Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

“PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI &

LINGKUNGAN BISNIS DAN SIA”

OLEH KELOMPOK 1:

SIDHARWATI (B1C1 18 014)


YEHEZKIEL MILLENIO (B1C1 18 017)
GUSTI AYU UTARI JANUARINI (B1C1 18 022)
WA ODE YENI (B1C1 18 027)
ZAHWA FAQIH MAGISTA (B1C1 18 031)
ISMOD (B1C1 18 033)
WA ODE DIAN ANDRIANI (B1C1 18 048)
RIZKY AWAL SAPUTRA (B1C1 18 051)

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan
rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai pada
waktunya. Makalah ini kami beri judul “Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi & Lingkungan
Bisnis dan SIA”.

Makalah ini kami buat dan susun dengan usaha maksimal juga atas bantuan dari berbagai
pihak yang berkenan meluangkan waktu, tenaga dan fikirannya untuk menyelesaikan makalah
ini. Oleh karenanya kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak
yang telah ikut serta dalam menyelesaikan makalah ini.

Terlepas dari itu semua kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah yang
kami buat. Mungkin dari segi bahasa, susunan kalimat atau hal lain yang tidak kami sadari. Oleh
karenanya kami sangat mengharapkan kritik dan saran sebagai sarana perbaikan karya ilmiah
yang lebih baik.

Kendari, 25 Februari 2019

Kelompok 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................3
PENDAHULUAN....................................................................................................................................3
A. LATAR BELAKANG.........................................................................................................................................3
B. RUMUSAN MASALAH..................................................................................................................................... 3

C. TUJUAN....................................................................................................................................4

BAB II.............................................................................................................................................5
PEMBAHASAN.....................................................................................................................5
A. PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI...................................................5
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi & Fungsi Pengubahan Data Menjadi
Informasi.............................................................................................................................5

2. Sistem Informasi Dalam Perusahaan...........................................................................6


3. Sifat Ekonomi Dari Informasi....................................................................................10
4. Peran Akuntan dan Hubungannya Dengan Sistem Informasi Akuntansi.............11
5. Akuntan Sebagai Profesional Yang Berorientasi Sistem.........................................11
B. LINGKUNGAN BISNIS DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI........................ 12
1. Sruktur Organisasi Pada Perusahaan Bisnis............................................................12
2. Sistem Operasional......................................................................................................14
3. Bahasa dan Deskripsi SIA...........................................................................................15
BAB III.........................................................................................................................................18
PENUTUP....................................................................................................................................18
A. KESIMPULAN....................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................19
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perusahaan dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai
macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak siluar perusahaan seperti kreditur, calon investor,
kantor pajak, dan lain-lain memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan
mereka. Disamping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan informasi untuk
mengetahui, mengawasi, dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan di susun
sistem akuntasi. Sistem ini direncankan untuk menghasilkan informasi yang bagi pihak luar
maupun dalam perusahaan. Sistem akuntansi yang di susun untuk suatu perusahaan dapat
diproses secara manual atau proses dengan menggunakna mesin-mesin mulai dari mesin
pembukuan yang sederhana sampai dengan komputer.

Sistem informasi akuntansi merupakan salah satu sistem informasi diantara berbagai sistem
yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem ini merupaka subsistem
informasi manajamen yang mengelola data keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern
maupun ekstern.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa Pengertian Sistem informasi akuntansi & fungsi pengubahan data menjadi informasi

2. Bagaimana Sistem Informasi dalam Perusahaan

3. Bagaimana Sifat Ekonomi dari Informasi

4. Apa Peran Akuntan dalam Hubungannya dengan Sistem Informasi Akuntansi

5. Jelaskan Akuntan Sebagai Profesional yang Berorientasi Sistem

6. Jelaskan Struktur Organisasi pada Perusahaan Bisnis

7. Jelaskan Sistem Operasional

8. Jelaskan bagaimana Bahasa dan Deskripsi SIA


C. Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui Pengertian Sistem informasi akuntansi & fungsi pengubahan data menjadi

Informasi.

2. Mengetahui Sistem Informasi dalam Perusahaan.

3. Mengetahui Sifat Ekonomi dari Informasi.

4. Mengetahui Peran Akuntan dalam Hubungannya dengan Sistem Informasi Akuntansi

5. Mengetahui Akuntan Sebagai Profesional yang Berorientasi Sistem.

6. Mengetahui Struktur Organisasi pada Perusahaan Bisnis

7. Menegtahui Sistem Operasional

8. Mengetahui Bahasa dan Deskripsi SIA


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Pengertian Sistem informasi akuntansi & fungsi pengubahan data menjadi


Informasi.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, menyimpan
dan mengolah data keuangan dan akuntansi yang digunakan oleh pengambil keputusan. Sistem
informasi akuntansi menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilakn informasi
yang relevan.

