Anda di halaman 1dari 22

BAB 3

KASUS

BIODATA
Nama : Ny. S

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 67 tahun

Status Perkawinan : Menikah

Pekerjaan : IRT

Agama : Islam

Pendidikan Terakhir : SD

Alamat : Dsn. Krajan Kab. Malang

No. Register : 114732xx

Tanggal MRS : 4 Februari 2020

Tanggal Pengkajian : 17 Februari 2020

Diagnosa Medis : CVA ICH

KESEHATAN KLIEN RIWAYAT


1. Keluhan Utama / Alasan Masuk Rumah Sakit :
Lemah ekstremitas kanan
2. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke IGD RSUD DR. Saiful Anwar tanggal 4 Februari 2020 dengan rujukan
dari RS Kanjuruhan malang. Dengan keluhan klien tidak bisa bicara, lemah pada ekstremitas
bawah. Klien dilakukan operasi citu untuk pasang VP Shunt di OK emergency RSSA.
Setelah operasi klien masuk ke ruang 12 HCU mendapat perawatan selama 5 hari. Kemudian
klien dipindah ke ruang 26, dirawat disana selama 2 hari kemudian dipindah ke ruang 24B
pada tanggal 9 Februari 2020.

3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu :


Klien sebelumnya dirawat di RS Kanjuruhan Malang selama 4 hari. Klien mempunyai
riwayat penyakitHipetensi ± 10 tahun tidak terkontrol, klien mempunyai riwayat penyakit
Batu ginjal.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga:
Keluarga Klien mengatakan dalam keluarga klien ada yang mempunyai penyakit
Hipertensi seperti klien

POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI


A. POLA TIDUR/ISTIRAHAT :
1. Waktu tidur :
SMRS: keluarga mengatakan klien tidur 5-6 jam perhari
MRS: keluarga mengatakan klien tidur ± 10 jam per hari
2. Waktu Bangun :
SMRS: keluarga mengatakan klien bangun tepat waktu
MRS: keluarga mengatakan klien sering terbangun di malam hari
3. Masalah tidur :
SMRS: keluarga mengatakan tidak mempunyai masalah tidur
MRS: keluarga mengatakan klien tidak ada masalah dalam tidur

B. POLA ELIMINASI :
1. BAB :
SMRS: keluarga mengatakan klien BAB 1 kali/hari
MRS: keluarga mengatakan BAB 1 kali/hari menggunakan pampers
2. BAK :
SMRS: keluarga mengatakan BAK 4-5x/24 jam
MRS: Terpasang Dower Chateter ukuran 16 Produksi Urine 8 jam 550 cc
3. Kesulitan BAB/BAK : Tidak Ada
4. Upaya/Cara mengatasi masalah tersebut : Tidak ada

C. POLA MAKAN DAN MINUM :


1. Jumlah dan jenis makanan :
SMRS : keluarga mengatakan makan 3x sehari, makanan yang diberikan nasi, lauk
pauk, sayur
MRS : klien mendapatkan diit cair dari ahli gizi
2. Waktu Pemberian Makan :
SMRS : klien makan pada pagi: 08.00, siang: 14.00 dan sore: 18.00
MRS: Klien makan pada pagi: 06.00, siang: 11.00 dan sore: 17.00
3. Jumlah dan Jenis Cairan
SMRS: keluarga mengatakan klien minum 650 cc/24 jam
MRS: Cairan IUFD Aminofluid:NaCl 0,9 % 1:1 1000 cc/24jam, minum air putih ± 650
cc/24 jam , susu 400cc/24 jam
4. Waktu Pemberian Cairan :
SMRS: keluarga mengatakan klien minum jika haus
MRS: keluarga mengatakan klien ingin minum, susu siang dan sore, cairan IUFD
Aminofluid:NaCl 0,9 % 20 Tpm
5. Pantangan : Pantangan makanan keras
6. Masalah Makan dan Minum
a. Kesulitan mengunyah : ada
b. Kesulitan menelan : ada
c. Mual dan Muntah : Tidak ada Mual atau muntah
d. Tidak dapat makan sendiri : makan klien dibantu keluarga
7. Upaya mengatasi masalah : Terpasang NGT

