Anda di halaman 1dari 45

Sri Waluyanti

Alat Ukur

ALAT UKUR DAN TEKNIK PENGUKURAN


dan Teknik
Pengukuran
untuk
Sekolah Menengah Kejuruan

untuk SMK
ISBN XXX-XXX-XXX-X

Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah
dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang
Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digu-
nakan dalam Proses Pembelajaran.
Sri Waluyanti

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 80.762,00


Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Sri Waluyanti;
Djoko Santoso;
Slamet;
dkk.

ALAT UKUR DAN TEKNIK


PENGUKURAN
Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

i
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

ALAT UKUR DAN TEKNIK


PENGUKURAN
Untuk SMK
Penulis : Sri Waluyanti
Djoko Santoso
Slamet
Umi Rochayati.

Ilustrasi, Tata Letak :


Perancang Kulit :

Ukuran Buku :

410
WAL WALUYANTI, Sri, Djoko Santoso, Slamet, Umi Rochayati.
a Alat Ukur dan Teknik PengukuranUntuk SMK/oleh Sri Waluyanti, Djoko
Santoso, Slamet, Umi Rochayati. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, 2008.

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008

ii
DAFTAR ISI

BAB Halaman
Penulis iii
KATA PENGANTAR PENULIS iv
KATA SAMBUTAN v
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL xvi
DAFTAR GAMBAR xviii
LEMBAR PENGESAHAN xxxvi
GLOSARRY xxxvii
SINOPSIS xlii
PETA KOMPETENSI xliii
KONSEPSI PENULISAN xlviii
1. PENDAHULUAN 1
1.1. Parameter Alat Ukur 1
1.1.1. Sistem Satuan Dalam Pengkuran 3
1.1.2. Satuan Dasar dan Satuan Turunan 3
1.1.3. Sistem-sistem satuan 4
1.1.4. Sistem Satuan Lain 6
1.2. Kesalahan Ukur 6
1.2.1. Kesalahan kesalahan Umum 6
1.2.2. Kesalahan-kesalahan sistematis 8
1.2.3. Kesalahan-kesalahan Tidak Sengaja 9
1.3. Klasifikasi Kelas Meter 9
1.4. Kalibrasi 10
1.4.1. Kalibrasi Ampermeter Arus Searah 10
1.4.2. Kalibrasi Voltmeter Arus Searah 11
1.5. Macam-macam Alat Ukur Penunjuk Listrik 12
1.5.1. Alat Ukur Kumparan putar 13
1.5.2. Alat Ukur Besi Putar 19
1.5.2.1. Tipe Tarikan (Attraction) 20
1.5.2.2. Tipe Tolakan (Repolsion) 22
1.5.3. Alat Ukur Elektrodinamis 24
1.5.4. Alat Ukur Elektrostatis 27
1.6. Peraga Hasil Pengukuran 28
1.6.1. Light Emitting Dioda (LED) 28
1.6.2. LED Seven Segmen 30
1.6.3. LCD Polarisasi Cahaya 33
1.6.4. Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube/CRT) 35
1.6.4.1. Susunan Elektroda CRT dan Prinsip Kerja 35
1.6.4.2. Layar CRT 38
1.6.4.3. Gratikulasi 40
2. MULTIMETER
2.1. Multimeter Dasar 42
2.1.1. Ampermeter Ideal 42
2.1.2. Mengubah Batas Ukur 43
2.1.3. Ampermeter AC 47
2.1.4. Kesalahan Pengukuran 48
2.1.4.1. Kesalahan Paralaks 48
2.1.4.2. Kesalahan Kalibrasi 49

vi
BAB 1 PENDAHULUAN

Tujuan Pokok Bahasan


Pembahasan bertujuan membekali 1. Parameter Alat Ukur
kemampuan : 2. Sistem Satuan
1. Mendefinisikan sistem satuan 3. Klasifikasi kelas meter
besaran listrik dan kalibrasi
2 Memilih dan menempatkan alat 4. Macam-macam peraga
ukur yang baik berdasarkan
parameter
3. Mampu menyebutkan macam-
macam peraga penunjukkan alat
ukur

1.1. Parameter Alat Ukur


Alat ukur listrik merupakan berupa gerak dengan
peralatan yang diperlukan oleh menggunakan alat ukur. Perlu
manusia. Karena besaran listrik disadari bahwa untuk dapat
seperti : tegangan, arus, daya, menggunakan berbagai macam
frekuensi dan sebagainya tidak alat ukur listrik perlu pemahanan
dapat secara langsung ditanggapi pengetahuan yang memadai
oleh panca indera. Untuk tentang konsep - konsep
mengukur besaran listrik tersebut, teoritisnya. Dalam mempelajari
diperlukan alat pengubah. Atau pengukuran dikenal beberapa
besaran ditransformasikan ke istilah, antara lain :
dalam besaran mekanis yang

Instrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran


suatu kuantitas atau variabel.
Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan
instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel
yang diukur.
Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang
serupa
Sensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons
instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel
yang diukur.
Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana
instrumen akan memberi respon atau tanggapan.
Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai)
yang sebenarnya.
Alat ukur listrik dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
Alat ukur standar/absolut :
Alat ukur absolut maksudnya pada alat itu sendiri. Ini
adalah alat ukur yang menunjukkan bahwa alat tersebut
menunjukkan besaran dari tidak perlu dikalibrasi atau
komponen listrik yang diukur dibandingkan dengan alat ukur
dengan batas-batas pada lainnya lebih dahulu. Contoh dari
konstanta dan penyimpangan alat ukur ini adalah galvanometer.

Gambar 1-1 Alat ukur standar galvanometer


Alat ukur sekunder :
Alat ukur sekunder maksudnya sudah dikalibrasi dengan
adalah semua alat ukur yang membandingkan pada alat ukur
menunjukkan harga besaran listrik standar/absolut. Contoh dari alat
yang diukur dan dapat ditentukan ukur ini adalah alat ukur listrik
hanya dari simpangan alat ukur yang sering dipergunakan
tersebut. Sebelumnya alat ukur sehari-hari.
Gambar 1-2 Alat ukur sekunder

1.1.1. Sistem Satuan Dalam Pengukuran


1.1.1.1. Satuan Dasar dan Satuan Turunan
Ilmu pengetahuan dan teknik dinyatakan satuan-satuan dasar.
menggunakan dua jenis satuan, Arus listrik, temperatur, intensitas
yaitu satuan dasar dan satuan cahaya disebut dengan satuan
turunan. Satuan-satuan dasar dasar tambahan. Sistem satuan
dalam mekanika terdiri dari dasar tersebut selanjutnya dikenal
panjang, massa dan waktu. Biasa sebagai sistem internasional yang
disebut dengan satuan - satuan disebut sistem SI. Sistem ini
dasar utama. Dalam beberapa memuat 6 satuan dasar seperti
besaran fisis tertentu pada ilmu tabel 1-1.
termal, listrik dan penerangan juga

Tabel 1-1 Besaran-besaran satuan dasar SI


Kuantitas Satuan Dasar Simbol
Panjang meter m
Massa kilogram kg
Waktu sekon s
Arus listrik amper A
Temperatur kelvin K
Intensitas cahaya kandela Cd
Satuan-satuan lain yang dapat beberapa satuan turunan telah
dinyatakan dengan satuan-satuan diberi nama baru, contoh untuk
dasar disebut satuan-satuan daya dalam SI dinamakan watt
turunan. Untuk memudahkan yaitu menggantikan j/s.

Tabel 1-2 Beberapa contoh satuan yang diturunkan

Kuantitas Satuan Simbol Dinyatakan


yang dalam satuan SI
diturunkan atau satuan
yang diturunkan
Frekuensi hertz Hz 1 Hz = 1 s-1
Gaya newton N 1 N = I kgm/s2
Tekanan pascal Pa 1 Pa = 1 N/m2
Enersi kerja joule J 1 J = 1 Nm
Daya watt W 1 W = 1 J/s
Muatan listrik coulomb C 1 C = 1 As
GGL/beda potensial volt V 1 V = 1 W/A
Kapasitas listrik farad F 1 F = 1 AsIV
Tahanan listrik ohm : 1 = I V/A
Konduktansi siemens S 1 S = 1 :- 1
Fluksi magnetis Weber Wb 1 Wb = I Vs
Kepadatan fluksi Tesla T 1 T = 1 Wb/m2
Induktansi Henry H 1 H = 1 Vs/A
Fluksi cahaya Lumen lM l m = 1 cd sr
Kemilauan lux lx l x = 1 lm/m2

