Anda di halaman 1dari 5

Entrepreneurship and Innovation Management, Quiz KE-4 | 1

Soal Kuis :
1. Mengapa suatu usaha membutuhkan risk management action plan? Jelaskan!
2. Informasi apa saja yang dibutuhkan ketika melakukan brainstorming dalam 
identifikasi risiko? Jelaskan!
3. Menurut saudara mengapa banyak pebisnis menyukai resiko ? berikan contoh dan
penjelasannya
4. Jelaskan dan berikan contoh bagaimana menghindari resiko usaha ?
5. Jelaskan bagaimana suatu risiko dikelola ! berikan contohnya

Jawaban :
No. 1
Mengapa suatu usaha membutuhkan risk management action plan? Jelaskan!

-----------------------------------------------------------------…………………………..
Rencana tindakan manajemen risiko adalah cara yang efektif bagi suatu untuk
mengidentifikasi, menganalisis, merencanakan, dan mengendalikan potensi risiko. Dengan
menetapkan pedoma, rencana pengelolaan risiko mengurangi kegagalan dan dampak negatif.
Suatu usaha dapat menerapkan risk management dengan mengikuti langkah-langkahnya
berikut ini.
1. Internal Environment and Objective Setting (Lingkungan Internal dan Sasaran)
Agar dapat menerapkan risk management di perusahaan dengan baik, Anda harus
memulai dari pengenalan lingkungan internal. Pahami definisi dari manajemen risiko
dan berbagai istilah di dalamnya. Hal ini akan membantu Anda untuk melakukan
penerapan risk management dengan lebih baik dan tepat. Setelah mengenal berbagai hal
terkait risk management, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan sasaran
organisasi untuk mengidentifikasi risiko secara dini. Contohnya, suatu perusahaan
memiliki dua tujuan dalam risk management, yaitu tujuan objektif untuk mewujudkan
visi-misi dan tujuan aktivitas untuk melaksanakan operasional.

2. Risk Identification (Identifikasi Risiko)


Tahapan selanjutnya, penerapan risk management dilanjutkan pada dilakukannya
identifikasi risiko dalam perusahaan. Beberapa kejadian yang potensial mengganggu
strategi dan pencapaian tujuan yang disebutkan sebelumnya digolongkan sebagai risiko.
Biasanya kejadian yang potensial menjadi risiko adalah kejadian yang memberikan
dampak negatif pada operasional perusahaan. Tujuan perusahaan pun akan sulit
tercapai. Setelah setiap kejadian yang mungkin menjadi risiko selesai diidentifikasi,
maka Anda bisa melanjutkan ke langkah penerapan berikutnya untuk melakukan
penilaian. Contohnya, ada beberapa kejadian tidak pasti di mana setiap 1 minggu sekali
terjadi pemadaman listrik. Tentunya pemadaman listrik akan menyebabkan
terhambatnya produksi usaha dan dikategorikan sebagai risiko.

3. Risk Assessment (Penilaian Risiko)

DIAN ERDIANSYAH - 55119310048


Entrepreneurship and Innovation Management, Quiz KE-4 | 2

Beberapa kejadian yang potensial menjadi risiko pada perusahaan kemudian harus
dilakukan penilaian. Penilaian merupakan tindakan yang dilakukan untuk menentukan
seberapa besar dampak dari terjadinya kejadian ini. Misalkan suatu kejadian dalam
daftar risiko terjadi di perusahaan Anda, apa saja efeknya bisa diketahui dengan
melakukan analisis dalam dua perspektif. Perspektif analisis yang pertama adalah
perspektif peluang risiko dan yang kedua perspektif efek risiko. Jadi analisis risiko
tersebut seberapa besar peluangnya terjadi dan seberapa besar efeknya jika terjadi.
Contohnya, risiko listrik padam yang berpeluang terjadi 1 minggu sekali dan efeknya
yang cukup besar dalam hal produksi perusahaan.

