Anda di halaman 1dari 6

KELOMPOK 7 (APOTEKER X)

Fariana Nur Santi /1913017007


Arismah/ 1913017054
Gina Ardian Putri/ 1913017031
Nurfita/1913017019
Wani Desdegri/1913017043
Gita Rizqi Ramita/1913017034

Gastrointestinal

Tn. Rama umur 28 tahun, mendatangi salah satu dokter praktek, dengan keluhan
mual dan muntah serta nyeri ulu hati setelah menggunakan obat anti nyeri mefinal untuk
meredakan nyeri saat terjatuh dari sepeda. pasien diketahui mengalami maag sejak 2 tahun
yang lalu dan memiliki riwayat penggunaan obat Antasida. Tidak terdapat diagnosa khusus
dari dokter, namun diberikan resep obat Ranitidin (H2RA) 3 x 1 tab dan Losec
(omeprazole/PPI) 3 x 1 tab. Setelah dokter memberikan resep kepada Tn. Rama, Tn. Rama
dan istri menuju ke Apotek untuk menebus obat yang telah diresepkan.
Asisten Apoteker : “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu pak?”.
Pasien : “Saya ingin menebus obat diresep ini (sambil memberikan resep)”.
Asisten Apoteker : “Iya pak, silahkan tunggu sebentar (sambil menunjuk ruang tunggu
apotek) saya berikan dulu resepnya ke Apoteker”.
Asisten Apoteker menuju ke ruangan konseling Apoteker, dan memberikan resep kepada
Apoteker.
Asisten Apoteker : “Bu, ini ada resep dari dokter”.
Apoteker : “(mengambil resep dan membacanya). Silahkan beritahu pasien untuk
masuk (ruang konseling).
Asisten Apoteker : “Iya bu”
(pasien dan keluarga pasien (istri) masuk kedalam ruangan)
Apoteker : selamat pagi pak, bu, silahkan duduk.
Istri pasien : pagi bu,
Apoteker : siapa yang sakit bu, pak?
Istri pasien : si bapak yang sakit bu
Apoteker : atas nama pak Rama, 28 tahun. Benar?
Istri pasien dan pasien: iya, benar bu (serentak)
Apoteker : kalau boleh tahu, sakitnya dibagian mana aja ya pak?
Pasien : disini bu (menunjuk ulu hati) rasanya nyeri. Mungkin karna mual
muntah.
Apoteker : sebelum itu terjadi, apakah bapak pernah salah makan makanan.
Makanan yang mungkin ibu alergi dengan makanan tersebut?
Istri pasien : kemungkinan sih tidak bu, karena bapak gak suka jajan-jajanan. Dan
makanan berat selalu dari bekal yang dibuat dirumah.
Apoteker : atau mungkin bapak pernah menggunakan obat-obatan sebelumnya ?
Istri pasien : si bapak pernah minum obat anti nyeri mefinal untuk redakan nyeri
karna jatuh dari sepeda minggu lalu, bu. Dan bapak rutin makan obat
antasida karna maag yg sudah menahun bu.
Apoteker : hmmm, begitu yaa. Selain itu adalagi yang dikeluhkan pak? Atau obat
yang digunakan lainnya?
Pasien : tidak ada bu, semuanya sudah sesuai yg istri saya katakana.
Apoteker : oke,, jadi begini pak, bu. Kemungkinan besar, nyeri ulu hati (menunjuk
bagian ulu hati) yang bapak alami dikarenakan efek samping dari obat
mefinal nya bu, pak.
Istri pasien : oh begitu ya bu, jadi obat mefinalnya ini dihentikan aja ya bu?
Apoteker : sebentar ya bu, saya ingin mengkonfirmasikan obat ini ke dokternya
terlebih dahulu
********
Apoteker : Assalamu’alaikum, apakah ini dengan dokter Ratna ?
Dokter : Wa’alaikumussalam. Ya benar, dengan siapa ya?
Apoteker : Saya Apoteker Arismah dok, ingin mengkonfirmasi resep atas nama
Tn.Rama 28 tahun dok.
Dokter : ya, benar pasien saya tadi. Ada apa ya?