D. KEBERSIHAN DIRI/PERSONAL HYGIENE :


1. Pemeliharaan Badan: Selama dirawat di Rumah Sakit klien tidak pernah mandi. Klien
juga jarang diseka oleh keluarga.
2. Pemeliharaan Gigi dan Mulut : gigi klien tampak kotor, oral hygiene (-)
3. Pemeliharaan Kuku : kuku klien terlihat panjang dan kotor

E. POLA KEGIATAN/AKTIVITAS LAIN :


Kegiatan pasien dibantu sepenuhnya oleh keluarga seperti makan , memakai baju, perawatan
diri, dan bergerak (mobilisasi)
No. Item yang dinilai Skor Nilai
1. Makan (Feeding) 0  =    Tidak mampu
1  =    Butuh bantuan memotong, mengoles
0
mentegadll.
2  =    Mandiri
2. Mandi (Bathing) 0  =    Tergantung orang lain
0
1  =    Mandiri
3. Perawatan 0  =    Membutuhkan bantuan orang lain
diri (Grooming) 0
1  =    Mandiri dalam perawatan muka, rambut,
gigi, dan bercukur
4. Berpakaian (Dressing) 0  =    Tergantung orang lain
1  =    Sebagian dibantu (misal mengancing baju) 0
2  =    Mandiri
5. Buang air kecil (Bowel) 0  =    Inkontinensia atau pakai kateter dan tidak
terkontrol
1  =    Kadang Inkontinensia (maks, 1x24 jam) 0
2  =    Kontinensia (teratur untuk lebih dari 7
hari)
6. Buang 0  =    Inkontinensia (tidak teratur atau perlu
air besar (Bladder) enema)
2
1  =    Kadang Inkontensia (sekali seminggu)
2  =    Kontinensia (teratur)
7. Penggunaan toilet 0  =    Tergantung bantuan orang lain
1  =    Membutuhkan bantuan, tapi dapat
0
melakukan beberapa hal sendiri
2  =    Mandiri
8. Transfer 0  =    Tidak mampu
1  =    Butuh bantuan untuk bisa duduk (2 orang)
0
2  =    Bantuan kecil (1 orang)
3  =    Mandiri
9. Mobilitas 0  =    Immobile (tidak mampu)
1  =    Menggunakan kursi roda
2  =    Berjalan dengan bantuan satu orang 0

3  =    Mandiri (meskipun menggunakan alat
bantu seperti, tongkat)
10. Naik turun tangga 0  =    Tidak mampu
1  =    Membutuhkan bantuan (alat bantu) 0
2  =    Mandiri
Jumlah: 2
Interpretasi hasil :
20        : Mandiri
12-19   : Ketergantungan Ringan
9-11     : Ketergantungan Sedang
5-8       : Ketergantungan Berat
0-4       : Ketergantungan Total
F. DATA PSIKOSOSIAL
a. Pola Komunikasi : pola komunikasi klien tidak mampu menjawab, pelo, tidak
mampu berbicara
b. Orang yang paling dekat dengan klien dekat dengan anak perempuan klien
c. Rekreasi
Hobby : keluarga mengatakan merawat cucunya
Penggunaan waktu senggang : keluarga mengatakan klien menggunakan waktu
senggang untuk merawat cucunya yang bermur 1 th
d. Dampak riwayat di Rumah Sakit : tidak bisa merawat cucunyaa
e. Hubungan dengan orang lain/Interaksi sosial : keluarga mengatakan sebelum MRS
klien kooperatif dan royal dengan keluarga maupun tetangga, saat MRS klien dan
keluarga juga kooperatif saat dilakukan tindakan keperawatan
f. Keluarga yang dihubungi bila diperlukan : keluarga mengatakan jika ada apa-apa
klien minta bantuan anak perempuan Ny. S
G. DATA SPIRITUAL
a. Ketaatan Beribadah : keluarga mengatakan klien taat beribadah SMRS, saat MRS
klien tidak mampu beribadah
b. Keyakinan terhadap sehat/sakit: keluarga mengatakan sakit adalah cobaan dari Tuhan
YME
c. Keyakinan terhadap penyembuhan : keluarga mengatakn ingin klien sembuh lagi
seperti sedia kala

