacu pada tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi
spesifikasi sasaran yang dijangkau.

3. Keandalan

Merupakan suatu ukuran kemungkinan produk tidak akan mengalami kerusakan atau gagal
dalam satu periode tertentu.

4. Mudah diperbaiki

Merupakan suatu ukuran kemudahan untuk memperbaiki produk yang mengalami kegagalan
atau kerusakan.

5. Gaya

Mengacu pada bagaimana penampilan produk di mata konsumen. Gaya dapat


menggambarkan penampilan dan perasaan yang ditimbulkan oleh produk bagi konsumen. Gaya
juga dapat dijadikan oleh perusahaan agar produknya ini dapat dijadikan ciri khas dari produk
perusahaan sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing. Dengan cirri khas ini konsumen dapat
membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing .

6. Rancangan (design)

10
Rancangan dapat dijadikan salah satu cara untuk mendiferensiasikan dan mempromosikan
produk dan jasa perusahaan dengan produk pesaing. Melalui rancangan (design) ini pula
perusahaan dapat menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen. Rancangan (design)
ini diharapkan dapat sesuai dengan harapan atau tarikan pasar. Rancangan dari produk
perusahaan ini dimaksudkan agar sesuai dengan kondisi dari konsumen.

7. Daya Tahan

Ketahanan produk ataupun lamanya waktu usia manfaat dari produk yang diperoleh
konsumen atas sebuah produk. Produk yang tahan lama atau tidak mudah rusak harus
diperhatikan perusahaan sehingga konsumen tidak perlu berfikir kembali dalam memutuskan
untuk membeli produk tersebut karena memiliki jaminan ketahanan dari produk yang dibelinya.

8. Keunikan

Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan berbagai keunikan, yakni karakteristik yang
melengkapi fungsi dasar produk. Upaya untuk menjadi yang pertama dalam memperkenalkan
keunikan baru yang berharga merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk bersaing.
Keunikan disini dimaksudkan guna memuaskan konsumen yang telah menggunakan produk
perusahaan. Selain itu, keunikan lain perlu ditambah lagi dari produk tersebut sehingga
konsumen tidak berpaling kepada pesaing seiring keistimewaan lain yang ditawarkan oleh
pesaing.

Jenis-jenis Diferensiasi Produk

Menurut Soegoto (2009), jenis-jenis diferensiasi produk adalah sebagai berikut:

a. Product Bundling

Product bundling adalah strategi untuk menggabungkan penjualan beberapa produk menjadi
satu paket penjualan. Product bundling sangat tepat untuk produk yang memiliki volume
penjualan dan tingkat keuntungan yang tinggi. product bundling sangat tepat dan efektif apabila
diterapkan pada produk informasi digital yang memiliki marginal cost nyaris nol. Pada pasar
oligopolistik dan monopolistik, product bundling akan tampak tidak fair karena pilihan produk
sangat terbatas bagi konsumen sehingga mereka tidak punya pilihan lain.

11
b. Product Lining

Product lining adalah strategi pemasaran untuk menjual beberapa jenis produk. Tidak seperti
product bundling, product lining menjual terpisah beberapa produk yang saling berkaitan. Satu
lini produk terdiri dari beberapa produk dengan berbagai variasi ukuran, tipe warna, kualitas atau
harga.

Penambahan produk baru pada satu lini produk disebut sebagai line extension. Jika line
extension memiliki kualitas yang lebih baik dari produk lainnya disebut sebagai tindakan trading
up atau brand leveraging. Namun jika line extension tersebut memiliki kualitas di bawah produk
lainnya disebut sebagai trading down.

C. Hubungan Produk dan Merk


Setiap produk dapat dihubungkan dengan produk ;ain untuk memastikan bahwa
perusahaan menawarkan dan memasarkan kumpulan produk yang optimal.

A. Hierarki Produk
Hierarki produk membentang dari kebutuhan dasar sampai barang tertentu yang memuaskan
kebutuhan tersebut.

1. Keluarga Kebutuhan
Kebutuhan inti yang mendasari keberadaan keluarga produk .contoh: keamanan
2. Keluarga Kebutuhan
Semua Kelas produk yang dapat memuaskan kebutuhan inti dengan efektivitas yang masuk akal.
Contoh : Tabungan
3. Kelas Produk
Kelompok produk didalam keluarga produk yang dikenal memiliki fungsional tertentu. Contoh :
Instrumen keuangan.

