Anda di halaman 1dari 4

1.

Dringu – Probolinggo
Lembaga saat ini bernama UPK Kecamatan Dringu, berada di Desa Kedungdalem,
Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Aspek Legalitas
Payung hukum/legalitas kelembagaan saat program PNPM Mandiri adalah PTO
PNPM-MPd, sedangkan untuk saat ini (pasca program) adalah Permakades
Kecamatan Dringu No. 1 Tahun 2015 tanggal 29 Oktober 2015 dengn lampiran
AD/ART BKAD yang berisi AD/ART seluruh kelembagaan dana bergulir.

Tahapan perubahan status legalitas kelembagaan sebelum sapai pada masa pasca
program adalah sama. Bahwa secara legalitas kelembagaan ada perubahan yaitu di
bawah payung hukum Permakades, namun secara organisasi kelembagaan tetap
sama dengan saat pelaksanaan program berupa UPK

Lembaga-lembaga yang berperan dalam proses transformasi kelembagaan pasca


program terdiri dari unur UPK (BKAD, UPK, BP-UPK, Tim Verifikasi) serta dari pihak
lain (Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa, dan Masyarakat).

Permsalahan yang berkaitan dengan dengan status legalitas pasca program adalah
kepastian hukum dan regulasi baru setelah PNPM, sementara PMD hanya
menyarankan “wait and see”. Diharapkan memunculkan formula baru untuk regulasi
PNPM terkait kepastian legalitas kelembagaan.

Berkaitan dengan kepastian legalitas kelembagaan, ada keinginan dari BKAD untuk
melegalkan kelembagaan BKAD yang nantinya akan menaungi kelembagaan dana
bergulir secara keseluruhan.

Aspek Kelembagaan
Struktur kelembagaan dana bergulir saat program dan pasca program tidak
mengalami perubahan seperti berikt ini:

Jumlah Anggota Saat Jumlah Anggota Pasca


Struktur
Program Program
BKAD 3 3
UPK 4 4
BP-UPK 3 3
Tim Verifikasi 2 2
Tim Pendanaan 10 5
Tim Penanganan
-
Masalah
Jumlah 22 22
Ada tambahan struktur kelembagaan yaitu tim penanganan masalah.

Perubahan TUPOKSI masing-masing lembaga


- BKAD = Sama dengan Program
- UPK = Sama dengan Program
- BP-UPK = Sama dengan Program + verifikasi dan taksir nilai agunan dari
pinjaman perorangan
- Tim Verfikasi = Sama dengan Program
- Tim Pendanaan = Sama dengan Program

Masing-masing unit kelembagaan ditetapkan melalui MAD Pengakhiran dengan


Permakades.

SOP perguliran dana simpan pinjam pasca program menggunakan mekanime baru,
yaitu pinjaman perorangan dengan pinjaman 24 bulan dengan total pinjaman
setengah dari harga jual agunan.

Kendala yang dhadapi pasca program adalh belum ditemuknnya regulasi pasti
setelah PNPM Berakhir.
Rencana dalam pengembangan kelembagaan antara lain: (1) ingin menyelaraskan
PNPM ke Bumdesma dan (2) regulasi yang pasti.

Aspek Filosofi
Perkebangan jumlah pemanfaat saat dan pasca program adalaah sebagai berikut:

Tahun Jumlah Kelompok Jumlah Orang


2015 168 1.414
2016 176 1.560
2017 199 1.289
2018 235 1.243
2019 275 1.202

Kelompok pemanfaat saat program 50% masyarakat iskin dan 50% masyarakat
umum.
- Kriteria pemanfaat program saat ini adalah seluruh masyarakat d Kec. Dringu
yang memiliki komitmen dan mampu mengangsur tepat waktu.

Kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir


- Agunan tidak ada baik saat program maupun pasca program (untuk kelompok)
- Agunan berlaku untuk pinjaman perorangan
- Pinjaman kelompok tetap ada saat program maupun pasca program dengan
tambahan pinjaman perorangan untuk pasca program
- Surat rekomendasi pemerintah desa ada baik saat program maupun pasca
program

Pembinaan kepada calon pemanfaat adalah pelaksanaan Tim Verifikasi saat


kunjungan lapangan baik saat maupun pasca program.

Produk layanan yang diberikan pada pemanfaat baik saat maupun pasca program
yaitu: (1) SPP (Simpan Pinjam Perempuan); dan (2) UEP (Usaha Ekonomi
Produktif); sedangkan pasca program ada tambahan produk layanan Pinjaman
Perorangan.