PEMERIKSAAN FISIK :

a. Kesan Umum / Keadaan Umum :


keadaan umum cukup
kesadaran composmentis
GCS 4 5 6
b. Tanda-tanda Vital
Suhu Tubuh : 37,2 ºC Nadi : 114 kali/menit
Tekanan darah : 160/80 mmHg Respirasi : 22 kali / menit
Berat Badan : 49 Kg
A. Pemeriksaan Kepala dan Leher :
1. Kepala dan rambut
a. Bentuk Kepala : Oval
Ubun-ubun : Menutup sempurna
Kulit kepala : Terdapat luka jahitan post op ± 7 cm
b. Rambut : gundul
Penyebaran dan keadaan rambut : Merata
Bau : berbau
Warna : putih
c. Wajah : bulat
Warna kulit : sawo matang
Struktur Wajah : simetris
2. Mata
a. Kelengkapan dan Kesimetrisan : Letaknya simetris, lengkap ka | ki, pandangan
kabur
b. Kelopak Mata (Palpebra) : Tidak ada kelainan, edema - | -
c. Konjunctiva dan sclera : Kojungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik
d. Pupil : bulat, letak sentral, isokor
e. Kornea dan iris : Tidak ada lesi
f. Ketajaman penglihatan/visus ; ketajaman penglihatan berkurang/visus tidak terkaji
g. Tekanan bola mata : Tidak terkaji
3. Hidung
a. Tulang Hidung dan Posisi Septum Nasi : Tidak ada fraktur, posisi septum nasi
simetris
b. Lubang Hidung :Tampak adannya lubang hidung simetris
kanan kiri, tidak ada perdarahan, terpasang NGT
c. Cuping Hidung : Tidak ada pernafasan cuping hidung
4. Telinga
a. Bentuk Telinga : simetris
b. Ukuran Telinga : sedang
c. Ketegangan telinga : tidak ada ketegangan telinga
d. Lubang Telinga : tampak adanya lubang kanan dan kiri, tidak ada perdarahan,
lendir maupun cairan
e. Ketajaman pendengaran : tidak ada masalah
5. Mulut dan Faring :
a. Keadaan Bibir : bibir kering
b. Keadaan Gusi dan Gigi : tidak terdapat lesi pada gusi sisi kanan dan
kiri, ada gigi tanggal
c. Keadaan Lidah : tampak kotor, terdapat jamur di bagian depan
lidah
6. L e h e r :
a. Posisi Trakhea : sejajar dengan sternum
b. Tiroid : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
c. Suara : normal
d. Kelenjar Lymphe : tidak ada pembesaran kelenjar lymphe
e. Vena Jugularis : tidak ada pembesaran vena jugularis
f. Denyut Nadi Carotisaaa : Teraba 114 x/m
B. Pemeriksaan Integumen ( Kulit ) :
a. Kebersihan : kotor

b. Kehangatan : hangat

c. Warna : Sawo matang

d. Turgor : <2’

e. Tekstur : keriput

f. Kelembapan : kulit tampak kering

g. Kelainan pada kulit : tidak ada kelainan pada kulit

C. Pemeriksaan Payudara dan Ketiak


a. Ukuran dan bentuk payudara; tidak dikaji
b. Warna payudara dan aerola : hiperpigmentasi
c. Kelainan-kelainan payudara dan puting : tidak ada kelainan
d. Axila dan clavicula : tepat posisi dan tidak ada gangguan maupun
kalainan
D. Pemeriksaan Thorak / Dada :
1. Inspeksi Thorak
a. Bentuk Thorak : simetris kanan kiri
b. Pernafasan
Frekuensi : 20 x/ menit

Irama : regular

c. Tanda-tanda kesulitan bernafas : tidak ada retraksi dinding dada


2. Pemeriksaan Paru
a. Palpasi getaran suara ( vokal Fremitus ): teraba sama ka | ki
b. Perkusi : Sonor
c. Auskultasi
Suara nafas : Vesikuller
Suara Tambahan : Rhonci - - Whezing - -
- - - -

- - - -

3. Pemeriksaan Jantung
a. Inspeksi dan palpasi
Palpasi : tampak
Ictus Cordis : terlihat

b. Perkusi :
Batas-batas Jantung : batas jantung tidak melebar
c. Auskultasi
- Bunyi Jantung I :
- Bunyi Jantung II : bunyi jantung I dan II tunggal
- Bising/murmur : murmur (-), gallop (-)
- Frekuensi denyut jantung : 114 x/menit
E. Pemeriksaan Abdomen
a. Inspeksi