4. Lini Produk

12
Kelompok di dalam kelas produk yang berhubungan eratkarena mempunyai fungsi serupa.
Contoh: Asuransi jiwa
5. Jenis Produk
Sekelompok barang didalam lini produk yang berbagi satu dari beberapa kemungkinan bentuk
produk. Contoh : Asuransi jiwa berjangka
6. Barang Produk
Unit yang berbeda didalam lini produk atau merek yang dibedakan berdasarkan
ukuran,harga,tampilan atau atribut lainnya. Contoh : Asuransi jiwa berjangka prudential yang
dapat diperbarui.

B. Sistem dan Bauran Produk


Sistem produk adalah kelompok barang yang berbeda tetapi berhubungan dan fungsi dengan cara
kompatibel.
Contoh :
Bauran produk (product mix) : kumpulan semua produk dan barang yang ditawarkan untuk
dijual oleh penjual tertentu. Bauran produk terdiri dari berbagai lini produk. Contoh : Nestle
mengeluarkan beberapa kumpulan produk.

 Lebar bauran produk mengacu pada berapa banyak lini produk berbeda yang dijual
perusahaan.
 Panjang bauran produk mengacu pada jumlah total produk dalam bauran produk.
 Kedalaman bauran produk mengacu pada banyaknya varian yang ditawarkan masing-
masing produk dalam lini.
 Konsistensi bauran produk mengacu seberapa dekat hubungan dari berbagai lini produk
pada pengguna akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi.

Lini produk : sekelompok produk yang berhubungan erat karena mereka melaksanakan fungsi
yang serupa, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan melalui saluran distribusi
yang sama atau berada pada rentang harga tertentu.

13
C. Analisis Lini Produk
Dalam menawarkan lini produk, perusahaan biasanya mengembangkan kerangka dasar dari
modul yang ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda.
Manager lini produk harus mengetahui penjualan dan laba setiap item dalam lini mereka untuk
menentukan mana aitem yang dibuat, dipertahankan, dipanen, atau didivestasikan. Manager lini
produk juga harus menganalisis bagaimana posisi lini produknya terhadap lini produk pesaing.
o Penjualan dan Laba
Cenderung mempertahankan yang penjualan dan labanya tinggi, dan mendisvetasi item produk
yang penjualan dan labanya rendah. Perusahaan dapat mengklasifikasikan produknya menjadi 4
tipe yang menghasilkan berbagai margin kotor, yaitu :
1. Produk inti (core products) : item yang menghasilakna volume penjualan tinggi dan
dipromosikan besar-besaran tetapi dengan margin rendah karena produk ini dipandang sebagai
komoditas yang tidak terdiferensiasi. Ex: waralaba
2. Produk dasar (staples) : item dengan penjualan rendah dan tanpa promosi namun
menghasilkan margin yang lebih tinggi. Ex : beras.
3. Produk khusus (specialities) : item dengan volume penjualan rendah tetapi dipromosikan
secara besar-besaran atau yang dapat menghasilkan pendapatan untuk jasa.
4. Barang sehari-hari (civenience items) : item yang dijual dengan volume tinggi tetapi kurang
mendapatkan promosi. Item ini dapat dijual dengan margin yang lebih tinggi.
o Profil Pasar
Manager lini produk harus meninjau bagaimana lini itu diposisikan terhadap lini pesaing. Peta
produk (product map) memperlihatkan item pesaing mana yang bersaing dengan barang suatu
perusahaan. Manfaat lain pemetaan produk yaitu pemetaan produk mengidentifikasi segmen
pasar.