Adapun elemen-elemen penting dalam sistem informasi akuntansi, yakni :

1) Pemakai akhir ( End User), terdiri dari pemakai akhir eksternal dan pemakai akhir internal.
Pemakai akhir eksternal dalah kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak,
pemerintah, pemasok dan pelanggan. Para pemakai internal adalah pihak manajemen di setiap
tingkatan organisasi.
2) Sumber Data, adalah transaksi keuangan yang memasuki sitem informasi dari sumber
eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering
terjafi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan
pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang
jadi, penyusustan pabrik dan peralatan.
3) Pengumpulan Data, yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data
yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan.
4) Pemrosesan Data, dalam pemrosesan data ini data diolah untuk menghasilkan informasi.
Biasanya mulai dari hal yang sifatnya sederhana samapi kompleks. Fungsi pemrosesan data
terdiri dari tahap-tahap berikut :
a) Mengklasifikasi, atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang
telah ditetapkan sebelumnya.
b) Penjabaran, atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain.
c) Penyortiran, atau pengaturan elemen dan menurut satu atau lebih karakteristik.
d) Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya.
e) Menggabungkan, atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data.
f) Kalkulasi, atau melkaukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
g) Ikhtisar, atau menyatukan elemen data kuantitatif.
h) Membandingkan, atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file
untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan.
5) Manajemen Database, database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data
keuangan dan non keuangan. Yang bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memnaggil dan
menghapus data.
6) Pengasil Informasi, yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan
informasi untuk para pemakai. Informasi dapat berupa dokumen operasional seperti laporan
keuangan, atau tampilan di layar komputer.
7) Umpan Balik, yakni bentuk output yang dikirmkan kembali ke sistem sebagai sumber data.
Umpan balik ini dapat bersifat internal/eksternal dan digunakan untuk memulai atau
mengubah suatu proses.
Tujuan dan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi :

1) Untuk mendukung operasi harian


Untuk beroperasi perusahaan melakukan sejumlah peristiwa bisnis yang disebut
transaksi. Transaksi akuntansi termaksud peristiwa atau transaksi yang menunjukan
adanya pertukaran yang bernilai ekonomis. Pemrosesan transaksi terdiri dari pemrosesan
transaksi akuntansi dan non akuntansi melalui pencatatn akuntansi dengan prosedur.
Transaksi diproses oleh media sistem pemrosesan transaksi (transaction process-ing
system/TPS), yang merupakan subsistem dari SIA. Setiap TPS melakukan tahap-tahap
tertentu. Sehingga jika TPS melakukan transaksi penjualan maka akan dibagi lagi menjadi
pengambilan order, tagihan, posting piutang, dan lain-lain.
2) Untuk mendukung pembuatan keputusan oleh pembuat keputusan intern perusahaan.
Keputusan harus dibuat oleh perusahaan untuk merencanakan dan menegndalikan
jalannya perusahaan. Hal ini berkaitan dengan pemrosesan informasi. Melalui transaksi
yang diproses, SIA umumnya menyediakan beberapa informasi yang diperlukan dalam
pembuatan keputusan.
3) Memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan
Setiap perusahaan harus memenuhi kewajiban hukumnya, kewajiban penting tertentu
terdiri dari penyediaan informasi yang wajib bagi pemakai eksternal perusahaan.

Sumberdaya/komponen :

Karena SIA adalah nyata, maka ia memerlukan sumber daya fisik dan komponen yang
berhubungan. Kita dapat mengkalsifikasi sumberdaya dan komponennya kedalam prosesor, database,
prosedur dan media input/output.

1) Prosesor, yakni alat fisik dimana data ditransformasikan. Kebanyakan perusahaan saat ini
menjalankan pemrosesan yang merupakan gabungan antara manusia dan prosesor
otomatis.
2) Database, adalah data yang disimpan.
3) Prosedur, yakni langkah-langkah tertentu yang dilakukan dalam satu atau lebih fungsi
SIA.
4) Media input/output, walaupun data dan informasi tidak merupakan sumberdaya bagi SIA,
media fisik untuk menangani atau menyimpan input ataupun output tersebut dimasukan
sebagai sumberdaya.
5) Sumberdaya lain, dimana SIA juga memelukan sumberdaya lain. Misalnya bnayak
pegawai di suatu perusahaan menjalani fungsi SIA tertentu seperti pencatatan data.
aktiva, perlengkapan, dana adalah contoh sumberdaya yang diperlukan untuk
menjalankan SIA.

2. Sistem Informasi Dalam Perusahaan


Sistem informasi akuntansi tidak merupakan satu-satunya sistem yang berkaitan dengan data
dan informasi. Kenyataanya, sistem informasi akuntansi adalah subsistem dari sistem informasi yang
lebih luas yang memasukan semua sistem informasi yang diperoleh dari aktivitas bisnis perusahaan.
Komponen sistem informasi yang lain termasuk sistem informasi manajemen, decision support
systems, expert systems, executive information systems dan lain-lain.