- Bentuk Abdomen : Normal

- Benjolan/massa : tidak terdapat benjolan/ massa


b. Auskultasi
- Peristaltik Usus : BU (+) 10 x/menit

- Bunyi jantung anak/BJA : tidak terdapat bunyi jantung anak


c. Palpasi

- Tanda nyeri tekan : tidak terdapat nyeri tekan

- Benjolan /massa : tidak terdapat benjolan/ massa

- Tanda-tanda Ascites : tidak terdapat tanda-tanda ascites

- Hepar : tidak terdapat nyeri tekan

- Lien : tidak terdapat nyeri tekan

- Titik Mc. Burne : tidak terdapat nyeri tekan

d. Pekusi

- Suara Abdomen : Sonor

- Pemeriksaan Ascites : tidak terdapat tanda ascites

F. Pemeriksaan Kelamin dan Daerah Genetalia Sekitarnya :


1. Genetalia
a. Rambut pubis : tampak adanya rambut pubis
b. Meatus Urethra :
c. Kelainan-kelainan pada Genetalia Eksterna dan Daerah Inguinal : tidak ada
kelaianan
2. Tidak terdapat kelainan genetalia
a. Lubang Anus : tampak adanya lubang anus
b. Kelainan-kelainan pada anus :
Tidak terdapat kelainan atresia ani

c. Perineum :
Tidak ada post heacting/luka/darah

G. Pemeriksaan Muskuloskeletal ( Ekstrimitas )


a) Kesimestrisan otot : + +
+ +

b) Pemeriksaan Oedema : Tidak ada pitting oedema

c) Kekuatan otot : 2-2-2 5-5-5

1-1-1 5-5-5

d) Kelainan-kelainan pada ekstremitas dan kuku :

Lemah pada ekstremitas kanan

H. Pemeriksaan Neorologi
1. Tingkat kesadaran ( secara kwantitatif ) / GCS :

Kesadaran composmentis, gcs 4 5 6

2. Tanda-tanda rangsangan Otak (Meningeal Sign) :

kaku kuduk (+), kerningn sign (-), dan brudzinski(-)

3. Fungsi Motorik : 1 3

1 3

4. Fungsi Sensorik :
Fungsi saraf ada masalah

5. Refleks :

a) Refleks Fisiologis : reflek patella (-) ekstremitas kanan

a) Refleks Patologis : refleks babinzki (-)

a. Kondisi emosi/perasaan :
Klien tidak bisa dikaji/terlihat (objek) klien telihat sedih

b. Orientasi :
Orientasi menurun

c. Motifikasi (kemampuan) :
Keluarga pasien mengatakan pasien belum mampu menganmbil keputusan
d. Persepsi :
Keluarga optimis

PEMERIKSAAN PENUNJANG

A. Diagnosa Medis : CVA IVH

B. Pemeriksaan Diagnostik/Penunjang Medis :

1. Laboratorium : Darah lengkap, kimia klinik faal hati dan ginjal

2. Rontgen : Thoraks AP: kesimpulan: mengesankan massa paru kanan sentral


stenoting, efusi pleura kanan dengan loss of volume paru kanan, emfisema pulmonum kanan
kompensatoar, aorta skelorisis

3. USG :-

4. PENATALAKSANAAN DAN TERAPI

Terapi tanggal 28 Oktober 2019

IUFD Aminofluid : NaCl 0,9 % 1:1 1000cc/24 jam

IV. Lefofloxacin 1x750


fluconazole 1x 200 cc

HASIL LABORATURIUM

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Kimia klinik
Faal Hati
Albumin 2,76 g/Dl 3,5-5,5
Kimia Klinik
Faal Ginjal
Ureum 56,7 16,6-48,5
Kreatinin 0,88 <1,2
Elektrolit Serum
Natrium (Na) 135 mmol/L 136-145
Kalium (K) 3,36 mmol/L 3,5-5,0
Klorida (Cl) 113 mmol/L 98-106
Darah Lengkap
Hematologi
Hemoglobin (HGB) 14,10 g/dL 11,4-15,1
Leukosit (WBC) 12,95 103/µL 4,7-11,3
Eritrosit (RBC) 4,90 106/µL 4,0-5,0
Hematokrit 43,40 % 38-42
MCV 88,60 fL 80-93
MCH 28,80 27-31
MCHC 32,50 g/dL 32-36
RDW 13,30% 11,5-14,5
PDW 11,8 fL 9-13
MPV 10,4 fL 7,2-11,1
P-LCR 28,0 % 15,0-25,0
PCT 0,29% 0,150-0,400
NRBC Absolute 0,00 103/ µL 0
NRBC Percent 0,0% 0
Hitung Jenis
Eosinofil 3,3 % 0-4
Basofil 0,2% 0-1
Neutrofil 75,5% 51-67
Limfosit 10,7% 25-33
Monosit 10,3% 2-5
Urinalisis
Kekeruhan Sedikit Keruh
Warna Kuning
PH 5,5 4,5-8,0
Berat Jenis Negative Negative
Glukosa Negative Negative
Protein Negative Negative
Keton Negative Negative
Bilirubin Negative Negative
Urobilirogen 3,2 <17
Nitrit Negative Negative
lekosit Negative Negative
Darah Negative Negative
Eritrosit 47,5 <3
Bakteri 414,2x103 <93x103

