Anda di halaman 1dari 27

KEPERAWATAN MATERNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN

“IBU HAMIL DENGAN GANGGUAN AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT“

Dosen Pembimbing :

Asmawati S.Kp,M.Kep

Disusun Oleh Kelompok V :

1. Ayu Indra Septiawati


2. Dita Agnesti
3. Elwindri Rameko
4. Veny Eka Marisca

PRODI DIII KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

TAHUN AJARAN 2019/2020

1
BAB I

2
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan denganke
sehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh
manusiauntuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan
hidupnya danmenggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting
dalam tubuhnyaserta mengeluarkan zat sisa. Nutrisi dapat dikatakan
sebagai ilmu tentangmakanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung,
aksi, reaksi, keseimbanganyang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit (Tarwoto & Wartonah.2006 ).
Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh
,mengatur proses-proses dalam tubuh sebagai sumber tenaga, serta
untukmelindungi tubuh dari serangan penyakit. Dengan demikian, fungsi
utamanutrisi adalah untuk memberikan energi bagi aktivitas tubuh,
membentukstruktur kerangka dan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai
proses kimiadalam tubuh (Suitor & Hunter, 1980).
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi
pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal
pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan
bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain
bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan
selama hamil. Dalam masa kehamilan, kebutuhan zat-zat gizi meningkat.
Hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh-kembang janin,
pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan laktasi baik untuk ibu maupun
janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan anemia, abortus, partus
prematurus, inersia uteri, pendarahan pascapersalinan, sepsis puerperalis,
dan lain-lain. Kelebihan nutrisi karena dianggap makan untuk dua orang
dapat berakibat kegemukan, preeklamsia, janin besar, dan lain-lain
(Yulaikhah, 2006).
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Nutrisi Dan Manajemen Nutrisi?
2. Apa Jenis-Jenis Nutrisi?

3
3. Apa Tujuan Manajemen Nutrisi?
4. Bagaimana Kebutuhan Nutrisi Selama Kehamilan?
5. Bagaiman Status Nutrisi Ibu Hamil Dan Perkembangan Berat
Badan
Pada Ibu Hamil?
6. Apa Masalah-Masalah Yang Terjadi Pada Ibu Hamil Yang
Kekurangan Kalsium?
7. Bagaimana Penatalaksanaan Manajemen Nutrisi Pada Ibu Hamil?
8. Bagaimana Asuhan Keperawatan Nutrisi Kehamilan?
C. Tujuan
Setelah makalah disusun diharapkan mahasiswa mampu memahami
konsep teori manajemen nutrisi pada ibu hamil dan juga mampu
memahami konsep asuhan keperawatan nutrisi pada ibu hamil.

4
BAB II

KONSEP NUTRISI KEHAMILAN

A. Pengertian Nutrisi Dan Manajemen Nutrisi


1) Pengertian Nutrisi
Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh
tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas
tubuh. (A, Aziz dan Musrifatul, 2015).
Nutrisi adalah jumlah semua interaksi antara suatu organisme dan
makanan yang dikonsumsinya. Dengan kata lain, Nutrisi adalah sesuatu
yang dimakan seseorang dan bagaimana tubuh menggunakannya. Zat gizi
adalah zat organik dan anorganik yang dijumpai dalam makanan dan
dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Manusia memerlukan zat gizi esensial
dalam makanan untuk pertumbuhan dan untuk memelihara semua jaringan
tubuh dan fungsi normal semua proses tubuh. Asupan makanan yang
memadai terdiri atas zat gizi esensial yang seimbang: air, karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, dan mineral. Makanan memiliki nilai gizi
(kandungan zat gizi dalam suatu jumlah makanan) yang sangat berbeda,
dan tidak ada satupun makanan yang dapat memberikan semua zat gizi
esensial. Zat gizi memiliki tiga fungsi utama: menyediakan energi untuk
proses dan pergerakan tubuh, menyediakan materi struktural untuk jaringan
tubuh, dan mengatur proses tubuh.(Barbara,kozier dkk, 2010).
Nutrisi pada ibu hamil merupakan makanan yang diperlukan bagi ibu
hamil yang mengandung protein, zat kapur, fosfor, zat besi, iodium, dan
vitamin (vitamin C, D, E, K B6) yang harus diperhatikan dan dikonsumsi ibu
hamil sehari-hari selama kehamilannya agar pertumbuhan, perkembangan
dan kesehatan ibu dan janinnya baik.
2) Manajemen Nutrisi Pada Ibu Hamil
Manajemen nutrisi adalah Pengelolaan makanan dan cairan untuk
mendukung proses metabolisme pada pasien yang mengalami malnutrisi
atau tingginya resiko mendapatkan malnutrisi.
Manajemen nutrisi pada ibu hamil :

