Anda di halaman 1dari 27

CRITICAL BOOK REPORT

BAHASA INDONESIA
Dosen Pengampu : Dra.Erlinda Simanungkalit M, Pd.

.
Disusun Oleh :
Novita Yolanda Panjaitan

Nim :

1193111039 (E Reguler)

H EKSTENSI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas membuat Critical Book Report mengenai pelajaran Bahasa Indonesia di
kelas rendah (SD) pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada ibu Erlinda S. sebagai pembimbing, yang
sudah memberikan arahan dan bimbingan sehingga Critical Book Report ini dapat diselesaikan
untuk memenuhi salah satu tugas yang harus diselesaikan selama proses pembelajaran
Kami menyadari Critical Book Report ini masih belum sempurna dan kamiakan terus
belajar untuk memperbaiki, oleh sebab itukami mengharapkan kritikan dan saran yang
membangun untuk perbaikan selanjutnya
Semoga Critical Book Report ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan bagi
kamikhususnya dalam memahami materi Bahasa Indonesia.

Medan, 13 Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR.................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang...................................................................................... 1


1.2 Tujuan................................................................................................... 1
1.3 Manfaat................................................................................................. 1
1.4 Identitas Buku....................................................................................... 1

BAB II RINGKASAN ISI BUKU............................................................... 4

BAB III PEMBAHASAN.............................................................................. 22

3.1 Keunggulan dan Kelemahan Buku....................................................... 22

BAB IV PENUTUP....................................................................................... 23

4.1 Kesimpulan........................................................................................... 23
4.2 Saran..................................................................................................... 23
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran bahasa Indonesia menekankan pada pemerolehan empat keterampilan


berbahasa.Keempat keterampilan tersebut adalah keterampilan menyimak, berbicara, membaca
dan menulis.Keempat keterampilan berbahasa disajikan secara terpadu namun dimungkinkan
untuk memberikan penekanan pada salah satu keterampilan, misalnya keterampilan
menulis.Keterampilan menulis merupakan keterampilan keterampilan yang bersifat produktif,
artinya keterampilan menulis merupakan keterampilan yang menghasilkan yaitu menghasilkan
tulisan.Menulis secara umum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan
(komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

1.2 Tujuan

a. Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia


b. Mengkritisi dan membandingkan 3 buku.
c. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi

1.3 Manfaat

Menambah pengetahuan mengenai materi Bahasa Indonesia.

1.4 Identitas Buku

1. IDENTITAS BUKU UTAMA


1. Judul buku :  A Student’s Guide to Indonesian Grammar
2. Edisi :  I (Pertama)
3. Penulis :   Dwi Noverini Djena
4. Penerbit :   OXFORD Unooversity Press
5. Kota terbit :  Oxford, New York
6. Tahun Terbit :  2003
7. ISBN :  019 551466 1

2. IDENTITAS BUKU PEMBANDING


a. Buku Pembanding pertama

1. Judul Buku : MOZAIK PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN


APRESIASI SASTRA INDONESIA SEKOLAH DASAR
2. Nama Penulis : Dr. Taufina, M. Pd.
Faisal, M. Pd.
3. Penerbit : CV. Angkasa
4. Kota : Bandung
5. Tahun : 2016
6. Jumlah Halaman : 210 halaman
7. ISBN : 978-602-73296-0-7
b. Buku Pembanding kedua

1. Judul Buku : PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH


2. Nama Penulis : Halimatussakdiah, S.Pd, M.Hum
Nuraqlia Sibuea
3. Penerbit : UNIMED Press
4. Kota : Medan
5. Tahun :2014
6. Jumlah Halaman : 90 halaman
7. ISBN :978-602-1313-17-6
BAB II

RINGKASAN BUKU

1. Buku Utama
“A STUDENT’S GUIDE TO INDONESIAN GRAMMAR”

Buku ini diperuntukkan bagi siswa berusia 10 – 12 tahun di New York untuk belajar bahasa
Indonesia dengan baik dalam percakapan sehari-hari. Buku ini berisi soal soal latihan dan tata
bahasa Indonesia.

