Anda di halaman 1dari 34

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

SAP 9
LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
Dosen Pengampu : Dr. I Gde Ary Wirajaya, S.E.,M.Si., Ak.

KELOMPOK 7 E2/E.II.2

Kadek Ari Dyah Wilatini (1515351008)/02


Luh Gede Dian Hermayanti (1515351078)/30
Ni Putu Mirah Sri Devi Permatasari (1515351079)/31

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017/2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................1

9.1 Pengertian Laporan Keuangan dan Jenisnya.........................................................................2

9.2 Tujuan Laporan Keuangan.....................................................................................................2

9.3 Laporan Keuangan LPD........................................................................................................3

9.4 Tujuan Analisis Laporan Keuangan.......................................................................................7

9.5 Analisis Laporan Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD)...........................................7

9.6 Jenis Laporan Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD)................................................8

9.7 Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan .........................13
Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Tentang
Lembaga Perkreditan Desa
9.8 Contoh Neraca Percobaan......................................................................................................15

9.9 Contoh Neraca Saldo.............................................................................................................21

9.10 Hasil Studi Lapangan : Laporan Pertanggungjawaban LPD Desa Pekraman.....................25


Peliatan Tahun 2015-2016

Daftar Pustaka..............................................................................................................................32

1
9.1 Pengertian Laporan Keuangan dan Jenisnya
Laporan keuangan adalah laporan yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang terdiri
dari laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal (capital statement), neraca
(balance sheet) dan laporan arus kas (cash flow). Pengertian laporan keuangan menurut
Standar Akuntansi Keuangan adalah “Laporan keuangan merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan.
Dari pengertian di atas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan
keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang
dibebankan kepada manajemen. Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai
sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan
bank dan sebagainya.
Jenis-jenis Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (2010: 6)
1) Neraca
2) Laporan Laba Rugi
3) Laporan Perubahan Ekuitas
4) Laporan Arus Kas
5) Catatan atas Laporan Keuangan
9.2 Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh  Ikatan Akuntan
Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (2010: 5), tujuan
laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1) Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan,


kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

2) Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama
sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua
informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi

2
karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian dimasa lalu dan
tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.

3) Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban
manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi.
Keputusan ini mungkin mencakup, misalnya keputusan untuk menahan atau menjual
investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau
mengganti manajemen.

9.3 Laporan Keuangan LPD

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2007, LPD adalah suatu
badan simpan pinjam yang dimiliki oleh desa adat dan merupakan unit operasional serta
berfungsi sebagai wadah kekayaan desa yang berupa uang atau surat-surat berharga lainnya,
menjalankan fungsinya dalam bentuk usaha - usaha ke arah peningkatan taraf hidup krama desa,
dan dalam kegiatannya banyak menunjang pembangunan desa. Adapun tujuan didirikannya LPD
adalah sebagai berikut.

1) Mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan menghimpun


tabungan dan deposito dari krama desa;
2) Memberantas ijon, gadai gelap dan lain-lain yang dapat dipersamakan dengan itu;
3) Menciptakan pemerataan kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja bagi
krama desa;
4) Meningkatkan daya beli dan melancarkan lalu lintas pembayaran dan peredaran uang
di desa
Pengelolaan LPD dilaksanakan oleh pengurus, dimana pengurus bertanggung jawab
kepada krama desa, dan didalam melaksanakan dan mengelola LPD, pengurus dapat mengangkat
karyawan dalam membantu kegiatan operasional lembaga.