4. Risk Response (Tanggapan Risiko)


Tahap berikutnya adalah memberikan tanggapan pada risiko yang sudah dinilai
sebelumnya. Tanggapan yang dimaksud adalah sebuah sikap yang dibutuhkan dalam
menghadapi risiko yang terjadi pada perusahaan. Tentu bisa dikatakan fokus utama dari
risk management ada pada tahapan ini. Beberapa jenis tanggapan terhadap suatu risiko
yang telah diidentifikasi dan dinilai adalah avoidance (hindari), reduction (kurangi),
sharing (pindahkan), atau acceptance (terima). Misalnya untuk jenis risiko pemadaman
listrik tadi, tanggapan yang dilakukan tentu adalah menerima.

5. Control Activities (Pengendalian Aktivitas)


Selain menentukan tanggapan dari suatu risiko, risk management juga memiliki tahapan
untuk mengendalikan aktivitas pelaksanaannya. Tahapan ini menjadi tahapan yang
memastikan bahwa semua prosedur dari risk management dilakukan sesuai dengan
kebijakan yang diatur. Contoh berbagai aktivitas pengendalian dalam suatu risk
management adalah pembuatan kebijakan dan panduan pelaksanaan, pengamanan aset
organisasi, pemberian wewenang dan pemisahan tugas, juga supervisi atasan. Semuanya
akan memastikan bahwa aktivitas risk management telah dikendalikan dengan baik.

6. Information and Communication (Informasi dan Komunikasi)


Tahap berikutnya adalah penyampaian informasi yang sesuai terkait risk management
yang telah dilakukan ke berbagai pihak terkait. Penyampaian informasi ini dapat
dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis media komunikasi. Pada tahapan ini,
harus dipastikan bahwa penyampaian informasi dan komunikasi dilakukan dengan jelas
pastikan kualitasnya, arahnya, dan alat yang digunakannya. Semua informasi yang
disampaikan kemudian akan digunakan pada tahapan terakhir risk management dalam
perusahaan.

7. Monitoring and Evaluation (Pemantauan dan Evaluasi)


Terakhir, jangan lupa untuk menggunakan semua informasi dan komunikasi yang
didapatkan dari risk management sebagai bahan monitoring dan evaluasi. Monitoring
adalah pemantauan yang dilakukan secara terus menerus untuk mengetahui apakah risk
management sudah dilakukan sesuai dengan kebijakan dan prosedurnya. Selain
monitoring, dilakukan juga evaluasi untuk mengetahui apakah ada kendala dan yang
perlu diperbaiki dari risk management yang sudah dilakukan.

DIAN ERDIANSYAH - 55119310048


Entrepreneurship and Innovation Management, Quiz KE-4 | 3

No. 2
Informasi yang dibutuhkan ketika melakukan brainstorming dalam  identifikasi risiko?
Jelaskan!

-----------------------------------------------------------------…………………………..
Menurut Schwalbe(2010), identifikasi resiko adalah sebuah proses pemahaman kejadian
potensial mana yang dapat merugikan atau meningkatkan sebuah objek tertentu. Sangat
penting untuk menentukan resiko potensial lebih cepat, tetapi juga harus berlanjut untuk
mengidentifikasi resiko yang berdasarkan perubahan lingkungan proyek. Didalam identifikasi
resiko terdapat penentuan resiko mana yang mungkin mempengaruhi sebuah proyek dan
mendokumentasi karakteristik dari masing-masing resiko.

Teknik Brainstorming untuk Identifikasi Resiko merupakan pendekatan konseptual untuk


menghasilkan ide dari sekelompok partisipan, ataupun jumlah partisipan yang sangat banyak
dalam waktu yang sedikit. Brainstorming juga merupakan salah satu metode kualitatif dalam
identifikasi risiko.
Brainstorming juga digunakan untuk identifikasi bahaya, risiko, stakeholder,
kriteria pengambilan keputusan, dan pilihan manajemen risiko.

Informasi yang dibutuhkan diantaranya

 Masalah yang telah terdefinisi dengan baik,


 Kelompok orang yang memiliki pengetahuan yang sama untuk mengatasi permasalahan
tersebut
 Teknik brainstorming
 Fasilitator

Prosesnya dapat dilakukan formal dan informal. Formal menyiapkan partisipan dengan baik,
informal melakukan brainstorming tanpa mengetahuinya terlebih dahulu. Outputnya daftar
dari ide-ide yang didapatkan.