Sistem Informasi Manajemen menyediakan informasi yang diperlukan untuk merencanakan


dan mengawasi aktivitas perusahaan, mulai dari mengorganisis personel perusahaan dan menetapkan
kebijakan perbaikan ketika bahan baku terbuang. SIM menggunakan semua jenis data, sistem ini juga
menyebarkan informasi keuangan dan non keuangan. Hubungan antara SIM dan SIA memang
kompleks dan agak kontroversial. Beberapa pendapat menyatakan bahwa SIA adalah subsistem dari
SIM, karena data yang diterima oleh SIM memiliki skop yang lebih luas. Di sisi lain, SIA melayani
kebutuhanh pemakai yang luas. Melalui subsistem akuntansi keuangan, SIA melayani pemakai
eksternal yang tidak diakomodasi oleh SIM. Juga SIA melayani manajer melalui subsistem akuntansi
manajemen, yang merupakan bagian langsung dan menyediakan informasi bagi sistem informasi
fungsional SIM. Sehingga kelihatan SIM dan SIA merupakan sistem yang overlapping.

Subsistem informasi fungsional pada sistem informasi manajemen

Fungsi Input Data Output Informasi


Pemasaran Penjualan, data pelanggan, Analisis dan ramalan penjualan
harga pasing, ukuran pasar
Keuangan Saldo kas, tingkat suku bunga, Proyeksi arus kas, analisis
pasar kredit pembayaran, analisis umur
piutang
Sumberdaya manusia Total gaji, daftar tunjangan, Analisis gaji, proyeksi
daftar gaji, kebutuhan kebutuhan personel
personalia
produksi Tinngkat kebutuhan bahan Jadwal produksi, kebutuhan
baku, harga pokok standar bahan baku, tingkat
bahan baku dan tenaga kerja, produktivitas, analisis harga
aturan produksi pokok produksi

Decision support systems, expert system, dan executive information systems

Decision support system adalah sistem informasi berbasis komputer yang membentu menejer
membuat keputusan yang sifatnya ad hoc yang melibatkan ketidak pastian yang tinggi. System ini
memungkinkan pembuat keputusan melakukan manipulasi dengan satu atau lebih model keputusan
dengan menggunakan data yang kebanyakan diperoleh dari SIM. DSS ada yang non intelligent
intelligent Expert System adalah system informasi berbasis pengetahuan yang mendukung pembuatan
keputusan. System ini menggunakan pogram computer khusus untuk memproses data dan aturan
untuk menghasilkan keputusan yang jelas memengaruhi masalah. Keputusan yang diperoleh sifatnya
langsung disediakan ke pemakai untuk segera dilaksanakan. Keputusan biasayang sudah jelas karena
aturan (yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam expert system) telah dibuat oleh orang yang
ahli dengan masalah tersebut.

Konsep Decision Support System tidaklah baru. Manajer selalu membuat keputusan strategi
dah taktik dibantu oleh personel staf yang mengumpulkan dan menganalisis data untuk membuat
keputusan. Hardware dan softwere memberikan tambahan dimensi dari pendukung keputusan.
Manfaat Decision Support System adalah sebagai berikut.

1) Memperbaiki keefektifan dalam pembuatan keputusan strategi dan taktis.


2) Mengurangi waktu pengumpulan dan pemrosesan data yang dibutuhkan yang berhubungan
dengan keputusan terstruktur dan tidak terstruktur.
3) Memperluas pemahaman urutan factor-faktor yang terdapat dalam masalah yang mebutuhkan
keputusan yang kompleks dan hubunganya satu sama lain.
DSS dibagi menjadi dua yaitu:

1. Non Intelligent DSS, memungkinkan pembuat keputusan untuk memasukan fakta dan
data relevan kedalam model yang menghasilkan suatu solusi masalah atau urutan
alternative-alternatif.
2. Intelligent DSS, yakni hybrid DSS expert system yang tidak hanya menghasilkan
perhitungan dasar tetapi juga memasukan beberapa aturan expert decision dalam
model.

Kebanyakan informasi yang didapat dari DSS secara khusus dirancang untuk kebutuhan
pengambil keputusan. Informasi tersebut sering berbentuk analisis dan trend. Pemakai bias
mengembangkan suatu query languages untuk menspesifikasi kebutuhan mereka.

Bentuk lain dari Decision Support System adalah Group Support Systems yang
dikembangkan untuk membagi informasi dan untuk mendukung kolaborasi antara karyawan
dalam kerja kelompok. Salah satu alat groupware yang digunakan secara luas adalah
electronic mail software yang memungkinkan individu lain dalam jaringan.

Expert system adalah model software komputerisasi yang menstimulasi proses pemikiran
seorang atau lebih dalam menyelesaikan masalah kompleks atau dalam membuat keputusan.
Expert System menyamai cara ahli manipulasi symbol atau non numeric. Jdi expert system
adalah konsdultan elektronik yang mampu member saran, menganalisis, melatih,
menerangkan dan menjustifikasi kesimpulan mereka kepada pemakai.