Apoteker : mohon maaf sebelumnya dok. jadi begini dok, disini diresepkan obat
ranitidine dan losec (Omeprazol).
Dokter : iya benar
Apoteker : begini dok, berdasarkan keterangan dari pasien. Pasien rutin
mengkonsumsi mefinal (asam mefenamat) akhir” ini. Dan sebelumnya
pasien menggunakan antasida untuk menangani maagnya, jadi saya fikir
obat antasida yang pasien gunakan tidak efektif karena penggunaan
mefinalnya dok, (mefinal adalah NSAID non selektif yang dapat
memperparah kondisi maag). Jadi maksud saya jika mefinalnya di
hentikan dok atau diganti dengan gol NSAID yg selektif maka kondisi
lambung insyaAllah berangsur baik. Jadi, menurut dokter apakah kita
kembali ke terapi awal yaitu antasida atau tetap diberikan ranitidine dan
losec dok?
Dokter : jika memang begitu silahkan diberikan antasida (doen) 3 x 1 saja bu, dan
untuk ranitidine dan losec nya mungkin bisa saya resepkan kembali nanti
jika antasida tidak juga memberi hasil yang baik, jadi untuk sementara
cukup itu saja. Oh iya untuk obat nyerinya bisa diganti ke celexocib 400
mg 1 x 1 dilanjut 200 mg jika perlu (p.r.n).
Apoteker : okey dok. Terimakasih
Dokter : okey terimakasih juga sarannya,
Apoteker : siap dok, Assalamu’alaikum
Dokter : Wa’alaikumussalam
*******
Apoteker : dek... (Asisten apoteker), tolong disiapkan obat ini,
Asisten Apoteker : okey bu,
(Asisten Apoteker menyerahkan obat ke Apoteker)
Apoteker : baik Bu jadi begini disini obatnya ada 2 buah. Yang pertama ini ada
obat untuk maag nya pakai antasida 3 x 1 diminum 30 menit sebelum
makan . Nah disini kami menyediakan dalam bentuk tablet dan cair.
Untuk yang tablet harus dikunyah terlebih dahulu. Dan untuk yg cairnya
agak lebih mahal. Bapak mau yang mana pak?
Pasien : yang tablet aja Bu,
Apoteker : oke baik pak, dan obat yang kedua ada obat untuk nyerinya. Obat ini
diminum 1 x 1 jika nyeri saja ya pak, buk dan bisa di minum sesudah
makan. Untuk pertama kali pakai dosis 400 mg ya kemudian jika masih
nyeri dilanjutkan dengan dosis 200 mg ya pak, buk.
Keluarga pasien : jadi ini ada obat maag nya diminum 3 x 1 tab 30 menit sebelum makan
dan obat nyeri nya 1 x 1 setelah makan jika nyerinya kambuh
Apoteker : dan... Ingat dosisnya ya Bu untuk obat nyerinya pakai yg 400 mg untuk
pertama kali minum
Keluarga pasien : oh iyaa..
Apoteker : baik, dan jangan lupa untuk bapak jangan makan makanan yg memicu
asam lambung dulu ya pak seperti makanan pedas , bersantan, minuman
beralkohol dan mengandung kafein, dan juga istirahat yang cukup,
hindari kelelahan atau stress yang berlebihan serta makan yang teratur
ya pak
Pasien : iya Bu, terimakasih sudah diingatkan
Apoteker : baik, sampai disini ada yang mau ditanyakan?
Keluarga pasien : mungkin sdh tidak ada Bu
Apoteker : baik, jika nanti ada yg mau ditanyakan lagi bisa hubungi no hp saya
yang tercantum di etiket obat nya ya Bu pak,
Keluarga pasien dan pasien: iya Bu.. terimakasih
Apoteker : iya sama sama Bu pak, semoga cepat sembuh yaa
Keluarga pasien : aamiin.
Apoteker : aamiin, jika sudah tidak ada yg ingin ditanyakan saya akhiri sampai
disini ya Bu pak, ini obat nya bisa dibayar di kasir depan, terimakasih
Keluarga pasien : terimakasih juga Bu
RESUME DIALOG ROLEPLAY KASUS GASTROINTESTINAL