LPD merupakan salah satu unsur kelembagaan Desa Pakraman yang menjalankan fungsi
keuangan Desa Pakraman untuk mengelola potensi keuangan Desa Pakraman. Lembaga ini
3
sangat berpotensi dan telah terbukti dalam memajukan kesejahteraan masyarakat desa dan
memenuhi kepentingan Desa itu sendiri. Lembaga Perkreditan Desa berfungsi sebagai salah satu
wadah kekayaan desa yang berupa uang atau surat berharga lainnya, menjalankan fungsinya
dalam bentuk usaha-usaha ke arah peningkatan taraf hidup krama desa dan dalam kegiatan
usahanya banyak menunjang pembangunan desa. Usaha-usaha dilakukan dengan tujuan untuk
mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui tabungan yang terarah serta
penyaluran modal yang efektif; memberantas praktek ijon, gadai gelap, dan lain-lain yang dapat
dipersamakan dengan itu di pedesaan; menciptakan pemerataan dan kesempatan berusaha bagi
warga desa dan tenaga kerja di pedesaan; meningkatkan daya beli, melancarkan lalu lintas
pembayaran dan peredaran uang di pedesaan
Lembaga Perkreditan Desa telah berkembang dengan pesat dan telah memberi manfaat
yang sangat luas bagi LPD dan anggota-anggotanya, dan seiring dengan itu telah timbul berbagai
kebutuhan baru berkenaan dengan eksistensi kelembagaan, unsur-unsur manajemen, kegiatan
dan operasionalnya, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih akurat untuk menjamin
kepastian dan perlindungan hukum bagi keberadaan dan kegiatan LPD dan keberadaan Krama
Desa yang menjadi anggotanya. Kekurang hati-hatian dalam mengelola LPD dapat berakibat
buruk terhadap kepercayaan masyarakat terhadap LPD. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian-
penyesuaian terhadap kebutuhan kebutuhan baru yang berkembang dari praktek kegiatan LPD.
Kebijakan akuntansi LPD adalah prinsip-prinsip dasar dalam pelaporan keuangan yang
disusun berdasarkan kesepakatan bersama sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku.
Beberapa contoh yang menyangkut kebijakan akuntansi LPD, diantaranya:
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan harga perolehan.
b. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pencatatan pendapatan dan beban menganut metode akrual basis yaitu diakui pada saat
terjadinya transaksi dan bukan pada saat realisasi pembayaran.
1) Tidak dibenarkan mengantisipasi pendapatan, akan tetapi biaya-biaya yang telah
direalisasi sebelum tanggal neraca walaupun belum dapat diketahui secara pasti,
jumlahnya, harus dilaporkan dengan cara estimasi yang wajar.
2) Namun demikian pelaksanaan prinsip diatas harus tetap memperhatikan asas “proper
matching cost against revenue” yaitu biaya dan pendapatan dihadapkan secara tepat
4
dalam periode yang sama agar tidak menjadi pergeseran biaya atau pendapatan ke
periode yang lain.
c. Piutang Usaha
Piutang usaha berupa kredit yang diberikan dicatat sebesar nilai perolehan dikurangi
dengan cadangan atas kemungkinan piutang yang tidak dapat ditagih.
d. Beban Ditangguhkan (Biaya Praoperasi)
Semua beban yang dikeluarkan sebelum beroperasi komersial ditangguhkan
pembebanannya dan diamortisasi selama tahun dengan tarif amortisasi 25% setiap tahun
dari nilai saat transaksi.
e. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dinyatakan di neraca berdasarkan harga peorlehan dikurangi dengan
akumulasi penyusutan. Aktiva tetap tidak termasuk tanah disusutkan dengan metode garis
lurus. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba-rugi pada saat terjadinya.
Jika aktiva tetap sudah tidak dapat digunakan lagi, maka harga perolehan dan akumulasi
penyusutannya akan dihapus dalam pembukuan. Laba atau rugi atas pengalihan aktiva
tetap diakui pada periode berjalan.
f. Akuntansi Utang Usaha
Utang usaha berupa simpanan dan deposito nasabah dinyatakan secara lengkap sehingga
menggambarkan seluruh kewajiban LPD pada akhir periode. Untuk mengetahui batas
waktu pembayaran, simpanan dan deposito dilakukan pengelompokkan sesuai dengan
jatuh temponya.
g. Penyampaian Laporan Keuangan LPD
Laporan keuangan LPD disampaikan kepada :
1. Bendesa Adat
2. Gubernur Provinsi Bali
3. Bupati Kabupaten
4. Camat
5. Lurah
6. Badan Pengawas LPD
7. Kelian Banjar
8. Krama Desa (Melalui paruman Banjar)
5
Dalam rangka menuju tata kelola organisasi yang baik, LPD perlu memformalkan
bahwa budaya perusahaan dalam bentuk “Catur Dharma LPD” yang terdiri dari:
1. Menjadi milik yang bermanfaat bagi krama dan desa pakraman
2. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah
3. Saling menghargai dan membina rasa kekeluargaan
4. Berusaha mencapai yang terbaik dengan menyediakan ruang dan waktu untuk
perbaikan berkelanjutan
Sampai saat ini LPD belum sepenuhnya menerapkan dasar pengakuan akrual
dalam laporan keuangannya. Dasar pengakuan yang digunakan kebanyakan
menggunakan cash basis yang dimodifikasi. Dengan diberlakukan IFRS, ke depan
kemungkinan laporan keuangan LPD akan menunjukkan ke arah fair value.
Akuntan publik independen berperan dalam menilai dan memberikan opini
terhadap laporan keuangan LPD sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum
dan standar akuntansi yang ada. Akuntan public harus berkomunikasi dengan BPI
sebelum memulai suatu penugasan audit. Untuk LPD yang mempunyai asset di atas 5
Milyar disarankan untuk menggunakan jasa akuntan public independen.
Pengurus LPD adalah pelaksana utama atau actor tata kelola LPD. Keseluruhan
model tata kelola organisasi mengakui peran sentral dari pengurus sebagai salah satu
pelaku tata kelola organisasi. Dengan menetapkan tekanan pada pengelola puncak dan
menangani operasi sehari-hari atau entitas, pengaruh pengelolaan atas kualitas tata kelola
menjadi signifikan. Pengelola bertanggung jawab memantau risiko organisasi dan
melaksanakan pengendalian untuk mengurangi resiko.