Expers system menyediakan berbagai manfaat bagi akuntan dan perusahaan yakni
meningkatkan kualitas, relibilitas, timeliness dan consistence pembuatan keputusan. Expert
system tidak mahal untuk dioperasikan, tersersedia setiap waktu, meningkatkan produktivitas
dari pekerja yang kurang pengalaman dan bias dikembangkan sebagai alat training bagi staf
baru.

Perbedaan antara expert system dan dss

Expert system sama dengan DSS dalam beberapa hal. Keduanya didesain untuk membantu
manajer dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan situasi masalah semi struktur.
Keduanya paling baik dikembangkan dengan menciptakan tujuan. System prototype sederhana
dikembangkan berdasarkan tujuan, kemudian system tersebut dikembangkan dan ditinggalkan.
Dalam hal lain, expert system berbeda dari DSS. Expert system fleksibel daripada DSS
karena DSS tidak memungkinkan manajer dan user lain untuk berhubungan dengan model lain. Tetapi
Expert system secara khusus merekomendasikan suatu solusi terhadap masalah atau pilihan khusus
untuk keputusan bersamaan dengan keterangan dan justifikasi untuk kesimpulanya. Selanjutnya,
expert system secara khusus berhubungan dengan masalah dalam lingkup yang lebih mendalam
disbanding dengan DSS.

Komponan utama expert system adalah:

1. Knowledge Base. Menggabungkan pengetahuan expert mengenai area situasi masalah.


Teknik umum untuk menyatakan pengetahuan adalah menghasilkan aturan sederhana “if-
then” rule- yang memberikan konsekuensi khusus dari kondisi atau tindakan.
2. Task Speciffic Database. Mencakup data relevanm dari aplikasi expert system. Untuk task
planning expert system, database mungkin mencakup nilai uang dan karakteristik berbagai
aste dan akun lain dari perusahaan yang termasuk dalam perencanaan pajak.
3. Inference Engine. Mengandung metode logis yang mensimulasikan proses pemikiran expert
dalam mendapatkan kesimpulan. Inference engine menggerakan expert system. Ia
menentukan urutan untuk mengaplikasikan production rule.

Kondisi yang cocok untuk pengembangan expert system

Pada awal perkembangannya (tahun 80-an), expert system berskala besar berisikan beribu-
ribu peraturan dirancang dan diimplementasikan oleh banyak perusahaan dan akuntan publik yang
besar. Akan tetapi semakin besar sistem ini, tidak dapat digunakan secara komersial, sistem ini gagal
karena terlalu rumit dan dirancang untuk tipe masalah yang keliru, sistem tersebut juga gagal karena
memakai biaya pemeliharaan dan keputusan yang tidak konsisten karena dasar pengetahuanya hanya
berisikan rule of thumb (heuristik) dan tidak ada meta knowledge, yaitu pengetahuan yang
behubungan dengan teori bidang studi yang mendasar. Meta knowledge debutuhkan untuk
memecahkan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur dan tidak dapat dikurangi menjadi rule of
thumb sederhana. Disisi lain masalah terstruktur kecil sangat cocok untuk pengembangan expert
system karena mereka biasanya dapat dipecahkan hanya dengan rule of thumb yang dihubungkan
dengan dasar pengetahuan.

Akhir 1990, banyak perusahaan merancang ulang dan sukses mengimplementasikan aplikasi
expert system akuntansi dan bisnis yang bercirikan skala sistemnya diperkecil. Expert system yang
baru ini berisi dasar aturan yang lebh kecil dan diarahkan pada tipe masalah terstruktur, terutama
masalah yang membantu user baru untuk interaktif melaksanakan tugas atau menyelesaikan prosedur.

Aplikasi

Expert system akuntansi dan bisnis dengan cepat diadopsi oleh berbagai tipe perusahaan.
Banyak kantor akuntan, perusahaan non profit, perusahaan manufaktur dan berbagai tipe perusahaan
lainnya juga menggunakan atau membangun expert system akuntansi.

Pembuatan expert system dapat memakan waktu beberapa minggu sampai dua tahun atau lebih.
Pengembangan expert system membutuhkan jasa ahli, programmer dan pemakai. Expert system
melalui tiga tahap pengembangan:
1) Knowledge acquisition. Knowledge engineers menentukan tujuan user dan aplikasi expert
system yang diusulkan. Kemudian mereka memasukkan pengetahuan yang relevan dari
expert. Berdasarkan knowledge ini, mereka menentukan rule of thumb yang digunakam
expert untuk membuat keputusan dalam area masalah yang di program.
2) Computer modelling and debugging. Sebagian besarf expert system akuntansi dirancang
menggunakan expert system shell, yaitu suatu paket pengembangan software komersil.
3) Validation. Validation diukur dengan tingkat validitas adalah proses penentuan dan
peningkatan keandalan expert system. Tingkat validitas adalah presentase jawaban yang benar
yang diberikan oleh expert system yang sesuai dengan salah satu atau lebih human expert.
Tingkat validalitas expert system harus sama atau lebih dari tingkat validalitas dari rekan
manusianya. Untuk keputusan berulang terstruktur dengan aturan dan bidang masalah yang
jelas, tingkat validalitas harus berkisar 100%. Jika masalah menjadi kompleks dan semi
terstruktur dengan peraturan yang kurang jelas, tingkat validalitas sekitar 60% cukup untuk
mengimplentasikan expert system secara komersial.