5
a. Tentukan status gizi pasien/bu hamil dan kemampuan [pasien/ibu
hamil] untuk memenuhi kebutuhan gizi
b. Identifikasi [adanya] alergi atau intoleransi makanan yang dimiliki
pasien/ibu hamil
c. Tentukan apa yang menjadi preferensi makanan bagi pasien/ibu hamil
d. Bantu pasien/ibu hamil dalam menentukan pedoman atau piramida
makanan yang paling cocok dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan
preferensi (misalnya, Piramida Makanan Vegetarian, Piramida Panduan
Makanan, dan Piramida Makanan untuk Lanjut Usia Lebih dari 70)
e. Ciptakan lingkungan yang optimal pada saat menkonsumsi makanan
(misalnya, berssih, berventilasi, santai, dan bebas dari bau yang
menyengat)
f. Lakukan atau bantu pasien terkait dengan perawatan mulut sebelum
makan
g. Beri obat-obatan sebelum makan (misalya penghilang rasa sakit,
antiemetik), jika diperlukan
h. Monitor kalori dan asupan makanan
i. Monitor kecenderungan penurunan dan kenaikan berat badan
j. Berikan arahan bila diperlukan
B. Jenis-Jenis Nutrisi
a. Kalori
Kebutuhan energi pada kehamilan trimester I memerlukan
tambahan 100 Kal per hari (menjadi 1.900 Kal-2.000 Kal per hari). Ini
berarti sama dengan menambah 1 potong (50 g) daging sapi atau 2 buah
apel dalam menu sehari. Selanjutnya saat trimester II dan III, tambahan
energi yang dibutuhkan meningkat sampai 300 Kal per hari, atau sama
dengan mengonsumsi tambahan 100 g daging ayam atau minum 2 gelas
susu sapi cair.
Untuk meyakinkan agar penggunaan kalori selama kehamilan
berlangsung adekuat, masukan energi harus diatas 36 kalori/kg/hari.
Kecukupan yang dianjurkan,sebanyak 40 kalori/kg/hari dalam distribusi
yang seimbang, yaitu protein kurang lebih 15%, lemak kurang lebih

6
30%, dan karbohidrat kurang lebih 55%. Kebutuhan energi waktu hamil
adalah 300-500 kalori lebih banyak dari sebelum hamil yaitu trimester
pertama atau < 2 minggu kebutuhannya sangat sedikit, trimester kedua
atau 12-28 minggu, kalori dibutuhkan untuk penambahan darah,
pertumbuhan uterus, pertumbuhan payudara, dan penimbunan lemak,
sedangkan trimester ketiga atau >28 minggu kalori digunakan
khususnya untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

KEBUTUHAN KALORI

Usia Kebutuhan Kalori Kebutuhan Kalori


Sehari Sehari
Selama Hamil
11-15 tahun 2200 kkl 2500 kkl
15-22 tahun 2100 kkl 2400 kkl
23-50 tahun 2000 kkl 2300 kkl

Tambahan energi/kkl yang dibutuhkan selama masa hamil


ditentukan oleh perubahan BMR wanita, berat terhadap tinggi yang biasa
dimiliki wanita, aktifitas fisik, dan usia. Peningkatan kebutuhan basal ini
plus energi yang dibutuhkan untuk metabolisme jaringan baru adalah
sekitar 80.000 kalori sepanjang masa hamil. Hal ini berarti 300 lebih
banyak selama trimester kedua dan ketiga untuk wanita dengan berat
standar terhadap tinggi pada saat konsepsi atau peningkatan masukan
energi sebesar 10%-15%. Misalnya kebutuhan tambahan 300 kalori ini
dapat diperoleh dengan menambahkan satu cangkir susu rendah lemak,
dua potong roti, dan sebuah jeruk kedalam asupan normal sehari-hari.
Selama trimester pertama kebutuhan nutrisi lebih bersifat kualitatif
dari pada kuantitatif, yang berarti diet ibu hamil, harus seimbang dan
mencakup beraneka ragam makanan, tidak harus berlebih dari makanan
yang biasa dikonsumsi. Ibu dengan berat badan rendah (<19) atau
melakukan kegiatan berat selama hamil maka memerlukan energi
tambahan. Pada trimester terakhir kehamilan adalah dimana
kebanyakan pertumbuhan janin berlangsung serta terjadi penimbunan

7
simpanan lemak, besi, dan kalsium untuk kebutuhan pertumbuhan
pascanatal. Kebutuhan masukan energi harus dibuat secara individual,
tidak bisa disamaratakan bagi semua ibu hamil. Wanita hamil obesitas
dianjurkan untuk memakai berat badan yang diinginkan sebagai
patokan untuk menghitung kebutuhan energi. Pembatasan masukan
energi juga membatasi zat gizi tertentu yang dibutuhkan sebagai
pendukung keberhasilan kelangsungan kehamilan, kebutuhan protein
yang optimal pada masa hamil sekurangkurangnya 30 kkl per kilogram
berat badan per hari, jika kurang maka protein makanan lebih banyak
dipakai sebagai sumber energi dari pada untuk sintesis organ-organ
janin dan ibu dijaringan. Pembatasan makanan yang tepat juga dapat
menghasilkan keton karena lemak akan dikatabolisme untuk
menghasilkan energi yang dibutuhkan, sehingga perkembangan sistem
saraf pusat janin dapat terhambat oleh kondisi ketosis yang dihasilkan.
Wanita berusia lebih dari 35 tahun dapat 4% lebih rendah dari pada
energi yang dibutuhkan wanita yang berusia lebih muda, sehingga
memengaruhi kebutuhan nutrisinya, kebutuhan energi juga lebih kecil,
namun kebutuhan nutrien tertentu tidak boleh dikurangi.
b. Protein
Untuk persediaan nitrogen esensial selama masa hamil dalam
rangka memenuhi tuntutan pertumbuhan jaringan janin dan ibu,
dibutuhkan protein rata-rata 925 gram yang tersimpan dalam janin.
Dengan demikian, asupan yang direkomendasikan adalah 60 gram
protein setiap hari, dengan asumsi bahwa ibu hamil mengonsumsi
masukan energi yang adekuat untuk kebutuhan sintesis jaringan.
Protein tambahan harus merupakan protein yang memiliki nilai biologis
yang tinggi atau protein yang mengandung semua asam amino
esensial ,seperti daging, ikan, ayam, telur, keju, dan susu yang bernilai
biologis tinggi yang mengandung nutrien penting lainnya.
Rekomendasi masukan protein bervariasi sesuai usia, berikut ini adalah
pedoman yang dianjurkan:

8
1) Wanita dewasa >18 tahun, 1,3 gram protein per kilogram berat
badan saat hamil.
2) Anak remaja 15-18 tahun, 1,5 gram protein per kilogram berat badan
saat hamil
3) Anak yang lebih mudah <15 yahun, 1,7 gram protein per kilogram
berat badan saat hamil.
Peningkatan asupan pada wanita remaja usia lebih muda
dipertimbangkan bahwa tubuh mereka masih terus berkembang, juga
pada kehamilan kembar perlu tambahan protein dan nutrien lain dalam
diet ibu. Kecukupan protein yang dianjurkan untuk wanita indonesia
umur 20-39 tahun dengan berat badan 47kg sebanyak 41 gram protein
sehari atau sekitar 0,8 gram/kg/hari, sebagai protein campuran.
c. Cairan
Cairan adalah salah satu nutrien yang berperan penting selama
kehamilan untuk membantu pencernaan dengan melarutkan makanan
dan membantu transportasi makanan, juga sangat penting untuk
pertukaran nutrien dan produk sampah melalui membran sel karena
merupakan substansi utama dalam sel, darah, limfa, dan cairan vital
tubuh lain. Pemasukan cairan yang cukup memperbaiki defekasi yang
kadang-kadang menjadi masalah pada masa hamil, maka
direkomendasikan dalam sehari dibutuhkan sekitar enam sampai
delapan gelas (1.500-2000 ml). Jus buah merupakan sumber yang
baik, sedangkan minuman yang mengandung kafein, kola ,dan
beberapa minuman ringan lainnya sebaiknya dibatasi/dihindari.
d. Vitamin dan Mineral
Vitamin adalah sekelompok senyawa kompleks organik yang
dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil agar tetap sehat. Penyakit
akibat kekurangan vitamin telah dikenal selama berabad-abad, akan
tetapi tidak diketahui penyebabnya. Skorbut, suatu penyakit akibat
kekurangan vitamin C, dahulu sering dijumpai di antara para pelaut
yang mengadakan perjalanan jauh. Ternyata penyakit tersebut dapat

9
dicegah dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Hal ini
pertama kali diperkenalkan oleh Kapten Cook.
Vitamin sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1912 oleh
Hopkins. Unsur mineral adalah unsur kimia selain karbon, hidrogen,
oksigen dan nitrogen yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam makanan,
unsu-unsur tersebut kebanyak terdapat dalam bentuk garam-garam
organik, seperti natium klorida. Namun, beberapa mineral juga terdapat
bentuk senyawa organik seperti sulfur dan fosfor. Sekitar 45 berat tubuh
manusia tersusun atas unsur mineral. Sejumlah mineral, seperti kalsium
dan fosfor, terdapat dalam jumlah yang relatif besar di dalam sel tubuh.
Ibu hamil perlu diberi suplemen multivitamin dan mineral sejalan
dengan meningkatnya kebutuhan ibu akan gizi semasa hamil.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen
yang mengandung satu vitamin dan mineral seperti vitamin A, B1, B2,
B6, B12, C, D, E, niasin, mineral, yodium, zat tembaga, dan selenium.
Zat-zat tersebut bermanfaat untuk membantu pertumbuhan, mencegah
infeksi dan anemia, mengurangi jumlah berat badan bayi lahir rendah
(BBLR), serta menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian
bayi. Pada waktu hamil keperluan zat besi sangat meningkatkan untuk
pembentukan darah janin dan persediaan ibu masa laktasi sampai 6
bulan sesudah melahirkan, karena air susu ibu tidak mengandung garam
besi.
Persediaan ibu sebagai cadangan untuk penggantian darah yang hilang
pada waktu persalinan.
1) Vitamin A Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama
kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk
wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Cara terbaik
untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai
sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati
mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan
dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan
sebaiknya dihindari.