ANALISA DATA

Hari/Tanggal Data Etiologi Masalah


Senin, DS: keluarga klien CVA IVH Penurunan
mengatakan klien sering Kapasitas Adaptif
17 Februari
Intracranial
2020 mengkode kalau sakit kepala
Peningkatan TIK
DO:

 Klien post op pemasangan


VP Shunt 5 Februari 2020 Proses Metabolisme
dalam serebral
 K/U Lemah
terganggu
 GCS: 4,2,3
 Refleks Neurologi
terganggu
Penurunan GCS
 Klien dengan klinis iskemik (423)
serebral
 Klien dengan klinis
hidrosefalus Penurunan
Kapasitas Adaptif
 Respon pupil melambat
Intracranial
 Refleks Fisiologis : reflek
patella (-) ekstremitas
kanan
 Refleks Patologis : refleks
babinzki (-)
 TD: 160/80 mmhg
 N: 114 x/m
 S: 37,2o C

Senin, DS : keluarga klien CVA IVH Defisit Nutrisi

17 Februari mengatakan klien terlihat


2020 kurus dan klien penurunan BB
Defisit Motorik
DO :

 BB
Kehilangan Kontrol
SMRS: 52 kg
menelan
MRS : 46 kg
 Ada penurunan Berat badan
6 kg terjadi penurunan lebih
Disfagia
dari 10 %
 Terpasang NGT
 Diit cair pan-enteral Intake makanan
 Bising usus 10 /menit
 Hasil pemeriksaan lab.
Serum albumin
Serum albumin:
a. Albumin: 2,76 g/dL Penurunan Berat
Badan

Defisit Nutrisi

Senin, DS: Keluarga klien CVA IVH Gangguan Mobilitas


Fisik
17 Februari mengatakan klien sulit
Peningkatan TIK
2020 menggerakkan tangan dan
kakinya nya yang sebelah kiri Defisit Neurologis

DO: Bone

 Kekuatan otot : Gangguan


koordinasi gerak
2-2-2 5-5-5
kelemahan
1-1-1 5-5-5
Hemiparesis
 Intrepetasi hasil
Gangguan Mobilitas
pengukuran
Fisik
menggunakan bartel
index dengan jumlah 2
klien ketergantungan
berat

 Lemah (+)

 Fungsi motoric

1 3
1 3
Senin, Ds :- CVA IVH Defisit Perawatan
Diri
17 Februari
Do:
2020

 k/u lemah Proses metabolisme


 Klien bedrest, ADL dalam tubuh
dibantu keluarga terganggu
 Klien diseka oleh
keluarga
Metabolisme
 Kulit kotor
menurun
 Kelembapan kulit
kering
 Bibir kering Gangguan
 Mulut kotor koordinasi motorik
 Baju tidak ganti

Kelemahan
(Hemiparesis)