3. Sifat Ekonomi Dari Informasi

Informasi yang diperoleh dari data yang diproses, menggambarkan nilai akhir dari sistem
informasi. Karena sebagai sumber daya, informasi memiliki manfaat dan biaya. Nilai dari informasi
adalah perbedaan antara manfaat dan biaya. Nilai informasi dihubungkan dengan efektivitas
pembuatan keputusan. Nilai informasi ini didasarkan pada konsep umum dimana lebih banyak nilai
informasi yang diberikan ke pembuat keputusan, maka lebih sedikit resiko pembuat keputusan
tersebut membuat keputusan yang keliru.

Nilai informasi dapat berbeda. Untuk mengaplikasikan konsep ini maka diperlukan
pendekatan nilai ekonomi dari informasi (information economics) yang mengatakan bahwa tambahan
informasi seharusnya dikumpulkan untuk digunakan dalam pembuatan keputusan sepanjang nilai dari
informasi berikutnya melebihi biaya untuk memperolehnya. Biaya berhubungan dengan
pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan dan mengkomunikasikan informasi ke pemakai.

Kualitas informasi

Nilai informasi dapat di pengaruhi oleh kualitas yang merelat pada informasi tersebut.
Kualitas informasi yang bermanfaat adalah relevan, akurat, tepat waktu, conciseness, jelas, dapat
dikuantifikasi dan konsisten. Jika kualitas ini tdak ckupu, maka ini berarti manajer menggunakan
informasi yang menghasilkan keputusan yam tidak efektif.

Peran system informasi dalam menciptakan nilai

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, maka manfaat yang bisa diperoleh adalah :

1) Efisiensi meningkat dalam proses fisiknya, karena pengurangan biaya operasi.


2) keakuratan dan kekinian (currency) dari data yang diberikan dengan berbagai identitas
seperti seperti pelanggan dan suplier.
3) kualitas produk dan jasa yang meningkat.
4) kualitas perencanaan dan pengawasan yang meningkat.

4. Peran Akuntan Dalam Hubungannya Dengan Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi berinteraksi dengan sistem informasi akuntansi bisa dalam bentuk (1)
menggunakan, (2) mengevaluasi, dan (3) mengembangkan sistem informasi akutansi. Peran akuntan
yang berhubungan dengan sistem tentu saja lebih luas dari sekedar sistem informasi akuntansi.
Akuntan juga berperan dalam pengembangan sistem informasi manajemen yang berbentuk seperti
cara cara berikut ini.

1) membantu manajer akuntansi, seperti controller, dalam memutuskan informasi yang


diperlukan dari SIM untuk keputusan tertentu.
2) membantu manajer non akuntansi, seperti bendahara, dalam membuat model yang
membantu membuat keputusan keuangan.
3) mengevaluasi keamanan berbasis komputer dan mengontrol ukuran ukuran dan
pengawasan data yang di masukkan dalam SIM.
4) membantu manajer tingkat atas dalam memperoleh informasi yang diperlukan untuk
decission support system yang digunakan dalam keputusan strategis.
5) mendesain pengendalian dan ukuran keamanan dalam sistem pemrosesan yang digunakan
di internet.

5. Akuntan Sebagai Professional yang Berorientasi Sistem

Untuk mencapai akuntan ideal, harus memenuhi dua kriteria uji akuntan profesional. (1)
memperoleh sertifikat dan (2) bekerja berdasarkan kode etik profesional.

Karena akuntan mengkhususkan pada sistem informasi, maka kita bisa memperoleh beberapa
sertifikasi. Di Amerika Serikat banyak sekali sertifikasi yang berhubungan dengan akuntan
diantaranya:

- Certified Management Accountant, dikelola oleh Institute of Certified Management


Accountant, berafiliasi dengan Institute Management of Accountants
- Certified Public Accountant, dikelola oleh American Institute of Certified Public
Accountants
- Certified Internal Auditor, dikelola oleh Institute Of Internal Auditors.
- Certified Information System Auditor, dikelola oleh information System Audit and
Control Association.
- Certified Computing Professional, dikelola oleh Institute for Certification of Computing
Professionals, afiliasi dari Association of Information Technology Professionals
- Certified Management Consultant, dikelolal oleh Institute of Management Consultancy.
Setiap sertifikasi perlu ujian tertulis dan harus memiliki pengalaman profesi selama waktu
tertentu. Seseorang juga tidak dipandang sebagai seseorang profesional jika iya tidak memiliki
standar perilaku yang baik. Etika adalah serangkaian prinsip moral atau nilai. Perilaku yang etis
terdiri dari membuat pilihan dan penilaian yang bermoral dan sesuai. Dalam konteks organisasi,
prinsip etika nya adalah setiap orang memiliki tanggungjawab untuk sama-sama mensejahterakan
dirinya dan orang lain dalam organisasi tersebut.