BAB I

A. Bertanya dan Menjawab Pertanyaan


1. Raised intonation (Intonasi)
a) Kamu mahasiswa? Are you a universty student?
b) Anda tinggal di sini? Do you live here?
c) Dia sakit? Is he /she sick?
B. Using apa(kah)
Apakah dimulai di awal kalimat dalam situasi formal.
a) Apakah anda tinggal di sini? Do you live here?
b) Apakah dia suka apel? Does he/she like apples

Dalam keadaan non formal, kita dapat menghilangkan –kah.


a. Apa anda tinggal di sini?
b. Apa dia suka apel
C. Using Question tags (bukan and ya)
a) Anda guru, bukan? You are a teacher; aren't you?
b) Saudara setuju dengan kami, bukan? You agree with us, don't you?
c) Kamu tinggal di rumah itu h? You live in that house, don't you?
d) Kalian bergurau kan? You are all joking, aren't you?
e) Ini kelas bahasa Indonesia, Ya? This is Indonesian class, isn't it?
f) Jill orang Australia ya? Jill is an Australian, isn't she?
D. Giving Answers (Menjawab)
a) Positive answers ( ya or iya )
A: Anda wartawan? (Are you a journalist?)
B: Ya (Yes).
E. Negative answers- with tidak, bukan or belum
a) A: Ini bukumu? (Is this your book?)
B: Bukan. (No, it's not)
b) A: Bapakmu bekeria di kantor itu? (Does your father work in that office?)
B: Tidak. (No, he doesn't)
c) A: Apakah anda pernah ke Indonesia? (Have you ever been to Indonesia?)
B: Belum. No, I haven't. (NO, not yet.)

BAB II. NOUN PHRASES (FRASE)

A. NOUN + POSSESSOR
Frase ini menunjuk pada kepemilikan suatu benda.
Contohnya, Buku Nina. Buku adalah kata benda dan Nina adalah nama seseorang.
B. Noun + Another Noun
Frase ini menunjuk pada kata benda yang diikuti dengan kata benda lain.
Misalnya : Perpustakaan Sekolah, Sampul Buku, dll.
C. NOUN + ADJECTIVE
Pada frase ini kata benda diikuti dengan kata sifat.
Contoh: Rumah Besar, Boneka Cantik, Rumah Bersih, dll.
D. NOUN + VERB
Contoh:
Rumah Makan, Papan Tulis, dll.

BAB III. USE OF YANG

A. To Refer to person or thing


- Yang berkacamata itu adalah kakak saya
- Kamu boleh mengambil yang merah
B. To say ‘the person who(m) or the thing that…’
- Orang yang saya lihat di jalan kemarin itu adalah BuYani
- Email yang panjang itu adalah dari adiknya di Perancis
C. Asking Which One
- Yang mana rumahmu ?
- Mau pakai baju Yang man?

BAB IV. TRANSITIVE And INTRASITIVE VERBS

A. Intransitive verbs adalah kata kerja yang tidak atau hanya membutuhkan satu kata benda.
Contoh : ayah duduk, adik menangis keras, ibu makan.
B. Transitive Verbs adalah kaa kerja yang membutuhkan lebih dari satu kata kerja untuk
membuat kalimat.
Contoh, Ayah Membaca Koran, kakak Membuka pintu.

BAB V. BER-

A. To have what the base word indicates (Kepunyaan )


- Berkumis (memiliki kumis)
- Beranak (mempunyai anak)
- Berkaki empat (mempunyai empat kaki)
- Berambut panjang ( mempunyai rambut yang panjang)
B. To Use or ware (menggunakan atau memakai)
- Berbaju ( memakai baju)
- Berjins (Memaka jins)
- Bermobil (Menggunakan mobil)
- Bersepeda (menggunakan sepeda)
C. To do what the base word indicates (melakukan)
- Bercerita
- Bercermin
- Berlatih
- Berlibur
- Berperang
D. Ber + Numeral (ber+ angka)
Ber + lima = Berlima (lima orang dalam grup atau kelompok)
Ber + dua = Berdua ( dua orang dalam kelompok)
Ber + satu = bersatu ( beberapa orang bergabung menjadi satu kesatuan)
E. Ber – an .
- Dua = Berduaan
- Bentur = Berbenturan
- Cium = Berciuman
- Musuh = Bermusuhan

BAB VI. Me N

- Lihat = Melihat
- Nanti = menanti
- Raba = Meraba
- Bisu = membisu
- Sandang = Menyandang
- Hukum = Menghukum