9.4 Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan penerapan metode dan teknik analisis untuk
laporan keuangan dan data pendukung lainnya untuk melihat dan menilai ukuran ukuran dan
hubungan tertentu dalam laporan tersebut yang berguna bagi pengambilan keputusan. Tujuan
analisis Laporan Keuangan menurut Berstein (1983) adalah sebagai berikut:

6
1. Screening : analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi
perusahaan dari laporan keuangan tanpa harus menemui langsung objek yang dituju.

2. Understanding : memahami kondisi suatu perusahaan, kondisi keuangannya dan apa


yang dihasilkan.

3. Forecasting : analisis dilakukan untuk meramalkan kondisi keuangan suatu perusahaan


di masa yang akan datang.

4. Diagnosis : analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan masalah yang terjadi,


baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain dalam suatu perusahaan.

5. Evaluation : analisis dilakukan untuk menilai prestasi pihak eksekutif dalam mengelola
suatu perusahaan.

9.5 Analisis Laporan Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD)

Menurut Gede Edy Prasetya, dalam buku "Penyusunan & Analisis Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah" (2005:17) menyebutkan bahwa analisis laporan keuangan pada dasarnya
merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam informasi yang tersaji dalam
laporan keuangan.

Menurut Harahap (2004:190) memberikan pengertian mengenai analisis laporan


keuangan yaitu menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil
dan melihat hubungannya yang lebih signifikan atau yang memiliki makna antara yang satu
dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk
mengetahui posisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan
keputusan yang tepat.

Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah hubungan antara suatu
angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat
menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena (Soemarso, 1999:430).

Untuk mengetahui kinerja laporan keuangan maka diperlukan suatu analisis. Salah satu
analisis laporan keuangan adalah analisis sumber dan penggunaan modal kerja yaitu suatu
analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui
7
sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. Yang digunakan sebagai dasar
perencanaan sumber dan penggunaan modal kerja periode-periode berikutnya, serta dapat
digunakan sebagai dasar penilaian kebijaksanaan manajemen dalam mengelola modal kerjanya
dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh LPD atau kreditur. Untuk
membuat laporan sumber dan penggunaan modal kerja, terlebih dahulu harus menyajikan
laporan perbandingan neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisis. Dari laporan
perbadingan neraca tersebut akan disusun laporan perubahan modal kerja dan dapat dianalisis
unsur-unsur non current account yang mempunyai efek memperbesar dan memperkecil modal
kerja. Selanjutnya dikelompokkan dan disusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja.

9.6 Jenis Laporan Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD)

1. Neraca

Di dalam akuntansi keuangan, neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas
yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut
pada akhir periode tersebut. Dengan kata lain, neraca merupakan laporan yang menunjukkan
keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Informasi yang dapat disajikan di
neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh
kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanan, caturwulanan atau
tahunan). Neraca terdiri dari tiga unsur yaitu aset, liabilitas dan ekuitas. Dalam laporan keuangan
LPD terdapat beberapa jenis neraca yaitu:

1) Neraca Percobaan

Neraca percobaan adalah suatu yang berisi perkiraan-perkiraan buku besar serta
penjumlahan-penjumlahan debet dan kredit perkiraan-perkiraan itu. Neraca percobaan dibuat
secara berkala, baik 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan atau 1 tahun. Tujuan dibuatnya
neraca percobaan adalah untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah debet dengan jumlah
kredit pada buku besar. Apabila tidak seimbang antara jumlah debet dengan jumlah kredit pada
buku besar, maka buku besar tersebut salah. Untuk mengetahui dari mana kesalahan yang ada
pada buku besar, maka pertama-tama perlu ditelusuri buku jurnal, sehingga dapat diketahui
kesalahannya.