1.1.1.2. Sistem-sistem Satuan


Asosiasi pengembangan Ilmu potensial listrik dalam sistem
Pengetahuan Inggris telah elektromagnetik, yaitu amper dan
menetapkan sentimeter sebagai volt digunakan dalam pengukuran-
satuan dasar untuk panjang dan pengukuran praktis. Kedua satuan
gram sebagai satuan dasar untuk ini beserta salah satu dari satuan
massa. Dari sini dikembangkan lainnya seperti: coulomb, ohm,
sistem satuan sentimeter-gram- henry, farad, dan sebagainya
sekon (CGS). Dalam sistem digabungkan di dalam satuan
elektrostatik CGS, satuan muatan ketiga yang disebut sistem praktis
listrik diturunkan dari sentimeter, (practical system).
gram, dan sekon dengan Tahun 1960 atas persetujuan
menetapkan bahwa permissivitas internasional ditunjuk sebagai
ruang hampa pada hukum sistem internasional (SI). Sistem
coulumb mengenai muatan listrik SI digunakan enam satuan dasar,
adalah satu. Satuan-satuan yaitu meter, kilogram, sekon, dan
turunan untuk arus listrik dan amper (MKSA) dan sebagai
satuan dasar tambahan adalah pula dibuat pengalian dari satuan-
derajat kelvin dan lilin (kandela) satuan dasar, yaitu dalam sistem
yaitu sebagai satuan temperatur desimal seperti terlihat pada tabel
dan intensitas cahaya, seperti 1-3.
terlihat pada tabel 1-1. Demikian

Tabel 1-3 Perkalian desimal


Faktor perkalian dari Sebutan
satuan Nama Symbol

1012 Tera T
109 Giga G
106 Mega M
103 Kilo K
102 Hekto h
10 Deca da
10-1 Deci d
10-2 Centi c
10-3 Milli m
10-6 Micro P
10-9 Nano n
10-12 Pico p
10-15 Femto f
10-18 atto a

Ada pula satuan bukan SI yang kelipatannya, digunakan dalam


dapat dipakai bersama dengan pemakaian umum. Lebih jelasnya
satuan SI. Beserta kelipatan - dapat diperhatikan pada tabel 1-4.

Tabel 1-4 Satuan bukan SI yang dapat dipakai bersama dengan satuan

Kuantitas Nama Satuan Simbol Definisi


Waktu menit menit 1 menit = 60 s
jam jam 1 jam = 60 menit
hari hari 1 hari = 24 jam
Sudut datar derajat R 10 = (JS/180 )rad
menit , 1, = ( 1/60 )o
sekon : 1" = ( 1/60 )
Massa Ton T 1 t = 103 k9
1.1.1.3. Sistem Satuan Lain
Di Inggris sistem satuan panjang massa 1 pon (lb) = 0,45359237
menggunakan kaki (ft), massa pon kg. Berdasarkan dua bentuk ini
(lb), dan waktu adalah detik. (s). memungkinkan semua satuan
Satuan-satuan tersebut dapat sistem Inggris menjadi satuan -
dikonversikan ke satuan SI, yaitu satuan SI. Lebih jelasnya
panjang 1 inci = 1/12 kaki perhatikan tabel 1-5.
ditetapkan = 25,4 mm, untuk

Tabel 1-5 Konversi satuan Inggris ke SI


Satuan Inggris Simbol Ekivalensi metrik Kebalikan
Panjang 1 kaki ft 30,48 cm 0,0328084
1 inci In 25,40 mm 0,0393701
Luas 1 kaki kuadrat Ft2 9,2903 x 102 cm2 0,0107639x102
1 inci kuadrat In2 6,4516 x 102 0,15500 x 10-2
Isi 1 kaki kubik Ft3 mm2 35,3147
Massa 1 pon lb 0,0283168 m3 2,20462
Kerapatan 1 pon per kaki kubik lb/ft3 0,45359237 kg 0,062428
Kecepatan 1 kaki per sekon ft/s 16,0185 kg/m3 3,28084
Gaya 1 pondal pdl 0,3048 m/s 7,23301
Kerja, energi 1 kaki-pondal ft pdl 0,138255 N 23,7304
Daya 1 daya kuda Hp 0,0421401 J 0.00134102
745,7 W

1.2. Kesalahan Ukur


Saat melakukan pengukuran sebab terjadinya kesalahan
besaran listrik tidak ada yang pengukuran. Kesalahan -
menghasilkan ketelitian dengan kesalahan dalam pengukuran
sempurna. Perlu diketahui dapat digolongkan menjadi tiga
ketelitian yang sebenarnya dan jenis, yaitu :

1.2.1 Kesalahan-kesalahan Umum (gross-errors)


Kesalahan ini kebanyakan kebiasaan yang buruk, seperti :
disebabkan oleh kesalahan pembacaan yang tidak teliti,
manusia. Diantaranya adalah pencatatan yang berbeda dari
kesalahan pembacaan alat ukur, pembacaannya, penyetelan
penyetelan yang tidak tepat dan instrumen yang tidak tepat. Agar
pemakaian instrumen yang tidak mendapatkan hasil yang optimal,
sesuai dan kesalahan penaksiran. maka diperlukan pembacaan lebih
Kesalahan ini tidak dapat dari satu kali. Bisa dilakukan tiga
dihindari, tetapi harus dicegah dan kali, kemudian dirata-rata. Jika
perlu perbaikkan. Ini terjadi karena mungkin dengan pengamat yang
keteledoran atau kebiasaan - berbeda.
Hasil pembacaan
< harga Pembacaan
sebenarnya Posisi > harga
pembacaan senearnya
yang benar

Gambar 1-3 Posisi pembacaan meter

Gambar 1-4 a Pembacaan yang salah Gambar 1-4 b Pembacaan yang benar

Gambar 1-5 Pengenolan meter tidak tepat


1.2.2. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic errors)
Kesalahan ini disebabkan oleh tepat untuk mengetahui instrumen
kekurangan-kekurangan pada tersebut mempunyai kesalahan
instrumen sendiri. Seperti atau tidak yaitu dengan
kerusakan atau adanya bagian- membandingkan dengan
bagian yang aus dan pengaruh instrumen lain yang memiliki
lingkungan terhadap peralatan karakteristik yang sama atau
atau pemakai. Kesalahan ini terhadap instrumen lain yang
merupakan kesalahan yang tidak akurasinya lebih tinggi. Untuk
dapat dihindari dari instrumen, menghindari kesalahan-kesalahan
karena struktur mekanisnya. tersebut dengan cara : (1) memilih
Contoh : gesekan beberapa instrumen yang tepat untuk
komponen yang bergerak pemakaian tertentu; (2)
terhadap bantalan dapat menggunakan faktor-faktor koreksi
menimbulkan pembacaan yang setelah mengetahui banyaknya
tidak tepat. Tarikan pegas kesalahan; (3) mengkalibrasi
(hairspring) yang tidak teratur, instrumen tersebut terhadap
perpendekan pegas, instrumen standar. Pada
berkurangnya tarikan karena kesalahan-kesalahan yang
penanganan yang tidak tepat atau disebabkan lingkungan, seperti :
pembebanan instrumen yang efek perubahan temperatur,
berlebihan. Ini semua akan kelembaban, tahanan udara luar,
mengakibatkan kesalahan- medan-medan maknetik, dan
kesalahan. Selain dari beberapa sebagainya dapat dihindari
hal yang sudah disinggung di atas dengan membuat pengkondisian
masih ada lagi yaitu kesalahan udara (AC), penyegelan
kalibrasi yang bisa mengakibatkan komponen-komponen instrumen
pembacaan instrumen terlalu tertentu dengan rapat, pemakaian
tinggi atau terlalu rendah dari yang pelindung maknetik dan
seharusnya. Cara yang paling sebagainya.

Pegas pegas
Gambar 1-6 Posisi pegas
1.2.3. Kesalahan acak yang tak disengaja (random errors)
Kesalahan ini diakibatkan oleh
penyebab yang tidak dapat pengamatan. Untuk mengatasi
langsung diketahui. Antara lain kesalahan ini dengan menambah
sebab perubahan-perubahan jumlah pembacaan dan
parameter atau sistem menggunakan cara-cara statistik
pengukuran terjadi secara acak. untuk mendapatkan hasil yang
Pada pengukuran yang sudah akurat.
direncanakan kesalahan - Alat ukur listrik sebelum
kesalahan ini biasanya hanya digunakan untuk mengukur perlu
kecil. Tetapi untuk pekerjaan - diperhatikan penempatannya /
pekerjaan yang memerlukan peletakannya. Ini penting karena
ketelitian tinggi akan berpengaruh. posisi pada bagian yang bergerak
Contoh misal suatu tegangan yang menunjukkan besarannya
diukur dengan voltmeter dibaca akan dipengaruhi oleh titik berat
setiap jam, walaupun instrumen bagian yang bergerak dari suatu
yang digunakan sudah dikalibrasi alat ukur tersebut. Oleh karena itu
dan kondisi lingkungan sudah letak penggunaan alat ukur
diset sedemikian rupa, tetapi hasil ditentukan seperti pada tabel 1-6
pembacaan akan terjadi
perbedaan selama periode

Tabel 1-6 Posisi alat ukur waktu digunakan

Letak Tanda
Tegak

Datar

Miring (misal
dengan < 600
Sudut 600)

