Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REPORT

Manajemen Pendidikan

Disusun Oleh:

Nama : Fahrizal Adi Kurniawan

NIM : 3173331013

Mata Kuliah : Manajemen Pendidikan

KELAS B 2017

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan critical book report ini
dengan judul “Manajemen Pendidikan”. Critical book report ini kami buat guna memenuhi
penyelesaian tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan, semoga critical book report ini dapat
menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.

Saya menyadari bahwa critical book report ini masih jauh dari kata sempurna karena masih
banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke
depannya.
Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam critical
book report yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi para
pembaca.

Medan, September 2019

Penulis

Fahrizal Adi Kurniawan

(3173331013)

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ii

Daftar isi iii

Identitas Buku 4

BAB I PENDAHULUAN 5

A. Latar Belakang CBR 5

B. Tujuan penulisan CBR 6

C. Manfaat CBR 6

BAB II ISI BUKU 7

A. Ringkasan Buku 7

BAB III PEMBAHASAN 11

A.Perbandingan Kedua Buku 11

B. Keunggulan Buku 11

C. Kelemahan Buku 12

BAB IV PENUTUP 13

A. Kesimpulan 13

B. Saran 13

DAFTAR PUSTAKA 14

3
Identitas Buku

 Identitas Buku Utama

Judul Buku: Manajemen PAUD.

Penulis: Suyadi M.Pd.i

Penerbit: Pustaka Pelajar

Tahun Terbit: Cetakan III (2017)

Kota Terbit: Yogyakarta

Jumlah Halaman: 258 halaman

ISBN: 979-602-9033-85-4

 Identitas Buku Pembanding

Judul Buku: Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Akreditasi lembaga

Penulis: Dadan suryana dan Nelti rizka

Penerbit: Prenadamedia Group

Tahun Terbit: Cetakan I (2019)

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: 336 halaman

ISBN: 979-602-422-851-4

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat ini di Indonesia telah berkembang sebuah system pendidikan baru yang berfokus
pada anak usia dini, karena pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan untuk anak usia dini
telah berkembang pesat dan menyadarkan orang-orang dewasa di sekeliling anak usia dini.
Begitu pula dengan dana dukungan pemerintah, maka kini bermunculan lembaga pendidikan
untuk anak usia dini. Namun ironisnya lembaga pendidikan ini pada kenyataannya sering
berjalan tidak sesuai harapan pemerintah maupun orang tua yang menyekolahkan anaknya di
lembaga tersebut. Dikarenakan banyak masalah yang timbul kemudian termasuk masalah
kepemimpinan dalam manajemen pendidikan.

Pengelolaan pendidikan bukanlah mengelola sebuah tempat usaha barang, melainkan


mengelola sumber daya manusia dengan peradaban dimasa mendatang. Suatu bencana besar
ketika manusia mengelola pendidikan hanya dilihat dari kacamata pribadi, orang yang demikian
ini termasuk melemahkan generasi mendatang. Begitu pula bagi orang yang mengembangkan
pendidikan hanya mengandalkan kekuasaan atau power semata. Untuk itulah dibutuhkan formula
yang tepat dalam mengatur segala permasalahan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) serta kepemimpinan yang handal yang memahami posisinya sebagai pemimpin dengan
benar.

5
B. Tujuan Penulisan CBR

1. Mengulas isi sebuah buku

2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku

3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap bab dari
buku pertama dan buku kedua.

4. Membandingkan isi buku pertama dan buku kedua

5. Mengkritisi satu topik materi kuliah Manajemen Paud dalam dua buku yang berbeda.

C. Manfaat CBR

1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau
hasil karya lainnya secara ringkas.

2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang dikritik.

3. Mengetahui latar belakang, dan alasan buku tersebut diterbitkan.

4. Menguji kualitas buku dengan membandingkan buku lain.

5. Memberi masukkan kepada penulis buku atau pembaca berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan, isi, dan substansi buku.

6
BAB II

RINGKASAN BUKU

A. Manajemen Kurikulum PAUD

A. Pengertian Manajemen Kurikulum PAUD

Pengertian manajemen yaitu pengelolaan secara efektif dan efesien Dalam mencapai
tujuan, sedangkan kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang mencakup
tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan (E. Mulyasa, 2002) adapun PAUD
yakni pendidikan khusus untuk anak berusia dini (0-6 tahun). Maka dapat diambil kesimpulan
bahwa manajemen kurikulum PAUD adalah pengelolaan secara efektif dan efesien terhadapat
seperangkat bahan ajar yang dikuasi peserta didik, khususnya pada anak usia dini yakni 0-6
tahun untuk mencapai tumbuh kembang secara optimal. Adapun prinsipprinsip manajemen
kurikulum PAUD yaitu:

1. bersifat komprenshif

2. dikembang atas dasar perkembangan secara bertahap.

3. melibatkan orangtua.

4. melayani kebutuhan individu anak.

5. merefleksikan kebutuhan dan nilai-nilai masyarakat.

6. mengembangkan standard kompetensi anak.

7. mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus.

8. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat.

9. memerhatikan kesehatan dan keselamatan anak.

10. menjabarkan prosuder pengelolaan lembaga.

11. Manajemen sumber daya manusia.

7
12. penyediaan sarana dan prasarana

B. Manajemen perencanaan kurikulum

Kurikulum dapat dipandang sebagai cara untuk membantu guru memikirkan dan
mengorganisasikan pengalaman anak didik untuk mencapai titik maksimum tumbuh kembang
anak. Sebab secara tidak langsung anak juga belajar dari pengalaman yang diciptakannya sendiri.
Terapat dua pandangan mengenia perencanaaan kurikulum ini. Pertama, pandangan yang
dikemukakan oleh para behavioris yang menyatakan bahwa rancangan kurikulum didasarkan
pada hal-hal yang diperlukan untuk memasuki secara berhasil masyarakat dewasa, Paud
dipandang sebagai lembaga penddidikan yang mengembangkan potensi anak untuk menjadi
orang dewasa. Keuda, pandangan yang dikemukakan oleh para ahli perkembangan anak yang
menyatakan bahwa rangan kurikulum harus berdasarkan penelitian dan teori perkembangan,
sehingga PAUD lebih adaptif.

C. Manajemen pengembangan kurikulum PAUD

Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan beberapa model pendekatan.


Sekurang-kurangnya, terdapat tiga model pendekatan yang relavan untuk pengembangan
kurikulum PAUD. Pertama model pendekatan proses pematangan (maturational model).
Pendekatan ini dikembangkan dari teori-teori temuan gassel, freud, dan erikson. Kedua model
pendekataan ini dikembangkan dari teori-teori temuan skinner, baer, bijou, dan bandura. Ketiga,
model pendekatan interaksi dikembangkan dari teori-teori piaget.

1. model pendekatan proses pematangan

a. Aspek administrasi.

b. Aspek pendidikan

c. Aspek evaluasi program

2. Model pendekatan tingkah laku lingkungan

a. Komponen administrative

b. Komponen pendidikan.

8
c. Komponen evaluasi program.

3. Model pendekatan interaksi

a. Komponen administrative

b. Komponen pendidikan.

c. Komponen evaluasi program

D. Manajemen kurikulum PAUD

Sebagaimana disebutkan didepan, bahwa setidaknya terdapat tiga bentuk kurikulum,


yakni kurikulum nasional, kurikulum mandiri, atau berciri khas khusus dan kurikulum plus.
Kurikulum nasional merupakan panduan atau acuan seluruh lembaga pendidikan yang ada.
Kurikulum mandiri atau berciri khas kusus adalah kurikulum nasional yang oleh lembaga
pendidikan swasta. Kurikulum plus adalah kurikulum yang diadopsi atau lebih tepatnya “dibeli”
dari dalam maupun luar negeri.

1.Manajemen kurikulum PAUD Nasional.

Dalam konteks PAUD secara umum, kurikulum nasional hanya terdiri dari dua bentuk, yakni
kurikulum 1994 (kurikulum berbasis subjek mater) dan kurikulum 2004 yang kemudian
disempurnakan pada 2006 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pembahasan mengenai manajemen kurikulum nasional untuk PAUD mau tidak mau harus
menyinggung kurikulum 1994 karena masih berlaku di bebrapa lembaga PAUD, Khususnya
TK/RA. Disamping itu, tentu yang tidak kalah pentingnya adalah pembahasantentang kurikulum
manajemen nasional berbasis kompetensi (KBK) yang sekarang disempurnakan menjadi KTSP
pada jenjang PAUD.

Berikut ini adalah inti manajemen kurikulum PAUD yaitu:

a. Landasan,program, dan pengembangan kegiatan belajar mengajar,

b. Garis-garis besar program kegiatan belajar mengajar.

1. Tema

9
2. Alokasi waktu

c. pedoman kegiatan belajar mengajar PAUD

1. Pembukaan
2. Kegiatan inti
3. Istirahat
4. Penutup

d. pedoman evaluasi

e. pedoman bimbingan

f. pedoman sarana dan prasarana

2. Manajemen kurikulum PAUD berisi khas khusus

Model kurikulum ini dikembangkan oleh lembaga PAUD yang didirikan oleh yayasan atau
organisasi keagamaan mauapun kemasyarakatan. Sebabb, mereka mempunyai visi misi khusus
dibalik pendirian lembaga PAUD yang mereka lakukan. Oleh karena itu, mereka mendesain dan
mengebangkan kurikulum tersendiri untuk kemudian. komnbinasi atau digabungkan dengan
kurikulum nasional

3. Manajemen kurikulum PAUD PLUS

Bentuk lain lembaga PAUD yang menggunakan kurikulum plus adalah lembaga PAUD yang
didirikan oleh yayasan dengan visi misi dan tujuan tertentu.