2. Buku Pembanding
 Pertama

“MOZAIK PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN APRESIASI SASTRA


INDONESIA SEKOLAH DASAR”

BAB I HAKIKAT PENILAIAN

A. Pengertian Penilaian
Black dan William (dalam Basuki dan Hariyanto, 2014:7), pakar pendidikan dari King
Collage, London mendefinisikan penilaian sebagai seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh guru
dan para siswanya dalam menilai dirinya sendiri, yang kemudian dipergunakan sebagai informasi
yang dapat digunakan sebagai umpan balik untuk mengubah dan membuat modifikasi kegiatan
pembelajaran.
B. Tujuan Penilaian
Secara khusus, tujuan penilaian berbasis kelas dapat dijadikan menjadi beberapa tujuan, yaitu:
1. Memberikan informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam
mencapai tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukan.
2. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar lebih
lanjut, baik terhadap masisng-masing siswa mampu terhadap siswa seluruh kelas.
3. Memberikan informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat
kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melakukan kegiatan
remedial, pendalaman materi, dan pengayaan.
C. Fungsi Penilaian
Fungsi penilaian bagi guru terdiri atas: 1) mengetahui kemajuan belajar siswa, 2) mengetahui
kedudukan masing-masing individu siswa dalam kelompok, 3) mengetahui kelemahan-
kelemahan pembelajaran, 4) memperbaiki proses pembelajran, 5) menentukan kelulusan murid.
Kemudian, fungsi penilaian bagi murid yaitu untuk 1) mengetahui kemampuan dan hasil belajar,
2) memperbaiki gaya belajar, dan 3) menumbuhkan motivasi dalam belajar.
D. Prinsip Penilaian
Prinsip penilaian terdiri atas menyeluruh/konprehensif, berkelanjutan/kontiniutas,
berorientasi pada indikator ketercapaian, sesuai dengan pengalaman belajar, dan obyektivitas.
E. Jenis-jenis Penilaian
1. Penilaian Formatif: Penilaian yang dilaksanakan pada akhir program pembelajaran untuk
melihat tingkat keberhasilan proses pembelajaran.
2. Penilaian Sumatif: Penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program.
3. Penilaian Diagnostik: Penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan
siswa dan faktor penyebabnya.
4. Penilaian Selektif: Penilaian yang bertujuan untuk keperluan seleksi
5. Penilaian Penempatan: Penilaian yang ditujukan untuk mengetahui keterampilan prasyarat
yang diperlukan bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar yang diprogramkan
sebelum memulai kegiatan belajar.
F. Instrumen Penilaian
Ada beberapa instrumen penilaian yang dapat digunakan guru sebagai sarana untuk
memperoleh informasi tentang keadaan belajar siswa.Instrumen penilaian terdiri atas dua
macam yaitu tes dan nontes.
BAB II HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
B. Mendengarkan
1. Pengertian Mendengarkan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001:205), mendengar mempunyai
makna “Dapat menangkap bunyi dengan telinga.” Sadar atau tidak, kalau ada bunyi-bunyi
tertentu, alat pendengar akan menangkap dan mendengar bunyi-bunyi tersebut.
Di samping itu mendengarkan harus memperhatikan aspek-aspek non kebahasaan
yaitu:
a. Tekanan (keras lembutnya suara).
b. Jangka (panjang pendeknya suara).
c. Nada (tinggi rendahnya suara).
d. Intonasi (naik turunnya suara).
e. Ritme (pemberian tekanan suara).
2. Manfaat Mendengarkan
Menurut Setiawan (dalam Darmawan, dkk, 2006:11-2) manfaat mendengarkan antara
lain, adalah:
a. Menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup
b. Meningkatkan intelektualitas
c. Memperkaya kosakata
d. Memperluas wawasan
e. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian social
f. Meningkatkan citra artisktik
g. Menggugah kreativitas seseorang
3. Proses mendengarkan
a. Tahap mendengarkan (Hearing)
b. Tahan memahamu (Understanding)
c. Tahap menginterpetasi (Interpreting)
d. Tahap mengevaliuasi (Evaluating)
e. Tahap menanggapi (Responding)
4. Jenis-jenis mendengarkan
a. Mendengarkan Ekstensif
b. Mendengarkan Intensif
C. Berbicara
1. Pengertian berbicara
Berbicara secara umum dapat diartikan suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, isi
hati) seseorang kepada orang lain (Haryadi dan Zamzani, 2000:72). Pengertiannya secara
khusus banyak dikemukakan oleh para ahli.
Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa ketrampilan berbicara
adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata dan menggunakan
bahasa lisan sesuai dengan fungsi, situasi, serta norma-norma berbahasa sebagai aktivitas
untuk mengekspresikan, menyatakan, dan menyampaikan, pikiran, gagasan, serta perasaan
yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak dalam masyarakat
yang sebenarnya
2. Manfaat Berbicara
a. Saling bertukar informasi.
b. Saling bertukar ide, gagasan, dan pendapat.
c. Menjalin komunikasi dengan orang lain.
d. Menjalin hubungan dengan sesame manusia.
e. Mengekspresikan diri.
f. Menjelaskan suatu kejadian, proses, atau suatu peristiwa.
g. Memberi dan menyebarkan pengetahuan.
h. Saling bertukar pengalaman, cerita, dan pengetahuan.
3. Tujuan Berbicara
Menurut Tarigan (1991:134-135), “Tujuan berbicara dapat dibedakan atas lima
golongan, yaitu: menghibur, menginformasikan, menstimulasikan, meyakinkan, dan
menggerakkan.”
D. Membaca
1. Pengertian Membaca
Membaca adalah suatu proses interaksi memahami lambing bahasa melalui berbagai
strategi untuk memahami makna dari yang tertulis, melibatkan aktivitas visual, berpikir,
psikolinguistik, dan metakongnitif.
2. Manfaat Membaca
a. Dapat menghilangi kecemasan
b. Terhalang masuk dalam kebodohan
c. Bisa mengembangkan keluwesan dan kearifan dalam bertutur kata
d. Mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir
e. Membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir
f. Dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain
g. Membantu seseorang untuk menyegarkan pikiran
3. Proses Membaca
Langkah kegiatan dalam proses pembelajaran membaca oleh Burns (dalam Saleh,
2006:110) dirinci menjadi tiga tahap, yaitu: “(1) Prabaca (prereading), (2) saat baca
(During-reading), dan (3) Pascabaca (postreading).”
E. Menulis
1. Pengertian menulis
Menulis adalah menurunkan dan melukiskan lambing-lambang grafik yang
menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat
membaca lambing-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran
grafik itu (Tarigan, 1991:21).
2. Manfaat Menulis
Menurut Sabarti, dkk (1988:2), manfaat menulis ada delapan, diantaranya:
a. Mengetahui kemampuan dan potensi diri serta pengetahuan kita tentang topik yang
dipilihnya.
b. Dengan mengembangkan berbagai gagasan kita terpaksa bernalar, menghubung-
hubungkan serta membandingkan fakta-fakta yang mungkin tidak pernah kita
lakukan kalau kita tidak menulis.
c. Lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi sehubungan dengan
topik yag ditulis. Dengan demikian, kegiatan menulis memperluas wawasan baik
secara teoritis maupun mengenai fakta-fakta yang berhubungan.
d. Menulis berarti mengorganisasi gagasan secara sistematik serta mengungkapkan
secara tersurat.
e. Melalui tulisan kita dapat menjadi peninjau dan penilai gagasan kita secara objektif.
f. Lebih mudah memecahkan masalah dengan menganalisisnya secara tersurat dalam
konteks yang lebih konkret.
g. Dengan menulis kita aktif berpikir sehingga kita dapat menjadi penemu sekaligus
pemecah masalah, bukan sekedar penyadap informasi.
h. Kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan kita berpikir dan berbahasa
secara tertib.
3. Proses Menulis
McCrimmon sebagaimana dikutip oleh Akhadiah (1989) mengemukakan tiga tahap
dalam proses penulisan, yaitu (1) prapenulisan, (2) penulisan, dan (3) revisi.
4. Jenis-jenis Menulis
Keraf (1989:6) berpendapat bahwa jenis menulis didasarkan pada tujuan umum,
berdasarkan hal tersebut menulis dapat dibedakan menjadi lima: deskripsi, eksposisi,
argumentasi, narasi, dan pesuasi.
F. Apresiasi Sastra
1. Pengertian Apresiasi Sastra
Gambaran pengertian oleh para ahli membuka cakrawala untuk memahami bahwa
sastra merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan karya seni kreatif secara lisan dan tulisan
berupa gambaran dari kenyaraan yang dikarang menurut standar bahasa kesusastraan, yaitu
penggunaan kata-kaya yang indah dan gaya bahasa serta gaya cerita yang menarik.
2. Manfaat Sastra
Menurut Lazar (2002: 15-19), beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari
pembelajaran sastra, antara lain yaitu:
a Memberikan motivasi kepada siswa;
b Memberi akses pada latar belakang budaya;
c memberi akses pada pemeroleham bahasa;
d Memperluas perhatian siswa terhadap bahasa;
e Mengembangkan kemampuan interpretatif siswa; dan
f Mendidik siswa secara keseluruhan.
3. Jenis-jenis Sastra
a. Prosa
b. Puisi
c. Drama