1.3. Klasifikasi Kelas Meter


Untuk mendapatkan hasil 8 kelas, yaitu : 0,05; 0,1 ; 0,2 ; 0,5
pengukuran yang mendekati ; 1,0 ; 1,5 ; 2,5 ; dan 5. Kelas-
dengan harga sebenarnya. Perlu kelas tersebut artinya bahwa
memperhatikan batas kesalahan besarnya kesalalahan dari alat
yang tertera pada alat ukur ukur pada batas-batas ukur
tersebut. Klasifikasi alat ukur listrik masing-masing kali ± 0,05 %, ±
menurut Standar IEC no. 13B-23 0,1 %, ± 0,2 %, ± 0,5 %, ± 1,0
menspesifikasikan bahwa %, ± 1,5 %, ± 2,5 %, ± 5 % dari
ketelitian alat ukur dibagi menjadi relatif harga maksimum. Dari 8
kelas alat ukur tersebut sesuai dengan daerah
digolongkan menjadi 4 golongan pemakaiannya, yaitu :
(1) Golongan dari kelas 0,05, 0,1, kalibrasi atau peneraan bagi
0,2 termasuk alat ukur presisi pemakai alat ukur sangat penting.
yang tertinggi. Biasa digunakan di Kalibrasi dapat mengurangi
laboratorium yang standar. (2) kesalahan meningkatkan
Golongan alat ukur dari kelas 0,5 ketelitian pengukuran. Langkah
mempunyai ketelitian dan presisi prosedur kalibrasi menggunakan
tingkat berikutnya dari kelas 0,2 perbandingan instrumen yang
alat ukur ini biasa digunakan untuk akan dikalibrasi dengan instrumen
pengukuran-pengukuran presisi. standar. Berikut ini dicontohkan
Alat ukur ini biasanya portebel. (3) kalibrasi untuk ampermeter arus
Golongan dari kelas 1,0 searah dan voltmeter arus searah
mempunyai ketelitian dan presisi secara sederhana.
pada tingkat lebih rendah dari alat
ukur kelas 0,5. Alat ini biasa 1.4.1. Kalibrasi ampermeter arus
digunakan pada alat ukur portebel searah
yang kecil atau alat-alat ukur pada Kalibrasi secara sederhana yang
panel. (4) Golongan dari kelas 1,5, dilakukan pada ampermeter arus
2,5, dan 5 alat ukur ini searah. Caranya dapat dilakukan
dipergunakan pada panel-panel dengan membandingkan arus
yang tidak begitu memperhatikan yang melalui ampermeter yang
presisi dan ketelitian. akan dikalibrasi (A) dengan
ampermeter standar (As).
1.4. Kalibrasi Langkah-langkahnya ampermeter
Setiap sistem pengukuran harus (A) dan ampermeter standar (As)
dapat dibuktikan keandalannya dipasang secara seri perhatikan
dalam mengukur, prosedur gambar 1- 7 di bawah.
pembuktian ini disebut kalibrasi.
+ - + -
IA Is

+
Beban
-

Gambar 1- 7. Kalibrasi sederhana ampermeter

Sebaiknya ampermeter yang akan – 7 ditunjukkan bahwa IA adalah


digunakan sebagai meter standar arus yang terukur pada meter
adalah ampermeter yang yang akan dikalibrasi, Is adalah
mempunyai kelas presisi yang arus standar yang dianggap
tinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau presisi sebagai harga arus sebenarnya.
tingkat berikutnya (0,5). Gambar 1 Jika kesalahan mutlak (absolut)
dari ampermeter diberi simbol D alat ukur, maka dapat dituliskan :
dan biasa disebut kesalahan dari

D = IA - Is ............................. (1 – 1)

Perbandingan kesalahan alat ukur dalam persen. Sedangkan


(D) terhadap harga arus perbedaan atau selisih antara
sebenarnya (Is), yaitu : D/ Is harga sebenanya atau standar
biasa disebut kesalahan relatif dengan harga pengukuran
atau rasio kesalahan. DInyatakan disebut harga koreksi dituliskan :

Is - IA = k ........................... (1 – 2)

Perbandingan harga koreksi disebut rasio koreksi atau koreksi


terhadap arus yang terukur (k / IA ) relatif dinyatakan dalam persen
.
Contoh Aplikasi :
Ampermeter digunakan untuk mengukur arus yang
besarnya 20 mA, ampermeter menunjukan arus sebesar
19,4 mA. Berapa kesalahan, koreksi, kesalahan relatif,
dan koreksi relatif.
Jawab :
Kesalahan = 19,4 – 20 = - 0,6 mA
Koreksi = 20 – 19,4 = 0,6 mA
Kesalahan relatif = -0,6/20 . 100 % = - 3 %
Koreksi relatif = 0,6/19,4 . 100 % = 3,09 %

1.4.2. Kalibrasi voltmeter arus searah


Sama halnya pada ampermeter, standar (Vs). Langkah-langkahnya
kalibrasi voltmeter arus searah voltmeter (V) dan voltmeter
dilakukan dengan cara standar (Vs) dipasang secara
membandingkan harga tegangan paralel perhatikan gambar 1- 8 di
yang terukur voltmeter yang bawah.
dikalibrasi (V) dengan voltmeter

+ + +

V Beban
V
- - -

Gambar 1- 8. Kalibrasi sederhana voltmeter


Voltmeter yang digunakan adalah tegangan standar yang
sebagai meter standar adalah dianggap sebagai harga tegangan
voltmeter yang mempunyai kelas sebenarnya. Jika kesalahan
presisi tinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau mutlak (absolut) dari voltmeter
presisi tingkat berikutnya (0,5). diberi simbol D dan biasa disebut
Pada Gambar 1 – 8, V adalah kesalahan dari alat ukur, maka
tegangan yang terukur pada meter dapat dituliskan :
yang dikalibrasi, sedangkan Vs

D = V - Vs ............................. (1 – 3)

Perbandingan besar kesalahan dalam persen. Sedangkan


alat ukur (D) terhadap harga perbedaan harga sebenanya atau
tegangan sebenarnya (Vs), yaitu : standar dengan harga pengukuran
D/ Vs disebut kesalahan relatif disebut koreksi dapat dituliskan :
atau rasio kesalahan dinyatakan

Vs - V = k ........................... (1 – 4)

Demikian pula perbandingan koreksi relatif dinyatakan dalam


koreksi terhadap arus yang terukur persen.
(k / V ) disebut rasio koreksi atau

Contoh : voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan


yang besarnya 50 V, voltmeter tersebut menunjukan
tegangan sebesar 48 V. Berapa nilai kesalahan, koreksi,
kesalahan relatif, dan koreksi relatif.

Jawab :
Kesalahan = 48 – 50 = - 2 V
Koreksi = 50 – 48 = 2 V
Kesalahan relatif = - 2/50 . 100 % = - 4 %
Koreksi relatif = 2/48 . 100 % = 4,16 %

1.5. Macam-macam Alat Ukur Penunjuk Listrik


Alat ukur listrik yang biasa prinsip kerja, penggunaan, daerah
dipergunakan dalam pengukuran kerja penggunaan, dan kebutuhan
ditunjukkan pada tabel 1-7 yang daya.
meliputi : jenis, tanda gambar,

Tabel 1-7 Beberapa contoh alat ukur penunjuk listrik


No Jenis Tanda Prinsip Kerja Peng Contoh Daerah Kerja dan Penggunaan Daya
Gambar gunaan Dayanya
Arus Tegangan Frekuen
si
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
-6 2 -2 -3
1 Kumparan Gaya elektro DC AVO 1,5 x 10 ~10 10 ~10 - Kecil
putar magnetik antar
medan magnit
suatu magnit tetap
& arus
M
-4 -1 3 4
2 Penyearah Kombinasi suatu AC AVOF 5 x 10 ~10 1~10 < 10 Kecil
pengubah rata-
memakai rata
penyearah semi
konduktor saat
R suatu alat ukur
jenis kumparan
putar
3 TermoMom Kombinasi suatu AC AVW 10-3 ~5 5x10-1 ~ < 103 Kecil
en pengubah memakai Efektif 1,5x102
termoMomen dan DC
alat ukur jenis
T kumparan putar
4 Besi Putar Gaya elektro AC AV 10-2 ~ 10~103 <5x102 Besar
magnetik yang Efektif 3x102
bekerja pada suatu DC
inti besi dalam suatu
medan magnet

S
5 Elektro Gaya elektro AC AVMF 10-2 ~ 50 1~103 < 103 besar
dinamo magnetik yang Efektif
meter bekerja pada suatu DC
kumparan yang
dialiri arus dalam
D medan elektro
maknet
6 Induksi Gaya elektro AC AVW 10-1 ~ 102 1~103 < 103 x Besar
magnetik yang Efektif Wh 10 ~ 102
ditimbulkan oleh
medan bolak-balik
D dan arus yang
terimbas oleh medan
maknetmaknet

Catatan: A : Ammeter F : Frekuensimeter V : Voltmeter


O: Ohmmeter Wh : Alat ukur energi listrik W : Wattmeter (Soedjana. S, 1976)
1.5.1. Alat Ukur Kumparan Putar
1.5.1. Alat Ukur Kumparan Putar ditempatkan dalam medan magnet
Alat ukur kumparan putar adalah yang berasal dari magnet
alat ukur yang bekerja atas dasar permanen. Alat ukur jenis ini tidak
prinsip kumparan listrik yang terpengaruh magnet luar, karena
telah memiliki medan magnet yang
kuat terbuat dari logam alniko
yang berbentuk U. Prinsip kerja
alat ukur kumparan putar maka pada kawat penghantar
menggunakan dasar percobaan tersebut akan timbul gaya. Gaya
Lorentz. Percobaan Lorentz yang timbul disebut dengan gaya
dikatakan, jika sebatang Lorentz. Arahnya ditentukan
penghantar dialiri arus listrik dengan kaidah tangan kiri
berada dalam medan magnet, Fleming.