10
2) Vitamin B Kompleks Dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-
kacangan, sayuran hijau, ragi, telur, dan produk susu. Vitamin B
Kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot, dan jantung
agar berfungsi secara normal.
3) Vitamin C Kebutuhan rata-rata vitamin C bagi ibu hamil dan
menyusui adalah sekitar 50 miligram (mg). Vitamin C terutama
berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Kolagen adalah
senyawa protein yang antara lain banyak terdapat dalam tulang
rawan, dan kulit bagian dalam tulang. Vitamin C juga berperan
dalam proses penyembuhan luka, serta meningkatkan daya tahan
tubuh melawan infeksi dan stres. Sumber vitamin C sebagian besar
berasal sari sayuran dan buah-buahan, terutama yang segar, seperti
jeruk dan kiwi, pepaya, tomat dan paprika kuning,merah dan hijau,
serta sayuran berwarna hijau (bayam, brokoli dan kol). Namun,
mengingat vitamin C merupakan vitamin yang sangat mudah larut
dalam air, maka sebaiknya hindari pengirisan dan penghancuran
bahan makanan yang berlebihan, serta waktu pengolahan yang lama.
Pada umumnya tubuh sangat sedikit menahan vitamin C, dan
kelebihan nya akan dibuang melalui air kemih. Jadi penting bagi ibu
hamil untuk memperhatikan makanan nya agar kebutuhan vitamin C
nya dalam sehari dapat terpenuhi dengan baik.
4) Vitamin D Vitamin D berperan sangat penting dalam metabolisme
kalsium dan fosfor dalam tubuh. Antara lain vitamin D dapat
memperbaiki penyerapan kalsium oleh alat pencernaan, dan ikut
mengendalikan pengeluaran dan keseimbangan mineral dalam darah.
Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan gangguan penyerapan
kalsium dan fosfor pada saluran pencernaan dan gangguan
mineralisasi struktur tulang dan gigi. Kebutuhan vitamin D yang
dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui adalah 10 mcg atau 400
IU. Jumlah tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
pertumbuhan janin, dan mencegah terkurasnya vitamin D yang
tersimpan dalam hati ibunya. Vitamin D ditemukan didalam

11
makanan sumber lemak, seperti ikan berlemak banyak (sardines,
mackerel,tuna, dan salmon), minyak ikan, telur, susu full cream, dan
mentega. Selain itu vitamin D dapat dibuat dalam kulit, asalkan kulit
mendapat kesempatan sinar matahari.
5) Vitamin E Untuk pembentukan sel darah merah. Sumbernya biji-
bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan
sayuran hijau.
6) Vitamin B12 berperan dalam menjaga berbagai sel agar berfungsi
normal, terutama sel-sel saluran pencernaan,sistem urat saraf, dan
sumsum tulang belakang. Itu sebabnya vitamin ini penting untuk
perkembangan sistem saraf bayi yang terjadi pada awal masa
kehamilan. Kebutuhan vitamin B12 bagi ibu hamil adalah 1,3 mg.
Vitamin B12 banyak didapat pada hasil ternak dan produk olahan
nya. Sedangkan hasil nabati bukan merupakan sumber vitamin B12
yang baik, kecuali beberapa produk fermentasi seperti tempe, tauco,
kecap, dan oncom.
7) Asam folat Asam folat merupakan vitamin yang sangat penting
sebelum dan ketika masa kehamilan, terutama diminggu-minggu
awal kehamilan yaitu untuk perkembangan sistem saraf dan sel
darah, dan banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap
seperti bayam, kembang kol, dan brokoli. Pada buah-buahan asam
folat banyak terdapat pada jeruk , pisang, wortel dan tomat.
Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari
terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam
folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan
pada susunan saraf pusat maupun otak janin. Meskipin hati
mengandung asam folat yang tinggi namun tidak direkomendasikan
untuk wanita yang sedang hamil atau dapat hamil, karena kandungan
vitamin A yang tinggi. Selain itu terdapat risiko listeriosis dari hati
yang masih mentah atau jika hati tidak dimasak dengan sempurna.
Kedua hal ini berresiko pada janin yang sedang berkembang.

12
8) Magnesium Kekurangan magnesium biasanya dialami oleh 5-30 %
bumil dengan ditandai adanya keluhan kram (Nocturnal Systremma).
Suplementasi secara oral dari mikronutrisi ini terbukti akan
mengurangi keluhan kram pada ibu yang sedang mengandung.
9) Zat Besi merupakan salah satu nutrien yang tidak dapat diperoleh
dalam jumlah yang adekuat dari makanan yang dikonsumsi selama
kehamilan, maka diperlukan tambahan besi dalam bentuk ferrous
dengan dosis 30mg per hari.

Kebutuhan Zat Besi Pada Ibu Hamil

Umur Massa sel Darah Merah Janin dan


Kehamilan (mcg/kg/hari) (mcg/kg/hari) Plasenta
(mcg/kg/hari)
Trimester I 0 0 14
Trimester II 50 15 80
Trimester III 50 50 114

Masa Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan


kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang
mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah
lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama
kehamilan. Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung
menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi
sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik.

Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat mengganggu


metabolisme energi sehingga dapat menyebabkan menurunnya
kemampuan kerja organ-organ tubuh yang akhirnya akan
memengaruhi perkembangan janin. Kekurangan zat besi ditandai
dengan wajah pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan,
menurunnya kebugaran tubuh, menurunnya kekebalan dan
gangguan penyembuhan luka. Ibu hamil banyak berisiko
mengalami kekurangan zat besi dikarenakan saat memasuki

13
trimester kedua dan ketiga ibu mengalami hemodilusi
(pengenceran). Hal ini terjadi karena ibu hamil memproduksi
cairan lebih banyak sehingga kebutuhan akan sel darah merahnya
juga bertambah. Jumlah zat besi yang dibutuhkan semasa
kehamilan berbeda per se bagi mesternya.