BAB III PENILAIAN PEMBELAJARAN MENDENGARKAN

Kegiatan penilaian pembelajaran mendengarkan di SD biasanya lebih ditekankan pada aspek


pemahamannya terhadap bahan simakan.Oleh karena itu, proses pengukurannya menggunakan
teknik tes yang diberikan secara lisan, kemhdian bisa secara langsung ataupun bisa juga dengan
menggunakan media, sedangkan jawabannya dapat dibuat secara tertulis atau mengungkapkan
kembali denfan bahasa sendiri. Penilaian mendengarkan dapat dilakukan dengan berbagai cara
yaitu tingkat ingatan, tingkat pemahaman, tingkat penerapan, dan tingkat analisis.Penilaian
keterampilan mendengarkan menggunakan acuan kriteria yaitu penilaian kemajuan siswa
dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.

BAB IV PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBICARA

Penilaian keterampilan berbicara dapat dilakukan dengan membiasakan siswa menghasilkan


bahasa dan mengemukakan gagasan melalui bahasa yang sedang dipelajarinya. Dengan kata lain,
penilaian berbicara hendaknya dilakukan dengan praktik berbicara. Dengan demikian, bentuk
penilaian pembelajaran berbicara hendaknya memungkinkan siswa untuk tidak saja
mengucapkan kemampuan berbahasanya, melainkan juga mengungkapkan gagasan, pikiran, dan
perasaannya sehingga penilaian ini bersifat fungsional.
Penilaian keterampilan berbicara ini mencakup tiga aspek, yaitu:
1. Bahasa lisan yang digunakan, meliputi: lafal dan intonasi, pilihan kata, struktur bahasa, serta
gaya bahasa dan pragmatik
2. Isi pembicaraan, meliputi: hubungan isi topik, struktur isi, kuantitas isi, serta kualitas isi.
3. Teknik dan penampilan, meliputi: gerak-gerik dan mimik, kontak degan pendengar, volume
suara, serta jalannya pembicaraan.