Gambar 1-9 Hukum tangan kiri Fleming

Gambar 1-10 menggambarkan medan magnet tetap.


magnet permanen yang berbentuk Berdasarkan hukum tangan kiri
seperti tapal kuda yang dilengkapi Fleming, kumparan tersebut akan
dengan sepatu kutub. Diantara berputar sehingga jarum penunjuk
sepatu kutub ditempatkan sebuah akan bergerak atau menyimpang
inti dengan lilitan kawat yang dari angka nol. Semakin besar
dapat bergerak dan berputar arus yang mengalir dalam
dengan bebas melalui poros. Pada kumparan, makin kuatlah gaya
waktu melakukan pengukuran, tolak yang mengenai kumparan
arus mengalir pada kumparan dan dan menyebabkan penyimpangan
menyebabkan adanya magnet. jarum bergerak semakin jauh.
Magnet tersebut ditolak oleh
1

3
4

1. Skala 5. Kumparan putar


2. Jarum penunjuk 6. Inti besi lunak
3. Magnet tetap 7. Pegas
4. Sepatu kutub 8. Poros

Gambar 1-10 Prinsip kerja alat ukur kumparan (www.tpub.com)

Pegas yang berbentuk ulir pipih menimbulkan keseimbangan pada


ada dua, satu terletak di atas kedudukan jarum dan membuat
kumparan, yang lain berada di jarum selalu kembali ke titik nol
bawah kumparan. Pegas-pegas bila tidak ada arus yang mengalir.
tersebut arah putarnya saling Karena adanya arus yang
berlawanan, yaitu satu ke arah kiri mengalir melalui kumparan
yang lain ke arah kanan. Dengan sehingga akan timbul gaya pada
demikian kalau yang satu kedua sisi dan menghasilkan
mengencang, lainnya akan momen penyimpang, perhatikan
mengendor. Hal ini akan gambar 1-11.
Gambar 1-11 Momen penyimpang

Jika arus yang mengalir pada besarnya gaya pada tiap sisi
kumparan adalah I amper, maka kumparan adalah :

F = B .I . l Newton ........................ (1 -1)

Dengan pengertian :
B = kerapatan fluks dalam Wb/m2
l = panjang kumparan dalam meter

Apabila kumparan dengan N lilitan, dikalikan dengan lengan atau jarak


maka gaya pada masing-masing tegak lurus. Jika lengan adalah b,
kumparan adalah : N . B. I . l maka :
Newton. Besarnya momen
penyimpang (Td) adalah gaya

Momen penyimpang (Td) = gaya x lengan


= N. B . I .l . b

Karena l X b merupakan luas penampang kumparan dan dinotasikan A,


maka
Momen penyimpang (Td) = N . B . I . A N-m ............. (1 -2)

Dari persamaan I-2, jika B momen pengontrol (Tc) sebanding


dinyatakan suatu konstanta, maka dengan simpangan . Pada posisi
momen penyimpang (Td) akan simpangan akhir Td = Tc ,
sebanding dengan arus yang sehingga simpangan  adalah
mengalir pada kumparan. Karena sebanding dengan arus I.
alat ukur menggunakan pegas
kontrol yang tidak bervariasi, maka
Dengan demikian alat ukur ini dipaparkan dengan grafik, yang
dapat dikatakan mempunyai skala menghubungkan persamaan sudut
seragam. Untuk menentukan skala putar  dengan momen T.
alat ukur kumparan putar
TD5 A

TD4

TD3
K
O
P
E TD2
L

TD1

0 1 2 3 4 5

Gambar 1-12. Penentuan penunjukan

Gamnbar 1-13. Skala alat ukur kumparan putar

Contoh, jika arus yang megalir kumparan berputar dengan sudut


pada alat ukur kumparan putar sebesar 1,2 radial. Jika momen
sebesar 5 mA mengakibatkan penggerak yang disebabkan oleh
arus-arus sebesar 1, 2,3 ,4, dan 5 Jika gambar menunjukkan jarum
mA dinyatakan dengan TD1, TD2, berhenti pada angka 3,5, maka
TD3, TD4, , dan TD5,. Momen - besarnya arus yang diukur adalah
momen tersebut dapat 3,5 mA.
digambarkan sebagai garis-garis
datar dan berjarak sama satu Secara umum kumparan putar
sama lain. Perlu diketahui bahwa terbuat dari kerangka dari
momen-momen penggerak aluminium, sedangkan dilihat sifat
tersebut hanya ditentukan oleh kelistrikkannya kerangka tersebut
besarnya arus yang mengalir dan merupakan jaringan hubung
tidak tergantung dari sudut putar  singkat dan memberikan pada
dari penunjuk. Besarnya momen kumparan momen peredam.
pengontrol berbanding lurus Gambar 1-14 ditunjukan jika
dengan sudut putar sehingga kumparan dialiri arus, maka
dalam grafik dapat digambarkan
sebagai garis lurus yang kumparan akan berputar dan
menghubungkan titik mula dengan dalam kerangka akan timbul arus
A (perhatikan gambar 1-12). induksi. Tegangan yang
Apabila momen penggerak dan menyebabkan arus induksi
momen pengontrol dalam keadaan mengalir dalam kerangka
seimbang, dan masing-masing kumparan. Sebaliknya arus
momen penggerak dinyatakan induksi akan memotong fluksi
sebagai 1, 2, 3, 4, dan 5, maka magnet dalam celah udara, jika
didapat 2 = 21, 3 = 31, 4 = kumparan berputar
41, 5 = 51. Oleh karena itu yang membangkitkan momen yang
dibentuk dengan membagi busur berbanding lurus dengan
lingkaran sebesar 1,2 rad ke
dalam lima bagian yang sama, kecepatan putar. Arah momen ini
dan diberikan angka-angka pada berlawanan dengan arah
lima bagian dari skala tersebut 0, perputaran, maka akan
1, 2, 3, 4, dan 5 seperti pada menghambat arah perputaran, dan
gambar 1-13 besarnya arus yang momen ini disebut momen
mengalir dapat dinyatakan pada peredam.
waktu jarum penunjuk berhenti.

Gambar 1 – 14 Peredaman alat ukur kumparan putar


Proses penunjukan jarum alat ukur di sekitar 0. Biasa disebut
tidak secara langsung peredaman kurang (gambar 1-15
menunjukan harga yang kurva A). Sebaliknya jika tahanan
dikehendaki tetapi masih terdapat listrik kecil, arus induksi yang
nilai perbedaan. Perbedaan terjadi besar sehingga
disebabkan karena adanya mengakibatkan pergerakan jarum
tahanan dalam dari alat ukur. akan lambat dan biasa disebut
Proses demikian juga dapat dengan peredaman lebih (gambar
disebabkan adanya peredaman. 1-15 kurva B). Yang terbaik
Jika penampang kerangka kecil adalah diantara peredaman
dan tahanan listriknya besar, kurang dan peredaman lebih
maka arus induksi yang terjadi biasa disebut dengan peredaman
kecil sehingga mengakibatkan kritis (kurva C).
momen redam yang lemah dan
penunjukan jarum akan berosilasi