Tidak mampu
menyelesaikan
aktivitas perawatan
diri

Defisit perawatan
diri
Senin, DS:-
17 Februari
DO:
2020

 Terdapat luka jahit post


pasang VP Shunt ± 7
cm
Kondisi luka : baik,
kering, tidak ada push,
tidak ada oedema, tidak
kemerahan
 Terpasang IV line
nomer 21
 Terpasang Dower
Catether no 16
 Terpasang NGT
 Hasil Laboraturium;
a. Hemoglobin
(HGB): 13,00 g/dL
b. Eritrosit (HBC):
4,76 106/µL
c. Leukosit (WBC):
10,17 103/µL
d. Hematokrit: 39,30
%
e. Trombosit (PLT):
403 103/µL
 Hasil pemeriksaan
laboraturium
mikrobiologi : ESBL
INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosis (SDKI) Tujuan dan kriteria hasil (SLKI) Intervensi (SIKI) Rasional
1 Penurunan kapasitas Tujuan : setelah dilakukan asuhan ( Pemantauan TIK )
adaptif intra kranial keperawatan selama 1 x 8 jam
diharapkan ..... darah serebral untuk.... Observasi Observasi
fungsi otak sudah adekuat dengan 1. Identifikasi penyebab 1. Untuk mengetahui penyebab
kriteria hasil : ( perfusi serebral ) peningkatan TIK ( edema peningkatan TIK pada klien.
cerebral, peningkatan tekanan 2. Untuk mengetahui peningkatan
- Kognitif 4 ( cukup meningkat )
vena, obstruksi cairan tekanan darah.
- Sakit kepala 4 ( cukup menurun )
serebral, HT Intra kranial 3. Untuk memantau adanya
- TIK 4 ( cukup menurun ) hiopatik ) penurunan frekuensi jantung.
- Kesadaran 4 ( cukup membaik ) 2. Monitor peningkatan tekanan 4. Untuk mengetahui adanya
- TD sistolik 4 ( cukup membaik darah. perubabahan pola nafas.
- TD diastolik 4 ( cukup membaik ) 3. Monitor penurunan frekuensi 5. Untuk mengetahui tingkat
- Reflek saraf 4 ( cukup membaik ) jantung. kesadaran pasien.
4. Monitor ireguler irama nafas. 6. Untuk mengetahui kelebihan /
5. Monitor GCS. asimetris pada pupil klien
6. Monitor per... / kesimetrisan 7. Untuk menstimulus TIK klien
respon pupil
7. Monitor efek stimulus
lingkungan terhadap TIK. Terapiotik
1. Untuk mencegah kekurangan
Terapiotik. asupan suplai darah ke otak dan
mencegah terjadinya peningkatan
1. Pertahankan posisi kepala TIK.
dan leher netral 2. Untuk menjaga kenyamanan
2. Atur interval pemantauan klien.
sesuai kondisi klien
Edukasi
Edukasi . 1. Untuk meningkatkan pengetahuan
keluarga klien.
1. Jelaskan tujuan pemantauan
dan inforamasikan k/p

No Diagnosis (SDKI) Tujuan dan kriteria hasil (SLKI) Intervensi (SIKI) Rasional
2 Gangguan mobilitas Tujuan : setelah dilakukan asuhan ( Teknik latihan pergerakan otot )
fisik keperawatan selama 1 x 8 jam
diharapkan px mampu gerak fisik Observasi, Observasi.
satu / lebih secara mandiri dengan 1. Identifikasi resiko latihan. 1. Untuk mengetahui kemungkinan
kriteria hasil : ( mobilitas fisik ) 2. Monitor efektifitas latihan. resiko yang dapat terjadi pada
3. Latihan ROM pasif dengan proses latihan.
- Kekuatan otot 4 ( cukup
durasi 5 – 10 menit 2. Untuk mengetahui keberhasilan
meningkat )
latihan.

- ROM 3 ( sedang ) Terapiotik 2. Untuk meningkatkan sirkulasi


- Pergerakan ektremitas 3 suplai darah sehingga dapat
1. Latihan sesuai program ( 5 – mengkuatkan tonus otot
( sedang )
10 menit )

Terapiotik.
Edukasi.
1. Untuk mendisiplinkan klien dalam
1. Jelaskan fungsi otot. pemulihan.
2. Anjurkan untuk menhindari
latihan pada suhu panas /
dingin, Edukasi.
1. Untuk meningkatkan pengetahuan
Kolaborasi. klien maupun keluarga.
2. Untuk menghindari kelelhan fisik
1. Kolaborasi dengan tim terapis
k/p berlebih.