8
2) Neraca Saldo

Neraca saldo adalah suatu daftar yang dipergunakan untuk mencatat selisih antara jumlah
debet dan kredit yang ada pada neraca percobaan. Neraca saldo dibuat setelah neraca percobaan
disusun. Tata cara mengerjakan neraca saldo yaitu:

a. Saldo debet dibukukan pada sisi debet

b. Saldo kredit dibukukan pada sisi kredit

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan bagian dari suatu laporan keuangan LPD yang dihasilkan
dalam suatu periode buku atau periode akuntansi yang menyajikan seluruh unsur pendapatan
serta beban LPD yang pada akhirnya akan menghasilkan kondisi laba bersih atau rugi bersih.
Jadi laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan seluruh penghasilan dan beban LPD
dalam suatu periode. Secara teknis laporan laba rugi LPD tidak berbeda, dimana penghasilan
terdiri dari pendapatan operasional dan pendapatan non operasional, dan beban terdiri dari beban
operasional dan beban non operasional, serta laporan laba rugi LPD terdiri dari pos-pos yaitu
pendapatan operasional, beban operasional, pendapatan non operasional, beban non operasional
dan beban pajak penghasilan. Namun, istilah yang digunakan dalam laporan laba rugi LPD tidak
sama dengan PSAK yang menggunakan istilah laporan laba rugi komprehensif, LPD
menggunakan istilah laporan laba rugi yang sesuai dengan SAK ETAP.

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi


mengenai perubahan modal pada LPD akibat dari kegiatan pokok operasi LPD pada suatu
periode akuntansi tertentu. Atau dapat diartikan sebagai suatu ikhtisar tentang perubahan jumlah
modal yang terjadi selama periode tertentu. Laporan perubahan modal perusahaan erat kaitannya
dengan laporan laba rugi karena laba bersih yang diperoleh perusahaan akan menambah akun
modal. Atau sebaliknya, jika LPD mengalami rugi bersih otomatis akan mengurangi akun modal.
Jadi laporan perubahan modal dapat disusun setelah adanya laporan laba rugi. Laporan laba rugi
LPD menggunakan SAK ETAP sehingga penyajian laporan ekuitasnya sama dengan PSAK,
kecuali untuk beberapa hal yang terkait pendapatan komprehensif lain.
9
4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk
dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya
diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas
keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional,
kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Laporan arus kas yang dibuat oleh LPD sama saja
dengan laporan arus kas yang dibuat oleh lembaga keuangan lainnya.

Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang
kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas
berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci
menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut
dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak
langsung, arus kas dari operasional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang
dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta
lancar, dan utang lancar serta laba rugi karena pelepasan investasi. Dalam SAK ETAP, laporan
arus kas sama dengan PSAK kecuali: arus kas aktivitas operasi: metode tidak langsung dan arus
kas mata uang asing, tidak diatur.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan
ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan
informasi lebih lanjut. Catatan atas laporan keuangan membantu menjelaskan perhitungan item
tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari
kondisi keuangan perusahaan. Catatan atas laporan keuangan dapat mencakup informasi tentang
utang, kelangsungan usaha, piutang, kewajiban kontinjensi, atau informasi kontekstual untuk
menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan). Karena LPD belum
memiliki standar akuntansi yang jelas maka LPD dianjurkan menggunakan SAK ETAP. Dalam
memperlakukan catatan atas laporan keuangan, SAK ETAP sama dengan PSAK, kecuali pada
pengungkapan modal.

10
LPD harus menyampaikan laporan kepada Desa Pakraman melalui Pengawas Internal
dan kepada Gubernur, Bupati/Walikota serta MUDP melalui LPLPD mencakup:

1. Laporan Bulanan, terdiri dari:

1) Laporan Kegiatan dan Perkembangan Pinjaman.

2) Neraca Percobaan.

3) Laporan Neraca.

4) Laporan Laba Rugi.

2. Laporan Tiga Bulanan, mencakup:

1) Laporan Penilaian Kesehatan LPD (CAMEL).

2) Laporan Penilaian Peringkat Risiko LPD.

3. Laporan Tahunan mencakup

1) Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan Belanja

2) Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun.

3) Laporan Hasil Pertanggungjawaban Audit Pengawas Internal.

1) Laporan kegiatan dan perkembangan pinjaman adalah laporan yang menyajikan


kegiatan LPD dan perkembangan kegiatan pinjaman dari dana Bantuan Langsung
Masyarakat yang berasal dari APBN, APBD, Swadaya Masyarakat maupun Partisipasi
dari dunia usaha dan dana yang bergulir secara periodik (per bulan). Indikator utama
yang dapat dihasilkan secara langsung dari laporan ini adalah saldo pinjaman, tingkat
pengembalian pinjaman dan jumlah tunggakan.

2) Neraca percobaan merupakan sebuah daftar semua akun buku besar. Daftar ini berisi
nama akun dan nilainya. Nilai yang disajikan adalah saldo debet maupun kredit. Saldo
debet ditampilkan di sisi (kolom) debet dan saldo kredit ditampilkan di sisi kredit.