H
a Redaman kurang
A
r
g Redaman kritis
a C

p
e
n
u
n
j
u
B Redaman lebih
k
k
a
n

a
l
a
t Waktu

Gambar 1 – 15. Gerakan jarum penunjuk dari suatu alat ukur

1.5.2. Alat Ukur Besi Putar


Alat ukur tipe besi putar adalah pada dasarnya ada dua buah
sederhana dan kuat dalam bentuk yaitu tipe tarikan
konstruksi. Alat ukur ini digunakan (attraction) dan tipe tolakan
sebagai alat ukur arus dan (repulsion). Cara kerja tipe tarikan
tegangan pada frekuensi – tergantung pada gerakan dari
frekuensi yang dipakai pada sebuah besi lunak di dalam medan
jaringan distribusi. Instrumen ini magnit, sedang tipe tolakan
tergantung pada gaya tolak antara 1.5.2.1. Tipe Tarikan (Attraction)
dua buah lembaran besi lunak Pada gambar 1-16. terlihat bahwa
yang telah termagnetisasi oleh jika lempengan besi yang belum
medan magnit yang sama. termagnetisasi digerakkan
Apabila digunakan sebagai mendekatai sisi kumparan yang
ampermeter, kumparan dibuat dialiri arus, lempengan besi
dari beberapa gulungan kawat akan tertarik di dalam kumparan.
tebal sehingga ampermeter Hal ini merupakan dasar dalam
mempunyai tahanan yang rendah pembuatan suatu pelat dari besi
terhubung seri dengan rangkaian. lunak yang berbentuk bulat telur,
Jika digunakan sebagai voltmeter, bila dipasangkan pada batang
maka kumparan harus yang berada diantara "bearings"
mempunyai tahanan yang tinggi dan dekat pada kumparan, maka
agar arus yang melewatinya pelat besi tersebut akan terayun
sekecil mungkin, dihubungkan ke dalam kumparan yang dialiri
paralel terhadap rangkaian. Kalau arus. Kuat medan terbesar
arus yang mengalir pada berada ditengah - tengah
kumparan harus kecil, maka kumparan, maka pelat besi bulat
jumlah kumparan harus banyak telur harus dipasang sedemikian
agar mendapatkan amper rupa sehingga lebar gerakannya
penggerak yang dibutuhkan. yang terbesar berada di tengah
kumparan.

Gambar 1 – 16 Prinsip kerja instrumen tipe tarikan

Bila sebuah jarum penunjuk akan mengakibatkan jarum


dipasangkan pada batang yang penunjuk menyimpang. Untuk
membawa pelat tadi, maka arus lebih jelasnya perhatikan gambar
yang mengalir dalam kumparan 1-17.
Gambar 1 – 17. Beberapa bagian dari instrumen tipe tarikan

Besar simpangan akan lebih skala harus sudah dikalibrasi.


besar, jika arus yang mengalir Besarnya momen gerak
pada kumparan besar. Demikian (deflecting torque) diperlihatkan
pula simpangan penunjuk yang pada gambar 1 – 18 di bawah.
bergerak diatas skala, sebelumnya

Pelat besi
Arah gaya

kumparan

Gambar 1 – 18. Besarnya momen gerak

Apabila pelat besi ditempatkan kumparan. Dengan demikian pelat


sedemikian rupa sehingga pada besi yang termagnetisasi itu
posisi nol membentuk sudut Ø mempunyai kemagnitan
dengan arah medan magnit H sebanding dengan besarnya H
yang dihasilkan oleh kumparan. yang bekerja sepanjang
Simpangan yang dihasilkan sumbunya, yaitu sebanding
adalah  akibat arus yang melalui dengan H sin ( Ø +  ). Gaya F
yang menarik pelat ke dalam permeabilitas besi dianggap
kumparan adalah sebanding konstan, maka H ~ I, dengan
2
terhadap H sin ( Ø +  ). Jika demikian :

F ~ I2 sin (.Ø + ) . (1-3)

Jika. gaya ini bekeria Pada jarak I besarnya momen (Momen)


dari sumbu putar pelat, maka penyimpang adalah :

Td = F.I.cos ( Ø +  ) ... (1-4)

Jika persamaan 1 - 3 dimasukkan dalam persamaan 1 - 4 dipatkan :


Td = I2sin ( Ø + ). 1. cos ( Ø + )
Karena besarnya I adalah konstan, maka :
Td = K.I2.sin ( Ø + ). cos ( Ø + )
Jika digunakan kontrol pegas (spring-control ) maka momen pegasnya :
Tc = K'.  …… ( 1 – 5 )
Pada keadaan mantap (steady), maka Td = Tc

K.I2sin (Ø + ).cos (Ø + ) = K'

sehingga :  - I2 (1-6)
Dengan demikian skala alat ukur besi putar adalah skala kuadratis. Jadi
bila digunakan pada arus bolak-balik, maka :

 - I2 rms (1-7)

1.5.2.2. Tipe Tolakan (Repolsion)


Bagian-bagian instrumen jenis dengan sumbu kumparan. Salah
tolakan digambarkan pada satu dari besi tersebut A dipasang
Gambar 1 – 19. Dalam gambar tetap, sedang B dipasang mudah
terdapat kumparan tetap bergerak dan membawa sebuah
diletakkan didalamnya dua buah penunjuk yang mudah bergerak
batang besi lunak A dan B sejajar diatas skala yang telah dikalibrasi.
Gambar 1 – 19 Beberapa bagian penampang jenis repulsion

Apabila arus yang akan diukur pegas. Gaya tolak ini hampir
dilewatkan melalui kumparan, sebanding dengan kuadrat arus
maka akan membangkitkan yang melalui kumparan;
medan magnit memagnetisir kemanapun arah arus yang
kedua batang besi. Pada titik yang melalui kumparan, kedua batang
berdekatan sepanjang batang besi besi tersebut akan selalu sama -
mempunyai polaritas magnit yang sama termagnetisasi dan akan
sama. Dengan demikian akan saling tolak-menolak.
terjadi gaya tolak menolak Untuk mendapatkan skala uniform,
sehingga penunjuk akan digunakan 2 buah lembaran besi
menyimpang melawan momen yang berbentuk seperti lidah
pengontrol yang diberikan oleh (Gambar 1 - 20).

Gambar 1 – 20. Dua. buah lembaran besi yang berbentuk seperti lidah

Pada Gambar 1-20 tampak besi rupa sehingga dapat bergerak


tetap terdiri dari lempengan besi sejajar terhadap besi tetap.
berbentuk lidah dililitkan dalam Dengan adanya gaya. tolak-
bentuk silinder, sedang besi yang menolak antara dua batang besi
bergerak terdiri dari lempengan yang sama-sama termagnetisasi
besi dan dipasang sedemikian tersebut akan timbul momen.
Besar momen sebanding dengan instrumen ini digunakan untuk
H2. Karena H sendiri berbanding arus bolak-balik akan
lurus terhadap arus yang melalui menunjukkan nilai arus rms (Irms).
kumparan (permeabilitas dianggap Karena polaritas dari kedua
konstan), maka momen tersebut batang besi tersebut berlawanan
akan sebanding dengan I2. secara serentak, maka instrumen
Dengan demikian momen ini dapat digunakan untuk ac
simpangan, sebagai momen maupun dc.
utama sebanding dengan I2. Jika

1.5.3. Alat Ukur Elektrodinamis


Alat ukur elektrodinamis adalah diperlukan sumber yang
sebuah alat ukur kumparan putar, mengalirkan arus dan daya yang
medan magnit yang dihasilkan besar pula.
bukan dari magnit permanen, Prinsip kerja dari alat ukur
tetapi oleh kumparan tetap/berupa elektrodinamis diperlihatkan pada
kumparan diam didalamnya. Alat gambar 1-21, kumparan putar M
ukur elektrodinamis dapat ditempatkan diantara kumparan-
dipergunakan untuk arus bolak- kumparan tetap (fixed coil) F1 dan
balik maupun arus searah, F2 yang sama dan saling sejajar.
kelemahannya alat ukur tersebut Kedua kumparan tetap
menggunakan daya yang cukup mempunyai inti udara untuk
tinggi sebagai akibat langsung dari menghindari efek histerisis, bila
konstruksinya. Karena arus yang instrumen tersebut digunakan
diukur tidak hanya arus yang untuk sirkuit ac. Jika arus yang
mengalir melalui kumparan putar, melalui kumparan tetap I1 dan
tetapi juga menghasilkan fluksi arus yang melalui kumparan putar
medan. Untuk menghasilkan suatu I2. Karena tidak mengandung besi,
medan magnit yang cukup kuat maka kuat medan dan rapat flux
diperlukan gaya gerak magnit akan sebanding terhadap I1.
yang tinggi, dengan demikian Jadi :

B = k . I1 .......................…………………………… ( 1 - 8 )

Di mana : B : Rapat flux


k : kontanta
Gambar 1 – 21. Prinsip alat ukur elektrodinamis

Misal kumparan putar yang banyaknya lilitan N. Besarnya


dipergunakan berbentuk persegi gaya pada masing-masing sisi
(dapat juga lingkaran) dengan kumparan adalah :
ukuran paniang l dan lebar b, dan
N . B . I2 . l Newton.
Momen penyimpang atau momen putarnya pada kumparan besarnya
adalah :
Td = N . B . I2 . l . b ------ > B = k . I1
Td = N . k . Il . I2 . l . b Nm ……………………….. ( 1 - 9 )
Keterangan :
Td : Momen Putar
N : Banyaknya lilitan
l : panjang kumparan
b : lebar kumparan

tersebut dinyatakan dengan K1,


Besarnya N, k, 1, dan b adalah
maka :
konstan, bila besaran-besaran
kumparan putar. Pada kumparan
Td = Kl . Il . I2 …………… ( 1 - 10 )
putar ini spring kontrol (pegas
Dari persamaan 1-10 terlihat pengatur), maka Momen
bahwa besarriya momen putar pengontrol/pemulih akan
adalah berbanding lurus terhadap berbanding lurus terhadap
hasil kali arus yang mengalir simpangan ; maka :
melalui kumparan tetap dan
Kl . I1 . I2 = K2 . 
 ~ I1 . I2 ……………………………………………………. ( 1 - 11 )
Apabila instrumen digunakan
sebagai ammeter, maka arus
yang melalui kumparan tetap Jika I1 = I2 = I, maka :  ~ I2
dan kumparan putar besarnya
sama.