BAB V PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA

B. Pentingnya penilaian pembelajaran membaca di SD


Membaca adalah suatu proses yang diperlakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang
hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Pada dasarnya
keterampilan membaca sangat berperan sanngat penting dalam kehidupan manusia.
Pembelajaran membaca yang menarik perlu dibarengin dengan penilaian yang
efektif.Pembelajaran membaca merupakan bagian dari pembinaan keterampilan siswa dalam
berbahasa. Oleh sebab itu, seorang guru yang mampu melaksanakan pembelajaran membaca
yang efektif akan mampu memandang membaca siswa sebagai suatu keterampilan. Dengan
demikian, penilaian yang dilakukan pun hendaknya difokuskan pada aspek keterampilan
membaca siswa, bukan justru terfokus kepada pengetahuan siswa tentang teori membaca.
Seorang guru yang ideal mesti memahami dengan baik keterampilan apa yang akan
dinilai dari kegiatan membaca siswa. Hal ini dilakukan mengingat pelaksanaan dan aspek yang
dinilai pada pembelajaran membaca disetiap jenjang kelas tentunya berbeda.Penilaian
pembelajaran membaca di kelas rendah berbeda dengan penilaian pembelajaran membaca di
kelas tinggi. Pembelajaran membaca kelas rendah terfokus pada pembelajaran membaca
permulaan yaitu membaca nyaring dan membaca lancer..sedangkan di kelas tinggi tergolong
kepada membaca lanjut atau sering dikatakan dengan membaca pemahaman. Oleh sabab itu
penilaian pembelajaran membaca permulaan masih terfokus kepada penjelasan pengucapan
siswa terhadap teks yang di baca, meliputi: kejelasan pengucapan huruf vocal, konsonan, diftong,
dan tanda. Sedangkan pembelajaran membaca lanjut terfokus pada tingkat pemahaman siswa
terhadapa teks yang dibaca. Untuk lebih jelasnya akan dibahas mengenai karakteristik penilaian
pembelajaran membaca di SD, baik dikelas rendah maupun dikelas tinggi.
C. karakteristik penilaian pembelajaran membaca di SD
Menciptakan pembelajaran membaca yang efektif bukalah suatu pekerjaan yang mudah
untuk dilakukan. Pembelajaran membaca yang efektif tidak terlepas dari peran guru sebagai
ujung tombak proses pembelajaran sesuai dengan amanat standar Nasional Pendidikan. Proses
dan penilaian pembelajaran membaca hendaknya dilakukan dengan memperhatikan tahapan
membaca yang tepat yaitu tahap prabaca, saat baca dan pascabaca. Hal ini dilakukan karena isi
setiap materi pelajaran dapat digali, dimengerti dan diukur dengan baik melalui tahapan kegiatan
membaca yang baik dan benar. Selain pada apa yang dipaparkan pelajaran membaca pemahaman
juga hendaknya dilakukan dengan teknik membaca yang benar. Teknik membaca dengan tidak
bersuara, bibir tidak berkomat-kamit atau bersuara, tidak menggerakan kepala mengikuti garis
bacaan , tidak menunjuk garis bacaan dengan jari, dan tidak membaca kata demi kata, atau
kalimat demi kalimat.

BAB VI. PENILAIAN PEMBELAJARAN MENULIS

A. Pentingnya penilaian pembelajaran menuluis di SD


Hartig (Hipple, 1973:309-311) mengemukakan tujuan menulis sebagai berikut:
a) Assignment purpose (tujuan penugasan)
b) Altruistic purpose ( tujuan alturistik)
c) Persuasive purpose (tujuan persuasive)
d) Informational purpose (tujuan informasional dan tujuan penerangan)
e) Self expressive purpose (tujuan pernyataan diri)
f) Creative purpose (tujuan kreatif)
g) Problem solving purpose (tujuan pemecahan masalah)
Tes menulis bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam melambangkan unsure
unsur bahasa dan keterampilannya menuangkan ide, gagasan dan perasannya secara tertulis. Tes
yang dapat dilakukan yaitu:
a. Menyalin kalimat dan wacana pendek
b. Menysun kata-kata atau kalimat acak menjadi kalimat atau wacana yang baik
c. Membuat cerita gambar
d. Mebuat gambar dan ceritanya
e. Merangkum karangan
f. Memorafase
g. Menyusun karangan sederhana
h. Menyunting dan memperbaiki karangan
i. Menanggapi secara tertulis suatu wacana.
B. Karakteristik keterampilan menulis
Ada empat karakteristik keterampilan menulis yang sangat menonjol, yakni:
a. Keterampilan menulis merupakan kemampuan kompleks
b. Keterampilan menulis condong kea rah skill atau praktek
c. Keterampilan menulis menurut mekanistik.
Penilaiaian perkembangan kemampuan menulis siswa sekolah dasar dapat dilakukan
dengan menggunkan berbagai ragam teknik berikut:
1) Tugas menyusun alinea: tes objektif
Gambar sebagai rangsangan tugas menulis sangat baik diberikan kepada siswa di sekolah
dasar pada tahap awal, sehingga mereka mampu menghasilkan bahasa walau masih sederhana.
Penilaian dalam pembelajaran menulis didasarkan kepada proses menulis.proses menulis
merupakan membangun suatu fpondasi untuk topic yang berdasarkan pada pengetahuan,
gagasan, dan pengalaman.