11
3) Laporan neraca merupakan bagian dari laporan keuangan LPD yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan LPD tersebut pada akhir
periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.

4) Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan LPD yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur penerimaan dan biaya sehingga
menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

2. Laporan Tiga Bulanan

1) Laporan penilaian kesehatan LPD merupakan salah satu cara untuk mengetahui
keberhasilan atau perkembangan usaha LPD baik dalam pengelolaan keuangan maupun
manajemen usaha. Penilaian tingkat kesehatan LPD hanya bisa dilakukan dengan
menggunakan laporan keuangan yang diterbitkan oleh LPD tersebut, sehingga adanya
laporan keuangan LPD menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan LPD
kedepannya. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali No. 11 Tahun 2013, untuk menilai
tingkat kesehatan LPD pada dasarnya menggunakan 5 aspek penilaian yang disebut
CAMEL yang meliputi Capital, Assets Quality, Management, Earnings, dan Liquidity.

2) Laporan penilaian risiko merupakan suatu penilaian yang dilakukan untuk menilai
tingkat risiko yang dapat timbul dalam kegiatan operasi LPD. Risiko-risiko yang
dimaksud yakni risiko pinjaman yang diberikan, risiko likuiditas, risiko operasional dan
risiko modal.

3. Laporan Tahunan

1) Laporan rencana kerja dan anggaran pendapatan belanja merupakan laporan yang
memuat pencapaian rencana kerja dan anggaran pendapatan belanja LPD selama satu
periode (satu tahun).

2) Laporan pertanggungjawaban akhir tahun merupakan laporan yang memuat


pertanggungjawaban pengurus terhadap penggunaan sumberdaya yang dimiiki LPD
selama tahun berjalan.

12
3) Laporan hasil pertanggungjawaban audit internal merupakan laporan yang memuat
hasil audit pertanggungjawaban yang dilakukan oleh Komisi Audit Internal LPD.

9.7 Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Lembaga Perkreditan
Desa
a. Pasal 16
1. Tahun Buku LPD adalah tahun Takwim/Kalender.
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah Tahun Buku berakhir, Pengurus LPD harus
menyampaikan Laporan Tahunan disertai Laporan Keuangan kepada Prajuru Desa.
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disampaikan kepada Krama Desa
paling lambat 2 (dua) minggu sebelum rapat Desa.
b. Pasal 17
Pengurus menyampaikan laporan tentang kegiatan, perkembangan keuangan dan kinerja
LPD kepada Bendesa dan LPLPD (Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa)
secara teratur setiap bulan, 3 (tiga) bulan dan tahunan. Laporan LPD disampaikan secara
tertulis. Laporan kepada Bendesa disampaikan melalui Pengawas Internal LPD. Laporan
kepada LPLPD digunakan sebagai bahan untuk mengefektifkan pelaksanaan
pemberdayaan LPD dan bahan laporan kepada Gubernur.
c. Pasal 18 (Ayat 4)
Atas permintaan Krama Desa melalui paruman, sekali dalam 1 tahun harus dilakukan
audit. Audit bisa dilakukan oleh pihak internal oleh Bendesa dan bisa dilakukan oleh
pihak ketiga dengan memanfaatkan jasa Akuntan Publik dengan biaya ditanggung oleh
LPD yang besangkutan.
d. Pasal 22
1. Pembagian keuntungan bersih LPD pada akhir tahun pembukuan ditetapkan sebagai
berikut:
o Cadangan Modal 60% (enam puluh persen);
o Dana Pembangunan Desa 20% (dua puluh persen);
o Jasa Produksi 10% (sepuluh persen);
o Dana Pemberdayaan 5% (lima persen); dan

13
o Dana Sosial 5% (lima persen).
2. Penyetoran dan penggunaan keuntungan Dana Pemberdayaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf d ditetapkan dengan Peraturan Gubernur dengan pertimbangan
MUDP (Majelis Utama Desa Pakraman).