I ~ ¥ ............................................................... ( 1 - 12 )

a b
Gambar 1 – 22. Rangkaian ammeter elektrodinamis

Rangkaian Gambar 1-22a Besarnya I1 = 12 = I, adalah


digunakan untuk mengukur arus  ~ V.V --- >  ~ V2
yang kecil, sedangkan Gambar 1- V ~ …………(1 - 13)
22b digunakan untuk mengukur
arus yang besar, Rsh dipasang Alat ukur elektrodinamis bila
guna membatasi besarnya arus digunakan untuk arus bolak-balik
yang melalui kumparan putar. biasanya skala dikalibrasi dalam
akar kuadrat arus rata-rata, berarti
alat ukur membaca nilai effektip.
Dengan demikian jika alat ukur
elektrodinamis dikalibrasi untuk
arus searah 1 A pada skala diberi
tanda yang menyatakan nilai 1 A,
maka untuk arus bolak-balik akan
menyebabkan jarum menyimpang
ke tanda skala untuk I A dc dan
memiliki nilai effektip sebesar 1 A.
Jadi pembacaan yang dihasilkan
oleh arus searah dapat dialihkan
Gambar 1 - 23
ke nilai arus bolak-balik yang
Rangkaian voltmeter
sesuai, karena itu menetapkan
elektrodinamis
hubungan antara AC dan DC.
Artinya alat ukur ini dapat
Apabila instrumen tersebut digunakan untuk membaca arus
digunakan sebagai voltmeter, AC dan DC dengan skala yang
maka kumparan tetap F dan sama.
kumparan putar M dihubungkan
seri dengan tahanan tinggi (RS).
1.5.4. Alat Ukur Elektrostatis
Alat ukur elektrostatis banyak ini akan menimbulkan Momen
dipergunakan sebagai alat ukur penyimpang, bila beda tegangan
tegangan (volt meter) untuk arus ini kecil, maka gaya ini akan kecil
bolak-balik maupun arus searah, sekali. Mekanisme dari alat ukur
khususnya dipergunakan pada elektrostatis ini mirip dengan
alat ukur tegangan tinggi. Pada sebuah capasitor variabel; yang
dasarnya kerja alat ukur ini adalah mana tingkah lakunya bergantung
gaya tarik antara muatan-muatan pada reaksi antara dua benda
listrik dari dua buah pelat dengan bemuatan listrik (hukum coulomb).
beda tegangan yang tetap. Gaya

Gambar 1 – 24 Skema voltmeter elektrostatis

Gaya yang merupakan hasil semakin besar, maka muatan


interaksi tersebut, pada alat ukur kapasitor semakin bertambah;
ini dimanfaatkan untuk penggerak dengan bertambahnya muatan ini
jarum penunjuk. Salah satu akan menyebabkan gaya tarik
konfigurasi dasar alat ukur menarik menjadi besar pula,
elektrostatis diperlihatkan gambar sehingga jarum akan bergerak ke
1-24. Pelat X dan Y membentuk kanan. Momen putar yang
sebuah kapasitor varibel. Jika X disebabkan oleh gaya tersebut
dan Y dihubungkan dengan titik- akan dilawan oleh gaya reaksi dari
titik yang potensialnya berlawanan pegas. Apabila Momen dari kedua
(Vab), maka antara X dan Y akan gaya ini sudah sama/seimbang,
terjadi gaya tarik-menarik; karena maka jarum yang berada pada
X dan Y mempunyai muatan yang pelat X akan berhenti pada skala
sama besarnya, tetapi berlawanan yang menunjukkan harga Vab.
(hukum coulomb). Gaya yang Untuk menentukan Momen
terjadi ini dibuat sedemikian rupa (momen putar) yang dibangkitkan
hingga bisa menimbulkan Momen oleh tegangan yang masuk adalah
(momen putar) yang digunakan sebagai berikut : misal simpangan
untuk menggerakkan jarum pada jarum adalah , jika C adalah
pelat X ke kanan. Jika harga Vab kapasitansi pada posisi
tersimpang, maka muatan berubah menjadi  + d; C + dC
instrumen akan menjadi CV dan Q + dQ. Sekarang energi
coulomb. Dimisalkan tegangannya yang tersimpan dalam medan
berubah dari V menjadi V + dV, elektrostatis akan bertambah
maka akibatnya , C, dan Q akan dengan :

dE = d (1/2 CV2) = 1/2 V2 . dC + CV . dV joule ……. (1 - 14 )

Keterangan :
dE : Energi yang tersimpan
CV : Muatan instrumen

Jika T adalah besarnya Momen ini adalah : T x d joule.


pengontral terhadap simpangan , Jadi energi total tambahannya
maka besarnya tambahan energi adalah :
yang tersimpan pada pengontrol

T x d + 1/2 V2. dC + CV . dV joule ……………… ( 1 – 15)

Dari sini terlitlat bahwa selama mensupply muatan sebesar dQ


teriadi perubahan, sumbernya pada potensial V.

Besar energi yang disupplykan = V x dQ


= V x d(CV)
= V2 x dC + CV.dV joule . (1 -16)

Padahal energi supply harus sama pengontrol, maka persamaan 1 -


dengan energi extra yang 15 dan 1 -16 akan didapatkan :
tersimpan di dalam medan dan

T x d + ½ V2. dC + CV . dV = V2 . dC + CV . dV
T x d = ½ V2 . dC
T = ½V2 . dC/d Newton meter ………………….. (1 – 17)

Ternyata Momen yang diperoleh maupun ac. Tetapi untuk ac, skala
sebanding dengan kuadrat pembacaannya adalah harga rms-
tegangan yang diukur, baik dc nya.

1.6. Peraga Hasil Pengukuran


1.6.1. Light Emiting Dioda (LED)
Light Emiting Dioda (LED) secara digunakan. Dioda PN junction atau
konstruksi terbuat sebagaimana yang biasa disebut dioda saja
dioda PN junction bahan tipe P terbuat dari bahan Silikon (Si) atau
dan tipe N. Yang membedakan Germanium (Ge), aliran arusnya
keduanya adalah bahanyang dapat melalui traping level yang
biasa dinamakan tingkat Fermi. Sedangkan LED terbuat dari bahan
GaAs, GaP atau GaAsP yang mempunyai sifat direct gap. Artinya untuk
dapat mengalirkan arus, elektron harus berpindah dari tingkat jalur
konduksi langsung ke jalur valensi (perhatikan gambar jalur energi
tanda panah biru). Keistimewaan bahan ini adalah energi ionisasi yaitu
energi yang dibutuhkan elektron untuk lepas dari ikatan valensi, atau
berpindah dari jalur konduksi ke jalur valensi, dilepaskan
kembali dalam bentuk cahaya. Warna cahaya yang dihasilkan tergantung
dari selisih energi jalur konduksi dan valensi. Daerah sambungan antara
bahan tipe P dan N dibuat dari bahan bersifat reflektif dan diberi jendela
tembus cahaya sehingga cahaya yang dihasilkan dapat dilihat. Energi
untuk berpindah dari jalur konduksi ke valensi diperoleh dari tegangan
bias.

Tipe p
Tipe n

hole elektron
Jalur konduksi
cahaya
Tingkat Fermi
Jalur terlarang

Jalur valensi

Gambar 1 – 25 Rekombinasi elektron

Anoda katoda

Gambar 1 – 26 Polaritas dan simbol LED

Dioda Silikon mempunyai gallium arsenide (GaAsP)


gelombang maksimum 900 mm mempunyai emisi cahaya merah.
mendekati cahaya infra merah. Spektrum emisi merupakan fungsi
LED yang paling popular adalah intensitas relative (%) terhadap
fungsi panjang gelombang (μm) bias maju kecuali bahwa arus
dalam range 0,62 sampai 0,76 μm tidak mengalir sampai tercapai
dengan puncak (100%) pada tegangan threshold sekitar 1,4
panjang gelombang 0,66 μm. Juga sampai 1,8 volt. Dalam
tersedia LED warna oranye, implementasi rangkaian LED
kuning dan hijau untuk ketiga dihubung seri dengan resistor
warna ini seringkali digunakan yang berfungsi sebagai pembatas
bahan gallium phospide. arus, agar arus yang mengalir
Karakteristik fungsi arus dan dalam LED dalam batas yang
tegangan serupa dengan diode aman.