Pembinaan bagi pemanfaat saat program pelatihan kelompok.


Pasca program studi banding.
Terdapat dana sosial kemasyarakatan dari hasil surplus usaha sebesar 15% untuk
santunan lansia dan anak yatim baik saat dan pasca program.

Permasalahan proses menggulirkan dana kepada pemanfat yang pernah dialami


adalah kurang seriunya pemerintah desa berupa jarang dihadiri keala desa.
Penangannya diatai oleh kelembagaan dengan pendekatan persuaif.

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)


Tidak ada pergantian SDM Pengurus lembaga dana bergulir pasca program.

Sistem penggajian masing pengurus saat program dan pasca program adalah
sebagai berikut:

Saat Program Pasca Program


Lembaga Sistem Sistem
Sumber Gaji Sumber Gaji
Penggajian Penggajian
BKAD Bulanan Surplus Bulanan Surplus
BP UPK Bulanan Surplus Bulanan Surplus
UPK Bulanan Jasa SPP Bulanan Jasa SPP
Tim Verifikasi Per Kegiatan Jasa SPP Per Kegiatan Jasa SPP
Tim Pendanaan Per Kegiatan Jasa SPP Per Kegiatan Jasa SPP

Tidak ada permasalahan dalam hal SDM lembaga dana bergulir.

Aspek Keuangan
Perkembangan keuangan dana bergulir sat program dan psa progrm adalah sebagai
berikut:

Pengendapa
Tahu Total Nilai Total Aset Surplus Kolektabilita
n Dana (Idle
n Aset Produktif Berjalan s
Fund)
2014 3.082.137.30 3.011.460.80 455.695.49 64.893.500 753.135.301
1 1 0
2015 3.455.369.00 3.286.248.59 480.406.81 63.337.500 1.104.643.590
0 0 1
2016 3.793.260.92 3.595.662.92 463.787.27 187.839.000 1.126.045.426
6 6 9
2017 4.129.348.20 3.855.073.20 475.105.25 269.482.000 1.355.319.903
3 3 9
2018 4.552.646.22 4.552.696.22 586.226.22 455.536.800 1.732.720.728
8 8 7
2019 4.876.237.50 4.324.971.40 555.219.05 612.267.100 574.946.002
2 2 4
Konfirmasi nominal
Kantor lembaga dengan sistem sewa.

Ketentuan perguliran dana simpan pinjam kelompok baru saat program hanya
berupa kelompok SPP dan UEP dengan jumlah pinjaman awal Rp. 500.000 dengan
bunga 18% dan pinjaman awal Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 dengan bunga 18%
dengan jangka waktu sama (10 bulan).
Mekanisme pemantauan saat program dilakukan dengan cara mengadakan
pertemuan kelompok rutin. Penyebab utama pemanfaat lalai dalam menangsur
adalah kurang intensifnya tim verifikasi.
Mekanisme pemantauan Pasca program dilakukan oleh Tim Penyehatan dan Tim
Verifikasi.

sanksi yang diberikan kepada pemanfat yang lalai mengangsur, yaitu


- tidak diberikan pinjaman kembali (saat program)
- pengurangan THR (pasca program)

Insentif (imbalan) diberikan kepada pemanfat yng tepat dalam mengangsur berupa
bentuk IPTW dan THR (tahun) baik saat progrm maupun pasca program.

Sistem penyusunan laporn keuangan di UPK dilakukan dengan software baik saat
program hingga pasca program menggunakan software Ms. Excel.

pelaporan keuangan (saat program) dilakukan setiap bulan dan dilaporkan kepada
PMD atau Fasilitator Kabupaten.
pelaporan keuangan (pasca program) dilakukan setiap bulan dilaporkan pada BKAD.

Audit/ pemeriksaan keuangan dilakukan setiap bulan oleh BP-UPK. Tidak ada
permasalahan dalam penyusunan laporan keuangan.

Aspek Perkembangan Usaha


Tidak ada kerjasama dengan lembaga lain saat program, namun pasca program ada
kerjasama dengan P2KP melalui pemberian modal kepada P2KP PNPM Perkontaan.
MoU berupa berita acara peminajaman modal dengan sistem bagi hasil.

Kerjasama dilakukan oleh pihak yang berwenang, yaitu BKAD.