9.8 Contoh Neraca Percobaan

LPD DESA ADAT KESIMAN

NERACA PERCOBAAN

PER DESEMBER 2015

Saldo Awal Mutasi Saldo Akhir


Nama
Perkiraan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit

14
AKTIVA 164.778.726.493,02 1.178.266.243,00 1.464.637.572,00 1.577.908.622,00 164.665.455.443,02 1.178.266.243,00

Kas 1.407.769.975,00 0 613.008.550,00 500.000.000,00 1.520.778.525,00 0

Teller 1 0 0 353.749.000,00 353.749.000,00 0 0

Teller 2 0 0 448.380.022,00 448.380.022,00 0 0

Teller 3 0 0 0 0 0 0

Teller 4 0 0 0 0 0 0

Teller 5 0 0 0 0 0 0

Bank 25.507.423.973,02 0 1.000.000,00 0 25.508.423.973,02 0

- Giro 0 0 0 0 0 0

-
8.882.423.973,02 0 1.000.000,00 0 8.883.423.973,02 0
Tabungan

-
16.625.000.000,00 0 0 0 16.625.000.000,00 0
Deposito

Kredit
Yang 133.169.422.850,00 0 33.500.000,00 75.779.600,00 133.127.143.250,00 0
Diberikan

- Kredit
133.169.422.850,00 0 33.500.000,00 75.779.600,00 133.127.143.250,00 0
Bulanan

- Kredit
0 0 0 0 0 0
Musiman

Aktiva
2.757.466.750,00 1.178.266.243,00 0 0 2.757.466.750,00 1.178.266.243,00
Tetap

- Harga
2.757.466.750,00 0 0 0 2.757.466.750,00 0
perolehan

-
Akumulasi 0 1.178.266.243,00 0 0 0 1.178.266.243,00
penyusutan

Aktiva
1.936.642.945,00 0 15.000.000,00 200.000.000,00 1.751.642.945,00 0
lain-lain

0 132.804.631.501,12 1.261.214.472,00 1.362.246.594,00 0 132.905.663.623,12


PASSIVA

0 54.082.252.998,37 82.117.000,00 200.748.922,00 0 54.200.884.920,37


Tabungan

Tabungan 0 0 0 0 0 0
Wajib

- 0 49.985.685.797,37 82.117.000,00 195.718.922,00 0 50.099.287.719,37


Tabungan

15
Sukarela

-
Tabungan 0 4.096.567.201,00 0 5.030.000,00 0 4.101.597.201,00
Program

0 1.279.935.224,00 0 1.300.000,00 0 1.281.235.224,00


TANTRI

0 1.708.384.967,00 0 2.800.000,00 0 1.711.184.967,00


THATUA

0 1.057.387.010,00 0 500.000,00 0 1.057.887.010,00


TAMAS

Tabungan 0 50.860.000,00 0 430.000,00 0 51.290.000,00


Cingkreman

Deposito
0 78.105.100.000,00 0 0 0 78.105.100.000,00
Berjangka

0 0 0 0 0 0
Pinjaman luar

Titipan 0 565.847.671,00 66.088.922,00 48.489.122,00 0 548.247.871,00

- Titipan
Bunga 0 545.846.200,00 20.864.600,00 3.264.800,00 0 528.246.400,00
Deposito

- Titipan
0 20.001.471,00 45.224.322,00 45.224.322,00 0 20.001.471,00
Lainnya

Kewajiban 0 51.430.831,75 0 0 0 51.430.831,75


lain-lain

RKP 0 0 1.113.008.550,00 1.113.008.550,00 0 0

RKP
0 0 554.097.250,00 554.097.250,00 0 0
Teller 1

RKP
0 0 558.911.300,00 558.911.300,00 0 0
Teller 2

RKP
0 0 0 0 0 0
Teller 3

RKP
0 0 0 0 0 0
Teller 4

RKP
0 0 0 0 0 0
Teller 5

0 22.735.154.697,97 0 325.000.000,00 0 23.060.154.697,97


EQUITY

Modal 0 168.574.000,00 0 0 0 168.574.000,00

- Modal 0 2.000.000,00 0 0 0 2.000.000,00


16
Disetor

- Modal
0 166.574.000,00 0 0 0 166.574.000,00
Donasi

Cadangan 0 17.675.924.776,97 0 0 0 17.675.924.776,97


Umum

Jumlah 164.778.726.493,02 151.827.396.521,09 2.725.852.044,00 2.940.155.216,00 164.665.455.443,02 151.928.428.643,09

Saldo Awal Mutasi Saldo Akhir


Nama
Perkiraan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit

Cadangan
0 853.655.921,00 0 25.000.000,00 0 878.655.921,00
Khusus/Tujuan

Cad.
Pinjaman Ragu- 0 4.037.000.000,00 0 300.000.000,00 0 4.337.000.000,00
ragu

Laba /
Rugi Tahun 0 0 0 0 0 0
berjalan

Laba /
0 0 0 0 0 0
Rugi Tahun Lalu

0 24.496.145.809,83 0 58.940.100,00 0 24.555.085.909,83


PENDAPATA
17
N

Pendapatan 0 21.710.314.289,06 0 58.053.600,00 0 21.768.367.889,06


Dari Bunga :