B. LINGKUNGAN BISNIS DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Dalam suatu perusahaan bisnis, setidaknya ada subsistem dari perusahaan : organisasi,
operasional, dan informasi yang semuanya saling berkaitan. Dengan demikian dalam memahami SIA
kita harus memahami organisasi dan struktur organisasi dan hubungannya dengan SIA. Secara umum
SIA untuk setiap perusahaan harus sesuai dengan keperluan suatu perusahaan.

Perusahaan Bisnis Sebagai Suatu Sistem

Sebagai suatu sistem perusahaan menunjukan beberapa karakteristik sistem yaitu:

1. Objectives: sasaran-sasaran atau kekuatan pemotivasian yang dimiliki perusahaan


2. Environment: kejadian di sekeliling perusahaan
3. Constraints: keterbatasan internal dan eksternal yang menentukan bentuk dan kemampuan
suatu sistem
4. Input-Process-Output: Input adalah sumber yang diperlukan perusahaan untuk menjalankan
operasi dan menghasilkan output. Proses meliputi semua prosedur yang mengubah input
menjadi output. Sedangkan output adalah informasi atau hasil yang berwujud.
5. Feedback: Output yang dipakai lagi sebagai input untuk meningkatkan tingkat pengendalian.
6. Controls: alat pengaturan untuk mencapai tujuan yang diharapkan
7. Subsystems: semua karakteristik sistem yang berinteraksi satu sama lain melalui penghubung
atau batas.

Subsistem-Subsistem Utama Perusahaan

Hubungan antara subsistem dengan sistem mmbentuk suatu kerangka (framework) yang
disebut sistem hirarki. Puncak sistem hirarki adalah industri dan lingkungan eksternal perusahaan.
Tingkat kedua adalah perusahaan. Tingkat hirarki berikutnya adalah sistem iformasi yang dapat
digambarkan sebagai suatu kelompok yang berkaitan dengan beberapa subsistem seperti sistem
informasi produksi, sistem informasi akuntansi, dan sistem informasi pemasaran.

1. Struktur organisasi pada perusahaan bisnis

Jenis-Jenis Struktur Organisasi


1) Struktur Hirarki
Pada struktur ini aktivitas dan operasi perusahaan dibagi lagi menjadi tingkatan-tingkatan
manajemen yang ditunjukan secara vertikal. Struktur hirarki dapat berupa suat hirarki fungsional
dan hirarki jalur produk. Hirarki fungsional adalah setiap fungsi mempunyai suatu pemisahan
fungsi-fungsi. Hirarki jalur produk adalah kumpulan hubungan yang berdasarkan jalur produk,
yang setiap jalur produk didukung sendiri oleh fungsi tertentu.

2) Struktur Matriks
Merupakan campuran struktur fungsional dan struktur berorientasi pada proyek. Jika
perusahaan ingin mengembangkan 2 produk baru, perusahaan harus menetapkan seorang
manajer proyek untuk setiap pengembangan. Masalah yang muncul biasanya adalah kesulitan
prinsip kesatuan komando.

3) Struktur Yang Didesentralisasikan


Distruktur ini terdapat kadar wewenang yang didelegasikan relatif besar baik kepada manajer
menengah maupun manajer bawah. Karena otoritas keputusan didelegasikan kepada tingkat
yang lebih rendah, keputusan yang dibuat dan tindakan yang diambil lebih tepat dan efektif.

4) Networked Structures (Struktur Jaringan)


Struktur ini dapat menyebabkan proyek dan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan lebih cepat
dan lebih ekonomis dan proyek baru dapat ditetapkan dengan cepat. Walaupun struktur ini
tidak dapat mengganti struktur hirarki secara penuh namun struktur jaringan melengkapi
struktur tradisional dengan mengurangi fungsi-fungsi yang minimal.

Hubungan Organisasi Dengan Sistem Informasi Akuntansi

Beberapa hubungan yang harus dipahami oleh seorang pembuat sistem adalah

1. Struktur organisasi menggambarkan arus informasi penting yang dihasilkan oleh Sistem
Informasi Akuntansi. Arus vertikal ini menunjukan informasi yang diperlukan oleh manajer
untuk menjalankan tugasnya.
2. Struktur organisasi menentukan arus horizontal data transaksi yang harus ditangani oleh
personel sistem informasi akuntansi
3. Pengembangan sosial antara struktur organisasi formal dengan sistem informasi formal yang
dikenal sebagai “grapevine”

Informasi Akuntansi Yang Diperlukan Dalam Struktur Organisasi

Informasi akuntansi yang diperlukan dalam struktur organisasi terantung pada bentuk struktur
organisasinya. Struktur fungsional memerlukan informasi yang dapat membantu mereka dalam
membuat perencanaan dan pengendalian. Struktur berorientasi produk memerlukan informasi yang
berkaitan dengan produk. Struktur matriks memerlukan informasi yang lebih detail dan informasi
lintas fungsi yang sangat diperlukan untuk setiap kelompok atau tim dan informasi itu harus tersedia
oleh proyek, kejadian atau tugas yang ada di perusahaan. Struktur desentralisasi memerlukan
informasi yang relevan dan detail untuk tingkat rendah dimana keputusan dibuat. Struktur jaringan
seperti struktur matriks memerlukan informasi lintas fungsi dan jua dari sudut pandang interdisiplin
bagian.

