Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI HOTEL

“UNIFORM SYSTEM OF ACCOUNTS”

KELAS AKUNTANSI C MALAM

Dosen : Edy Septian Sentosa, SE., M.Si

OLEH :
Kelompok 4
Nama Kelompok :

Dava Zakaria Yunes Yahya ( 03 )

Ni Kadek Maria Wati ( 21 )

Ni Ketut Ari Ulandari ( 23 )

Ni Made Anik Marsini ( 27 )

Ni Nyoman Iin Purnama Sari ( 31 )

Putri Dwi Ekayanti ( 37 )

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2020
4.1 UNIFORM SYSTEM OF ACCOUNTS FOR LODGING INDUSTRIES
1. Pengertian
Uniform System of Accounts for Lodging Industries merupakan penetapan format
standar dan klasifikasi perkiraan yang mengarah pada kepemilikan individu dalam
penyiapan dan penyajian laporan keuangan pada bidang perhotelan. Standarisasi tersebut
membantu pemakai laporan keuangan internal dan eksternal untuk membandingkan posisi
keuangan dan kinerja operasi pada jenis kepemilikan yang sama dalam industri hotel. Ada
beberapa konsep penting dari Uniform System of Accounts for Lodging Industries, yaitu:
a. Membagi departemen fungsional menjadi 3 jenis yaitu :
- Departemen operasi, merupakan departemen yang memberikan kontribusi
pendapatan, seperti room, F & B, telephone, laundry dan lain-lain.
- Departemen overhead, merupakan departemen pendukung, seperti administration
& general, marketing.
- Departemen alokasi, merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan
beban pada masing-masing departemen, seperti departemen personalia
mengalokasikan beban gaji karyawan.
b. Setiap departemen dalam organisasi akan dibebani oleh gaji karyawan dan
pengeluaran departemennya.
c. Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva, hutang,
penghasilan dan biaya.
d. Memberi kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.
e. Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat dimana
pengendalian anggaran merupakan alat untuk mengendalikan hasil departemen.

4.2 SEJARAH UNIFORM SYSTEM OF ACCOUNT


Edisi pertama dari Uniform System of Account diterbitkan oleh Asosiasi Hotel New
York pada tahun 1925/1926. Tahun 1961, The American Hotel & Motel Association
menetapkan The National Association of Accountants untuk mengembangkan Uniform
System of Account untuk hotel dan motel kecil.
Tahun 1979, The Committee on Financial Management of the American Hotel & Motel
Association merevisi Uniform System of Accounts Original, guna untuk merefleksikan
perubahan dalam penggunaan terminologi untuk industri penginapan ( lodging industry ).
Tahun 1986 dilakukan revisi lagi yang merupakan edisi ke delapan, dengan perubahan

1
spesifik pada distribusi pengeluaran, meningkatkan fungsi marketing, pemrosesan data,
sumber daya manusia dan transportasi. Edisi ini diterbitkan oleh The Hotel Association of
New York City. Tahun 1996 dikeluarkan lagi edisi ke sembilan yang dterbitkan oleh The
Education Institute of The American Hotel & Motel Association, dengan sebutan baru yaitu
Uniform System of Accounts for the Lodging Industry dan Chart of Accounts. Disamping itu
hal lain yang dibahas dalam edisi ini adalah penjelasan dan rumus analisa rasio, informasi
statistik departemental, pengendalian anggaran operasi serta analisa breakeven.

4.3 UNIFORM SYSTEM OF ACCOUNTS FOR THE LODGING INDUSTRY


Adapun hal-hal yang dibahas dalam Uniform System of Accounts yang diterbitkan oleh
Hotel Association of New York (1996), meliputi :
Bagian I: Financial Statements
Seksi 1 : Balance Sheet
Seksi 2 : Statement of Income
Seksi 3 : Statement of Owners Equity
Seksi 4 : Statement of Cash Flows
Seksi 5 : Notes To The Fnancial Statements
Seksi 6 : Departemental Statements
Skedul 1 : Rooms
Skedul 2 : Food
Skedul 3 : Beverage
Skedul 4 : Telecomunications
Skedul 5 : Garage and Parking
Skedul 6 : Golf Course
Skedul 7 : Golf Pro Shop
Skedul 8 : Guest Laundry
Skedul 9 : Health Centre
Skedul 10 : Swimming Pool
Skedul 11 : Tennis
Skedul 12 : Tennis Pro Shop
Skedul 13 : Other Operated Departements
Skedul 14 : Tentals and Other Income
Skedul 15 : Administrative and General