No. 3

DIAN ERDIANSYAH - 55119310048


Entrepreneurship and Innovation Management, Quiz KE-4 | 4

Menurut saudara mengapa banyak pebisnis menyukai resiko ? berikan contoh dan
penjelasannya

-----------------------------------------------------------------…………………………..

Menurut saya secara alamiah usaha yang paling menguntungkan adalah usaha yang
mempunyai resiko paling tinggi. Maka banyak pebisnis menyukai resiko karena menurut
konsep pebisnis dengan menghadapi resiko yang tinggi tentu kesuksesan yang ingin dicapai
tingginya.

Akan tetapi banyak pebisnis yang gagal sebelum mencapai sukses dikarena gagal dalam
mengelola resiko dalam yang diusahakannya.

No. 4
Jelaskan dan berikan contoh bagaimana menghindari resiko usaha ?

-----------------------------------------------------------------…………………………..
Beberapa tips yang dapat dilakukan adalah :

1. Kalau risiko tersebut sering terjadi dan bila terjadi dampaknya besar, lebih baik
hindari saja melakukan usaha tersebut, karena potensi ruginya menjadi sangat besar.
2. Kalau risiko tersebut jarang terjadi namun sekali terjadi dampaknya besar, lebih baik
diasuransikan. Misalnya adanya pencurian.
3. Kalau risiko tersebut sering terjadi namun dampaknya kecil, lakukan langkah
pencegahan saja. Misalnya terjadinya hujan di tengah–tengah jam operasional usaha.
4. Kalau risiko tersebut jarang terjadi dan dampaknya juga kecil, hadapi saja risiko
tersebut. Kehabisan persediaan plastik pembungkus misalnya.

No. 5
Jelaskan bagaimana suatu risiko dikelola ! berikan contohnya

-----------------------------------------------------------------…………………………..

Dalam suatu usaha yang namanya risiko pasti terjadi dan sulit untuk dihindari sehingga
bagi sebuah lembaga bisinis seperti misalnya : perbankan sangat penting untuk memikirkan
bagaiman mengelola atau men-manage risiko tersebut, Pada dasarnya risiko itu sendiri dapat
dikelola dengan 4 (empat ) cara ,yaitu:

1. MENGONTROL RISIKO
Keputusan mengontrol risiko adalah dengan cara melakukan kebijakan antisipasi
terhadap timbulnya risiko sebelum risiko itu terjadi . Kebijakan seperti ini biasanya
dilakukan dengan memasang alat pengaman atau pihak penjaga keamanan pada tempat-

DIAN ERDIANSYAH - 55119310048


Entrepreneurship and Innovation Management, Quiz KE-4 | 5

tempat yang dianggap vital.Seperti memasang alarm kebakaran pada rumah dan
menempatkan satpam pada siang atau malam.

2. MEMPERKECIL RISIKO
Keputusan untuk memperkecil risiko adalah dengan cara tidak memperbesar setiap
keputusan yang mengandung risiko tinggi tapi membatasinya bahkan meminimalisasinya
agar risiko tersebut tidak bertambah besar diluar dari kontrol pihak manjamen
perusahaan .Karena mengambil keputusan diluar dari pemahaman manajemen
perusahaan maka itu sama artinya dengan melakukan keputusan yang sifatnya spekulasi.

3. MENGALIHKAN RISIKO
Keputusan mengalihkan risiko adalah dengan cara risiko yang kita terima tersebut kita
alihkan ketempat lain sebagian ,seperti dengan keputusan mengasuransikan bisnis guna
untuk menghindari terjadinya risiko yang sifatnya tidak diketahui kapan waktunya.

4. PENDANAAN RISIKO
Keputusan pendanaan risiko merupakan menyangkut penyediaan sejumlah dana
sebagai cadangan (reserve ) guna untuk mengantisipasi timbulnya risiko di kemudian
dari seperti perubahan nilai tukar dolar mata dollar terhadap mata uang domestik di
pasaran. Maka kebijakan sebuah perbankan adalah harus memiliki cadangan dalam
bentuk mata uang dollar sehingga jumlah perkiraan akan terjadi kenaikan perubahan
tersebut.

DIAN ERDIANSYAH - 55119310048

Anda mungkin juga menyukai