- Pend.
0 20.347.570.985,00 0 58.053.600,00 0 20.405.624.585,00
Bunga Pinjaman

- Pend.
0 1.086.825.000,01 0 0 0 1.086.825.000,01
Bunga Deposito

-
Pendapatan
0 275.918.304,05 0 0 0 275.918.304,05
Bunga
Tabungan

Ongkos
0 2.411.661.750,00 0 837.500,00 0 2.412.499.250,00
Administrasi

Pendapatan 0 244.291.650,00 0 49.000,00 0 244.340.650,00


Lain-lain

Pendapatan
0 8.370.449,00 0 0 0 8.370.449,00
Non
Operasional

Pendapatan 0 121.507.671,77 0 0 0 121.507.671,77


ADM Tabungan

BIAYA 16.435.471.758,90 0 598.243.272,00 0 17.033.715.030,90 0

Biaya 9.589.314.556,00 0 17.319.022,00 0 9.606.633.578,00 0


Bunga

- Biaya
Bunga
2.426.776.856,00 0 13.174.222,00 0 2.439.951.078,00 0
Tabungan
Sukarela

- Biaya
Bunga Simp. 7.162.537.700,00 0 4.144.800,00 0 7.166.682.500,00 0
Berjangka

- Biaya
0 0 0 0 0 0
Bunga Lainnya

Biaya
3.300.579.418,75 0 69.705.000,00 0 3.370.284.418,75 0
Pegawai

Biaya
406.732.225,00 0 0 0 406.732.225,00 0
Kantor

Biaya
104.168.075,00 0 600.000,00 0 104.768.075,00 0
Pemel & Pemb.

18
Biaya
58.210.100,15 0 0 0 58.210.100,15 0
Perjalanan

Biaya
Penyusutan 270.804.831,00 0 0 0 270.804.831,00 0
Aktiva

Biaya
Pinjaman Ragu- 1.655.500.000,00 0 300.000.000,00 0 1.955.500.000,00 0
Ragu

Biaya
92.182.805,00 0 0 0 92.182.805,00 0
JAMSOSTEK

Biaya
15.975.916,00 0 0 0 15.975.916,00 0
Pendidikan

Biaya
838.038.832,00 0 210.619.250,00 0 1.048.658.082,00 0
Lain-lain

Biaya Non
103.965.000,00 0 0 0 103.965.000,00 0
Operasional

181.214.198.251,9 3.324.095.316,0 3.324.095.316,0


Jumlah 181.214.198.251,92 181.699.170.473,92 181.699.170.473,92
2 0 0

 
TOTAL 24.555.085.909,8  
PENDAPATAN 3

17.033.715.030,9
TOTAL BIAYA
0

LABA / RUGI 7.521.370.878,93

PAJAK 0,00

LABA RUGI
7.521.370.878,93
SETELAH PAJAK

    Denpasar, 02 Januari 2016  


Kepala LPD SI. Akuntansi

   

Drs. I Wayan Rayun, MBA. Panca Agustini

19
   

   
 

9.9 Contoh Neraca Saldo


LPD DESA ADAT SIBETAN
NERACA
PERIODE 2008-2010

Nama Rekening 2008 2009 2010

20
AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas 64.275.050,00 200.557.300,00 313.661.900,00

Tabungan 2.968.615.545,82 2.407.337.040,82 4.287.422.597,99

Deposito 130.000.000,00 5.280.000.000,00 1.130.000.000,00

Pinjaman yang
Diberikan

Pinjaman Bulanan 9.503.969.375,00 12.430.863.132,00 19.253.661.335,00

Pinjaman Harian 3.174.500,00 5.069.000,00 6.275.000,00

Pinjaman Rekening
Koran 603.525.880,00 524.680.511,36 710.914.397,60

Cadangan Piutang
Ragu-Ragu (276.649.529,00) (356.649.529,00) (457.649.529,00)

Jumlah Aktiva Lancar 12.996.910.821,82 20.491.857.455,18 25.244.285.701,59

AKTIVA TETAP

Aktiva Tetap/Gedung 398.136.850,00 398.136.850,00 398.136.850,00

Harga Perolehan 231.495.950,00 - -

Akum Penyu A
T/Gedung (188.810.908,00) (21.565.727,00) (39.813.660,00)

Aktiva Tetap/Peralatan
Kantor - 476.365.950,00 523.183.950,00

Akum Penyu Peralatan


Kantor - (240.537.036,00) (322.861.760,00)