2
Skedul 16 : Human Resources
Skedul 17 : Information System
Skedul 18 : Security
Skedul 19 : Marketing
Skedul 20 : Franchise Fees
Skedul 21 : Tranportation
Skedul 22 : Property Operation and Maintenance
Skedul 23 : Utility Costs
Skedul 24 : Management Fees
Skedul 25 : Rent, Property Taxes and Insurance
Skedul 26 : Interest expense
Skedul 27 : Depreciation and Amortization
Skedul 28 : Income Taxes
Skedul 29 : House Laundry
Skedul 30 : Salaries and Wages
Seksi 7 : Statement For Gaming Operations
Seksi 8 : Statement for Properties Operated by a Management Company
Bagian II : Financial Analysis
Seksi 9 : Financial Statement Formats
Seksi 10 : Rasio Analysis and Statistics
Seksi 11 : Breakeven Analysis
Seksi 12 : Operation Budgeting and Budgetary Control
Seksi 13 : Guidelines for Allocating Expenses to Operated Departements
Bagian III : Recording Financial Information
Seksi 14 : Sample Chart of Accounts
Seksi 15 : Simplified Bookkeeping for Limited Services Properties
Bagian IV : Expense Dictionary
Bagian V : Sample Set of Uniform System Statement

Uniform System of Accounts for the Lodging Industry berisi lima bagian yang terbagi
lagi dalam 15 seksi. Adapun yang dibahas meliputi penyusunan laporan keuangan industri
perhotelan, analisa keuangan, format laporan keuangan, petunjuk dalam mengalokasikan
biaya -biaya operasional, penyusunan dan pengendalian anggaran operasional. Contohnya

3
penyusunan bagan arus, contoh pencatatan sederhana pada industri perhotelan, dan kamus
pengeluaran/biaya, serta contoh laporan yang dihasilkan dari penerapan Uniform System of
Accounts.

4.4 CHART OF ACCOUNT


Bagan akun (chart of account) digunakan dalam sistem akuntansi untuk pencatatan
transaksi usaha. Bagan akun disusun berdasarkan pada standar pelaporan yang diinginkan
oleh manajemen. Adapun penyusunan bagan akun biasanya memperhatikan beberapa
spesifikasi atas akun itu sendiri. Adapun susunan Chart of Accounts yang baik menurut
AICPA (American Institute of Sertified Accountants) adalah :
1. Membantu mempermudah penyusunan laporan keuangan dan laporan lainnya secara
ekonomis
2. Mencakup rekening-rekening yang diperlukan untuk menggambarkan dengan baik dan
teliti harta, hutang, modal, pendapatan, harga pokok, dan biaya secara terperinci sehingga
memuaskan dan berguna bagi manajemen didalam melakukan pengawasan operasi
perusahaan.
3. Menguraikan dengan teliti dan singkat apa yang harus dimuat didalam setiap rekening.
4. Memberikan batasan sejelas-jelasnya antara pos, aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan
biaya.
5. Membuat rekening-rekening kontrol jika diperlukan.

Urutan langkah dalam menyusun klasifikasi rekening berdasarkan susunan laporan


keuangan adalah sebagai berikut:
1. Rekening-rekening buku besar dibagi menjadi dua kelompok yaitu rekening neraca
(rekening riel) dan rekening laba rugi (rekening nominal).
2. Rekening neraca dibagi menjadi kelompok yang sifatnya berbeda seperti: aktiva, hutang,
dan modal.
3. Masing-masing kelompok yang ada di nomor 2 di atas dibagi lagi menjadi golongan-
golongan sebagai berikut:
 Aktiva (Aktiva Lancar, Investasi jangka panjang, Aktiva tetap berwujud, Aktiva
tetap tidak berwujud, Aktiva lain-lain)
 Hutang (Hutang jangka pendek, Hutang jangka panjang)
 Modal (Modal disetor, Modal lain)