Konseling dimulai dengan salam dan perkenalan. Seorang apoteker memberikan


suasana diruangan terasa nyaman dan perbincangan dengan pasien dan keluarga pasien
dengan gaya yang asik serta informatif sehingga menimbulkan rasa kepercayaan pasien pada
apoteker. Awalan setalah perkenalan dilanjutkan degnan mengetahui siapa yang sakit, kondisi
atau penyakit yang diderita, keluhan yang dialami, dan mengetahui isi resep. Beberapa
metode yang bisa dimulai saat konseling menggunakan 3 Prime Question. Dalam proses
konseling ada 3 macam pertanyaan yang dapat digunakan yang pertama tadi yaitu 3 Prime
Question selain itu ada WWHM dan ASMETOD.
Three prime question :
1. Apa yang telah dokter katakan tentang obat anda?
2. Apa yang dokter jelaskan tentang harapan setelah minum obat ini?
3. Bagaimana penjelasan dokter tentang cara minum obat ini?
Melalui 3 pertanyaan ini apoteker bisa mengetahui sejauh mana pasien mengetahui isi
resep serta hasil diskusi bersama dokter. Selain itu, kita sebagai apoteker bisa meneelah isi
resep dan kesesuaian isi resep dengan kondisi pasien. Apoteker kemudian menggali
informasi lagi dengan menanyakan riwayat penyakit serta menanyakan kepada pasien
terapi/penanganan yang pernah dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut. Hal ini juga
diperlukan untuk pasien agar kita mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan
pasien dalam menjalani pengobatannya serta untuk memantau perkembangan terapi yang
dijalani pasien.
Dikasus ini pasien memiliki riwayat maag sejak 2 tahun lalu dan mengeluh gejala
mual muntah dan nyeri ulu hati setelah menggunakan obat anti nyeri mefinal untuk
meredekaan nyeri jatuh dari sepeda. Penggunaan obat yang mengatasi mual muntah nyeri ulu
hati dengan antasida. Kemudian Diresepkan Ranitidn dan Losec
Hal ini ditanyakan oleh apoteker melalui metode WWHM tentang siapa yang sakit,
keluhan, riwayat penyakit serta pengobatan yang pernah diberikan. Dengan adanya
pertanyaan tersebut sebagai apoteker kita dapat mengetahui apa saja keluhan pasien dan apa
yg pasien harapkan dengan adanya konseling ini. Banyaknya interaksi dengan pasien maka
dapat membangun rasa kepercayaan pasien tentang obat yang akan diberikan, dan sebagi
apoteker kita harus memberikan informasi sedetail mungkin.
Dikasus ini apoteker mengkonfirmasi penggunaan obat yang diresepkan dengan
kondisi pasien karena kondisi mual muntah nyeri ulu hati yang dialami pasien dari
penggunaan obat NSAID sehinnga hanya perlu dikonseling pemberhentian dari konsumsi
obat mefinal dan tanpa adanya penggunaan obat ranitidin dan losec hanya menggunakan obat
antasida kembali oleh pasien karena tidak adanya kontraindikasi atau pasien tidak bisa
konsumsi antasid. Jika pasien masih merasakan nyeri habis jatuh maka direkomendasikan
obat celexocib untuk mengurangi nyerinya.
Melalui bagian dialog ini apoteker mengkonfirmasikan penggunan obat obatan yang
lebih masuk akal dan efisien serta sesuai dengan kondisi pasien kepada dokter. Dengan begitu
apoteker memberikan perhatian khusus kepada pasien dengan memperhatikan kondisi dan
kepentingan pasien (patient oriented).
Setelah itu apoteker memberikan dan menjelaskan pemakaian obat obatan yang
digunakan :
-antasida diminum tiga kali sehari 30 menit sebelum makan ( obat dikonsumsi dengan cara
dikunyah) untuk mengatasi nyeri ulu hati dan mual muntah .
-Celexocib diberikan sekali sehari setalah makan (hanya diminum jika masih merasakan
nyeri ).

Perhatian khusus yang disampaikan apoteker untuk disampaikan kepada pasien


dengan pemakaian obat – obatan secara spesifik dan tepat serta diakhir konseling perlu
dilakukan verifikasi akhir (tunjukkan dan katakan) untuk lebih memastikan bahwa hal-hal
yang dikonselingkan dipahami oleh pasien terutama dalam hal penggunaan obatnya. Selain
itu interaksi antara apoteker dan pasien dengan kepedulian apoteker yang ditunjukkan
dengan senantiasa mengingatkan pasien agar tidak makan makanan pedas, bersantan,
minuman beralkohol dan mengandung kafein, dan juga istirahat yang cukup, hindari
kelelahan atau stress yang berlebihan serta makan yang teratur. Selain itu, mengingat
kompetensi apoteker tentang “tanya obat tanya apoteker” apoteker mengingatkan pasien jika
ada yang ingin ditanyakan bisa melalui kontak hp apoteker yang tertera di etiket. Terakhir
tidak lupa dilakukan yaitu menyampaikan “semoga lekas sembuh” untuk memberikan efek
perhatian agar pasien bisa melakukan aktivitas seperti biasanya setelah mengkonsumsi obat
tersebut .