Pada trimester pertama, tambahan akan zat besi belum


dibutuhkan. Kondisi ini menguntungkan bagi ibu hamil yang
mengalami mual dan muntah karena mengonsumsi zat besi
biasanya dapat memperparah kondisi ini. Namun memasuki
trimester II, kebutuhan akan zat besi menjadi 35mg per hari per
berat badan (sama dengan mengonsumsi segenggam kacang
hijau),atau setengah genggam daun ibu). Kemudian bertambah
menjadi 39 mikrogram per hari per berat badan pada trimester
ketiga (sama dengan mengonsumsi 1 potong tempe). Zat besi
banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung,
daun singkong,daun pepaya), daging dan hati. Sebaiknya tablet zat
besi diminum bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C
untuk menambah penyerapan dan tidak dianjurkan diminum
bersama susu, teh atau kopi karena akan menghambat penyerapan.
Sumber-sumber vitamin C yang baik adalah buah jeruk, lemon,
kismis,strawberry,buah kiwi, lada,tomat dan sayuran hijau.
Sedikitnya ibu hamil harus makan lima porsi buah atau sayuran
dalam sehari.lobak hijau, termasuk jus jeruk yang diperkaya
kalsium juga dapat dikonsumsi.

10) Iodium
Kekurangan iodium saat masa kehamilan sedapat mungkin
harus dihindari. Seorang bumil idealnya harus memiliki persediaan
iodium yang mencukupi agar transfer iodium ke fetus yang
dikandungnya dapat mencukupi. Asupan iodium yang kurang
dalam kehamilan dapat menyebabkan terjadinya gangguan
pertumbuhan otak fetus, BBLR, kretin, dan konginetal yang

14
abnormal. Mengingat pentingnya fungsi iodium dalam masa ini,
ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi produk-produk
fortifikasi iodium seperti garam ber-iodium dan minyak ber-
iodium.
e. Air
Air merupakan sumber kehidupan yang utama bagi makhluk
disamping oksigen. Manusia dapat bertahan hidup selama beberapa
minggu tanpa makan,tetapi hanya sanggup bertahan beberapa hari
tanpa mengonsumsi cairan. Air meliputi 60%-70% berat badan
individu dewasa dan 80% berat badan bayi (potter&perry,1992).
Individu dewasa dapat kehilangan cairan kurang lebih 2-3 liter/hari
melalui keringat,urine,dan pernapasan. Untuk mempertahankan
keseimbangan cairan dalam sel, jumlah cairan yang keluar harus
diimbangi dengan jumlah cairan yang masuk. Individu dewasa rata-
rata memerlukan 6-8 gelas air/hari. Air memiliki peranan yang besar
bagi tubuh. Selain sebagai komponen penyusun sel yang utama,air
juga berperan dalam menyalurkan zat-zat makanan menuju sel. Fungsi
air bagi tubuh sendiri adalah untuk membantu proses atau reaksi kimia
dalam tubuh serta berperan mengontrol temperatur tubuh. Tidak ada
satupun organ tubuh yang mampu berfungsi tanpa air. Air berfungsi
membantu sistem pencenaan makanan dan membantu proses
transportasi. Selama hamil terjadi perubahan nutrisi dan cairan pada
membran sel. Air menjaga keseimbangan sel, darah,getah bening, dan
cairan vital tubuh lainnya.
f. Seng (Zn)
Difisiensi seng merupakan masalah serius bagi ibu hamil, karena
dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan cacat bawaan
pada janin. Selain dapat menjamin pertumbuhan janin, seng akan
membantu meningkatkan metabolisme enzim, sintesis protein,
metabolisme hormon, dan pengaturan imunitas selular (kekebalan
melalui jaringan tubuh). Dalam sehari, ibu hamil membutuhkan
tambahan seng, misalnya dengan mengonsumsi bahan makanan yang

15
berasal dari laut (seafood), terutama ikan yang berlemak tinggi, tiram,
dan kerang serta daging sapi,ayam dan keju tua (keju yang waktu
fermentasinya lama).
g. Serat
Pada masa trimester kedua kehamilan, hormon progesteron
meningkat. Hal ini akan memperlambat kerja otot perut, sehingga
perjalanan makanan dalam saluran pencernaan akan berlangsung lebih
lama. Bila kebutuhan tubuh akan serat tidak terpenuhi dengan baik,
maka kondisi tersebut akan menyebabkan konstipasi (sulit buang air
besar ), dan timbulnya rasa panas dalam perut (heartburn). Untuk
memenuhi kebutuhan tubuh akan serat setiap hari, sebaiknya banyak
makan buah dan sayur,serta piliihlah beras merah, beras yang tidak
disosoh terlalu putih, roti, pasta atau kue-kue yang terbuat dari tepung
terigu yang tidak disosoh (whole-wheat-fluor). Sebaiknya terlalu
banyak menyantap makanan yang diproses, seperti aneka makanan
kalengan bisa menyebabkan kekurangan serat. Selain itu makanan
yang tinggi serat akan membuat menguyah lebih lama dan merasa
kenyang lebih cepat. Hal ini dapat membantu menjaga agar
pertambahan berat badan tidak berlebihan.
h. Lemak
Selama hamil, terdapat lemak sebanyak 2-2,5 kg dan
peningkatan terjadi mulai bulan ke-3 kehamilan. Penambahan lemak
tidak diketahui, namun kemungkinan dibutuhkan untuk proses laktasi
yang akan datang. Sebagian besar dari 500 g lemak tubuh janin
ditimbun antara minggu 35-40 kehamilan. Pada stadium awal
kehamilan tidak ada lemak yang ditimbun kecuali lipid esensial dan
fosfolipid untuk pertumbuhan susunan saraf pusat (SSP) dan dinding
sel saraf. Sampai pertengahan kehamilan hanya sekitar 0,5% lemak
dalam tubuh janin, setelah itu jumlahnya meningkat, mencapai 7,8%
pada minggu ke-34 dan 16% sebelum lahir. Pada bulan terakhir
kehamilan sekitar 14 g emak per hari ditimbun. Transport asam lemak
melalui plasenta sekitar 40% dari lemak ibu, sisanya disintesa oleh