R1

LED

Gambar 1 – 27. LED Gambar 1 – 28. Rangkaian LED

1.6.2. LED Seven Segmen


Peraga tujuh segmen digunakan Ada dua jenis seven segmen
sebagai penunjuk angka pada komon katoda dan komon anoda.
kebanyakan peralatan uji. Seven Seven segmen dinyatakan
segmen disusun terdiri dari LED sebagai komon anoda jika semua
yang diaktifkan secara individual, anoda dari LED seven segmen
kebanyakan yang digunakan LED anoda di komen menjadi satu.
warna merah. LED disusun dan Segmen yang aktif adalah segmen
diberi label seperti gambar yang katodanya terhubung dengan
diagram di bawah. Jika semua sumber tegangan nol atau seven
segmen diaktifkan akan segemen aktif rendah. Sebaliknya
menunjukkan angka 8, sedangkan untuk komon katoda semua
bila yang diaktifkan hanya segmen katode dari LED seven segmen
a, b, g, c dan d memperagakan terhubung menjadi satu mendapat
angka 3. Angka yang dapat tegangan bias nol. Segmen yang
diperagakan dari 0 sampai dengan aktif adalah segmen yang
9 sedangkan dp menunjukkan titik mendapat tegangan positip pada
desimal. anoda atau aktif tinggi. Sebuah
resistor ditempatkan seri dengan
masing-masing diode untuk
pengaman terhadap arus lebih.

Gambar 1 – 30. Peraga seven


Gambar 1 – 29. Skematik seven segmen
segmen
Karena seven segmen merupakan
peraga sinyal digital dimana
angka berbasis dua atau biner,
maka seven segmen dapat
digunakan sebagai penunjukan
hitungan desimal diperlukan
pengubah hitungan biner menjadi
desimal yang disebut dengan
rangkaian BCD (Binery Code
Desimal). Hubungan keluaran
hitungan biner, keluaran decoder
BCD dan tabel kebenarannya
ditunjukkan dibawah ini.
Vcc

A B C D E F G

Resistor
pembatas

RB0 A’ B’ G’
C’ D’ E’ F’ A
F G B
RB1 Dekoder / Driver
E C

Vcc a b c d

Masukan BCD Tes lampu Gnd

Gambar 1-31. Rangkaian dekoder dan seven segmen


(Deboo Borrous :1982)

Dengan memvariasi masukan diantaranya seperti gambar di


untuk memilih segmen yang aktif bawah ini.
peragaan seven segmen dapat
memperagakan huruf dan angka

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Gambar 1-32. Macam-macam peragaan seven segmen

Pengaturan pilihan segmen aktif Karakteristik tersebut ditunjukkan


dilakukan dengan mengenali dalam tabel kebenaran tabel di
karakteristik hubungan keluaran bawah ini.
decoder dan seven segmen.
Tabel 1 – 8 Tabel kebenaran decoder BCD Komon Katoda

Masukan BCD Keadaan Keluaran Peraga


d c b a A B C D E F G
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1

0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1

0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0

0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0

0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0

0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0

0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0

0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1

1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0

1.6.3. LCD: Polarisasi cahaya


LCD dalam bentuk sederhana membuka atau menutup setiap
tedapat pada peraga kalkulator. kristal cair diatur melalui
Beberapa krital cair meneruskan elektrode-elektrode.
cahaya dan beberapa yang lain
menutup sehingga gelap. Status

Gambar 1 - 33. Konstruksi LCD


http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm
Gambar 1 – 34. Contoh peraga LCD pada multimeter

Jenis kristal cair yang digunakan diteruskan menembus semua


dalam pengembangan teknologi lapisan, mengikuti arah pilinan
LCD adalah jenis nematik, yaitu molekul- molekul TN (90), sampai
memiliki molekul dengan pola dan memantul di cermin A dan keluar
arah tertentu. Jenis yang paling kembali. Ketika elektroda C dan E
sederhana adalah twisted nematic yang berupa elektroda kecil
(TN) memiliki struktur molekul berbentuk segi empat dipasang
terpilin secara alamiah, mulai di lapisan gelas mendapatkan
dikembangkan tahun 1967. arus, kristal cair D yang sangat
Struktur TN terpilin secara alamiah sensitif terhadap arus listrik tidak
90, dapat dilepas pilinannya lagi terpilin sehingga cahaya terus
(untwist) dengan menggunakan menuju panel B dengan polarisasi
arus listrik. sesuai panel F. Panel B yang
Struktur LCD meliputi kristal cair memiliki polarisasi berbeda 90
TN (D) diletakkan di antara dua dari panel F menghalangi cahaya
elektroda (C dan E) yang untuk menembus terus.
dibungkus lagi seperti sandwich Dikarenakan cahaya tidak dapat
dengan dua panel gelas (B dan F) lewat, pada layar terlihat
pada sisi luar dilumuri lapisan tipis bayangan gelap berbentuk segi
polarizing film. Lapisan A berupa empat kecil yang ukurannya sama
cermin yang dapat memantulkan dengan elektroda E ini berarti
cahaya yang berhasil menembus pada bagian tersebut cahaya tidak
lapisan-lapisan sandwich LCD. dipantulkan oleh cermin A.
Kedua elektroda dihubungkan Sifat unik yang dapat langsung
dengan baterai sebagai sumber bereaksi dengan adanya arus
arus. Panel B memiliki polarisasi listrik ini dimanfaatkan sebagai
yang berbeda 90 dari panel F. alat pengatur ON/OFF LCD.
Cahaya masuk melewati panel F Namun, sistem tidak
sehingga terpolarisasi, pada saat menghasilkan cahaya
tidak ada arus listrik, dan cahaya sebagaimana LED melainkan
mengambil sumber cahaya dari dengan warna tertentu. Pada
luar. Dengan alasan seperti itulah posisi tertentu meneruskan warna
mengapa LCD mempunyai sifat kuning, posisi lain warna merah,
konsumsi daya rendah Dalam juga warna-warna lain di antara
perkembanganya LCD banyak kuning-merah (gabungan)
digunakan sebagai monitor TV, ditunjukkan gambar 1-35. di
monitor computer maupun LCD. bawah ini.
Polarisasi, membelokan cahaya

Gambar 1 – 35. Perkembangan LCD pada implementasi monitor TV


http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm

Seven segmen LCD mempunyai Tabung sinar katoda ( cathode


beberapa keuntungan yaitu hanya ray tube atau CRT), ditemukan
memerlukan daya yang rendah oleh Ferdinand K. Brain ahli
dalam orde microwatt karena LCD fisika German pada tahun 1879,
tidak mengemisikan atau struktur bagian dalam sebuah
membangkitkan cahaya melainkan tabung sinar katoda ditunjukkan
hanya memendarkan cahaya gambar di bawah. Komponen
masukan, harga murah tidak utama CRT untuk pemakaian
tergantung ukuran sebagaimana pada umumnya berisi:
yang lain, mempunyai contrast (a) Senapan elektron yang terdiri
yang baik. Kelemahan LCD dari katoda, filamen, kisi
reliabilitas rendah, range pengatur, anoda pemercepat
temperature terbatas, visibility (b) Perlengkapan pelat defleksi
dalam penerangan lingkungan horisontal dan vertikal
rendah, kecepatan rendah dan (c) Layar flouresensi
memerlukan tegangan ac (d) Tabung gelas dan dasar
pengaktif kristal. tabung.
Senapan elektron
1.6.4. Tabung Sinar Katoda menghasilkan suatu berkas
(Cathode Ray Tube /CRT) elektron sempit dan terfokus
1.6.4.1. Susunan Elektrode CRT secara tajam pada saat
dan Prinsip Kerja meninggalkan senapan pada
kecepatan yang sangat tinggi dan layar, berkas elektron melalui
bergerak menuju layar diantara dua pelat defleksi
flourescent. Pada saat elektron elektrostatik sehingga berkas
membentur layar energi kinetik akan dibelokkan ke arah
dari elektron-elektron resultante defleksi horisontal dan
berkecepatan tinggi diubah vertikal sehingga membentuk
menjadi pancaran cahaya dan jejak gambar pada layar sesuai
berkas menghasilkan suatu bintik dengan tegangan masukan.
cahaya kecil pada layar CRT.
Dalam perjalanannya menuju

Anoda

Kumparan pembelok
Kisi pemusat

Layar flouresen

pemanas
Berkas
katoda elektron
Kumparan pemfokus

Gambar 1 - 36. Skema CRT


"http://en.wikipedia.org/wiki/Cathode_ray_tube"

Gambar 1 – 37. Cutaway rendering of a color CRT


"http://en.wikipedia.org/wiki/Cathode_ray_tube"

Keterangan :
1. Senapan elektron 2 Berkas elektron
3. Kumparan pemfokus Sebuah senapan elektron
4. Kumparan defleksi konvensional yang digunakan
5. Anoda dalam sebuah CRT pemakaian
6. Lapisan pemisah berkas untuk umum, ditunjukan pada gambar
merah, hijau dan biru bagian di bawah ini. Sebutan senapan
gambar yang diperagakan.
elektron berasal dari kesamaan
7. Lapisan pospor dengan zona
merah, hijau dan biru.
antara gerakan sebuah elektron
8. Lapisan pospor sisi bagian dalam yang dikeluarkan dari senapan
layar yang diperbesar. elektron CRT mempunyai
kesamaan lintasan peluru yang
ditembakkan oleh senapan.