4
4. Golongan-golongan yang ada dirinci lagi mungkin dalam bentuk sub golongan atau
langsung ke rekeningnya
5. Rekening laba rugi dibagi menjadi kelompok yang sejenis seperti: Penjualan, Harga
pokok penjualan, Biaya pokok produksi, biaya penjualan, biaya administrasi & umum,
pendapatan dan biaya diluar usaha.
6. Golongan-golongan yang ada dirinci lagi mungkin dalam bentuk sub golongan atau
langsung ke rekeningnya.
7. Memberikan nomor kode kepada masing-masing rekening dalam klasifikasi.
Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu,
sehingga memudahkan pemakai untuk menggunakannya. Ada lima metode pemberian kode
rekening, yaitu:
1. Kode angka atau alfabet urut ( numerical or alphabetic sequence code)
2. Kode angka Blok (block numerical code)
3. Kode angka kelompok (group numerical code)
4. Kode angka desimal (decimal code)
5. Kode angka urut didahului dengan huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic
reference), seperti:
XXX - XXX - XXX – XXX

Sub akun dengan kegunakan untuk analisa dan pengendalian

Akun utama pada neraca atau laba rugi

Departemen pendapatan atau biaya

Nomor properti

4.4.1 Catatan atas laporan keuangan (notes to the financial statements)


Agar suatu laporan keuangan menjadi lengkap, laporan keuangan harus
dilengkapi dengan catatan-catatan penjelasan. Catatan atas laporan keuangan harus
menggambarkan semua kebijakan akuntansi yang diikuti dengan organisasinya. Catatan
yang diperlukan biasanya meliputi kebijakan-kebijakan akuntansi, tetapi tidak terbatas
pada yang dicantumkan disini saja, antara lain meliputi:
a. Dasar konsolidasi
b. Penggunaan prakiraan
c. Kas dan investasi kas sementara
5
d. Metode inventori dan penilaian
e. Akuntansi untuk investasi, termasuk penilaian sekuritas yang bisa dijual.
f. Kebijakan-kebijakan depresiasi dan amortisasi
g. Akuntansi untuk deferred charges
h. Cost untuk iklan
i. Akuntansi untuk pensiun
j. Pengakuan income dari operasi franchise dan kerja sama kontrak
k. Akuntansi untuk income tax
l. Penghitungan net income (loss) per saham (untuk perusahaan publik)
Kejadian atau kondisi yang perlu dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan,
meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Perubahan-perubahan dalam metode akuntansi
b. Perjanjian hutang jangka panjang
c. Program pensiun dan atau pembagian keuntungan (profit sharing)
d. Benefit lain setelah masa pensiun dan setelah kekaryawanan berakhir
e. Income taxes
f. Kerja sama jangka panjang
g. Program opsi saham
h. Item-item yang menyangkut income dan expenses diluar usaha
i. Komitmen jangka panjang yang penting, seperti perjanjian sewa menyewa
j. Operasi oleh pihak asing
k. Transaksi-transaksi yang menyangkut afiliasi
l. Liabilitas yang menggantung, termasuk ligitasi yang tertunda
m. Peristiwa-peristiwa setelah tanggal neraca
n. Transaksi equitas pemegang saham
o. Alat-alat pembiayaan

4.4.2 Laporan Perdepartemen (departmental statement)


Laporan perdepartemen menggambarkan hasil operasi dalam suatu perode
tertentu. Laporan ini menyediakan sumber-sumber informasi internal yang penting bagi
manajemen perusahaan. Laporan ini dilengkapi dengan daftar pendukung revenue dan
expenses untuk setiap departemen atau kegiatan-kegiatan dalam perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
6
Widanaputra, A.AGP, dkk. Akuntansi Perhotelan : Pendekatan Sistem Informasi.
Yogyakarta : Graha Ilmu.

http://fekool.blogspot.co.id/2014/04/akuntansi-hotel-konsep-uniform-system.html

Diakses tanggal 1 Februari 2020