16
janin. Baik lemak maupun protein meningkat dengan cepat pada tiga
bulan terakhir kehamilan bersamaan dengan meningkatnya BB janin.
Sebagian besar lemak ditimbun pada daerah subkutan, oleh karena itu
pada bayi atern 80% jaringan lemak tubuh terdapat pada jaringan
subkutan.
C. Kebutuhan Nutrisi Selama Kehamilan
Angka kebutuhan nutrisi ibu hamil menurut widya karya nasional dan gizi,
2004 :

Umur Energ Protei Vit A Vit C Fe Zn Iodin Asam


16-18 i n folat
th (Kal) (g)
Trimest 2380 72 900 85 26,0 15,7 200 600
er I
Trimest 2500 72 900 85 35,0 18,0 200 600
er II
Trimest 2500 72 900 85 39,0 37,3 200 600
er III

Umur Energ Protei Vit A Vit C Fe Zn Iodin Asam


19-29 i n folat
th (Kal) (g)
TM I 2080 67 800 85 26,0 11,0 200 600
TM II 2200 67 800 85 35,0 13,5 200 600
TM III 2200 67 800 85 39,0 19,1 200 600

Umur Energ Protei Vit A Vit C Fe Zn Iodin Asam


30-39 i n folat

17
th (Kal) (g)
TM I 1920 67 800 85 26,0 11,5 200 600
TM II 2100 67 800 85 35,0 14,0 200 600
TM III 2100 67 800 85 39,0 19,6 200 600

D. Status Nutrisi Ibu Hamil Dan Pertumbuhan Berat Badan


1. Status Nutrisi Ibu Hamil
Status nutrisi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan
dan penggunaan zat-zat gizi (Sulistyoningsih Hariyani, 2011). Berdasarkan
pengertian di atas status nutrisi adalah keadaan dimana tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Selama kehamilan akan
memicu perubahan baik secara anatomis, fisiologis, maupun biokimia.
Adanya perubahan tersebut akan sangat mempengaruhi kebutuhan gizi ibu
hamil yang betujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan
perkembangan janin (Sulistyoningsih Hariyani, 2011).
2. Pertumbuhan Berat Badan
a. Peningkatan berat badan pada ibu hamil
Kesehatan dan pertumbuhan janin sangat dipengaruhi oleh kesehatan
ibunya. Salah satu faktor penting untuk kesehatan ibu adalah
pengaturan berat badan, yang sebaiknya dilakukan sejak ibu
merencanakan kehamilan. Indeks massa tubuh (body mass index) yang
normal untuk wanita yaitu antara 19-23. Bila berat badan ibu sebelum
hamil terlalu kurus atau terlalu gemuk, maka sebaiknya diatur dahulu
agar berat badannya normal. Berikut ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan untuk pengaruh berat badan ibu terhadap kehamilan:
1) Bila berat badan ibu sebelum hamil adalah normal, makla kenaikan
berat badan ibu sebaiknya antara 9-12 kg
2) Kalau berat badan sebelumnya adalah berlebih, maka
kenaikan berat badannya cukup antara 6-9 kg
3) Bila sebelum kehamilan berat badan ibu adalah kurang,
maka kenaikan berat badan sebaiknya antara 12-15 kg

18
4) Jika ibu mengandung bayi kembar dua atau lebih, maka
kenaikan berat badan selama kehamilan harus lebih banyak
lagi, tergantung dari jumlah bayi yang dikandung.

Ibu sebaiknya tak perlu khwatir bila kenaikan berat badannya


selama hamil adalah masih dalam kisaran yang ideal. Kenaikan
berat badan tersebut tidak hanya disebabkan oleh timbunan lemak,
namun juga akibat proses tumbuh kembang si janin, pertambahan
berat rahim, plasenta, volume darah, cairan ketuban, cairan dalam
jaringan tubuh ibu, serta membesarnya payudara.

Komponen Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan

Jaringan ekstra uterin 1 kg


Janin 3-3,8 kg
Cairan amnion 1 kg
Payudara 0,5-2 kg
Tambahan darah 2-2,5 kg
Plasenta 1-1,1 kg
Tambahan cairan jaringan 1,5-2,5 kg
Tambahan jaringan lemak 2-2,5 kg
Total 11,5-16 kg

b. Pola Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil


Pola kenaikan berat badan ibu selama hamil dapat dilihat sebagai
berikut:
1) Selama trimester pertama, biasanya terjadi kenaikan sedikit berat
badan sekitar 1-2 kg. Walaupun ibu sering merasa mual dan hilang
nafsu makan, berat badan harus tetap naik. Pada trimester ini organ,
otak, pancaindera, dan alat kelamin janin sedang dibentuk.
2) Memasuki trimester kedua, nafsu makan ibu biasanya sudah pulih
sehingga harus lebih behati-hati dalam mengatur konsumsi makanan.
Kenaikan berat badan rata-rata yang ideal pada masa ini adalah 0.35
sampai 0.4 kg perminggu. Kenaikan berat badan akan lebih baik bila
terjadi secara perlahan dan kontiniu. Perlu diketahui, kenaikan kg per
berat badan yang berlebih atau terlalu cepat dapat menjadi indikasi