Gambar 1 – 38. Senapan elektron (Electron Gun)


"http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube"

Elektron-elektron diionisasikan menurunkan arus berkas, yang


secara thermionik dengan berarti menurunkan intensitas
pemanasan tak langsung pada tabung atau tingkat terangnya
katoda yang secara keseluruhan bayangan pada layar CRT.
dikelilingi dengan kisi pengatur Elektron-elektron yang
yang terdiri dari silinder nikel dipancarkan oleh katoda
dengan lubang kecil ditengahnya dipusatkan pada lubang kecil di
satu sumbu dengan sumbu dalam kisi pengatur, dipercepat
tabung. Elektron-elektron menuju oleh adanya tegangan potensial
layar dilewatkan melalui lubang tinggi yang diberikan pada kedua
kecil membentuk arus berkas. elektrode anoda pemercepat
Besarnya arus berkas dapat diatur (accelerating anode). Kedua
dengan mengatur alat kontrol yang anoda ini dipisahkan oleh sebuah
berada pada panel depan yang anoda pemusat (focusing anode)
diberi tanda INTENSITY. melengkapi metode pemusatan
Mengatur intensitas sebenarnya elektron ke dalam berkas terbatas
mengubah tegangan negatif yang sempit dan tajam. Kedua
terhadap katoda pada kisi anoda pemercepat dan anoda
pengatur. Penambahan tegangan pemusat juga berbentuk silinder
negatip pada kisi pengatur akan dengan lubang-lubang kecil
ditengah-tengahnya masing- memungkinkan berkas elektron
masing silinder satu sumbe dipercepat dan terpusat merambat
dengan CRT. Lubang-lubang kecil melalui pelat defleksi vertikal dan
di dalam elektrode-elektrode ini horisontal menuju layar.

1.6.4.2. Layar CRT


Bila berkas elektron membentur faktor. Pertama intensitas cahaya
layar CRT yang berlapiskan fosfor dikontrol oleh jumlah elektron
akan menghasikan bintik cahaya. pembombardir yang membentur
Bahan dibagian dalam CRT layar setiap detik. Jika arus berkas
berupa fosfor sehingga energi diperbesar atau arus berkas
kinetik tumbukan elektron pada dengan jumlah yang sama
layar akan menyebabkan dipusatkan pada daerah yang
perpendaran cahaya. Fosfor lebih kecil dengan mengurangi
menyerap energi kinetik dari ukuran bintik maka luminansi akan
elektron-elektron pembombardir bertambah. Kedua luminansi
dan memancarkan kembali energi bergantung pada energi benturan
tersebut pada frekuensi yang lebih elektron pembombardir pada
rendah dalam spektrum cahaya layar, energi benturan dapat
tampak. Bahan-bahan flourescen ditingkatkan melalui penambahan
memiliki karakteristik fosforesensi tegangan pada anoda
yaitu memancarkan cahaya pemercepat. Ketiga luminansi
walaupun sumber eksitasi telah merupakan fungsi waktu benturan
dihilangkan. Lama waktu cahaya berkas pada permukaan lapisan
yang tinggal setelah bahan yang fosfor ini berarti kecepatan
bersinar hilang disebut ketahanan penyapuan akan mempengaruhi
atau persistansi. Ketahanan luminansi. Akhirnya luminansi
biasanya diukur berdasarkan merupakan fungsi karakteristik
waktu yang dibutuhkan oleh fisik dan fosfor itu sendiri. Oleh
bayangan CRT agar berkurang ke karena itu hampir semua pabrik
suatu persistansi tertentu melengkapi pembeli dengan
biasanyab 10 persen dari keluaran pilihan bahan fosfor, tabel di
cahaya semula. bawah ini menyajikan karakteristik
Intensitas cahaya yang beberapa fosfor yang lazim
dipancarkan CRT disebut digunakan.
luminansi tergantung beberapa

Tabel 1-9 Karakteristik beberapa fosfor yang lazim digunakan


(William Cooper : )
Jenis Penurunan
Fouresensi Fosforisensi Luminansi Komentar
fosfor ke 0,1%
Untuk
P1 Kuning-hijau Kuning-hijau 50% 95 pemakaian
umum
Kecepatan
rendah dan
P3 Biru-hijau Kuning-hijau 55% 120
kecepatan
tinggi,
peragaan
P4 Putih Putih 50% 20
televisi
Pengamatan
fenomena
P5 Biru kuning -hijau 35% 1500
kecepatan
rendah
Pemakaian
P11 Ungu-biru Ungu-biru 15% 20
fotografi
Pemakaian
P31 Kuning-hijau Kuning-hijau 100% 32 umum fosfor
paling terang

Sejumlah faktor perlu berkas elektron pada rapat arus


dipertimbangkan dalam memilih yang berlebihan, akan
fosfor agar sesuai kebutuhan. menyebabkan panas pada fosfor
Contoh fosfor P11 memliki sehingga keluaran cahaya
ketahanan singkat, sangat baik berkurang. Dua faktor yang
untuk pemotretan bentuk mengontrol terjadinya panas
gelombang tetapi sama sekali adalah kerapatan berkas dan
tidak sesuai untuk pengamatan lamanya eksitasi. Kerapatan
visual fenomena kecepatan berkas dikontrol oleh melalui
rendah. P31 luminansi tinggi, tombol INTENSITY, FOCUS dan
ketahanan sedang, merupakan ASTIGMATISM pada panel depan
kompromi yang paling baik untuk CRO. Waktu yang diperlukan oleh
penglihatan gambar secara umum, berkas untuk mengeksitasi suatu
banyak dijumpai dalam permukaan fosfor diatur dengan
kebanyakan CRO standar tipe penyapu atau alat kontrol
laboratorium. TIME/DIV. Panas yang mungkin
Ada kemungkinan kerusakan berat menyebabkan kerusakan fosfor,
pada CRT yang dikarenakan dicegah dengan mempertahankan
penanganan yang tidak tepat pada berkas pada intensitas yang
pengaturan alat-alat kontrol yang rendah dan waktu pencahayaan
terdapat pada panel depan. Bila yang singkat.
sebuah fosfor dieksitasi oleh

1.6.4.3. Gratikulasi
Bentuk gelombang pada diganti dengan suatu pola gambar
permukaan CRT secara visual khusus, seperti tanda derajat,
dapat diukur pada sepasang tanda untuk analisis vektor TV warna,
skala horisontal dan vertikal yang Selain itu posisi gratikul luar dapat
disebut gratikul. Tanda skala dengan mudah diatur agar sejajar
dapat ditempatkan dipermukaan dengan jejak CRT. Kerugiannya
luar tabung CRT dalam hal ini adalah paralaksis sebab tanda
dikenal sebagai eksternal gratikul. skala tidak sebidang dengan
Gratikul yang dipasang bayangan gelombang yang
dipermukaan luar terdiri dari dihasilkan pada fosfor, sebagai
sebuah plat plastik bening atau akibat penjajaran jejak dan gratikul
berwarna dilengkapi dengan tanda akan berubah terhadap posisi
pembagian skala. Gratikul di luar pengamatan.
mempunyai keuntungan mudah

Gratikul

Gambar 1 – 39. Tanda skala gratikul

Gratikul internal pemasangan mengganti CRT. Disamping itu


tidak menyebabkan kesalahan CRT dengan gratikul dipermukaan
paralaksis karena bayangan CRT dalam harus mempunyai suatu
dan gratikul berada pada bidang cara untuk mensejajarkan jejak,
yang sama. Dengan internal membawa akibat menambah
gratikul CRO lebih mahal karena harga keseluruhan CRO.
tidak dapat diganti tanpa
Daftar Pustaka :
Cooper, William D, 1999. Instrumentasi Elektronik dan Teknik
Pengukuran. ((Terjemahan Sahat Pakpahan). Jakarta : Penerbit
Erlangga.(Buku asli diterbitkan tahun 1978)
Soedjana, S., Nishino, O. 1976. Pengukuran dan Alat-alat Ukur Listrik.
Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Deboo and Burrous.1977. Integreted Circuit And Semiconductor Devices
: theory and application. Tokyo Japan : Kogakusha.Ltd
http://computer.howstuffworks.com/monitor1.htm
"http://en.wikipedia.org/wiki/CRO/Cathode_ray_tube"
www.tpub.com