Kolaborasi.
1. Untuk mendapatkan terapai yang
sesuai dengan kebutuhan klien.
No Diagnosis (SDKI) Tujuan dan kriteria hasil (SLKI) Intervensi (SIKI) Rasional
3 Defisit nutrisi Tujuan : setealah dilakukan asuhan ( Promosi berat badan )
keperawatan selama 1 x 8 jam
diharapkan asupan nutrisi adekuat Observasi. Observasi.
untuk memenuhi kebutuhan 1. Identifikasi penurunan berat 1. Untuk mengetahui faktor
metabolisme. Dengan kriteria hasil : badan. penyebab penurunan berart badan.
( status nutrisi ) 2. Monitor berat badan. 2. Untuk mengetahui peningkatan /
3. Monitor jumlah kalori yang penuruan berat badan.
- Kekuatan otot mengunyah 4
dikonsumsi sehari – hari. 3. Untuk mengetahui intake kalori
( cukup meningkat )
4. Monitor albumin, limfosit klien
- Kekuatan otot menelan 4
( cukup meningkat ) 4. Untuk mengetahui .........
- Albumin 4 ( cukup meningkat ) Terapiotik.
Terapiotik.
- Frekuensi makan 4 ( cukup
1. Sediakan makanan yang
membaik ) Untuk meningkatkan nafsu makan klien.
sesuai dengan kondisi klien
- Berat badan 4 ( cukup Edukasi.
( NGT).
membaik )
- Indek massa tubuh 4 ( cukup 1. Untuk meningkatkan pengetahuan
meningkat ) asupan kalori yang dibutuhkan
Edukasi.
klien.
1. Jelaskan pemenuhan asupan
kalori yang dibutuhkan.
4 Defisit perawatan Tujuan : setelah dilakukan asuhan ( Dukungan perawatan diri )
diri keperawatan selama 1 x 8 jam
diharapkan kemampuan otot klien Observasi. Observasi.
meningkat dengan kriteria hasil:
( koordinasi pergerakan ) 1. Indetifikasi kebiasaan 1. Untuk mengetahui kebiasaan
aktifitas perawatan diri sesuai perawatan diri klien.
- Kekuatan otot 4 ( cukup usia. 2. Untuk mengetahui peningkatan
meningkat ) 2. Monitor tingkat kemandirian. kemandirian klien.
- Gerakan ke arah yang 3. Identifikasi kebutuhan alat 3. Untuk mengetahui apa kebutuhan
diinginkan 4 ( cukup bantu keberhasilan diri, pada klien yang memerlukan
meningkat ) berpakaian, berhias, bantuan.
- Tegangan otot 4 ( cukup eliminasi, makan.
meningkat )

No Diagnosis (SDKI) Tujuan dan kriteria hasil (SLKI) Intervensi (SIKI) Rasional
- Terapiotik. Terapiotik.
1. Fasilitasi untuk 1. Agar pasien merasa nyaman.
menerima ...... 2. Untuk meningkatkan kenyamanan
ketergantungan. klien.
2. Sedikan lingkungan
terapiotik.
Edukasi.

Edukasi. 1. Untuk tetap melakukan perawatan


diri.
1. Anjurkan untuk melakukan Untuk tetap memantau dan
perawatan diri secara membantu dalam perawatan pada
konsisten sesuai kemampuan. klien.
Edukasi keluarga untuk
membantu klien.
5 Resiko infeksi Tujuan : setelah dilakukan tindakan ( Menejemen medikasi )
selama 1x 8 jam diharapkan derajat
infeksi menurun dengan kriteria hasil : Observasi. Observasi.
( tingkat infeksi ) 1. Identifikasi penggunaan obat 1. Mengetahui penggunaan obat
sesuai resep. sesuai resep dan 6 benar
- Kebersihan tangan 4 ( cukup 2. Monitor darah serum. 2. Untuk mengetahui kadar
meningkat ) kandungan dalam darah.
- Keersihan badan 4 ( cukup
meningkat ) Terapiotik.
1. Berikan informasi program
pengobatan
- Nafsu makan 4 ( cukup meningkat) Edukasi. Terapiotik.
- Kultur urine 4 ( cukup meningkat )
1. Anjurkan klien dan keluarga 1. Untuk menambah pengetahuan
- Kadar sel darah putih 4 ( cukup dalam cara menyiapkan obat. dan kepatuhan klien.
meningkat 2. Anjurakan klien dan keluarga
selalu cuci tangan saat
besentuhan dg klien, saat Edukasi.
makan dan setealh mnyentuh 1. Agar menyimpan obat dengan
apapun. suhu yang sesuai ( suhu kamar )
2. Untuk menghindari kuman /
infeksi nosokomial.