19
terjadinya keracunan pada kehamilan dan gangguan diabetes.
Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan bervariasi
sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. Jika perkiraan kenaikan
berat badan selama hamil adalah sekitar 12,5 kg maka tubuh ibu
membutuhkan tambahan energi sebesar 70.000-80.000 kalori.
Pertambahan kalori tersebut umumnya diperlukan pada 20 minggu
terakhir masa kehamilan, yaitu ketika pertumbuhan janin
berlangsung dengan sangat pesat. Bila 80.000 kalori dibagi dalam 40
minggu (280 hari), maka tambahan kalori yang diperlukan oleh
calon ibu adalah sekitar 285-300 kalori per hari
3) Bila berat badan ibu sebelum hamil dan kenaikan berat badannya
adalah kurang dari normal, maka si bayi akan berisiko lahir dengan
berat badan yang kurang atau berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi
dengan BBRL akan terganggu perkembangan fisik maupun
kecerdasannya.
4) Bila berat badan sebelum hamil dan kenaikan berat badannya selama
hamil adalah berlebih, maka akan berisiko terhambatnya
pertumbuhannya akibat penyempitan pembuluh darah. Si ibu juga
berisiko mengalami komplikasi baik selama kehamilan maupun
persalinan, seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, atau keracunan
kehamilan (pre-eklamsia). Selain itu ibu juga akan sulit
menghilangkan kelebihan berat badannya setelah melahirkan.

E. Masalah-Masalah Yang Berkaitan Kekurangan Kalsium Selama Kehamilan


1) Penurunan Daya Ingat
Saat ibu hamil tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, ada
kemungkinan Anda akan mengalami penurunan daya ingat sehingga jadi
mudah lupa.
2) Sering Merasakan Kram

20
Gejala lain yang menunjukkan ibu mengalami kekurangan kalsium adalah
sering merasakan kram. Kurangnya kadar kalsium dari kebutuhan normal
yang diperlukan tubuh memang dapat membuat otot-otot tubuh ikut
bereaksi dan mengalami kaku atau kram. Terutama ketika berat badan
mulai meningkat dan ukuran perut semakin membesar. Daerah yang sering
terserang kram adalah bagian kaki, punggung, serta perut.
3) SeringMerasa Kesemutan Saat Hamil
Efek lanjutan dari kejang otot akibat kekurangan kalsium pada ibu hamil
adalah seringnya mengalami mati rasa pada tangan, kaki, atau wajah.
Kalsium yang minim, rupanya juga mengakibatkan kurang lancarnya
peredaran darah di dalam tubuh, sehingga memungkinkan bagian tubuh
tersebut juga mengalami kesemutan.
4) Berisiko Tinggi Terkena Osteoporosis Saat Hamil
Ibu hamil membutuhkan kalsium demi mempertahankan kesehatan tulang
dan memberikan nutrisi ibu hamil untuk janin. Janin akan menggunakan
kalsium untuk pembentukan jaringan tulang rawan. Keberlangsungan
proses penyerapan kalsium dalam membangun pertumbuhan tulang terus
terjadi hingga usia 20 tahun, namun akan mengalami penurunan pada usia
30 tahun. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kalsium dan vitamin D
agar tulang tetap kuat. Ibu hamil yang kekurangan kalsium berisiko tinggi
terkena osteoporosis.Selain itu, asupan kalsium yang sudah tidak
dibutuhkan oleh tulang ternyata juga akan digunakan oleh otot untuk
membentuk sistem kerja yang lebih baik. Termasuk otot jantung, sistem
saraf dan pembuluh darah. Jumlah kalsium yang cukup akan memelihara
kesehatan jantung secara alami, serta bisa mencegah terjadinya hipertensi
dalam kehamilan.
5) Mood Tidak Stabil
Kalsium merupakan salah satu jenis mineral yang memiliki peran penting
bagi kesehatan fisik dan mental. Ketika Ibu kekurangan Kalsium,
neurotransmitter (bahan kimia dalam otak) akan mengirim sinyal pada
otak dan bereaksi menimbulkan sakit kepala. Jika kondisi ini berlanjut
tanpa ditangani, nantinya ibu hamil jadi lebih mudah lelah. Kelelahan yang

21
berlebihan dapat memengaruhi suasana hati seperti cepat marah, mudah
gelisah, dan dapat berujung pada depresi.
F. Penatalaksanaan
1) Pemberian nutrisi melalui oral
2) Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung
3) Pemberian nutrisi melalui parenteral

BAB III
ASUHAN NUTRISI KEHAMILAN
A. Pengkajian
Fokus pengkajianya adalah pada nutrisi ibu hamil, aktifitas ibu hamil,istirahat
tidur pada ibu hamil, dan rasa aman dan nyaman
1. Nutrisi
Pengkajian nutrisi meliputi :