Untuk membuat informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan struktur organisasi dapat
digunaakan pengkodean secara ekstensif. Kode dapat digunakan untuk pusat pertanggungjawaban,
produk dan jasa, proyek atau aspek lain. Penguaan chart of account merupakan hal yang biasa dalam
mencatat transaksi dan menghasilkan informasi.

2. Sistem Operasional

Sistem operasioanl suatu perusahaan adalah kumpulan aktivitas utama perusahaan. Setiap
aktivitas utama menambah nilai output setiap perusahaan. Proses yang kolektif ini disebut value
chain. Contohnya perusahaan manufaktur. Empat proses utamanya yaitu memperoleh bahan baku,
menghasilkan barang jadi, menyimpan barang jadi, dan pengiriman barang jadi.

Value chain suatu perusahaan dapat diperluas membentuk suatu sistem nilai (value system).
Misalnya rantai nilai dalam perusahaan dapat dicapai melalui keterlibatan sipliyer dan pelanggan.
Sejumlah aktivitas perusahaan mendukung aktivitas utama. Aktivitas pendukung ini dibentuk oleh
fungsi organisasi, termaksud keuangan, akuntansi, personalia, promosi dan staf depertamen produksi.

SIA mempunyai dua hubungan yang dekat dengan sistem operasi. Pertama, SIA memonitor
dan mencatat berbagai aktivitas. Kedua, SIA merupakan tindakan pemicu dalam sistem operasi,
contohnya SIA membentuk order pembelian yang menyebabkan bahan baku dapat dikirim oleh
supliyer.

Aktivitas Bisnis Dan Siklus Transaksi

Kejadian-kejadian bisnis disebut dengan transaksi, adalah langkah-langkah aktivitas keuangan dan
fisik dalam perusahaan. Contohnya order barang, menerima barang, menyimpan barang,
membayarbarang tersebut.

Elemen data yang berkaitan dengan aktivitas suatu bisnis meliputi :

1) Sifat suatu kejadian dan kapan itu terjadi (contoh penjualan kredit pada tanggal 29 november
2002)
2) Siapa saja yang terlibat? (misalnya pelanggan x dan penjual y)
3) Sumberdaya apa yang dilibatkan dan berapa jumlahnya ? (misalnya 1000 unit produk b)
4) Dimana terjadinya transaksi ? (misalnya toko b)

Siklus Transaksi

Untuk memudahkan analisis kejadian bisnis suatu perusahaan dapat dikelompokan menjadi rangkaian
proses yang disebut siklus transaksi atau siklus pemrosesan transaksi. Contoh siklus transaksi pada
suatu perusahaan adalah urutan kegiatannya dimulai dari pemesanan barang dan berakhir pada
pembayaran barang.

Berikut siklus transaksi yang ada pada sistem informasi akuntansi :


 Siklus pelaporan keuangan dan buku besar (general ledger and finansial report-ing cycle).
Pusat dari siklus transaksi diatas adalah buku besar dan siklus pelaporan keuangan.
 Siklus pendapatan (revenue cycle), siklus pendapatan meliputi tiga kegiayan bisnis atau
transaksi : menawarkan, terjadi transaksi, dan pengiriman (penjualan) dan penerimaan uang
kas.
 Siklus pengeluaran (expenditure cycle). Siklus pengelluaran meliputi dua kejadian bisnis atau
transaksi yaitu pembelian dan pengeluaran kas.
 Suklus manajemen sumber daya (resources-manajemen cycle). Siklus manajemen sumber
daya terdiri dari semua aktivitas yang berkaitan dengan sumber fisik perusahaan. Meliputi
kejadian bisnis sebagai berikut :
a) Memperoleh dana dari semua sumber (termaksud pemilik), menginvestasikan dana dan
mengeluarkan dana.
b) Memperoleh, mempertahankan dan menentukan fasilitas-fasilitas (aktiva tetap).
c) Memperoleh, menyimpan dan menjual persediaan (barang dagangan)
d) Memperoleh, mempertahankan dan membayar pegawai (seperti karyawan, manajer,
konsultan dan lain-lain).
 Siklus transaksi lainnya. Siklus lain jika manufaktur adalah siklus produksi atau siklus
konversi. Seringkali proses akuntansi dibagi menjadi 2 yakni siklus akuntansi keuangan dan
siklus akuntansi manajerial. Siklus akuntansi keuangan memperoleh dan maencatat transaksi
akuntansi dalam jurnal dan buku besar. Output utamanya dalah laporan keuanagn. Siklus
akuntansi manajemen mengumpulkan dan memproses data menjadi informasi untuk
mendukung pembuatan keputusan manajerial.