o Panjang Lini Produk

14
Tujuan perusahaan mempengaruhi panjang lini produk adalah menciptakan lini produk
untuk mendorong penjualan ke atas. Perusahaan yang ingin memperoleh pangsa pasar dan
pertumbuhan pasar yang besar akan menggunakan lini yang lebih panjang.
Perusahaan dapat memperpanjang lini produknya yaitu dengan cara perentangan lini dan
pengisian lini.
1. Perentangan Lini
o Perentangan ke pasar bawah.
Suatu perusahaan yang berada di pasar menengah ingin memperkenalkan lini dnegan harga yang
lebih rendah karena salah satu dari ketiga alasan berikut;
a. Mengamati bahwa pembeli yang menginginkan barang dengan harga yang sesuai dengan
nilainya, bertambah jumlahnya.
b. Untuk membatasi gerakan pesaing yang mencoba untuk beralih ke pasar lapis atas.
c. Telah menemukan bahwa pasar menengah sedang mengalami stagnasi atau mundur.
o Perentangan ke pasar atas.
Perusahaan ingin memperoleh pertumbuhan yang lebih besar, margin laba yang lebih tinggi, atau
sekedar memposisikan diri sebagai produsen lini lengkap. Banyak pasar telah mempelopori
segmen kelas atas yang mengejutkan (Starbucks dalam kopi, Haagen Dazs dalam es krim dll).
o Perentangan dua arah.
Texas Instruments (TI) merentangkan produknya dua arah dan dapat merebut kepemimpinan
pasar kalkulator saku.

2. Pengisian lini (line filling)


Lini produk juga dapat diperpanjang dengan menambah lebih banyak jenis produk dalam rentang
lini sekarang. Motif untuk melakukan hal ini adalah; memperoleh tambahan laba, berupaya
memanfaatkan kapasitas yang berlebihan, berupaya menjadi perusahaan terdepan dengan lini
lengkap; dan mencoba menutup lubang agar tidak diisi pesaing.

3. Modernisasi lini, penonjolan jenis produk dan pemangkasan.


Lini produk perlu dimodernisasi. Dalam pasar yang berubah cepat, modernisasi dilakukan terus
menerus. Manajer lini produk tersebut biasanya memilih satu atau beberapa jenis produk dalam
lini itu untuk ditonjolkan. Secara berkala harus mempelajari lini untuk melihat produk yang tidka

15
menghasilkan lagi sehingga menekan laba. Pemangkasan juga dilakukan apabila perusahan
mengalami kekurangan kapasitas

D. Penetapan Harga Bauran Produk

a. Penetapan Harga Lini Produk


Penggunaan titik harga pada satu lini produk.
Contoh :
Jas Pria
Harga : Rp. 600.000, Rp. 700.000, Rp. 800.000
Anggapan pelanggan : kualitas bahan dan desain.

b. Penetapan Harga Fitur Opsional


Penawaran produk opsional
Contoh : Handphone nokia dengan opsional headshet wireless
Harga di bedakan dengan harga standar ataupun pilihan, untuk handphone akan terlihat kurang
bagus tanpa barang opsional.

c. Penetapan Harga Produk Terikat


Produk harus menggunakan tambahan.
Contoh : Obat nyamuk elektrik baygon, selain alat, isi ulang harus di beli
Harga alat terlihat murah jika dibeli sepaket dengan isi ulangnya.

d. Penetapan Harga Dua Bagian


Usaha jasa, biaya tetap dan biaya variabel
Contoh : Jasa air PDAM tita raharja
Harga minimum kecil dan terdapat biaya jika melebihi kuota dari biaya minimum

e. Penetapan Harga Produk Sampingan

16
Produk sampingan memiliki nilai
Contoh : chicken manure
Harga jual ayam dapat di kecilkan dengan laba dari limbah ayam di jual untuk pupuk.

f. Penetapan Harga Paket Produk


· Pemaketan Murni
Contoh : Paket internetan Flash

· Pemaketan campuran.
Contoh : Paket makan KFC
*Harga paket terhitung lebih murah di bandingkan jumlah harga pembelian satu – persatu

E. Co-Branding dan Penetapan Merek Bahan Baku


1. Co-Branding
Co-Branding adalah penetapan dua merek atau penetapan gabungan. Bentuk Co-Branding:
1. Perusahaan yang sama
2. Usaha patungan
3. Multi sponsor
4. Branding eceran
Kelebihan Co-Branding :
o Penjualan lebih besar
o Membuka peluang tambahan bagi konsumen dan saluran baru
o Mengurangi biaya pengurangan produk
o Dapat menjaga sarana barang
Kekurangan Co-Branding :
o Resiko dan kurangnya kendali untuk terhubung dengan merek lain
o Harapan konsumen dari hasil Co-branding cukup tinggi
o Menimbulkan kekurangan fokus pada merek yang ada