10
BAB III

PEMBAHASAN

A. Perbandingan antara Buku utama dan Pembanding

Dalam Buku Manajemen PAUD yang ditulis oleh Suyadi,M.Pd.I menyatakan bahwa
manajemen kurikulum PAUD sebagai pengelolaan secara efektif dan efesien terhadapat
seperangkat bahan ajar yang dikuasi peserta didik, khususnya pada anak usia dini yakni 0-6
tahun untuk mencapai tumbuh kembang secara optimal. Sedangkan Buku Manajemen
pendidikan anak usia dini berbasis akreditasi lembaga yang ditulis oleh dadan suryana dan nelti
rizka menyatakan bahwa manajemen kurikulum PAUD sebagai hasil belajar, proses dan konten
yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak untuk membangun pengetahuan, Keterampilan,
dan sikap yang diperlukan untuk mendukung kesiapan anak belajar dijenjang pendidikan yang
lebih lanjut.

Buku Manajemen pendidikan anak usia dini berbasis akreditasi lembaga yang ditulis oleh
dadan suryana dan nelti rizka menyatakan bahwa di lembaga PAUD menggunanakan kurikulum
2013 sedangkan menurut Buku Manajemen PAUD yang ditulis oleh Suyadi,M.Pd.I menyatakan
bahwa lembaga PAUD menggunakan kurikulum KTSP. Seperti kita ketahui bahwa di lembaga
PAUD itu menggunakan kurikulum 2013 karena kurikulum ini lebih kompleks dan memudahkan
guru untuk melakukan evaluasi terhadap semua aspek perkembangan anak.

B. Keunggulan Buku

Keunggulan dari Buku Manajemen PAUD yang ditulis oleh Suyadi,M.Pd.I ialah
membahas tentang kurangnya lembaga PAUD di daerah terpencil serta upaya peningkatan mutu
tenaga pendidik yang lebih professional oleh sebab itu buku ini dibuat dengan pembahasan
manajemen PAUD secara lebih mendalam lagi.

Sedangkan dalam buku Manajemen pendidikan anak usia dini berbasis akreditasi
lembaga yang ditulis oleh dadan suryana dan nelti rizka hanya membahas manajemen PAUD
secara umum saja.

11
Dari segi tampilan (cover) buku kedua ini memiliki cover yang unik serta perpaduan
warna yang sangat cocok sehingga memberikan kesan yang berbeda dan menarik perhatian orang
lain untuk membacanya.

Dalam segi bahas, buku ini bahasa yang digunakan pengarang menggunakan Bahasa
Indonesia yang sudah sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan (EYD) namun adakalanya
pengarang menyisipkan istila-istilah yang sulit mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu
bahasanya juga lugas sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Buku Manajemen PAUD yang ditulis oleh Suyadi,M.Pd.I dan Manajemen pendidikan
anak usia dini berbasis akreditasi lembaga yang ditulis oleh dadan suryana dan nelti rizka
terdapat biografi sih penulis dibelakang bukunya.

C. Kelemahan Buku

Disamping banyaknya kelebihan Buku Manajemen PAUD yang ditulis oleh


Suyadi,M.Pd.I dan Manajemen pendidikan anak usia dini berbasis akreditasi lembaga yang
ditulis oleh dadan suryana dan nelti rizka juga terdapat kelemahan diantaranya istilah-istilah sulit
yang pengarang sisipkan dibuku bias mengurangi minat para pembaca.

12
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penerapan standar isi nasional pendidikan bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan
nasional dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat. Penerapan standar menjadi isu penting dalam sistem penjaminan mutu agar
proses penggelolaan pendidikan mengarah pada tujuan dan penerapan standar dapat memastikan
bahwa pendidikan dapat meningkatkan daya kolaborasi dan kompetisi bangsa di tengah
perkembangan global. Sebelum kita menerapkan Standar Nasional Pendidikan kita harus terlebih
dahulu memahami pengertian dan aturan tentang kedelapan Standar Nasional Pendidikan.
Dengan demikian, kita mampu menerapkan Standar Nasional Pendidikan dengan baik. Standar
Penilaian Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) diberi tugas untuk mengimplementasikan
SNP (Standar Nasional Pendidikan) agar dapat di jadikan sebagai kriteria minimal tentang sistem
pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI. Sehingga SNP berfungsi sebagai dasar dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan
nasional yang bermutu. Dalam pasal 1 ayat (17) Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 91) PP No.19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup
dari SNP meliputi 8 standar yaitu: a. Standar isi b. Standar proses c. Standar kompetensi lulusan
d. Standar pendidik dan tenaga kependidikan.

B. Saran

Standar nasional pendidikan dapat menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermanfaat. Jadi dengan adanya standar-standar pendidikan ini para siswa akan mendapatkan
fasilitas-fasiltas pendidikan untuk menambah pengetahuan para siswa dan dapat bersaing dengan
siswa lain untuk meraih prestasi dari tingkat sekolah maupun Provinsi dsb.

13
DAFTAR PUSTAKA

Suyadi.2017.Manajemen PAUD.Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Dadan.Nelti.2019.Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Akreditas


Lembaga.Jakarta:Prenamedia Group.

14