BAB VII PENILAIAN PEMBELAJARAN APRESIASI SISWA

B. Pengtingnya Penilaian Pembelajaran Apresiasi Sastra di SD


1. Tujuan Pembelajaran Apresiasi Sastra
a. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta
kematangan emosional dan social.
b. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa.
c. Menghargai dan membanggakan apresiasi serta Indonesia sebagai khazanah budaya
dan intelektual manusia Indonesia.
2. Tingkat Tes Kesastraan
a. Tes Kesastraan Tingkat Ingatan
b. Tes Kesastraan Tingkat Pemahaman
c. Tes Kesastraan Tingkat Penerapan
d. Tes Kesastraan Tingkat Analis
e. Tes Kesastraan Tingkat Sintesis
f. Tes Kesastraan Tingkat Penilaian
C. Karakteristik Penilaian Pembelajaran Apresiasin Sastra di SD
1. Karakteristik Penilaian Berdasarkan Jenis Sastra
a. Karakteristik Penilaian Pembelajaran Prosa
b. Karakteristik Penilaian Pembelajaran Puisi
c. Karakteristik Penilaian Pembelajaran Drama
2. Kriteria Penilaian Berdasarkan Tingkatannya
a. Tes Kesastraan Tingkat Informasi
b. Tes Kesastraan Tingkat Konsep
c. Tes Kesastraan Tingkat Apresiasi

 Kedua

“PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DIKELAS RENDAH”

BAB I
PENDAHULUAN

Belajar adalah suatu prose perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan.Perubahan


kegiatan, tersebut tidak dapat disebut belajar apabila disebabkan oleh pertumbuhan atau
keadaan.Sementara seperti seseorang kelelahan lalu mengkonsumsi obat obatan, terjadi
perubahan.Hal tersebut bukan perubahan yang dimaksud dalam belajar.Perubahan yang
dimaksud berkaitan dengan perubahan pengetahuan, kecakapan dan tingkah laku.

BAB II
MATERI BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH

Materi kelas rendah secara garis besar memiliki 6 aspek yaitu, menyimak, berbicara,
membaca, menulis, kebahasaan, dan apresiasi bahasa dan sastra Indonesia.
Menyimak, kompetensi nya ialah berdaya tahan dalam konsentrasi mendengarkan selama
30 menit dan mampu menyerap gagasan pokok, perasaan dan cerita, berita dan lain lain, yang di
dengar serta mampu memberikan respon secara cepat.
Berbicara kompetensinya adalah dapat mengungkapkan gagasan dan perasaan,
menyampaikan sambutan, berdialog, menyampaikan pesan, bertukar pengalaman, menjelaskan,
mendeskripsikan dan bermain peran.
Menulis kompetensinya adalah menulis karangan naratif dan non naratif dengan
tulisannya yang rapi dan jelas dengan menggunakan kosa kata, kalimat ejaan yang benar
sehingga dapat dipahami oleh pembaca.
Kebahasaan memiliki kalimat lengkap tak lengkap, dalam berbagai konteks imbuhan,
penggunaan kosa kata, jenis kata, ejaan, pelafalan, serta intonasi bahasa Indonesia.
Apresiasi sastra Indonesia, kompetensinyamengapresiasi dan berekspresi serta melalui
kegiatan mendengarkan, menonton, membaca, dan melisankan hasil sastra berupa dongeng,
puisi, drama pendek, serta menulis cerita dan puisi.

BAB III
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA

Pandangan mengenai pendekatan dan metode dalam pembelajaran bahasa pertama kali
dikemukakan oleh Edward antony menyatakan bahwa approach atau pendekatan, landasan,
prinsip, ancangan, adalah seperangkat anggapan yang bertalian dengan hakikat bahasa dan
hakikat belajar bahasa yang akan digunakan sebagai landasan pengajaran. Pendekatan
pendekatan dijadikan landasan menyusun metode metode mengajar.Asumsi tentang bahasa
bermacam macam. Antara lain asumsi yang menganggap bahasa sebagai kebiasaan, ada pula
yang menganggap bahasa sebagai suatu sistem komunikasi yang pada dasarnya dilisankan, dan
adalagi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah.

BAB IV
PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis, yang reseptif. Disebut
reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat memperoleh informasi ilmu pengetahuan
dan pengalaman pengalaman baru. Oleh sebab itu pembelajaran membaca permulaan di sekolah
dasar mempunyai peranan penting.Kemampuan membaca permulaan lebih diorientasikan pada
kemampan membaca tingkat dasar, yakni kemampuan melek huruf.Maksudnya, anak anak dapat
mengubah dan melafalkan lambang lambang tertulis menjadi bunyi bunyi bermakna.