2. Penetapan Merek Bahan Baku

17
Merupakan kasus khusus Co-branding. Penetapan merek dapat menciptakan
ekuitas merek bagi bahan, komponen, atau suku cadang.
Contoh perusahaan yang produknya melakukan penetapan merek bahan baku, misalnya
kombinasi makan siang lunchables dan taco bell

D. Pengemasan, Pelabelan, Penjaminan, dan Garansi

Pengemasan

Kita mendefinisikan pengemasan (packaging) sebagai semua kegiatan merancang dan


memproduksi wadah untuk produk. Kemasan (package) bisa mencakup tiga tingkat bahan. Paco
Rabane Cologne muncul dalam botol (kemasan primer) yang dimasukkan ke dalam kotak karton
(kemasan sekunder) yang terdapat dalam kotak bergelombang (kemasan pengiriman) yang berisi
enam lusin kotak Paco Rabane.

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan kenyamanan dan nilai promosi.
Kita harus memasukkan pengemasan sebagai senjata pemberian gaya, khususnya dalam produk
makanan, kosmetik, perlengkapan mandi, dan peralatan kecil konsumen. Kemasan merupakan
hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut produk dan mampu mengubah pembeli untuk
membeli atau tidak. Bagi Arizona Iced Tea, kemasan, kemasan benar-benar menjadi titik
pembuka.

Berbagai faktor telah berperan dalam meningkatnya penggunaan kemasan sebagai alat
pemasaran:

Swalayan. Makin banyak produk dijual secara swalayan.


Kemakmuran konsumen. Meningkatnya kemakmuran konsumen berarti konsumen bersedia
membayar sedikit lebih mahal untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan gengsi kemasan
yang lebih baik.

18
Peluang inovasi. Pengemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat yang besar bagi
konsumen dan laba bagi produsen. Perusahaan-perusahaan menggabungkan bahan-bahan dan
fitur-fitur yang unik seperti semprotan dan bukan yang dapat ditutup kembali.
Pengembangan kemasan yang efektif membutuhkan beberapa keputusan. Dari perspektif
perusahaan maupun pelanggan, pengemasan harus mencapai sejumlah tujuan.

Identifikasi merek,
Sampaikanlah informasi yang deskriptif dan persuasif,
Permudahkan proteksi dan transportasi produk,
Bantulah penyimpanan di rumah, dan
Bantulah konsumsi produk.
Untuk mencapai tujuan pemasaran merek dan memuaskan keinginan konsumen, komponen
estetik dan fungsional kemasan harus dipilih secara cermat. Pertimbangan estetik berhubungan
dengan ukuran, bentuk, bahan, warna, tulisan, dan grafik kemasan.

Pelabelan

Penjual harus memberikan label produknya. Label tersebut mungkin adalah etiket
sederhana yang ditempelkan pada produk tersebut atau grafik yang dirancang dengan rumit yang
merupakan bagian dari kemasan tersebut. Label tersebut mungkin hanya mencantumkan nama
merek atau banyak informasi. Sekalipun penjualnya lebih menyukai label yang sederhana,
undang-undang mungkin mengharuskan informasi tambahan.

Label melakukan beberapa fungsi. Pertama, label tersebut mengidentifikasi produk atau
merek – misalnya, nama Sunkist yang dicap pada jeruk. Label tersebut mungkin juga
menunjukkan kelas produk; buah peach kaleng diberi label kelas A, B, dan C. Label tersebut
mungkin juga menjelaskan produk: siapa pembuatnya, dimana buat, kapan dibuat, apa saja
kandungannya, bagaimana digunakan, dan bagaimana menggunakannya dengan aman. Akhirnya,
label tersebut mungkin mempromosikan produk melalui grafik-grafik yang menarik. Teknologi
baru memungkinkan label mengakomodasikan lebih banyak informasi produk pada kemasan,
menggantikan label tulisan yang dilem pada kaleng dan botol.

19
Jaminan dan Garansi
Semua penjual secara hukum bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pembeli yang
normal atau masuk akal.

