Anda di halaman 1dari 4

Direct Observasional Prosedural Skill

Resusitasi Jantung Paru

Hari/Tanggal : jum’at, 29 Maret 2019


Ruangan : ICU
A. Deskripsi Tindakan
Resusitasi jantung paru adalah tindakan penyelamatan nyawa pada berbagai
kasus kegawatdaruratan yang meliputi serangan jantung, tenggelam, ketika
orang mengalami henti napas atau henti jantung karena sebab-sebab tertentu.
B. Identitas
1. Nama :-
2. Diagnosa Medis :-
3. Data Fokus :-
4. Rencana keperawatan : Akan dilakukan tindakan RJP
5. Tindakan keperawatan : Melakukan RJP
6. Diagnosa keperawatan : Penurunan Curah jantung
7. Alogaritma

Perubahan sistem tubuh (kardiovaskular, respirasi,


Faktor Predisposisi Kerusakan nefron ginjal
sistem GI, hematologic, syaraf, endokrin)

Kompensasi Gangguan irama Gangguan cairan dan


kardiovaskuler jantung elektrolit

Peningkatan kerja jantung

Disritmia

C. Tujuan Tindakan
1. Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya pernafasan
2. Memberikan bantuan eksternal pada pasien yang mengalami henti
jantung dan henti nafas
D. Prosedur Tindakan
PersiapanPasien 1. Pasien dijelaskan tentang tujuan tindakan yang akan
dilakukan.
2. Posisi pasien diatur dengan terlentang datar dan
diusahakan tidak menyentuh tempat tidur.
3. Baju bagian atas dibuka.
Persiapanalat 1. Trolly emergency yang berisi :
a. Laringosco pelurus dan bengkok
b. Magill forceps
c. Pipa trachea berbagaiukuran
d. Nasotrachea tube berbagai ukuran
e. Oro pharingeal Air way berbagai ukuran
f. CVP set
g. Infus set/blood set
h. Papan resusitasi
i. Gunting verband
j. Ambubag lengkap
k. spuit 10 cc- jarum nomor 18
l. Obat-obatan dan cairan.
2. Set terapi oksigen lengkap dan siap pakai.
3. Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai.
4. Fomulir EKG.
5. EKG monitorbilamemungkinkan.
6. DC shock lengkap.
Prosedur
1. Pastikan lingkungan pasien dan penolong aman
2. Atur posisi korban
a. Letakkan dengan posisi terlentang diatas dasar yg
rata dan keras
b. Bila ada cedera kepala/leher pertahankan posis
tubuh-leherkepala dalam satu garis. Hindari
ekstensi, fleksi dan rotasi kepala karena dapat
mencederai medula spinalis.
c. Memindahkan ke tempat lain, posisi tubuh-leher-
kepala, harus dalam satu garis kesatuan
3. Tentukan derajat kesadaran dan kesulitan nafas

a. Periksa tanda cedera kepala, leher, kesulitan


pernafasan & kesadaran. Bila ada cedera kepala
jangan mengguncang bayi atau anak karena dapat
merusak medula spinalis.
b. Bila bayi dan anak tidak sadar tapi bernafas baik,
letakkan pada posisi pulih (recovery position)
c. Bayi dan anak sadar dengan kesulitan bernafas,
letakkan pada posisi senyaman mungkin yg
memudahkan bernafas.
4. Menilai denyut jantung pasien dengan cara meraba
aarteri karotis pada anak dan arteri brakialis pada bayi
5. Membebaskan jalan napas dengancara :
a. Membersihkan sumbatan jalan napas dengan cara
menghisap sekresi
b. Triple maneuver :
1) Ekstensi kepala.
2) Mengangangkat rahang bawah.
3) Mempertahankan posisi rahang bawah.
6. Melakukan pernafasan buatan(berikan napas buatan
setiap 6 detik / 10 napas buatan permenit)
7. Melakukan RJP dengan ABC dengan cara :
a. Pernafasan buatan/baging 2 kali.
b. Kompresi jantung luar bergantian dengan baging
dengan perbandingan 30:2.( 1 penolong) , 15 :2 ( 2
penolong)
Hal-hal yang 1. Evaluasi pernafasan pasien tiap 3 – 5 menit saat
perludiperhatika dilakukan RJP
n 2. Lakukan RJP sampai : Timbul napas spontan.
a. Diambil oleh petugas lain atau alat.
b. Pasien dinyatakan meninggalkan.
c. Penolong sudah kelelahan.
3. Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
a. Dewasa.
1) Penekanan menggunakan dua pangkal telapak
tangan dengan kekuatan bahu.
2) Penekanan pada daerah sternum 2 – 3 jari
diatas procesusxipoideus.
3) Kedalaman tekanan 5 cm.
4) Frekuensi penekanan 100 – 120 kali/menit.
b. Anak
1) Penekanan menggunakan dua pangkal telapak
tangan atau 1 tangan untuk anak yang sangat
kecil pada separuh bagian bawah tulang dada
(sternum)
2) Kedalaman tekanan 5 cm.
3) Frekuensi penekanan 100-12 kali/menit.
c. Bayi
1) 1 penolong (penekan menggunakan 2 jari
dibagian tengah dada, tepat dibawah baris
putting). 2 penolong atau lebih (penekanan
menggunakan 2 tangan dengan ibu jari
bergerak melingkar di bagian tengah dada,
tepat dibawah baris putting)
2) Kedalam tekanan 4 cm (minimum sepertiga
dari diameter AP dada)
2) Frekuensi penekanan 100-12 kali/menit.

E. Evaluasi
Perhatikan ada atau tidaknya nadi, napas, Tanda-tanda vital

Banjarmasin, Maret 2020

Pembimbing Klinik Mahasiswa

Maulana R.S, S.Kep, Ners Eka Yulia Rizki Nasution


NIP.