Jumlah Aktiva Tetap 440.821.892,00 612.400.037,00 558.645.380,00

JUMLAH AKTIVA 13.437.732.713,82 21.104.257.492,18 25.802.931.081,59

PASIVA

KEWAJIBAN

Tabungan Wajib 85.298.750,00 102.128.750,00 143.868.750,00

Tabungan Sukarela 7.353.385.548,10 12.377.612.723,99 13.302.680.940,83

Tabungan Berjangka 3.298.300.000,00 5.336.250.000,00 8.278.000.000,00

21
Tabungan Program
SIMASDA - - 33.910.900,00

Titipan Adm Tabungan - - -

Titipan Provinsi - 23.000.000,00 -

Titipan Premi Asuransi - 2.035.550,00 2.189.250,00

Jumlah Kewajiban 10.736.984.298,10 17.841.027.023,99 21.760.649.840,83

MODAL

Modal Disetor 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00

Modal Donasi 42.146.400,00 42.146.400,00 42.146.400,00

Cadangan Umum 1.799.466.588,02 2.167.423.374,02 2.652.095.319,31

Cad Tujuan/Cad
Khusus 241.374.117,70 241.374.117,70 241.374.117,70

Laba 613.261.310,00 807.786.576,47 1.102.165.403,75

Jumlah Modal 2.700.748.415,72 3.263.230.468,19 4.042.281.240,76

JUMLAH PASIVA 13.437.732.713,82 21.104.257.492,18 25.802.931.081,59

DAFTAR PERINCIAN LABA / RUGI

Nama BPR.LDKP : LPD DESA PAKRAMAN NYATNYATAN

Kantor Pelapor : PLPDK MANDUNG SANDI

Laporan pada akhir bulan : JUNI 2014

22
Rekening –rekening Sandi Jumlah Rp.

23
A.Pendatan Operasonal 100 32.901

1. Hasil Bunga

a. Dari Bank-bank lain

i. Giro 121

ii. Simpanan Berjangka 122

iii. Simpanan yang Diberikan 123

iv. Lainnya 124

b. Dari Pihak Ketiga Bukan Bank 31.599

i. Pinjaman yang Diberikan 126 590

ii. Lainnya 129 710

2. Pendapatan Operasional Lainnya 170

B. Biaya operasional

1. Biaya Bunga 180 19.266

a. Kepada bank-bank lainnya

i. Simpanan Berjangka 194

ii. Pinjaman yang Diterima 195

iii. Lainnya 199

b. Kepada Pihak Ketiga Bukan Bank

i. Simpanan Berjangka 203

ii. Tabungan 206 1.105

iii. Lainnya 209

2. Biaya Tenaga Kerja 241 13.590

3. Pemeliharaan dan Perbaikan 280

4. Penyusutan

a. Aktiva Tetap dan Inventaris 291 550

b. Piutang 299 495

24
5. Barang dan Jasa dari Pihak Ketiga 300 1.286

6. Biaya Operasional Lainnya 310 2.240

C. 1. Laba Operasional (A-B) 320

3. Rugi Operasional (A-B) 330

D. Pendapatan Non Operasional 240

E. Biaya Non Operasional 390

F. 1. Laba Non Operasional (D-E) 450 13.635

4. Rugi Non Operasional (E-D) 460

G. 1. Laba Tahun Berjalan 470

2.Rugi Tahun Berjalan 480

H. 1. Laba Tahun-tahun yang Lalu 530

2.Rugi Tahun-tahun yang Lalu 540

I.Pajak Penghasilan 555

J. 1. Jumlah Laba 2) 560

2.Jumlah Rugi 3) 570 13.635

 Daftar perincian secara komulatif sejak awal tahun buku BPR pelapor sampai dengan
tanggal akhir tahun laporan yang bersangkutan
 Jumlah ini harus dengan pos 8a pasiva neraca
 Jumlah ini harus sama dengan pos 8b pasiva neraca

9.10 Hasil Studi Lapangan : Laporan Pertanggungjawaban LPD Desa Pekraman Peliatan
Tahun 2015-2016

25
1. Tahun 2015

26
27
2. Tahun 2016

28
29
30
31
32
REFERENSI

Peraturan Derah Provinsi Bali No 11 Tahun 2013 Tentang Lembaga Perkreditan Desa.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Lembaga
Perkreditan Desa

Suartana, I Wayan. 2009. Arsitektur Pengelolaan Risiko Pada Lembaga Perkreditan


Desa (LPD). Udayana University Press, Denpasar.

Yudiawab,Agung. 2011. “Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerjapada Lpd Desa
Adat Sibetan Kabupaten Karangasem Periode 2008-2010”. Skripsi. Diploma III
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesa Singaraja.

Dewi, Paramitha. 2011. “Penerapan Standar Akuntansi Keuangan pada Laporan


Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Jembrana”. Skripsi. S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

33