Produk adalah unsur pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran. Strategi produk
membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi atas bauran produk, lini produk,
merek, dan pengemasan dan pelabelan.
Dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar perlu memikirkan secara mendalam kelima
tingkat produk: manfaat inti, produk dasar, produk yang diharapkan, produk yang ditingkatkan,
dan produk potensial, yang mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akhirnya
mungkin dialami produk tersebut.
Produk dapat dikelompokkan dengan beberapa cara. Dari segi daya tahan dan keandalan, produk
dapat dibagi menjadi barang yang tidak tahan lama, barang yang tahan lama, atau jasa. Dalam
kategori barang konsumen, produk dapat berupa barang mudah (kebutuhan pokok, barang
dadakan, dan barang darurat); barang toko (homogen dan heterogen); barang khusus; atau barang
yang tidak dicari. Dalam kategori barang industri, produk masuk ke dalam salah satu dari tiga
kategori: bahan baku dan suku cadang (bahan mentah, bahan produksi, dan suku cadang); barang
modal (instalasi dan peralatan); barang pemeliharaan dan perbaikan, jasa pemeliharaan dan
perbaikan, jasa konsultasi bisnis).
Merek dapat didiferensiasikan berdasarkan jumlah dimensi produk atau jasa berbeda: bentuk
produk, fitur, kinerja, kesesuaian, tahan lama, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya,
rancangan, dan juga dimensi-dimensi jasa seperti kemudahan untuk dipesan, pengiriman,
instalasi, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.
Sebagian besar perusahaan menjual lebih dari satu produk. Bauran produk dapat dikelompokkan
menurut lebar, panjang, kedalaman dan konsistensi. Keempat dimensi ini adalah alat untuk
mengembangkan strategi pemasaran perusahaan tersebut dan untuk memutuskan lini produk
mana akan dikembangkan, dipertahankan, dipanen, dan dihentikan. Untuk menganalisa lini

20
produk dan menentukan berapa banyak sumber dana harus diinvestasikan dalam lini tersebut,
manajer lini produk perlu mempelajari penjualan dan laba serta profil pasar.
Perusahaan dapat mengubah komponen produk bauran pemasarannya dengan memperpanjang
produknya melalui perentangan lini ( ke pasar bawah, ke pasar atas, atau keduanya) atau
pengisian lini; dengan memodernisasi produknya, dengan menonjolkan produk tertentu; dan
dengan memangkas produknya untuk menghilangkan yang paling tidak menguntungkan.
Merek sering dijual atau dipasarkan secara patungan dengan mereka lain. Merek ramuan dan
merek bersama dapat menambah nilai yang mengendaikan mereka memiliki ekuitas dan
dipahami sebagai pencocokan yang memadai.
Banyak produk fisik harus dikemas dan diberi label. Kemasan yang dirancang dengan baik
dapat menciptakan nilai kenyamanan bagi pelanggan dan nilai promosi bagi produsen.
Akibatnya, mereka dapat bertindak sebagai “ siaran niaga lima menit “ untuk produk tersebut.
Jaminan dan garansi bisa menawarkan jaminan lebih lanjut kepada konsumen.

Pengemasan

Pengemasan (packaging) didefinisikan sebagai semua kegiatan menrancang dan


memproduksi wadak untuk sebuah produk. Kemasan dapat mencapai sampai tiga tingkat bahan.
Misanya sebuah produk dikemas dalam botol (kemasan primer), botol diletakkan dalam kotak
kerdus (kemasan sekunder), di dalam kardus yang bergelombang (kemasan pengiriman) yang
berisi enam lusin.
Menurut Soehardi Sigit kemasan adalah kegiatan penempatann produk ke dalam wadah atau
container, tempat isi atau sejenis yang terbuat dari timah, kayu,kertas,gelas,besi,plastik,selulose
transparan,kain, karton atau material lainnya yang dilakukan oleh produsen atau pemasar untuk
disampaikan kepada konsumen.
Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong
penjualan. Kemasan adalah bagian pertama yang dihadapi oleh pembeli dan mampu menarik
atau menyingkirkan pembeli. Kemasan juga mempengaruhi pengalaman produk konsumen
dikemudian hari. Beberapa factor mempeunyai kontribusi terhadap semakin banyaknya
penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran.
Dari perspektif perusahaan dan konsumen, kemasan harus mencapai sejumlah tujuan :