BAB V
KENDALA PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Mengalami kesulitan belajar dalam hal membaca bacaan.Hal ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal antara lain meliputi
: minat baca, kepemilikan, kompetensi pembaca, motivasi dan kemampuan pembacanya.
Sedangkan faktor eksternal antara lain meliputi unsur unsur yang berasal dari lingkungan baca.

BAB VI
PENINGKATAN PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Peran guru sebagai fasilitator sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan


peningkatan belajar anak. Keberhasilan belajar anak tidak lepas dari cara guru membimbing dan
mendidik siswanya. Dengan demikian peran guru dalam mendidik dan membimbing sangatlah
penting. Bimbingan yang dilakukan guru dalam menghadapi anak yang mengalami kesulitan
membaca sebaiknya dilakukan dengan serius dan sungguh sungguh

BAB VII
EVALUASI PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Evaluasi merupakan salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar dalam
kegiatan pembelajaran, evaluasi mempunyai peranan yang amat penting. Melalui evaluasi, guru
dapat mengetahui keberhasilan ataupun kegagalan kegiatan yang diselenggarakan, sehingga
iadapat memikirkan tindakan selanjutnya dengan arah yang jelas. Dari belajar evaluasi dalam
kegiatan belajar mengajar tidak hanya hasil belajar siswa yang dapat diketahui, tetapi
keberhasilan belajar anak, atau kegagalan program pembelajaran juga terpantau.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Keunggulan dan Kelemahan Buku

Keunggulan Kelemahan
Buku Utama  Bahasa yang digunakan  Sampul buku tidak berwarna
dalam buku sangat sederhana dan tidak menarik
sehingga sangat mudah
dipahami bagi orang asing
yang ingin belajar bahasa
Indonesia
 Terdapat modul, contoh dan
soal latihan sederhana untuk
berbicara dalam bahasa
Indonesia
 Memiliki gambar dan
percakapan sehari-hari yang
menggunakan bahasa
Indonesia sehingga anak
yang ingin belajar bahasa
Indonesia sangat tertarik.
Buku Pembanding I  Cover buku tersebut menarik  Gambar di dalam isi buku
 Isi buku tersebut berisi tersebut tidak berwarna
penjelasan yang jelas dan  Beberapa penjelasan terus di
mudah dimengerti mengenai ulang
materi bahasa Indonesia
kelas rendah
 Di dalam setiap bab memiliki
contoh-contoh yang jelas
 Memiliki aspek pendukung
(tabel)
Buku Pembanding II  Isi buku pembanding kedua  Kertas yang digunakan
memiliki penjelasan yang berwarna kuning.
jelas dan mudah dimengerti  Cover depan tidak terlihat
mengenai materi bahasa seperti nuansa pendidikan
Indonesia kelas rendah sehingga kurang menarik
untuk dibaca
 Tidak memiliki banyak
aspek pendukung seperti
tabel, perbanyak contoh dll
 Buku kurang membahas
secara terperinci sehingga
kurang memperluas
pengetahuan terhadap materi
bahasa Indonesia kelas
rendah.
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Melalui buku bahasa Indonesia , kita dapat mengetahiui bagaimana cara menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari hari.

4.2 Saran

Untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi buku seharusnya penulis membuat
keterangan-keterangan skema yang dicantumkan dalam karyanya. Selain itu penulis juga harus
melampirkan apa-apa saja yang menjadi harapannya agar pembaca lebih terpacu lagi dalam
mempelajari isi buku tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Djena, Dwi Noverini. 2003. A Student’s Guide to Indonesian Grammar. Oxford, New York:
OXFORD Unooversity Press
Dr. Taufina, M. Pd. 2016. MOZAIK PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN APRESIASI
SASTRA INDONESIA SEKOLAH DASA.Bandung : CV. Angkasa
Halimatussakdiah, S.Pd, M.Hum dan Nuraqlia Sibuea. 2014. PEMBELAJARAN BAHASA
INDONESIA DI KELAS RENDAH. Medan.UNIMED Press