Anda di halaman 1dari 3

I.

DEFINISI

Evaluasi reagensia adalah kegiatan dalam melakukan pengendalian


reagen meliputi penerimaan,penyimpanan dan kontrol kadaluarsa reagen.
Laboratorium adalah unit yang melaksanakan pelayanan
pemeriksaan specimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang
kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis
penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan

II. TUJUAN

A. TUJUAN UMUM
Untuk mengawasi operasional laboratorium agar mendapatkan
hasil yang optimal dan berkualitas

B. TUJUAN KHUSUS
1. Untuk mengevaluasi penerimaan reagensia
2. Untuk mengevaluasi penyimpanan reagensia
3. Untuk mengevaluasi kontrol kadaluwarsa reagen
4. Untuk mengevaluasi pemesanan reagensia

III. RUANG LINGKUP

1. Pemesanan reagensia
2. Penerimaan reagensia
3. Penyimpanan reagensia
4. Kontrol kadaluwarsa reagen

IV. TATA LAKSANA

No
Proses Uraian
.
1. Pemesanan 1. Petugas laboratorium mengecek persediaan
Reagen yang akan habis /Buffer stock 20% (tinggal 1
box atau 20 test).
2. Reagen yang akan habis dicatat pada blanko
permintaan reagen
3. Petugas laboratorium mencantumkan nama
reagen, merk reagen dan jumlah reagen yang
diminta pada blanko permintaan reagen
4. Petugas laboratorium mengajukan
pemesanan reagen ke bagian pengadaan
reagen (Apoteker) untuk diteruskan ke Dinas
Kesehatan
1. Petugas apotik (Apoteker) menerima,
mencatat dan menyimpan reagen yang
datang dari dinas kesehatan
2. Petugas laboratorium menerima reagen yang
diperlukan dari petugas apotik (Apoteker)
sesuai dengan keperluan dan kecukupan
tempat penyimpanan di ruang laboratorium
Penerimaan 3. Petugas laboratorium mencatat reagen yang
1.
Reagen diterima pada buku penerimaan reagen.
4. Petugas laboratorium mencek pembungkus
reagen dalam keadan tersegel, tidak terbuka
dan tidak rusak maupun robek.
5. Reagen yang datang diberi label pada
kemasan reagen meliputi tanggal penerimaan,
sumber reagen (APBD/JKD), tanggal
kadaluarsa.
1. Setelah dilabel reagen yang datang disimpan
sesuai dengan prosedur penyimpanan yang
tertera dalam kemasan reagen.
2. Kulkas tempat penyimpanan reagen harus
selalu di periksa suhunya agar sesuai dengan
syarat penyimpanan reagendengan cara :
a. Letakkan termometer dalam kulkas.
b. Atur suhu kulkas sesuai dengan syarat
suhu dalam penyimpanan reagen.
c. Usahakan agar kulkas selalu dalam
Penyimpanan keadaan hidup.
2
Reagen d. Catat suhu setiap pergantian shift dalam
Check List
e. Pemantauan Suhu.
f. Bersihkan kulkas setiap dua bulan.
3. Reagen yang sudah di buka bisa bertahan
sampai masa kadaluarsa habis bila di simpan
pada suhu (2-8)0C.
6. Jika suhu penyimpanan di lemari pendingin di
luar (2- 8)0C, maka reagen yang belum terbuka
dapat bertahan 1 minggu, sedangkan reagen
yang sudah di buka dapat bertahan 3 hari.
3. Kontrol 1. Reagen yang baru datang di periksa masa
Kadaluarsa kadaluarsanya.
2. Bila mendekati masa kadaluarsanya (tiga
Reagen bulan) maka segera dilaporkan bagian
pengadaan untuk dikembalikan.

BAB V. DOKUMENTASI
BLANKO PERMINTAAN REAGEN
BLANKO PENERIMAAN REAGEN
KARTU STOK REAGEN