21
o Mengindentifikasi merek.
o Mengekspresikan informasi deskriftif dan persuasive.
o Memfasilitasi transportasi dan perlindungan produk.
o Membantu penyimpanan di rumah.
o Membantu konsumsi produk.
“Kesimpulan kemasan adalah suatu kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatu barang
yang meliputi desain bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut”

Pelabelan

Pengertian Pelabelan Informasi tentang produk, pada umumnya tertera pada apa yang
disebut sebagai label. Menurut definisinya label adalah tulisan, tag, gambar, atau deskripsi lain
yang tertulis, dicetak, distensil, diukir, dihias, atau dicantumkan dengan jalan apa pun, pemberian
kesan yang melekat pada suatu wadah atau pengemas. Ada juga definisi lain yang menyatakan
bahwa “pemberian kesan yang melekat pada atau termasuk di dalamnya menjadi bagian dari atau
menemani setiap makanan” termasuk dalam kriteria sebagai label produk.

Tujuan pelabelan secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan.
2. Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu
diketahui oleh konsumen tentang produk tersebut,terutama hal-hal yang kasat mata atau tak
diketahui secara fisik.
3. Memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produkyang optimum.
4. Sarana periklanan bagi produsen.
5. memberi ‘rasa aman’ bagi konsumen.Mengingat label adalah alat penyampai informasi, sudah
selayaknya informasi yang termu

22
BAB III
STUDI KASUS

A. Pemaparan Kasus

Bungkus Bergambar Seram Tak Matikan Industri Rokok

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)


Agung Laksono meyakini aturan untuk mencantumkan peringatan bahaya merokok bagi
kesehatan dengan gambar yang menyeramkan pada bungkus rokok tidak akan sampai mematikan
industri rokok.

Dia menegaskan, tidak ada larangan memproduksi rokok. Yang ada hanya kewajiban
mencantumkan ketentuan mengenai peringatan bahaya merokok.

“Ini kan tidak ada larangan produksi. Hanya gambar. Toleransinya sudah cukup lama, PP tahun
2012, Undang-undangnya 2009. Jadi harus kita laksanakan,” tegas Agung dikutip dari laman
Sekretariat Kabinet, Jumat (27/6/2014).

Terkait dengan pelaksanaan ketentuan tersebut, Menko Kesra melalui Surat Edaran Nomor
B.124/MENKO/KESRA/VI/2014, tertanggal 18 Juni 2014, telah meminta kepada para Menteri
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan Kepala lembaga terkait untuk dapat membantu
pengawasan pelaksanaan Peraturan Pemerintah RI Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan
Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi kesehatan, khususnya
ketentuan mengenai Pencantuman Peringatan Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakatu yang
tetah ditetapkan Peratran Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013.

23
Dalam surat edaran itu, Menko Kesra mengatakan, pengawasan terhadap ketentuan mengenai
peringatan bahaya merokok itu dilaksakan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing
masing Menteri dan Kepala Lembaga.

Surat edaran itu ditujukan kepada Menko Perekonomian, Mensesneg, Mendagri, Menhum dan
HAM, Menkeu, Menindustrian, Menteri Perdagangan, Mentan, Menakertrans, Mendikbud,
Mensos, Menag, Menkominfo, Menneg PP & PA, Menpora dan Kepala Badan POM.

Tak hanya itu, Agung juga memperingatkan perusahaan rokok agar dalam waktu satu dua bulan
ini segera menarik produk-produk mereka yang belum disertai peringatan 'Merokok
Membahayakan Kesehatan' dengan gambar yang menyeramkan.