22
Makanan : jenis menu yang di konsumsi adalah makanan yang banyak
mengandung kalsium ,frekuensi ibu makan adalah 3 x 1 hari dengan
porsi yang sedikit,ibu hamil memiliki pantangan makanan yang berbau
bau amis seperti ikan,telur dan makanan yang berbau amis,ibu
mengeluh mual sehingga tidak berselera untuk makan
Minuman : jenis minuman yang sering di minum adalah air putih dan
sesakali meminum susu,frekuensi minum ibu sedikit tapi sering dalam
sehari ibu bisa menghabiskan air sebanyak 8-10 gelas/hari atau sama
dengan ± 2l/hari,ibu memiliki pantang terhadap minuman yang
mengandung kafein,ibu tidak memiliki keluhan saat minum
2. Pengkajian istirahat dan tidur meliputi :
Istirahat saat malam :
Ibu hamil tidur ± 7 jam/hari saat tidur malam,ibu tidur dari jam 22:00
s.d.04:00 ibu mengalami kesulitan saat tidur karena tidak nyaman
dengan posisi tidurnya,dan terbangun saat tidur
Istirahat saat siang :
Ibu hamil sering tertidur saat siang hari kerena pada saat malam hari ibu
tidak nyaman tidur.
3. Pengkajian aktifitas meliputi:
Aktifitas ibu adalah ibu rumah tangga jadi yang lakukan ibu adalah
seperti perkerjaan rumah tangga seperti :menyapu,
mencuci,menyetrika,memasak,dan mengurus anak ,ibu mengeluh agak
susah melakukan aktivitas karena faktor perubahan fisik saat
kehamilan.

4. Pengkajian rasa aman dan nyaman


Pada ibu hamil rasa nyamanya pasti terganggu perubahan yang
terjadi pada tubuh ibu hamil dapat menghadirkan rasa tak nyaman
misalnya, Kelelahan adalah hal yang umum dirasakan oleh ibu
hamil, terutama pada trimester pertama . Perubahan hormonal,
pembentukan plasenta, metabolisme alami, dan pertumbuhan
janin membutuhkan energi yang cukup besar, sehingga

23
menimbulkan kelelahan pada ibu Keputihan atau white
discharge (leukorrhea) juga normal terjadi pada ibu hamil, hal ini
diakibatkan adanya peningkatan hormon estrogen dalam tubuh.
Selain itu, aliran darah ke rahim dan jalan lahir juga meningkat 3
kali lipat selama kehamilan. Kedua hal ini membuat leher rahim
(serviks) mengeluarkan cairan lebih banyak. Nyeri ulu hati pada
ibu hamil dapat terjadi karena kondisi adanya perubahan kadar
hormon yang mempunyai efek ke otot saluran pencernaan,
intoleransi makanan, dan perkembangan janin yang membesar
terutama memasuki bulan ke-4 yang menyebabkan penekanan
perut bagian atas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan asam
lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas
(heartburn).
B. Diagnosa Keperawatan
1) Risiko gangguan pertumbuhan
C. Intervensi keperawatan
1) Tentukan status gizi pasien dan kemampuan pasien untuk memenuhi
kebutuhan gizi
2) Instruksikan pasien mengenai kebutuhan nutrisi (yaitu membahas
pedoman diet dan piramida makanan)
3) Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk
memenuhi persyaratan gizi
4) Monitor kalori dan asupan makanan
5) Anjurkan pasien terkait dengan kebutuhan makanan tertenttu
berdasarkan kebutuhan (peningkatan kalsium)
6) Pastikan makanan yang disajikan dengan cara yang menarik dan pada
suhu yang paling cocok untuk konsumsi secara optimal
7) Bantu pasien dalam menentukan pedoman atau piramida makanan yang
paling cocok dalam memenuhi kebutuhan nutrisi

D. Contoh Menu Makanan Seimbang Untuk Ibu Hamil Yang Kekurangan


Kalsium

24
Makan Pagi -Roti panggang selai kacang
-Susu kedelai
-Puding

Selingan
-Juice alpukat
Makan Siang -Nasi
-Gulai ikan salmon
-Perkedel Tahu
-Gado-gado komplit
-Pepaya
-Bubur kacang hijau

Selingan
-1 gelas susu
Makan Malam -Nasi
-Tempe
-Daging
-Tumis bayam

Selingan
-1 gelas susu

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari

25
organ-organ, serta menghasilkan energi. Keadaan ibu sebelum dan selama
hamil mempengaruhi status gizi ibu dan bayi. Pertumbuhan dan
perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu, karena
kebutuhan gizi janin berasal dari ibu. Bahan pangan yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil harus meliputi enam kelompok, yaitu
makanan yang mengandung protein, baik hewani maupun nabati, susu dan
olahannya, sumber karbohidrat baik dari roti ataupun biji-bijian, buah dan
sayur yang tinggi kandungan vitamin C, sayuran berwarna hijau tua, serta
buah dan sayur lain.

B. Saran
Agar ibu selalu dalam keadaan sehat dan janin yang dikandung
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka sebaiknya para ibu
hamil dapat memenuhi semua nutrisinya selama hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A.Aziz Alimul dan Musrifatul Uliyah, 2015,” Pengantar


Kebutuhan Dasar Manusia,” Jakarta : Salemba Medika

Kozier,dkk,2011,” Buku Ajar Fundamental Keperawatan,Konsep,Proses,&


Praktik,” Jakarta: EGC

26
Sulistyoningsih, Hariyani. 2011. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

[WKNPG] Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. 2004. Ketahanan


Pangan dan Gizi, di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. Jakarta: LIPI

27