3. Bahasa Dan Deskripsi Sistem Informasi Akuntansi

Untuk mengembangkan sistem yang baru, SIA harus mengikuti suatu fase siklus hidup :
perencanaan, analisis, perancangan penyeleksian, pengimplementasian dan pengoperasian. Jenis
dokumentasi dari suatu sistem dapat berbentuk chart (bagan) seperti flawchart .

Adapun aturan dasar membuat flowchart :


a. Aliran data simulai dari sudut kiri atas kertas dan umunya bergerak dari kiri ke kanan atau
dari atas ke bawah.
b. Setiap langkah disajikan secara berurutan, atau serangkaian urutan.
c. Simbol digunakan secara konsisten, simbol yang digunakan :
Dokumen atau Kegiatan yg
Pengolahan data
laporan dilakukan

Titik keputusan

Halaman sama Halaman lain Aliran material

Catatan
Dokumen dan Akhir arus
tembusannya dokumen

d. Keterangan semua dokumen dan laporan disajukan.


e. Perlu aturan diterapkan (sandwich) secara konsisten. Aturan ini menyatakan bahwa simbol
pemrosesan hendaknya ada diantara simbol input dan output. Contohnya seperti :

Dari pemrosesan
Sebelumnya Dokume Proses Dokumen
n input manual output

f. Ketika dokumen memotong garis organisasi dalam suatu flowchart, dokumen tersebut
umumnya digambarkan lagi dalam unit organisasi yang baru.
g. Semua simbol berisikan simbil singkat yan tertera dalam simbol tersebut.
h. Pengkopian berganda dokumen digambarkan sebagai kelompok yang tumpang tindih dan
dinomori.
i. Komentar tambahan ditambhakan.
j. Sediakan penghubung yang cukup luas.
k. Dalam hal-hal khusus, seperti pemesanan kembali, dicatat dengan jelas.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas adalah:
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, menyimpan
dan mengolah data keuangan dan akuntansi yang digunakan oleh pengambil keputusan.
Sistem informasi akuntansi menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk
menghasilakn informasi yang relevan.

Tujuan dan Pemakai Sistem Informasi Akuntansi :

1) Untuk mendukung operasi harian


Untuk beroperasi perusahaan melakukan sejumlah peristiwa bisnis yang disebut
transaksi. Transaksi akuntansi termaksud peristiwa atau transaksi yang menunjukan
adanya pertukaran yang bernilai ekonomis. Pemrosesan transaksi terdiri dari pemrosesan
transaksi akuntansi dan non akuntansi melalui pencatatn akuntansi dengan prosedur.
Transaksi diproses oleh media sistem pemrosesan transaksi (transaction process-ing
system/TPS), yang merupakan subsistem dari SIA. Setiap TPS melakukan tahap-tahap
tertentu. Sehingga jika TPS melakukan transaksi penjualan maka akan dibagi lagi menjadi
pengambilan order, tagihan, posting piutang, dan lain-lain.
2) Untuk mendukung pembuatan keputusan oleh pembuat keputusan intern perusahaan.
Keputusan harus dibuat oleh perusahaan untuk merencanakan dan menegndalikan
jalannya perusahaan. Hal ini berkaitan dengan pemrosesan informasi. Melalui transaksi
yang diproses, SIA umumnya menyediakan beberapa informasi yang diperlukan dalam
pembuatan keputusan.
3) Memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan
Setiap perusahaan harus memenuhi kewajiban hukumnya, kewajiban penting tertentu
terdiri dari penyediaan informasi yang wajib bagi pemakai eksternal perusahaan.

Dalam suatu perusahaan bisnis, setidaknya ada subsistem dari perusahaan : organisasi,
operasional, dan informasi yang semuanya saling berkaitan. Dengan demikian dalam memahami SIA
kita harus memahami organisasi dan struktur organisasi dan hubungannya dengan SIA. Secara umum
SIA untuk setiap perusahaan harus sesuai dengan keperluan suatu perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Bodnar, G.H., W.S. Hopwood. 2001. Accounting Information Systems. New Jersey : Prentice Hall.

Hall, J.A., 2001. sistem Informasi Akuntansi (terjemahan). Jakarta : Penerbit Salemba Empat

Husein, M.F.,. 2002. Aplikasi Komputer. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

Husein, M.F., A. Wibowo.,2002. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Penerbit UPP AMP

YKPN.

Mulyadi. 2001. Sistem Informasi. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

Wilkinson, et al. 2000. Accounting Information Systems, Fourth Edision. New York : John Wiley and

Sons