“Ini sesuai ketentuan Undang-Undang 36 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 109
tahun 2012 pemerintah sudah cukup memberi waktu pada perusahaan rokok untuk mengikuti
aturan tersebut,” kata Agung. (Ndw)

B. Analisis Kasus

Kemasan bergambar seram tak matikan industri rokok

Di indonesia banyak sekali perusahaan rokok yang berkembang dengan pesat karena rokok
adalah produk yang memiliki konsumen yang besar di indonesia meskipun pemerintah telah
melakukan iklan bahayanya rokok kepada masyarakat indonesia, tetapi tetap tidak mengurangi
konsumsi rokok oleh masyarakat. Selain itu pemerintah tidak mampu menutup perusahaan
rokok karena memliki berbagai pertimbangan seperti pemasukan dan sumbangan cukai pada
negara sangat besar. Pemerintah hanya memberikan kewajiban kepada perusahaaan rokok untuk
mencantumkan bahaya rokok dan gambar seram pada kemasan rokok yang tercantum pada PP
tahun 2012, Undang-undangnya 2009 dari pihak perusahaan rokok juga memberi peraturan
kepada masyarakat dengan ketentuan yang hanya boleh mengonsumsi rokok dan memberikan
dampak dampak yang akan timbul dari konsumsi rokok seperti kangker serangan jantung dll dari
hal tersebut perusahaan telah melakukan kemasan sesuai peraturan yang ada meskipun memiliki
kemasan yang seram tapi tetap tidak mengurangi konsumsi perokok dari hal tersebut perusahaan

24
tidak bisa salahkan karena sudah sesuai prosedur pemerintah ini adalah setrategi perusahaan
dalam strategi produk dalam kemasan rokok yang tidak berlawanan dengan peraturan
pemerinatah tetapi tetap diminati konsumen.

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan

Strategi Produk dimaksudkan untuk mempengaruhi konsumen, baik dalam jangka pendek
maupun dalam jangka panjang. Aspek yang paling menentukan dalam merancang strategi produk
melibatkan analisis hubungan konsumen-produk. Artinya afeksi, kognisi, dan perilaku konsumen
berkait produk dan lingkungan harus dipertimbangkan dengan cermat dalam memperkenalkan
produk baru dan harus dipantau sepanjang siklus hidup sebuah produk. Siklus hidup produk
sendiri yakni dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan. Maka agar tidak terjadi
penurunan sebuah produk maka dibuatlah strategi produk yang tahap tahapanya meliputi strategi
penetapan harga, penetapan merek, strategi distribusi dan yang paling penting manajemen waktu.

B. Saran

Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangatlah


penting dan hal ini haruslah ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki
kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran sebagai bagian penting dalam
perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.

25
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/4611372/MENETAPKAN_STRATEGI_PRODUK
Kotler, Philip. 2007. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks.
Madura, Jeff. 2001. Pengantar Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Kartajaya, Hermawan. 2004. Differentiation. Bandung: Mizan.
Sahetapy, Joefar. 2013. Diferensiasi produk, strategi merek, pengaruhnya terhadap keputusan
pembelian meubel UD Sinar Sakti Manado. Jurnal EMBA, Vol.1, No.3.
Rochmah, Siti. 2014. Pengaruh Diferensiasi Produk dan Potongan Tunai Terhadap Volume
Penjualan Industri Kecil Konfeksi di Kecamatan Semarang Barat. Jurnal STIE Semarang, Vol.6,
No.2.
Kotler, Philip and Armstrong, Gary. 2012. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Soegoto, E.S. 2009. Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung. Jakarta: Elex Media Komputindo
http://firstfromti3604.blogspot.com/2014/05/hubungan-produk-dan-merek.html?m=1
http://yoni-tasdid.blogspot.com/2018/04/makalah-menentukan-strategi-produk.html?m=1
http://liyahliyana.blogspot.com/2014/05/bab-5-mendesain-produk-merk-kemasan-dan.html?m=1
http://www.google.com/search?q=Pengemasan+dan+pelabelan+yang+baik
%2C+serta+pemberian+jaminan+dan+garansi&oq= Pengemasan+dan+pelabelan+yang+baik
%2C+serta+pemberian+jaminan+dan+garansi&aqs=chrome..69i57.1526j0j4&client=ms-
android-xiaomi&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8
https://b86clothing.com/manfaat-strategi-pengemasan-pelabelan-jaminan-dan-garansi-bagi-
sebuah-produk.html
https://aisgyfterdotcom.wordpress.com/manajemen-pemasaran/

26
https://www.google.com/amp/s/mochachamo.wordpress.com/2011/05/23/tugas-viii-manajemen-
pemasaran/amp/
https://www.coursehero.com/file/p7dr54gm/Pengemasan-Pelabelan-Jaminan-dan-Garansi-
Pengemasan-Pengemesan-adalah-semua/

27